Minggu, 17 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Patroli Pengamanan Hutan di Kawasan SM. Pelaihari SKW I BKSDA Kalsel

Pelaihari, 10 Maret 2021 – Berdasarkan informasi Kepala Resort Suaka Margasatwa (SM) Pelaihari, Akhmad Fauzan, S. Hut bahwa pada areal yang menjadi tanggung jawabnya terdapat beberapa lokasi yang rawan terjadinya penebangan tanpa izin. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Mirta Sari, S. Hut, MP. Langsung mengintruksikan kepada tim Polisi Kehutanan (POLHUT) untuk melakukan Patroli di kawasan SM. Pelaihari (10/03/21). Bertolak dari Kantor SKW I, tim Patroli bergerak menuju wilayah Kawasan SM. Pelaihari. Patroli dipimpin Langsung oleh Kepala SKW I didampingi oleh Kepala Resort, POLHUT Balai KSDA KALSEL serta POLHUT Lingkup SKW I. “Patroli kita laksanakan selama 3 (tiga) hari dengan tujuan Desa Alur, Desa Jorong, Desa Sebuhur dan Desa Kandangan Lama. Sesuai arahan dari Kepala Balai KSDA Kalsel Dr.Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc kegiatan ini kita laksanakan dengan cermat, tetap waspada dan tegas penegakan hukum terhadap pelakunya. Pada hari pertama tim melaksanakan patroli di wilayah Desa Alur dan Desa Jorong dengan waktu tempuh ± 3 (tiga) jam. Setelah tiba dikawasan SM. Pelaihari tim mendapati bekas tebangan pohon galam dan akasia yang berdiameter ± 10 up. Informasi yg didapatkan bahwa kegiatan penebangan kayu sudah lama dihentikan setelah adanya peringatan dari warga sekitar. Hari selanjutnya tim melaksanakan Patroli di Desa Sebuhur dan Desa Kandangan Lama. Perjalanan dari Kantor Resort SM. Pelaihari menuju Desa Sebuhur ditempuh ± 2 jam, sedangkan untuk menuju ke Kandangan lama bisa ditempuh ± 3 jam dengan menggunakan kendaraan roda 2 (dua). “Di Desa Sebuhur dan Desa Kandangan Lama tidak terdapat gangguan pada Kawasan SM. Pelaihari, tapi kita harus selalu memantau dan menggali informasi terkait keamanan kawasan kita. “Dalam hal pengelolaan hutan, kita harus selalu melibatkan Masyarakat Setempat juga Aparat Setempat sesuai arahan Kepala Balai.”ujar Kepala Seksi, Mirta Sari, S. Hut, MP. (ryn) Sumber : Hendar Wibawa - Calon Polhut Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Pelepasliaran Harimau Sumatera “Suro” ke Taman Nasional Gunung Leuser

