Minggu, 17 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

BBKSDA Riau Deklarasi Penyelamatan Hutan Sungai Senepis Di Kota Dumai

Pekanbaru, 24 Maret 2021 - Pada Selasa, 23 Maret 2021, berlokasi di kawasan Hutan Sungai Senepis, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai dilakukan Deklarasi Penyelamatan Hutan Sungai Senepis dan Seremonial Penanaman Pohon. Hal ini dilakukan guna memperingati Hari Hutan Internasional dan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap tanggal 21 dan 22 Maret. Deklarasi penyelamatan dihadiri petugas Seksi Konservasi Wilayah IV Balai Besar KSDA Riau, KPHP Bagan Siapi api, Gapoktanhut lingkup Senepis, Jaringan Masyarakat Gambut Riau dan Pecinta Alam Bahari Club. Mari ajak masyarakat dari semua elemen untuk sadar akan lingkungan dan penghijauan. Karena mewujudkan lingkungan lestari dan asri adalah tugas bersama untuk kita semua. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Untuk Manajemen Populasi, BBKSDA Papua Lepas Liar Arwana Irian

Merauke, 23 Maret 2021 – Balai Besar KSDA Papua bersama para pihak melakukan rangkaian kegiatan pelepasliaran satwa, baik dilindungi maupun tidak dilindungi, ke habitat alamnya di Kabupaten Merauke, Papua. Kegiatan ini dilaksanakan guna memperingati Hari Bhakti Rimbawan ke-38 dan Road to HKAN - Hari Konservasi Alam Nasional 2021. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung pada Selasa, (23/03). Di perairan Rawa Biru, kawasan Taman Nasional Wasur, Balai Besar KSDA Papua melepasliarkan 215 ekor arwana irian (Scleropages jardinii). Kegiatan ini berlangsung atas kerja sama dengan para pemegang izin penangkapan dan pengedaran dalam negeri arwana irian di Merauke. Mereka tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ikan Kaloso Papua (APIKAP). Ratusan ikan arwana irian tersebut merupakan hasil penyisihan kuota tangkap tahun 2020. Ukurannya berkisar antara 10 – 15 cm setelah dibesarkan selama kurang lebih tiga bulan dari ukuran tangkap 3-5 cm. Pelepasliaran arwana irian ini merupakan bagian dari komitmen para pemegang izin tangkap untuk menjamin kelestarian populasi spesies arwana irian di alam. Di hari yang sama, BBKSDA Papua juga melepasliarkan tiga ekor burung kakatua koki (Cacatua galerita), satu ekor ular sanca karpet (Morelia spilota harrisoni), dua ekor ular sanca hijau papua (Morelia viridis), dan satu ekor biawak lapang (Varanus panoptes). Lokasi pelepasliaran adalah kawasan Taman Nasional Wasur. Sejumlah satwa liar tersebut merupakan hasil penyerahan sukarela dari masyarakat, dan temuan dalam upaya pengamanan peredaran satwa liar di Bandara Mopah, Merauke, dalam kurun waktu akhir tahun 2020. Dengan mempertimbangkan alasan kesejahteraan satwa, sebelum lepas liar, semua satwa telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan dari Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke. Lebih dari itu, Bidang KSDA Wilayah I Merauke bersama Balai Taman Nasional Wasur juga telah mengkaji kelayakan lokasi pelepasliaran. Balai Besar KSDA Papua memastikan semua satwa dalam kondisi siap kembali ke alam. Rangkaian kegiatan ini dihadiri oleh para pihak terkait, antara lain, Balai Taman Nasional Wasur, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke, Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Hasil Perikanan Merauke, Pos Loka Pesisir KKP Merauke, Kepala Kampung Rawa Biru, Kepolisian Sektor Sota, dan APIKAP. Kepala Bidang KSDA Wilayah I Merauke, Irwan Effendi, menyatakan jumlah arwana irian yang dilepasliarkan saat ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. “Salah satu faktornya, karena permintaan perdangangannya menurun di masa Covid- 19,” kata Irwan. Sementara terkait satwa liar jenis burung, ular sanca, dan biawak lapang baru dapat dilepasliarkan saat ini. Menurut Irwan, faktor utamanya juga terkait situasi Covid-19 sehingga pihaknya perlu memperhatikan kesejahteraan satwa secara lebih saksama. Pada kesempatan ini, Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, menjelaskan bahwa pelepasliaran arwana irian dari hasil penyisihan kuota tangkap telah rutin dilaksanakan setiap tahun. Hal ini merupakan bagian dari upaya manajemen populasi dalam pemanfaatan ikan arwana irian di alam. Edward mengatakan, “Tahun 2020 kami lepasliarkan arwana irian di Rawa Biru juga, dengan jumlah lebih banyak, 855 ekor. Tahun ini hanya 215 ekor. Tetapi menurut saya substansi kegiatan ini adalah upaya kita secara kontinu menjaga populasi arwana irian di alam untuk kepentingan bersama. Jadi bukan semata-mata dilihat dari jumlahnya, atau berapa ratus ekor yang kita lepasliarkan. Harapan saya, dan tentu saja harapan kita semua, ikan-ikan arwana irian ini dapat terus berkembang biak di habitat alaminya, terus lestari, sehingga bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat setempat.” [] Sumber : Balai Besar KSDA Papua Call Center : 0823 9802 9978
Baca Berita

