Minggu, 17 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Pengembangan QR Code Interpretasi di TN Kelimutu

Ende, 2 Maret 2020. Disela penutupan aktivitas wisata di Taman Nasional (TN) Kelimutu, kini di areal wisata TN Kelimutu telah dikembangkan QR Code Interpretasi atau sebuah fasilitas pemanduan wisata digital mandiri. Pengembangan QR Code Interpretasi ini dilakukan staf di Balai TN Kelimutu untuk membantu dan memudahkan wisatawan mengetahui berbagai informasi seputar spot-spot wisata di TN Kelimutu. Baik berupa situs alam, situs budaya maupun situs sejarah yang ada di TN Kelimutu. Sistem kerja dari QR Code yaitu pengunjung melakukan scan pada barcode dan akan terhubung ke link narasi di website sehingga kita dapat membaca penjelasan secara detail tentang gambaran umum tentang berbagai informasi di TN Kelimutu, dari sejarah berdirinya TN Kelimutu, informasi geologi tentang tiga kawah Kelimutu, informasi Flora Fauna atau tentang sejarah dan budaya. Informasi yang disajikan ini terdiri dalam 2 (dua) bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Adanya pengembangan QR Code Interpretasi ditengah pandemi seperti sekarang ini, diharapkan sangat membantu kita untuk mencegah penyebaran virus Corona. Hal ini karena wisatawan dapat secara mandiri mencari informasi tanpa perlu melakukan interaksi dengan petugas maupun pemandu wisata. QR Code Interpretasi sudah terpasang di 12 titik lokasi spot areal wisata TN Kelimutu yaitu di Gerbang Loket, Pere Konde, Arboretum, Museum rumah adat, Pesanggrahan Belanda, Anjungan Garugiwa, Danau Atapolo, Danau Nuwa Muri Koofai, Ekosistem VR, Areal patika, Danau Atambupu, dan terakhir di Tugu puncak Gunung Kelimutu. Ini merupakan tahap awal, dan akan terus dikembangkan QRCode ini baik menambah objeknya maupun memberbaiki teknik penyajiannya. Pengembangan ini merupakan sebuah inovasi dan adaptasi fasilitas wisata dari situasi yang ada, semoga akan dapat menambah nilai edukasi bagi wisatawan yang melakukan kunjungan di TN Kelimutu. Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

Kompak!! Masyarakat, BBTNGGP, Balai TaNa Halisa dan PSSEJ Selamatkan Si "Brontok"

Caringin, 2 Maret 2021. Sabtu (27/02/2021) dilaporkan seekor Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) telah mengalami kecelakaan. Sebagai informasi bahwa Elang Brontok merupakan salah satu dari empat jenis Elang yang hidup di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Elang lain yang juga tinggal di TNGGP yaitu Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), Elang Ular Bido (Spilornis cheela), dan Elang Hitam (Ictinaetus malayensis). Elang Brontok sendiri memiliki dua sub fase yaitu Elang Brontok fase terang dan fase gelap. Keberadaannya di alam semakin menurun populasinya, meskipun IUCN menempatkan jenis ini pada kategori least concern namun akan segera menjadi terancam jika laju penurunan populasi tidak segera dikendalikan. Menurut warga Kampung Pasir Muncang, satwa predator ini telah menabrak tiang listrik dan kehilangan kendali. Beruntung masyarakat segera berinisatif melakukan penyelamatan dan melaporkan kepada petugas. Menindaklanjuti laporan, tim dari Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ) Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (BTNGHS) @pssej.tnghs segera diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan proses penyelamatan dan membawa Elang Brontok ke camp PSSEJ untuk diperiksa di klinik. Hasil pemeriksaan dokter hewan klinik PPSEJ menyimpulkan bahwa kondisi satwa masih sangat baik dan tidak terjadi cedera pada tubuh Elang Brontok, satwa hanya mengalami dehidrasi. Setelah dilakukan penanganan oleh tim dokter, diputuskan bahwa satwa dapat segera dilepaskan kembali ke alam. Tim PPSEJ bersama personil Bidang Pengeloaan Taman Nasional (PTN) Wilayah III Bogor, Balai Besar TNGGP segera melakukan analisis sederhana untuk menentukan lokasi pelepasliaran (release) baik dari sisi kesesuaian habitat, keberadaan jenis elang pada calon lokasi pelepasliaran, kemudahan teknis pelepasliaran serta pertimbangan lain. Selanjutnya diputuskan bahwa release akan dilakukan di wilayah kerja Resort PTN Bodogol. Proses selanjutnya pada Sabtu (27/02/2021) malam dilakukan habituasi bagi satwa di lokasi release dengan terlebih dahulu dilakukan pembangunan kandang habituasi di lokasi. Dikarenakan sifat satwa masih liar dan sehat, maka diputuskan untuk langsung dilakukan proses hard release yakni proses habituasi di lapangan secara singkat. Minggu (28/02/2021) tepat pukul 07:30 WIB sang raptor ini telah dilepasliarkan dengan disaksikan oleh Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor. Kepala Balai Besar TNGGP, Wahju Rudianto sangat mengapresiasi sikap warga yang tanggap kepada kejadian ini dan telah melakukan prosedur yang tepat. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada tim dari PSSEJ-BTNGHS atas kerjasama dan kesiap-siagaan dalam penyelamatan dan rehabilitasi Elang di kawasan TNGGP. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks oleh : Woro Hindrayani & Dadang Suryana Foto & Videografi: Tim PSSEJ BTNGHS dan BBTNGGP
Baca Berita