Blangkejeren, 13 Maret 2021 - Tim yang terdiri dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (Dit. KKH), Bupati Gayo Lues, Tiger Project UNDP, Wildlife Conservation Society- Indonesia Program (WCS-IP), Forum Konservasi Leuser (FKL), dan Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan melakukan pelepasliaran Harimau Sumatera yang diberi nama Suro ke wilayah Taman Nasional Gunung Leuser. Suro, Harimau Sumatera yang berjenis kelamin jantan dengan usia 5 – 6 tahun dan berat badan kurang lebih 100 Kg, sebelumnya di evakuasi melalui perangkap jebak (box trap) akibat berkonflik di Desa Pangkalan Sulampi, Kecamatan Suro Makmur, Kabupaten Aceh Singkil. Sebelum dilakukan pelepasliaran, Harimau Sumatera Suro dititipkan sementara ke BBKSDA Sumatera Utara di Barumun Nagari Wildlife Sanctuary, Sumatera Utara untuk memberikan kenyamanan serta guna dilakukan observasi lebih jauh oleh Tim medis BKSDA Aceh, FKL, BBKSDA Sumatera Utara, dan Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan sambil menunggu kajian kelayakan lokasi pelepasliaran yang sedang dilakukan oleh tim. Pelepasliaran ke salah satu tempat di wilayah Taman Nasional Gunung Leuser dipilih berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Tim, yang terdiri dari BBTNGL, WCS-IP, FKL dan masukan para pihak yang memiliki keahlian teknis tentang harimau sumatera antara lain dengan mempertimbangkan kajian populasi, keberadaan satwa mangsa, dan ancaman. Di sekitar lokasi yang menjadi tempat pelepasliaran telah dilakukan operasi sapu jerat oleh tim BBTNGL. Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi dan meminimalisir ancaman khususnya jerat. Direktorat Jenderal KSDAE melalui Direktur KKH, Drh. Indra Exploitasia, M.Si menyampaikan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang mendukung pelepasliaran, yang merupakan bentuk kolaborasi muktipihak dalam upaya pelestarian harimau sumatera. Melalui UPT Direktorat Jenderal KSDAE, terus dilakukan upaya mitigasi dan penanganan konflik satwa liar di seluruh wilayah kerjanya termasuk pelibatan masyarakat dan pemerintah daerah dalam mendukung konservasi satwa liar. Pada kesempatan yang sama disampaikan juga ucapan terimakasih dan apresiasi khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Gayo Lues khususnya Bapak Bupati yang telah mendukung upaya pelepasliaran Harimau Sumatera Suro. Dalam sambutannya Bupati Gayo Lues, Bapak Muhammad Amru juga menyampaikan sangat mengapresiasi upaya konservasi Harimau Sumatera yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan khususnya BBTNGL dan BKSDA Aceh terlebih dalam upaya menjaga dan mempertahankan populasi Harimau Sumatera yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Saya menghimbau agar masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan taman nasional yang juga merupakan habitat Harimau Sumatera untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar Harimau Sumatera dengan cara tidak memasang jerat, racun dan perburuan yang dapat menyebabkan kematian satwa liar yang dilindungi. Beberapa aktivitas tersebut membuat tingginya konflik satwa liar khususnya Harimau Sumatera dengan manusia yang dapat menimbulkan kerugian secara ekonomi hingga korban jiwa baik bagi manusia ataupun keberlangsungan hidup satwa liar tersebut. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan salah satu jenis satwa liar dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi. Berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species, Harimau Sumatera berstatus Critically Endangered atau spesies yang terancam kritis, beresiko tinggi untuk punah di alam liar. Kegiatan pelepasliaran Suro berjalan lancar dan sesuai dengan tahapan kegiatan yang telah direncanakan. Keselamatan tim pelepasliaran juga menjadi hal utama yang menjadi perhatian. Pada proses pelepasliaran, terlihat Suro sangat bersemangat dapat kembali ke habitat alaminya. Saat pintu kandang terbuka, Suro langsung meneruskan perjalanannya menuju ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Semoga Suro dapat menambah populasinya di alam. BKSDA Aceh dan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser mengucapkan terima kasih kepada Direktur Jenderal KSDAE, Direktur KKH, Bupati Gayo Lues, BBKSDA Sumatera Utara,Tiger Project UNDP, WCS-IP, FKL, dan Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan yang mendukung proses kembalinya Suro ke habitat alaminya serta semua pihak yang turut mendukung upaya penyelamatan Harimau Sumatera Suro. Sumber: Balai KSDA Aceh
Baca Berita

BBKSDA Riau Bangun Sinergi Bersama Forum Pecinta Alam Dumai

Pekanbaru, 12 Maret 2021 - Kepala Balai Besar KSDA Riau beserta dengan jajaran melakukan diskusi dengan Forum Pencinta Alam Dumai yang terdiri dari beberapa Kelompok Pecinta Alam yang terdapat di Kota Dumai. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari kunjungan Kepala Balai Besar KSDA Riau ke Taman Wisata Alam Sungai Dumai di wilayah Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan. Diskusi ini merupakan sinergi yang terbangun Bersama dan akan terus harmoni dan berkesinambungan ke depannya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BBKSDA Riau Bersama Walikota Dumai Tengok Pembangunan Embung