Tim Rescue Balai Besar KSDA Riau Lepasliarkan Buaya Ke Habitatnya

Pekanbaru, 23 Maret 2021 - Tim Rescue Balai Besar KSDA Riau, Bidang KSDA Wilayah I melakukan pelepasliaran Buaya ke habitatnya pada Senin malam, 22 Maret 2021. Buaya diperoleh dari evakuasi satwa yang merupakan penyerahan warga Desa Jake, Kec.Kuantan Tengah, Kab.Kuansing. Berdasarkan keterangan, kejadian bermula saat pak Helpi (warga desa Jake) membersihkan kebun sawit miliknya. Tiba tiba terdengar suara hempasan di dalam parit sekitar kebunnya. Beliau terkejut saat dilihatnya ada seekor Buaya. Dengan penuh kehati-hatian, beliau bersama temannya menangkap satwa tersebut dan membawanya ke pondok kebun sawitnya untuk diamankan. Kejadian segera dilaporkan ke Balai Besar KSDA Riau melalui seorang kenalannya yang bernama Wirman. Tim Rescue dari Resort Bukit Rimbang, Bidang KSDA Wilayah I didampingi dua personil Polsek Teluk Kuantan segera menuju lokasi untuk mengevakuasi satwa Buaya tersebut. Hasil identifikasi yaitu satwa jenis Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii), berumur sekitar 4 tahun, berkelamin betina dengan panjang sekitar 2 meter. Di saat yang sama, Tim juga memberikan sosialisasi kepada warga sekitar lokasi bahwa satwa tersebut adalah satwa dilindungi. Tim berharap untuk kedepannya agar selalu berkomunikasi dengan Tim Balai Besar KSDA Riau dalam penanganan satwa dan tidak bertindak anarkis. Dikarenakan satwa dalam kondisi sehat dan tidak terdapat luka, maka Tim segera membawa Buaya tersebut untuk dilepasliarkan ke habitatnya yang jauh dari pemukiman penduduk. Terima kasih pak Helpi, Wirman dan warga Desa Jake, Kuansing. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Peninjauan TWA Muka Kuning Sebagai Pelaksanaan Pelangi Nusantara

Pekanbaru, 20 Maret 2021 - Staf Seksi Wilayah II Batam Balai Besar KSDA Riau di Taman Wisata Alam (TWA) Muka Kuning menerima kunjungan Wakil Assisten Potensi Dirgantara Kepala Staf Angkatan Udara (Waaspotdirga), Marsekal Pertama TNI Tyas Nur Adi (18/3/21). Kunjungan beliau merupakan bagian peninjauan dari Mabes AU terkait persiapan pelaksanaan Pelangi Nusantara yang akan dilaksanakan oleh Lanud Hang Nadim di Batam. Peninjauan juga terkait pernah dilaksanakannya uji coba terjun paragliding di salah satu puncak bukit TWA Muka Kuning dan berhasil. Yang artinya tempat tersebut berpotensi untuk dikembangkan menjadi objek daya tarik wisatawan. Kunjungan Waaspotdirga dilanjutkan ke Bukit Gendang yang terletak di Taman Buru Pulau Rempang di Sembulang, Pulau Rempang, Batam. Bukit Gendang juga direncanakan menjadi venue kegiatan Pelangi Nusantara. Bukit tersebut dipilih setelah melewati beberapa uji coba terjun paralayang, dan dinilai mempunyai kondisi yang ideal untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pemulihan Ekosistem TWA Pelaihari