Road To HKAN 2021, Balai TN Meru Betiri Gelar Aksi Konservasi

Jember, 1 Maret 2021 – Sebagai wujud nyata membudayakan sekaligus mengajak masyarakat untuk peduli pada konservasi alam. Taman Nasional (TN) Meru Betiri menyelenggarakan aksi penanaman 500 pohon, pelepasan 300 tukik, bersih sampah Pantai Rajegwesi di Resort Rajegwesi, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Sarongan pada hari Sabtu, 27 Februari 2021. Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Road to HKAN (Hari Konservasi Alam Nasional) 2021 ini, diikuti oleh Dharma Wanita Persatuan TN Meru Betiri, Masyarakat Ekowisata Rajegwesi (MER), Forses, Gerakan Pemuda Sarongan (GPS), Karang Taruna Desa Sarongan dan Kandangan. Kepala Balai TN Meru Betiri Maman Surahman berharap melalui kegiatan ini konservasi dapat berkembang menjadi budaya bangsa “Kegiatan aksi konservasi ini untuk mendukung kegiatan Road to HKAN 2021, diharapkan masyarakat dapat menjadikan konservasi sebagai bagian sikap hidup sehari-hari agar selanjutnya berkembang menjadi budaya bangsa Indonesia,” Ujar Maman. Kemudian, dalam upaya mencegah intrusi air laut sekaligus menambahkan barrier penghambat tsunami, dilakukan aksi penanaman pohon di sekitar bibir Pantai Rajegwesi. Mengingat pada tahun 1994, Pantai Rajegwesi pernah terkena bencana tsunami dan menimbulkan banyak korban jiwa. Wahyu Candra Kirana selaku PLT. Kepala Seksi Pengelola Taman Nasional (SPTN) Wilayah 1 Sarongan, juga menambahkan bahwa kegiatan ini adalah upaya untuk meningkatkan kunjungan wisata di Pantai Rajegwesi. “Kebersihan Pantai Rajegwasi sebagai destinasi wisata di Banyuwangi merupakan salah satu faktor peningkatan kunjungan wisata yang akan berdampak luas bagi masyarakat pelaku wisata di Desa Sarongan,” ujarnya.
Baca Berita

Amor dan Roxie, Penghuni Baru di Sanctuary Anoa Lejja

Soppeng, 1 Maret 2021 – Pada hari Minggu, 28 Februari 2021, sanctuary Anoa yang terletak di Taman Wisata Alam (TWA) Lejja di Kabupaten Soppeng kedatangan dua ekor penghuni baru yaitu Anoa Pegunungan Bubalus quarlesi bernama Amor (Jantan) dan Roxie (Betina) . Amor dan Roxie ini datang dari Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, kurang lebih menempuh 8 jam perjalanan menuju lokasi sanctuary. Kedua ekor Anoa ini awalnya merupakan milik H.Hamidin yang memberikan Anoanya melalui penyerahan Sukarela. Thomas Nifinluri selaku Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) menyampaikan bahwa “Total Anoa di Sanctuary Anoa Twa Lejja saat ini berjumlah 4 Ekor terdiri 2 Jantan dan 2 Betina. Semoga mereka berkembang dengan baik disini dan berhasil berkembangbiak.” Mau melihat Amor dan Roxi, bisa kunjungi TWA Lejja di Soppeng dan menikmati berendam air panas. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) Penanggung Jawab Berita: Kepala Subag Data, Evlap dan Humas - Murniaty, S.Hut Link Video : https://youtu.be/mN7ty02BUNY
Baca Berita