Pekanbaru, 12 Maret 2021 - Inventarisasi teknis guna mendukung MOU kerjasama pembangunan embung dan normalisasi Sungai Dumai menjadi agenda Balai Besar KSDA Riau bersama Walikota Dumai. Walikota Dumai, Bapak Paisal dan jajarannya berkunjung ke Taman Wisata Alam (TWA) Sungai Dumai, di Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan (10/03/21) yang diterima langsung Kepala Balai Besar KSDA Riau juga beserta jajarannya. Embung dibangun untuk mencegah banjir dan menjaga kualitas air serta manfaatnya bagi manusia terutama untuk keseimbangan alam. Hal ini berguna untuk kemaslahatan bersama dan kelestarian kawasan Taman Wisata Alam Sungai Dumai. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Bersama Para Pihak Dalam Upaya Pemadaman di Dalam SM Bukit Batu

Pekanbaru, 10 Maret 2021 - Tim gabungan Resort Bukit Batu Balai Besar KSDA Riau, aparat Kepolisian, BPBD Bandar Laksamana, Tim Manggala Agni, dan RPK Sinar Mas bersama melakukan kegiatan survey jalur sungai menuju kearah titik kebakaran di Tasik Kemenyan yang berada di dalam kawasan SM Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Upaya survey titik kebakaran didalam kawasan SM. Bukit Batu mengalami kendala menembus jalur sungai karena sungai tertutup tumbuhan dan pohon yang tumbang serta kondisi air sungai yang mengering. Namun Tim tetap berupaya semampu mungkin untuk menuju ke lokasi titik kebakaran. Pada akhirnya Tim harus terhenti di sungai Sundak karena kesulitan menembus jalur perairan. Sebagai tindak lanjut PT. Sinar Mas melakukan water boombing pada lokasi terbakar, dan saat ini api telah dapat dikendalikan dilanjutkan proses pendinginan. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Balai KSDA Yogyakarta Bersama Direktorat Polairud Polda DIY Tertibkan Kepemilikan Emys di Bantul

Yogyakarta 10 Maret 2021. Polhut Balai KSDA Yogyakarta melaporkan hasil kerjasama yang dilaksanakan bersama dengan Subdit Gakkum Ditpolairud PoldaDIY terkait penertiban kepemilikan satwa dilindungi jenis Kura-kura baning coklat (Manouria emys) hari Selasa 9 (09/03/21). Penyelidikan dan penertiban terhadap kepemilikan kura-kura tersebut dilakukan di TKP wilayah Pandak, Bantul. Dari pemilik satwa tersebut berhasil diamankan sepasang kura-kura jantan-betina. Selain mengamankan kura-kura dari pemiliknya, di hari yang sama petugas juga menerima penyerahan 5 ekor kura-kura dimana 4 diantaranya dalam kondisi hidup dan 1 ekor lainnya dalam kondisi mati. Ke-enam kura-kura yang dalam kondisi hidup tersebut selanjutnya dititiprawat ke Lembaga Konservasi Gembira Loka Zoo sebagaimana arahan dari Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi. Dihubungi secara terpisah, M. Wahyudi menyampaikan “Upaya penyelamatan satwa liar dilindungi baik itu melalui mekanisme satwa sitaan maupun penyerahan masyarakat perlu segera ditindaklanjuti dengan upaya perawatan satwa selanjutnya. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi satwa dalam keadaan baik dan sehat. Langkah penyelamatan dan perawatan satwa dapat dilakukan di Pusat Penyelamatan Satwa BKSDA Yogyakarta di Stasiun Flora Fauna Bunder maupun dengan menggandeng mitra lembaga konservasi yang ada di DIY” tutur M. Wahyudi. Lebih lanjut, M. Wahyudi menyampaikan “Untuk perawatan lanjutan terhadap 6 ekor kura-kura ini akan dilakukan di LK GL Zoo dengan pertimbangan pengalaman yang sudah dimiliki dan ketersediaan kandang perawatan kura-kura di GL Zoo. Sementara untuk kura-kura yang mati, setelah kelengkapan administrasi selesai, akan diserahkan ke museum Biologi UGM untuk keperluan pendidikan” tutupnya. Sumber : Uut Budiarto - Polhut Balai KSDA Yogyakarta Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta-Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Berita

BBKSDA Sumut Terima Elang Dari Komunitas Pecinta Elang

Medan, 8 Maret 2021. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) kembali menerima penyerahan satwa dari Komunitas Pecinta Elang berupa 1 (satu) ekor Elang Black Hawk (Spizaetus tyrannus). Burung Elang ini diserahkan dan langsung diterima oleh Polisi Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Ani, S.P. Sesuai Informasi yang didapatkan, Black Hawk diperoleh Komunitas Pecinta Elang dari masyarakat yang berdomisil di Sibolangit. Elang ini awalnya singgah di komplek rumah masyarakat dengan kondisi kaki patah sebelah kiri dan bola mata sebelah kanan terluka. Melihat kondisi ini, Komunitas Pecinta Elang (KPE) merawatnya selama 8 (delapan) bulan hingga kondisinya pulih. Kaki yang terluka terlihat sudah membaik walaupun pincang. Sedangkan luka di bola mata sudah membaik walaupun pada akhirnya burung elang ini buta. Setelah diserahkan, petugas segera mengevakuasinya ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) di Sibolangit untuk dilakukan proses selanjutnya, seperti pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan dan karantina. Kedepan, semakin banyak masyarakat khususnya generasi muda yang peduli dengan satwa liar sebagai bagian dari keanekargaman hayati yang mewujudkan kelestarian satwa liar dan habitatnya. Sebagai informasi, Elang Black Hawk (Spizaetus tyrannus) adalah satwa yang dilindungi sesuai Peraturan Menteri LHK Nomor : P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang dilindungi. Sumber : Ani, S.P. - Polisi Kehutanan Muda Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Rumah Baru Narko dan Tika di BNN Baddoka Makassar

Makassar, 8 Maret 2021 – Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) menjalin Kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Baddoka, Makassar dalam program Forest and Nature Healing bagi klien rehabilitasi BNN Baddoka Makassar. Salah satu dari program Forest and Nature Healing adalah Kerjasama penangkaran dimana 2 Ekor Rusa bernama Narko dan Tika di datangkan TIM Wildlife Rescue BBKSDA Sulsel ke lokasi penangkaran BNN Baddoka Makassar pada Jumat, 05 Maret 2020. Kepala BNN Baddoka, dr. Iman Firmansyah, Sp.KJ meyampaikan ucapan terimakasih kepada Balai KSDA Sulawesi Selatan. “Semoga kehadiran Narko dan Tika kedepannya bisa menjadi maskot BNN Baddoka Makassar untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba serta program Forest and Nature Healing yang sedang kami jalankan dengan BBKSDA Sulsel kedepannya”. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Ir.Thomas Nifinluri, M.SC dalam keterangan-nya “Semoga Narko dan Tika senang di rumah barunya serta berdampak postitif bagi client BNN disini. Pendekatan yang membuat manuasia untuk lebih dekat kea lam atau forest healing semoga bisa mempercepat kesembuhan klien-klen BNN Baddoka Makassar" pungkas Thomas. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Terancam Punah, Nepenthes (Kantong Semar) Terbakar di Kawasan SM Giam Siak Kecil

Pekanbaru, 8 Maret 2021 – Kebakaran di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil kemarin melalap habis habitat tumbuhan langka dan dilindungi Nepenthes (Kantong semar). Spesies ini menyebar secara luas di kawasan SM Giam Siak Kecil. Indonesia merupakan wilayah terluas penyebaran habitat Nepenthes di dunia, selain beberapa negara lain seperti Malaysia, Australia dan beberapa negara lainnya. SM Giam Siak Kecil menjadi salah satu habitat yang subur untuk tanaman ini. Namun, pembakaran hutan secara liar menjadikan Nepenthes menjadi terancam, karena segelintir oknum pembakar hutan tanaman ini hangus dilalap api. Ayo, lestarikan tumbuhan langka di Indonesia! Sumber : Balai Besar KSDA Riau.
Baca Berita