Cegah Bencana, 9 Hektar Di"hijau"kan 50 Orang

Cibodas, 28 Februari 2021. Menyambut Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2021 dan HUT Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), BBTNGGP bekerjasama dengan PT. Tirta Fresindo Jaya-Plant Ciherang melaksanakan kegiatan penanaman pohon. Penanaman tersebut dilakukan secara simbolis di Zona Rehabilitasi Blok Pasir Pogor, Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) wilayah Tapos (27/02/2021). Upaya penanaman pohon pada hutan konservasi ini diharapkan memberikan kontribusi besar terhadap fungsi sistem penyangga kehidupan. Sejalan dengan terjadinya bencana alam di Indonesia sepanjang tahun 2020 terutama banjir, hal ini sudah cukup membuktikan bahwa perlu ditingkatkanya upaya penyelamatan lingkungan, alam, dan hutan. Kondisi topografi areal penanaman berada di tepi bantaran Sungai Cikahuripan merupakan areal yang dipenuhi dengan semak belukar. Tentunya target restorasi kawasan di lokasi tersebut sangatlah tepat sasaran dengan misi konservasi untuk mengembalikan hutan pada referensinya dan mencegah terjadinya longsor pada lokasi dengan kemiringan lereng tinggi. Komitmen perusahaan terhadap kelestarian hutan konservasi dibuktikan dalam kerjasama selama 5 (lima) tahun untuk melakukan upaya pemulihan ekosistem dengan target penanaman seluas 40 Ha dengan jumlah yang ditanam 20.000 pohon, sampai dengan tahun 2020 telah tertanam 16.000 pohon seluas 31 ha. Tahun ini merupakan tahun terakhir, target penanaman 4.000 pohon pada luasan 9 hektar. Kegiatan ini dihadiri pihak BBTNGGP, pimpinan dan karyawan dari PT. Tirta Fresindo Jaya (TFJ) Plant Ciherang, pemerintah daerah dan muspika setempat. Peserta dan tamu undangan yang hadir sejumlah 50 orang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M: Mencuci Tangan, Memakai Masker, dan Menjaga Jarak. Kepala Balai Besar TNGGP yang diwakili oleh Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor, Dadang Suryana, S.Hut.T, M.Sc. menyampaikan apreasiasi dan ucapan terima kasih terhadap PT. Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group) khususnya Plant Ciherang yang telah mengimplentasikan bentuk aksi moral kepeduliannya terhadap kawasan konservasi hingga akhir perjanjian kerjasama”. “Upaya yang dilakukan oleh PT. Tirta Fresindo Jaya dapat memberikan manfaat secara berlanjut bagi hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango itu sendiri sesuai dengan produk yang kami gunakan berupa sumber daya air, sudah selayaknya kami lakukan ini, tutur Erick Saputra Atmadja, General Manajer PT TFJ Plant Ciherang Tirta. Sedangkan Ibnu Adriansyah, Factrory Manager menuturkan bahwa kami selalu berkomitmen terhadap kelestarian alam sehingga pada tahun 2021 perusahaan memiliki target 100.000 pohon di Indonesia pada wilayah yang berdekatan dengan wilayah produksinya seperti Pasuruan, Bogor, dan Cianjur serta harapannya kerjasama ini akan terus berlanjut. Jenis pohon yang ditanam merupakan jenis lokal TNGGP yang terdiri dari: Rasamala, Janitri, Lame, Huru, dan Manglid. Kelima jenis pohon tersebut memiliki perakaran kuat tetapi ada jenis yang memiliki pertumbuhan lambat seperti Rasamala dan Manglid. Jenis pohon Janitri dan Lame memiliki keistimewaan tahan terhadap berbagai kondisi fisik dan pertumbuhannya cepat dibandingkan jenis lainnya sehingga kedua jenis tanaman tersebut sering digunakan dalam kegiatan restorasi kawasan khususnya di wilayah Resort PTN Tapos. BBTNGGP terus berupaya mengajak seluruh lapisan masyarakat dan mitra untuk lebih peduli terhadap hutan. Luasan target kegiatan pemulihan ekosistem lingkup BBTNGGP tertuang dalam Rencana Pemulihan Ekosistem Hutan Periode 2020-2024 memiliki target 604, 4 hektar yang tersebar di Tiga Bidang Pengelolaan TN Cianjur, Sukabumi, dan Bogor. Sumber : Ratih Mayangsari, S.Hut – Penyuluh Kehutanan Muda Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Dokumentasi: BBTNGGP
Baca Berita

Ditemukan Warga Cerenti, BBKSDA Riau Evakuasi Buaya Muara

Pekanbaru, 28 Februari 2021- Petugas Seksi Konservasi Wilayah I, Balai Besar KSDA Riau dipimpin Kepala Resort Bukit Rimbang Baling, bapak Ar Azmi menuju ke Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi untuk menindaklanjuti informasi dari Kapolsek Cerenti tentang adanya masyarakat yang menyerahkan satwa (Buaya Muara) ke Kantor Polsek Cerenti (24/2/21). Sesampainya di kantor Polsek Cerenti, Tim berkoordinasi dengan Kapolsek untuk melihat kondisi satwa dan melakukan identifikasi dengan informasi Buaya muara berukuran sekitar 1,5 m, diperkirakan berumur 2 s.d 3 tahun dengan jenis kelamin betina dan kondisi relatif sehat (aktif bergerak dan tidak dijumpai luka). Berdasarkan Informasi yang didapat dari Kapolsek, Kronologi ditemukannya Buaya, adanya warga Sikakak bernama pak Utam yang sedang melihat lukahnya (sejenis bubu untuk mencari ikan). Warga tersebut terkejut dengan adanya seekor Buaya muara yang masuk di dalamnya. Pak Utam langsung mengangkat lukah tersebut ke daratan untuk mengeluarakan dan mengikat Buaya tersebut. Selanjutnya beliau melapor dan menyerahkan satwa tersebut ke pihak Kepolisian Sektor Cerenti. Dan selanjutnya Kapolsek Cerenti segera melaporkan kejadian tersebut kepada Balai Besar KSDA Riau. Tim menyampaikan terima kasih kepada pihak Kepolisian dan masyarakat khususnya pak Utam yang telah berupaya melakukan penyelamatan satwa dilindungi. Tak lupa Tim juga menghimbau agar masyarakat berhati hati dan waspada jika beraktivitas di lokasi sekitar habitat Buaya. Karena kondisi fisik satwa yang sehat, Tim langsung melakukan pelepasliaran Buaya ke habitatnya yang jauh dari pemukiman penduduk. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Patroli Cegah Karhutla, BBKSDA Riau Temukan Satu Titik Bekas Kebakaran Baru di SM Bukit Batu