Inventarisasi Potensi Keanekaragaman Hayati Jenis Tumbuhan di TN Sebangau

Pulang Pisau, 6 Maret 2021 – Balai Taman Nasional (BTN) Sebangau melaksanakan kegiatan inventarisasi potensi keanekaragaman hayati jenis tumbuhan di Resort Bangah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Kabupaten Pulang Pisau (06/03). Kegiatan ini sudah mulai dilaksanakan sejak tahun lalu dengan tujuan untuk mengumpulkan data potensi sekaligus menambah bahan informasi tentang sebaran keanekaragaman hayati yang ada dalam kawasan TN Sebangau. Kegiatan inventarisasi potensi keanekaragaman hayati jenis tumbuhan dilaksanakan melalui pengamatan langsung terhadap potensi flora yang dijumpai. Adapun langkah – langkah pengambilan datanya adalah menggunakan perangkat GPS dan tallysheet dengan metode transek garis. Tim berangkat dari titik awal yang telah ditentukan terlebih dahulu dan diambil titik koordinatnya dengan fitur track GPS yang diaktifkan. Selanjutnya, tim melakukan pengamatan sepanjang jalan yang dilewati dengan jarak pandang pengamatan adalah 50 meter ke kiri dan 50 meter ke kanan. Panjang track menyesuaikan kondisi di lapangan dan setiap perjumpaan dicatat di dalam tallysheet. Kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan setiap tahun agar data potensi keanekaragaman hayati jenis tumbuhan di Balai TN Sebangau khususnya di setiap resort semakin lengkap. Sumber : SPTN Wilayah II – Balai TN Sebangau
Baca Berita

Balai TN Sebangau Laksanakan SMART PATROL di Tingkat Tapak

Pulang Pisau, 5 Maret 2021. Balai Taman Nasional (BTN) Sebangau bekerja sama dengan Kepolisian, TNI dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) bersama-sama melaksanakan kegiatan patroli gabungan. Aktifitas dalam kegiatan tersebut diantaranya memetakan potensi sumber daya alam meliputi jenis satwa prioritas, flora, tindakan pelanggaran atau ancaman dari manusia, serta sosialisasi pencegahan dan pengendalian kebakaran bagi masyarakat di sekitar kawasan TN Sebangau. Kegiatan ini dilaksanakan sampai tingkat tapak di 3 (tiga) resort yaitu Resort Mangkok, Bangah dan Sebangau Kuala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II di Pulang Pisau. Kegiatan patroli ini didukung dengan aplikasi SMART PATROL. Sebagai informasi, SMART PATROL merupakan aplikasi yang dipergunakan untuk mengelola database yang terintegrasi secara langsung dengan kegiatan petugas di lapangan. Sistem ini terhubung dengan smartphone sehingga data hasil kegiatan dapat dikelola dan diolah lebih efektif dan efisien. Adanya SMART PATROL sangat membantu manager kawasan konservasi untuk membuat rencana pengelolaan yang lebih baik, mengevaluasi dan mengimplementasikan aksi konservasi serta meningkatkan akuntabilitas. Selain ditujukan untuk meningkatkan kapasitas petugas di lapangan dalam rangka perlindungan dan pengamanan hutan dari ancaman perburuan, pemukiman ilegal, pembukaan lahan baru, perkebunan ilegal dan pertambangan, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah pendekatan kepada masyarakat di sekitar kawasan agar bersama-sama dalam menjaga dan melestarikan hutan rawa gambut di TN Sebangau Kalimantan Tengah. Sumber : SPTN Wilayah II - Balai TN Sebangau
Baca Berita

Talk Show “ACO” Accarita Konservasi Untuk Pelestarian Satwa Liar Dimasa Pandemi

Makassar, 8 Maret 2021 – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan menggelar talkshow Accaratita Konservasi “ACO” kegiatan ini merupakan bagian dari World Wildlife yang jatuh pada 3 Maret dan juga rangkaian dari menyambut Hari Bakti Rimbawan pada 16 Maret 2021, serta Hari Konservasi Alam Nasional pada 11 Agustus 2021 mendatang. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan, Thomas Nifinluri dalam sambutannya mengatakan jika ada beberapa rangkaian kegiatan yang disatukan dalam kegiatan hari ini, 6 Maret 2021 di Taman Macan, Kota Makassar. Ia membeberkan jika selain talkshow kegiatan lainnya yakni Street Park Campaign, Launching Revitalisasi WRU mulai dari skuad, call centre hingga e-Magazine Berita Konservasi Wildlfe Resque Animal atau disingkat “Bakara”. “Kami bersyukur kegiatan ini berjalan dengan baik, dan kami mengajak semua masyarakat agar mengenali konservasi tumbuhan dan satwa liar, untuk itu sejalan dengan tema “Bersinergi membangun solidaritas urban untuk pelestarian satwa liar di masa pandemi,” ujar Thomas Nifinluri, Sabtu (6/3/2021) di Taman Macan. Thomas mengucapkan terima kasih kepada pihak sponsor yang turut hadir dalam kegiatan ini. “Kami juga mengapresiasi atas laporan warga tentang adanya penyelundupan hewan satwa liar dan tanaman yang dilindung negara. Terkhusus kepada warga yang menyerahkan hewan serta tumbuhan kepada pihak BKSDA untuk diamankan dan dilestarikan kembali,” tambahnya. Direktur Konservasi dan Hayati, Indra Eksplotasia memberikan sambutan secara virtual mewakili Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Ia menyapaikan apresiasinya dan suksesnya kegiatan Talkshow yang digelar sesuai protokol kesehatan di Taman Macan Makassar. “Kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada BKSDA Sulsel yang telah mengamankan tumbuhan dan satwa liar yang ada di Sulsel, kami senang jika hal ini dilakukan untuk melindungi jenis tumbuhan dan satwa, dan ini jadi kebanggaan kita semua, tumbuhan dan satwa adalah aset negara dan kami sangat mendukung langkah-langkah dari pak Thomas dan jajarannya di Sulsel,” ujar Indra Eksplotasia. Direktur Konservasi dan Hayati, Indra Eksplotasia mengapresiasi BBKSDA Sulsel yang menjalin kerjasama dengan Pemadam Kebakaran Kota Makassar, serta kolaborasi yang baik dengan para pihak lainnya seperti instansi Dinas Lingkungan Hidup, Balai Karantina, jasa Pengiriman JNE, Garuda Indonesia, Cargo, Pertamina dan pihak Bank BRI. “Kedepan, bagaimana kita melestarikan dan menjaga habitat dan menjadi tetap lestari dan semoga acara berjalan lancar,” harap Direktur Konservati dan Hayati menutup sambutannya secara virtual. Sementara itu mewakili Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto hadir Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Iman Hud memberikan sambutan, dan sekaligus secara resmi membuka kegiatan BKSDA di Taman Macan. “Saya baru saja dilantik sebagai Plt beberapa hari yang lalu, dan mewakili Bapak Danny Pomanto saya ingin sampaikan jika berbicara konservasi bukan hanya menyangkut hayati tetapi juga nilai-nilai. Tanggal 3 Maret diperingati sebagai Hari Alam Liar Sedunia atau World Wildlife, dimana ini merupakan kampanye untuk meningkatkan kesadaran akan nilai penting satwa, flora dan kehidupan liar dunia, terutama terancam punah dan yang dilindungi, sekali lagi kami apresiasi kegiatan ini dan secara resmi kami buka mewakili Pemerintah Kota Makassar,” kata Iman Hud yang juga Kepala Satpol PP Makassar. Setelahnya pihak BKSDA Sulsel bersama Pemkot Makassar dan beberapa stakeholder menggelar pelepasliaran puluhan hewan jenis burung Jalak Tunggir Merah secara serentak di Taman Macan Makassar. Usai seremonial dilanjutkan talkshow dengan beberapa pembicara yang dipandu oleh Paska Ramba sebagai Moderator. Acara Talkshow ACO “Accarita Konservasi” menghadirkan Ir Anis Suratin Kabid Teknis BKSDA Sulsel, Kepala Damkar Makassar Hasanuddin, JNE Suci Indah Permatasari, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Makassar Drh Agung Joni Wahyuda, Simon Purser dari Wallacea Natures serta dari pihak PT Pertamina MOR VII, Laode Syarifuddin. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Pelepasliaran Burung Hasil Translokasi ke Habitatnya