Pekanbaru, 28 Februari 2021 - Tim Resort Bukit Batu, Balai Besar KSDA Riau melakukan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan di pinggir dan di dalam kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Batu (25/2/21). Tim berpatroli di perairan dengan menggunakan sebuah speed boat yang menyusuri sungai sampai di titik pemberhentian terakhir sungai Tembuyut. Dari hasil penelusuran, Tim menemukan 1 titik bekas kebakaran baru dengan luas sekitar 30m×5m. Besar kemungkinan lokasi kebakaran tersebut sengaja dibakar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ditambah kondisi air sungai mengering dan musim kemarau membuat kawasan SM. Bukit Batu rawan kebakaran sehingga Tim harus lebih intensif melakukan patroli pencegahan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Hubungi Call Center BBKSDA Riau, Warga Siak Hulu Lapor Penemuan Elang

Pekanbaru, 28 Februari 2021 - Ibu Leli Gustina, warga Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu terkejut melihat seekor Elang tiba tiba ada di belakang rumahnya. Kondisi Elang saat itu sedang tidak sehat, tidak dapat terbang dan hanya melompat kesana kemari. Terlihat seperti ada bekas pukulan di badannya dan terlihat sangat kelaparan. Kemungkinan disebabkan Elang tersebut terlepas dari kungkungan pemiliknya karena ada tanda ikatan gelang di kakinya. Ibu Leli bersama suami dan anaknya menangkap dan memasukkan ke dalam kandang kayu untuk dirawat serta diberi makan dan berusaha mencari tahu pihak yang berwenang menangani masalah satwa liar. Akhirnya setelah informasi didapat, Ibu Leli segera menghubungi call center Balai Besar KSDA Riau di nomor 081374742981. Pihak Balai Besar KSDA Riau segera merespon. Dan pada Jum'at, 26 Februari 2021, dua orang perawat satwa bernama Narko dan Surono langsung menjemput Elang tersebut dan dibawa ke kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan fisik di klinik satwa Balai Besar KSDA Riau. Kondisi saat ini si Elang sudah mulai dapat mengepakkan sayapnya dan belajar terbang. Tim medis dan perawat satwa Balai Besar KSDA Riau terus memantau perkembangannya agar dapat segera dilepasliarkan. Terima kasih kepada ibu Leli Gustina yang dengan penuh kesadaran telah menyerahkan Elang untuk diselamatkan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Bangun Edukasi dan Awareness, BBKSDA Sumut Pungut Sampah di HPSN 2021

Sibolangit, 24 Februari 2021. Balai Besar KSDA Sumatera Utara kembali memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2021, yang dilaksanakan pada Selasa, 23 Februari 2021 di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit. Peringatan ini dipandang penting mengingat masih adanya masyarakat yang kurang peduli dengan membuang sampah sembarangan di kawasan konservasi, khususnya TWA Sibolangit. Sehingga momen peringatan HPSN dijadikan sebagai edukasi dan awarness guna membangun kepedulian masyarakat. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., dalam sambutannya menyampaikan, bahwa sampah menjadi masalah lingkungan hidup di Indonesia karena menyangkut hajat hidup orang banyak yang, perlu mendapat perhatian kita bersama untuk menanggulanginya. Peringatan HPSN tahun ini mengusung tema “Sampah Bahan Baku Ekonomi Masa Pandemi”, bertujuan untuk pertama, memperkuat komitmen dan peran aktif pemerintah daerah dalam melaksanakan pengelolaan sampah dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi. Tujuan kedua, memperkuat partisipasi publik dalam upaya menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi melalui gerakan memilah sampah, dan tujuan ketiga, memperkuat komitmen dan peran aktif produsen dan pelaku usaha lainnya dalam implementasi bisnis hijau (green business) dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi. “Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan sampah ini harus dimulai dari diri sendiri dengan terus menerapkan 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle). Kendalikan sampah, jaga lingkungan tetap bersih dan sehat, untuk alam yang lebih baik. Mari kita bersatu dan bertekad untuk kelola sampah bersama-sama,” ujar Hotmauli mengakhiri sambutannya. Selain dihadiri Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, peringatan HPSN 2021, juga dihadiri Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe Mustafa Imran Lubis, SP., Kepala Bidang Teknis Ir. Irzal Azhar, M.Si., Kepala Bidang PSLB3 Erlita Lubis mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Deli Serdang, Kepala Subbag. Data, Evlap dan Kehumasan BBKSDA Sumut Andoko Hidayat, S.Hut., MP., Kepala Seksi Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Deli Serdang Susanto, Sekretaris Camat Kecamatan Sibolangit, perwakilan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Deli Serdang, Kelompok Sadar Wisata Sibolangit Berseri, Relawan Kebersihan dan Lingkungan Hidup Deli Serdang, Yayasan Scorpion Indonesia, ISCP, YEL, dan diliput oleh media DAAI TV, Harian Analisa Medan dan beberapa media on-line. Peringatan ini juga menjadi spesial dengan kehadiran duta-duta lingkungan hidup dan pariwisata, yaitu Yoga Arya Pratama (Runner Up 1 Putra Pariwisata Indonesia 2020) dan Bintang Ajanitra Simatupang (Little Miss Earth Indonesia 2021). Kehadiran dua duta terbaik ini menarik perhatian tamu dan undangan, tidak terkecuali Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Adapun rangkaian acara peringatan HPSN yang digelar, yaitu : aksi bersih pungut sampah di sekitar kawasan TWA Sibolangit, penyerahan bantuan tong sampah untuk TWA Sibolangit oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Deli Serdang yang diserahkan Kabid PSLB3 dan diterima Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, sosialisasi pilah dan kelola sampah oleh Kepala Seksi Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Deli Serdang, dan hiburan budaya dari Kelompok Sadar Wisata Sibolangit Berseri. Peringatan HPSN 2021 ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, yaitu mencuci tangan dan memakai sarung tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Sumber : Evansus Renandi Manalu - Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Balai Besar TaNa Bentarum Dukung Usulan Hutan Adat Dayak Punan Hovongan

Putussibau, 22 Februari 2021. Ruang Rapat Gedung Paripurna DPRD Kapuas Hulu sedang dilakukan audiensi antara Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) dengan Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) dan Masyarakat adat Punan Hovongan. Audiensi ini langsung dipimpin Ketua DPRD Kapuas Hulu dan dihadiri oleh Plh. Bupati Kapuas Hulu, Ketua Komisi B DPRD Kapuas Hulu, anggota DPRD Kapuas Hulu, Balai Besar TaNa Bentarum, Kapolres Kapuas Hulu, Dandim 1206 Putussibau, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kapuas Hulu, Kasatpol Pamong Praja (PP) Kapuas Hulu, Camat Putussibau Selatan, Ketua DRK (Desk Resolution Konflik) Kapuas Hulu, Ketua Dewan Adat Dayak Kapuas Hulu, Perwakilan TBBR dan Perwakilan Masyarakat Desa Tanjung Lokang. Selain audiensi didalam ruangan rapat, TBBR juga melakukan aksi diluar gedung dengan melibatkan kurang lebih 100 orang. Hal ini tentunya menjadi perhatian di masa pandemi seperti ini. Dalam proses audiensi tersebut, tuntutan TBBR dan masyarakat Adat Dayak Punan Hovongan Desa Tanjung Lokang, menginginkan untuk mengembalikan hutan adat dan seluruh hak-hak ulayat masyarakat adat Dayak Ketemenggungan Punan Hovongan Kapuas Hulu yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK). Dalam paparannya Arief Mahmud menyampaikan bahwa salah satu tugas Balai Besar TaNa Bentarum dalam mengelola Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) adalah untuk menjaga tatanan kehidupan masyarakat adat dayak punan hovongan yang berada didalam kawasan TNBK, dengan mengakomodir dalam berbagai zona, seperti zona tradisional untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat sehari hari seluas 65 ribu hektar, zona religi, sosial dan budaya seluas 6 ribu hektar serta zona khusus pemukiman seluas 2.400 Ha. Balai Besar TaNa Bentarum telah memberikan bantuan dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar listrik melalui pembangunan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro), hingga saat ini Desa Tanjung Lokang sudah teraliri listrik. Selain itu, berbagai upaya pemberdayaan juga sudah dilakukan, termasuk melalui budidaya ikan semah. Bentuk lainnya dalam upaya peningkatan taraf hidup masyarakat disana adalah dengan adanya proyek pembangunan jalan yang melintas tepat di belakang Desa Tanjung Lokang melalui kerjasama Kementerian LHK dan Kementerian PUPR. Balai Besar TaNa Bentarum menyadari banyaknya tantangan dalam upaya pengelolaan di Desa Tanjung Lokang. Oleh karena itu, telah diupayakan mediasi dengan masyarakat Desa Tanjung Lokang hampir selama 2 tahun sejak 2019. Mediasi ini di fasilitasi oleh DRK (Desk Resolution Konflik) Kapuas Hulu yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, akan tetapi proses ini tertunda dikarenakan adanya pandemi covid 19. Dilain kesempatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Kapuas Hulu menyampaikan “ Saat ini Masyarakat Adat Dayak Punan Hovongan di Desa Tanjung Lokang sudah menyampaikan usulan permohonan pengakuan dan perlindungan hak ulayat masyarakat hukum adat berdasarkan Peraturan Daerah No. 13 Tahun 2018 kepada Bupati Kapuas Hulu melalui Dinas LHPR dan KP Kapuas Hulu. Usulan tersebut masih dalam pemutakhiran dan perbaikan usulan dari pemohon karena ada beberapa kekurangan persyaratan” ungkap Sadau. Pada akhir audiensi Arief menyampaikan bahwa, "Usulan Hutan Adat agar disampaikan kepada Menteri LHK cq Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkugan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.17/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2020 tentang Hutan Adat dan Hutan Hak, silahkan diikuti saja prosedurnya". Ditambahkan oleh Arief bahwa dalam proses usulan hutan adat ini masyarakat tidak dipungut biaya dan tidak harus datang ke Jakarta sehingga tidak memberatkan masyarakat. Audiensi diakhiri dengan penandantangan Berita Acara Mediasi dalam rangka percepatan proses usulan pengakuan dan perlindungan Masyarakat Hukum Adat dan Hutan Adat Masyarakat Adat Dayak Punan Hovongan. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Kekayaan TSL Papua Perlu Pengawasan dan Pengendalian Maksimal