Banjarbafu, 2 Maret 2021 – Tim fungsional Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan yang terdiri dari Titik Sundari, R. Hafizh Muhardiansyah, Rudi Pranoto, dan HM. Rizali Rahman bersama-sama dengan Dinas Kehutanan Prov. Kalsel yang diwakili oleh Supiani, dan TAHURA Sultan Adam yang diwakili oleh Marvison, melakukan pelepasliaran 8 jenis burung hasil translokasi dari BBKSDA Jatim. Satwa-satwa ini merupakan hasil kegiatan penegakan hukum oleh Balai Karantina Pertanian setempat. Kedelapan jenis satwa tersebut diantaranya terdapat Chloropsis sonneratia yang merupakan jenis dilindungi. Sementara jenis lainnya adalah Zoothera interpres, Yuhina everetti, Copsychus saularis, Kittacincla malabarica, Cyornis Banyumas, Lanius schach, dan Pycnonotus plumosus. “Upaya pelepasliaran kembali ke habitatnya ini diharapkan mampu meningkatkan populasinya di alam dan menjadi penyeimbang ekosistem,” ungkap Kepala BKSDA Kalsel, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc saat mendampingi tim melakukan pengecekan burung di SKW 2 Banjarbaru sebelum dilakukan pelepasliaran. Lebih lanjut Dr. Mahrus menyampaikan bahwa dengan penggagalan perdagangan ilegal ini diharapkan mampu memberikan efek jera bagi mereka yang melakukan peredaran satwa ilegal. Pelepasliaran ini sekaligus sebagai salah satu rangkaian acara menyambut road to HKAN (Hari Konservasi Alam Nasional) Tahun 2021. “Kami sangat mengapresiasi pihak BBKSDA Jatim dan instansi terkait, yaitu Balai Karantina Pertanian Surabaya yang berhasil menggagalkan penyelundupan ini. Pelabuhan memang merupakan pintu yang cukup rawan bagi keluar masuknya TSL ilegal karena mempunyai banyak akses. Kamipun disini akan berupaya meningkatkan pengawasan di bandara maupun pelabuhan sebagai pintu keluar penyelundupan TSL serta terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk meminimalisir upaya penyelundupan satwa.” Pungkas Mahrus. Sumber : Titik Sundari, S.Hut (PEH) - Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Warga Medan Amplas Serahkan Trenggiling Ke Balai Besar KSDA Sumut

Medan, 5 Maret 2021. Fauzy Muchtar Dalimunthe, mahasiswa, warga jln. M. Nawi Harahap, Kecamatan Medan Amplas Kota Medan, pada Kamis 4 Maret 2021, menyerahkan 1 (satu) ekor Trenggiling (Manis javanica) kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara di perumahan River Valley. Dalam penjelasan kepada petugas, satwa tersebut ditemukannya di sekitar halaman rumah dalam kondisi menggulung, pada Rabu 3 Maret 2021. Mengetahui bahwa satwa tersebut dilindungi undang-undang, Fauzy segera menghubungi call center Balai Besar KSDA Sumatera Utara di 085376699066. Atas laporan Fauzy, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara segera menjemput satwa tersebut. Melihat kondisinya dalam keadaan baik, petugas kemudian mengevakuasi Trenggiling dimaksud ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit, pada Kamis sore, guna mendapat perawatan dan rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan. Sumber : Evansus Renandi Manalu - Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