Timika, 23 Februari 2021 - Persoalan tumbuhan dan satwa liar (TSL) di Papua serupa mata air dari suatu sumber terbesar di dunia. Dilemanya terus mengalir, tak habis-habis dalam waktu yang demikian panjang. Salah satu faktornya, tentu karena Papua merupakan wilayah dengan keanekaragaman hayati sangat tinggi. Hal ini menimbulkan beragam reaksi publik. Sebagaimana sifat kekayaan pada umumnya, TSL di Papua sangat menggiurkan. Meski pihak-pihak tertentu berusaha sekuat tenaga menjaganya, namun masih ada saja yang ingin mengurasnya dengan semena-mena. Dalam upaya pengendalian dan pengawasan peredaran TSL di Papua, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua (BBKSDA Papua) terus menjalin sinergi dengan banyak pihak. Kali ini melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Timika, BBKSDA Papua berkoordinasi dengan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangin, Timika. Kepala SKW II Timika, Bambang H. Lakuy, memimpin pelaksanaan koordinasi yang bertempat di kantor UPBU Mozes Kilangin pada Senin (22/2). “Koordinasi ini penting dalam membangun kerja sama mencegah terjadinya peredaran TSL yang dilindungi di Provinsi Papua. Karena Bandara termasuk pintu keluar strategis untuk peredaran TSL Papua,” ujar Bambang. Di sisi lain, Kepala UPBU Mozes Kilangin menyampaikan dukungan terkait pengendalian dan pengawasan peredaran TSL. Pihaknya akan memfasilitasi kartu pas bandara untuk tim SKW II Timika yang bertugas, agar dapat mengakses atau masuk area terbatas Bandara Mozes Kilangin. (djr) Sumber : Balai Besar KSDA Papua Call Center Balai Besar KSDA Papua : 0823 9802 9978
Baca Berita

Balai TN Kepulauan Togean Peringati Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2021

Ampana, 22 Februari 2021 - Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT) pada hari minggu tanggal 21 Februari 2021 menggelar aksi bersih sampah di sepanjang pantai Jembatan Hayal (Pantai JH) Ampana. Aksi Bersih Pantai ini dilakukan untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang setiap tahunnya jatuh pada tanggal 21 Februari dan diikuti oleh Balai Taman Nasional Kepulauan Togean, anggota Polres Tojo Una-Una, Balai Konservasi Sumber daya alam Resor Tanjung Api dan komunitas Sepeda Ampana Gowes. Kegiatan aksi Bersih Pantai di Ampana diawali dengan kegiatan bersepeda pada pukul 06.30 WITA dari Kantor Balai TNKT menuju ke lokasi aksi bersih sampah, selanjutnya seluruh peserta mengumpulkan sampah yang diutamakan berupa sampah plastik karena sangat susah untuk diurai oleh mikroorganisme dan menyebabkan pencemaran tanah. selaku kepala Balai menyampaikan bahwa "Sampah plastik hingga kini masih menjadi persoalan serius bagi Indonesia dan juga negara lain di dunia. Di Nusantara, sampah plastik tak hanya dijumpai di wilayah darat saja, tapi juga sudah menyebarluas ke wilayah laut. Oleh sebab itu semua pihak dihimbau untuk terus terlibat dalam penanganan sampah plastik yang ada di darat maupun di lautan" ujar Ir. Bustang Kepala Balai TN Kepulauan Togean. Dari kegiatan ini seluruh peserta berhasil mengumpulkan Sampah kurang lebih sekitar sekitar 13 kantong plastik sampah dan langsung diangkut oleh truk sampah untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Penetapan tanggal 21 Februari sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dimaksudkan untuk mengenang tragedi longsor sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Kota Cimahi, Jawa Barat, pada tanggal 21 Februari 2005 silam. Peristiwa musibah sampah di TPA Leuwigajah 16 tahun lalu itu terjadi akibat longsornya gunungan sampah setinggi 60 meter dan sepanjang 200 meter karena diguyur hujan deras semalam suntuk. Selain itu, juga terpicu tingginya konsentrasi gas metana dari dalam tumpukan sampah. Bencana longsor sampah itu mengakibatkan korban jiwa sebanyak 137 orang dari 143 warga yang tercatat hilang di Kantor Kepala Desa Batujajar Timur, Batujajar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tak hanya itu, longsoran sampah juga menggulung dua kampung di bawahnya, yaitu Kampung Cilimus dan Kampung Pojok. Sumber : Indriyanti S.M. - Bagian Humas Balai Taman Kepulauan Togean
Baca Berita

Balai Besar TN Lore Lindu Tinjau Hasil Pemberdayaan Masyarakat

Palu, 24 Februari 2021. Kerjasama, komunikasi, dan kolaborasi terus ditingkatkan antara Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) dengan desa-desa di sekitar kawasan TNLL. Bertempat di Balai Desa Lempelero, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi dilaksanakan kegiatan penyerahan bantuan peningkatan ekonomi masyarakat berupa mesin pengolah jagung dan coklat. Bantuan ini diserahkan Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu, Ir. Jusman kepada Ketua Kelompok "Bina Muara" Desa Lempelero, yang disaksikan Camat Kulawi Selatan dan Kepala Desa Lempelero (23/02/2021). Dalam sambutannya Kepala Desa beserta Ketua Kelompok mewakili Masyarakat Desa Lempelero mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan serta berharap kerjasama ini terus berlanjut bahkan dapat berkembang ke sektor-sektor lain seperti pengembangan ekowisata berbasis masyarakat. Kerjasama yang dibangun antara beberapa pihak harus menganut prinsip 3M seperti yang diutarakan Kepala Balai Besar pada kesempatan ini. "Saling menghormati (mutual respect), saling percaya (mutual trust) dan saling memberi manfaat (mutual benefit) agar tujuan dan harapan bersama dapat tercapai. Dipenghujung acara dilaksanakan penandatanganan berita acara penyerahan bantuan serta dokumen Perjanjian Kerjasama (PKS) antara dua belah pihak. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk peningkatan produktifitas hasil usaha masyarakat yang dilajutkan dengan kunjungan Kepala Balai Besar melihat hasil pemberdayaan maayarakat berupa kerajinan dari bahan baku rotan dan minuman herbal karya kelompok wanita di Desa Marena, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi. Desa Marena merupakan desa yang masih memegang teguh adat serta pengaplikasian kearifan lokal dalam pengelolaan dan pemanfaatan hasil hutan yang lestari. Mendukung hal tersebut, BBTNLL telah memberikan bantuan peningkatan ekonomi produktif pada kelompok Masyarakat Hukum Adat di Desa Marena pada tahun 2020. Dalam sambutannya Kepala Desa Marena dan Ketua Kelompok menyampaikan terima kasih dan tentunya dengan kegiatan ini masyarakat dapat meningkatkan ekonomi mereka dengan memanfaatkan hasil hutan bukan kayu secara arif dan lestari, serta harapan untuk kerjasama yang berkesinambungan. Menyambut hal tersebut Kepala BBTNLL juga berpesan untuk menyiapkan generasi penerus kita untuk menyikapi perkembangan zaman terutama terkait pelestarian Adat Budaya serta Alam. Selain itu Kepala BBTNLL berpesan untuk evaluasi dan monitoring berkala kegiatan pemberdayaan masyarakat agar dapat tercapai target dan meminimalisir kendala yang terjadi. Sumber : Balai Besar TN Lore Lindu
Baca Berita