BBKSDA Riau Mitigasi Konflik Satwa Liar di Desa Tanjung Air Hitam

Pekanbaru, 5 Maret 2021 – Resort Kerumutan Selatan Balai Besar KSDA Riau menerima laporan adanya serangan satwa liar yang belum teridentifikasi jenisnya pada 27 Februari 2021. Tim Resort Kerumutan Selatan segera melakukan mitigasi konflik satwa liar di Desa Tanjung Air Hitam, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. (3/3/2021) Tiba di lokasi, tim berkoordinasi dengan Kepala Desa Tanjung Air Hitam untuk melakukan pemasangan 2 Camera Trap kemudian didampingi oleh Kepala Desa beserta beberapa warga menuju lokasi kejadian. Pemasangan camera trap ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi jenis satwa dan mengurangi keresahan warga. Kemudian, tim melakukan penyisiran di sekitar areal kejadian namun tidak menemukan tanda-tanda aktivitas adanya satwa liar. Disaat yang bersamaan, Tim juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait langkah-langkah penanganan terjadinya konflik dengan satwa liar. Sumber : Balai Besar KSDA Riau.
Baca Berita

Lagi, Elang dan Penyu Sisik Dilepasliarkan WRU BBKSDA Sulsel di Bulukumba

Makassar, 05 Maret 2021 – Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) melakukan rilis satwa atau pelepasliaran satwa ke habitatnya pada 4 Maret 2021. Pelepasliaran ini masih merupakan rangkaian memperingati World Wildlife Day. Kali ini, lokasi pelepasliaran di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Bontobahari Kabupaten Bulukumba dengan jenis satwa yang dilepasliarkan yaitu Elang Laut (1 ekor), Elang Paria (2 ekor), Elang Tikus (5 ekor) dan Penyu Sisik (1 ekor). Proses pelepasliaran kali ini, Tim Wildlife Rescue membagi menjadi 2 tahap. Pertama tim melakukan pelepasan satwa jenis Elang di Kawasan Hutan Tahura Bontobahari pukul 10:55, kemudian 1 Ekor Penyu Sisik tim lepaskan di pesisir pantar wilayah Tahura Bontobahari pada Pukul 12:15 WITA. Pelepasliaran Penyu sisik ini juga dihadiri Kepala Dinas LHK Kab Bulukumba, Camat Bonto Bahari, Kepala Desa Bira, Kepala Bidang Kehutanan dan Kepala Seksi Perlindungan Dinas LHK Kab Bulukumba. Kepala Seksi P3 Yusri sekaligus ketua tim WRU menyampaikan “Satwa-satwa yang dilepasliarkan di kedua lokasi ini berasal dari kandang transit BBKSDA Sulsel di Makassar dimana satwa-satwa ini merupakan satwa yang tim dapat dari hasil patroli, evakuasi dan penyerahan masyarakat”. Terang Yusri. “Untuk selanjutnya tim masih terus melakukan pemantauan dan monitoring satwa beberapa hari kedepan untuk memastikan satwa mampu survive di lingkungan barunya” tambah Yusri. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Ir.Thomas Nifinluri, M.SC menambahkan “Terimakasih kepada Kepala Dinas LHK Kab Bulukumba, Camat Bonto Bahari, Kepala Desa Bira, Kepala Bidang Kehutanan dan Kepala Seksi Perlindungan Dinas LHK Kab Bulukumba yang turut serta sehingga proses pelepasliaran satwa berjalan lancar dan aman. Sinergitas pihak terkait dan masyarakat dengan Tim Wildlife Recue dimasa sekarang sangat perlu ditingkatkan dimana minat masyarakat memilhara satwa liar cukup tinggi di Kota-kota Sulawesi Selatan. Saya harap satwa-satwa yang dipelasliarkan dapat survive dan berkembang biak di alamnya” pungkas Thomas. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Penanggung Jawab Berita: Kepala Subag Data, Evlap dan Humas - Murniaty, S.Hut

Menampilkan 2.497–2.512 dari 11.141 publikasi