Balai TN Rawa Aopa Watumohai Tinjau Prakondisi Pemberdayaan Masyarakat

Kolaka Timur, 24 Februari 2021. Balai Taman Nasional Rawatu Mohai (TNRAW) melalui Seksi Penggololaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III di Kabupaten Kolaka Timur Sulawesi Tenggara (Sultra), melakukan upaya prakondisi dalam rencana pemberdayaan masyarakat desa penyangga tahun 2021. Untuk tahap pertama yang dilakukan adalah koordinasi bersama pemerintah Kecamatan Loea dan Kecamatan Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur (Koltim). Dalam koordinasi dengan pemerintah Kecamatan Loea, petugas SPTN wilayah 3 menerima masukan bahwa untuk menindaklanjuti bantuan usaha ekonomi produktif tahun 2020, di Desa Peatoa berupa alat dan bahan pengolahan gula aren dipandang perlu untuk melakukan pengkayaan pohon aren sebagai bahan bakunya. Untuk itu, untuk pengkayaan bahan baku tersebut Kelompok Tani Hutan (KTH) Bunga Indah Desa Peatoa mengusulkan untuk melakukan kegiatan penanaman pohon aren secara mandiri pada batas kawasan yang berada disepanjang wilayah administrasi Desa Peatoa. Kemudian Desa Peatoa dan Kecamatan Loea sangat mendukung rencana kegiatan dimaksud dan menyarankan agar kegiatan penanaman bibit aren ini bukan hanya di batas kawasan saja tapi setiap anggota kelompok dianjurkan untuk menanam bibit aren di batas kebun anggota KTH Bunga Indah. Untuk Kecamatan Tirawuta, koordinasi ini dilaksanakan dalam rangka sosialisasi rencana pemberdayaan masyarakat di desa Lara untuk pengembangan usaha ekonomi produktif pada tahun 2021. Petugas juga mengajak partisipasi staf kecamatan dalam proses Inventarisasi Potensi Desa Roko roko dalam rangka pemanfaatan kawasan TNRAW. Perlu diketahui bahwa Desa Roko roko dan Desa Lara merupakan 2 Desa yang masuk dalam Rencana Pemberdayaan Masyarakat Desa Tahun 2021 s.d 2025. Sumber : Balai Taman Nasional Rawa Aopa
Baca Berita

Tim Gabungan Terpadu Padamkan Karhut di SM Giam Siak Kecil

Pekanbaru, 23 Februari 2021 - Selama 4 (empat) hari terakhir ini, Tim gabungan terpadu yang terdiri dari Daops Manggala Agni Sumatera V/Dumai, Balai Besar KSDA Riau, TNI, POLISI, Damkar Bengkalis, BPBD, RPK, Masyarakat Peduli Api (MPA) bersama masyarakat bahu membahu berjibaku memadamkan api di Simpang Dinamit, RT. 03/RW. 01, Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis (23/2). Cuaca panas berangin, tanah gambut dengan kedalaman 3 meter serta vegetasi seperti kebun sawit, ilalang dan semak belukar cukup menjadikan Tim gabungan terpadu kewalahan dengan kondisi kebakaran di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil. Luas areal yang terbakar sekitar 20 hektar. Keberadaan kanal – kanal di sekitar lokasi kebakaran cukup membantu dalam penyediaan sumber air untuk pemadaman. Dengan peralatan 2 (dua) unit mesin max3, 2 (dua) unit mesin Mark3, 1 (satu) unit mesin Mini, 2 (dua) unit mesin Mini Striker dan 2 (dua) unit excavator, Tim melakukan pemutusan kepala api di beberapa titik. Tim juga membuat sekat bakar menggunakan excavator agar tidak meluas ke area hutan yang belum terbakar. Sampai hari ini (23/2), Tim gabungan terpadu masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan dan memperlebar penyekatan dengan penyiraman api agar tidak timbul Kembali kebakaran melihat cuaca maih cukup panas disertai angin. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pantau Karhutla & Illegal Logging di SM Kerumutan Selatan, BBKSDA Riau Gandeng Stakeholders Terkait

Pekanbaru, 23 Februari 2021 – Resort Kerumutan Selatan Balai Besar KSDA Riau bersama Manggala Agni Daops Rengat, Bhabinkamtibmas Polres Inhu dan Kades Sungai GuntungTengah dan Kades Sungai Guntung Hilir serta anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) melakukan kegiatan patroli gabungan pengamanan dan pencegahan dini karhutla serta sosialisai di sekitar dan di dalam kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan Selatan Wilayah Desa Sungai Guntung Tengah dan Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (22/2). Tim melakukan diskusi persiapan di Kantor Desa Sungai Guntung Tengah untuk menentukan jalur patroli di titik-titik rawan illegal logging dan karhutla di sekitar kawasan SM Kerumutan bagian selatan yang masuk dalam wilayah Pemerintahan Desa Sungai Guntung Tengah dan Desa Sungai Guntung Hilir. Sampai di lokasi, Tim menjumpai Manajer Lapangan PT. TSM dan melakukan sosialisasi serta menghimbau pihak perusahaan agar meningkatkan patroli pencegahan karhutla di sekitar dan di dalam konsesi perusahaan yang berbatasan dengan SM. Kerumutan Selatan. Tim juga menghimbau untuk membersihkan lokasi yang dipenuhi semak belukar, karena dapat memicu kebakaran lahan serta mengingatkan untuk membuat embung dan menutup kanal/parit agar sumber air tidak keluar dari kawasan SM Kerumutan bagian selatan serta menjaga resapan air pada areal konsesinya tetap stabil. Patroli gabungan ditutup dengan pengecekan penutupan kanal/parit dan pembuatan embung serta pembersihan lokasi yang ditumbuhi semak belukar di perbatasan jalan konsensi milik PT. Teso Indah dengan Desa Sungai Guntung Tengah yang langsung berbatasan dengan Kawasan SM. Kerumutan Selatan dengan alat berat Exsavator milik PT. Teso Indah. Sumber : Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 2.529–2.544 dari 11.141 publikasi