Batakan, 16 Maret 2021 – Kegiatan penanaman sebagai upaya pemulihan ekosistem di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pelaihari telah dilaksanakan (16/3/21). Sasaran pemulihan ekosistem merupakan bagian dari blok tradisional di dalam kawasan TWA Pelaihari seluas ± 35 Ha yang juga merupakan areal Kemitraan Konservasi atas nama “Kelompok Tani Lestari”. Supervisi pemulihan ekosistem di kawasan TWA Pelaihari dilakukan Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. didampingi Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) Suwandi S.Hut., MA dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi penanaman. Selain itu, Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan juga melakukan diskusi bersama ketua kelompok Tani Lestari Bapak Mahyu. Ketua kelompok menyampaikan proses keikutsertaan anggota kelompok dalam pelaksanaan kegiatan pemulihan ekosistem mulai tahapan persiapan (prakondisi), penyediaan bibit (pembibitan), penyiapan lahan dan pemasangan ajir sampai pelaksanaan penanaman. Kepala Balai didampingi KSBTU bersama Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Mirta Sari, S.Hut., M.P, dalam kesempatan ini juga melakukan penanaman di areal lahan yang menjadi sasaran kegiatan pemulihan ekosistem tersebut. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian Road To HKAN 2021 yang mengambil tema “Keberlanjutan Konservasi Alam untuk Kesejahteraan Masyarakat yang Berkeadilan” lingkup Balai KSDA Kalimantan Selatan sekaligus memperingati Hari Bakti Rimbawan Tahun 2021. Kepala Balai Dr. Mahrus mengharapkan tanaman yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan diperlukan pengawasan dan pengamanan serta pemeliharaan yang lebih ekstra sehingga dapat menekan persentase kematian tanaman. Untuk mengawal persentasi hidup tanamannya, dapat menggunakan metode drone maupun groundcheck sehingga tanaman yang ditanam persentase tumbuhnya bisa dihitung secara cepat dan valid, sehingga penyulaman dan P1 tidak berat lagi. Sebagai informasi, pelaksanaan pemulihan ekosistem pada kawasan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Dirjen KSDAE Nomor:P.12/KSDAE-Set/2015 tentang Pedoman Tata Cara Penanaman dan Pengkayaan Jenis dalam Rangka Pemulihan Ekosistem Daratan pada Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. (ryn) Sumber: Nadya Arta Uly Siagian, S.H - Polhut Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Resort Kerumutan BBKSDA Riau Lepasliarkan Ular Python

Pekanbaru, 20 Maret 2021 - Resort Kerumutan Selatan Balai Besar KSDA Riau dipimpin Kepala Resort, bapak Zulkifli melakukan pelepasliaran satwa Ular Python reticulatus ke habitatnya (17/03/21) yang juga disaksikan langsung Ketua RT Desa Kp. Pulau, Kec. Rengat, bapak Basitun. Saat dilepasliarkan Ular Python dalam kondisi baik. Hal ini dapat dilihat dari keagresifannya saat dilepasliarkan. Jarak pelepasliaran dari pemukiman warga, khususnya Desa Kampung Pulau, Kec. Rengat lebih dari 15 Km. Pelepasliaran Ular Python merupakan hasil penanganan konflik Dinas DPKP Kab. Indragiri Hilir, yang diserahkan dan kemudian dievakuasi oleh Balai Besar KSDA Riau pada 16 Maret 2021 untuk diamankan sementara di kantor Bidang KSDA Wilayah I Rengat. Selanjutnya pada tanggal 17 Maret 2021, Tim Resort Kerumutan Selatan membawa dan mengangkut Ular Python dari kantor Bidang Wilayah I menuju sungai Sengkayan, Desa Kampung Pulau dengan kendaraan roda 4 dan dilanjutkan menggunakan perahu motor ( pompong ) menuju sungai Mengkuang yang berada di dalam kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan Selatan dengan menempuh perjalanan sekitar 1 jam. Terima kasih atas partisipasinya terutama kepada Dinas DPKP Kab. Indragiri Hilir. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Balai KSDA Jakarta Bersama Mitra “Ngonser” di Suaka Margasatwa Muara Angke

Jakarta, 20 Maret 2021. Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional dan Hari Bhakti Rimbawan ke-38, Balai KSDA Jakarta dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) kembali melaksanakan “Ngonser” (Ngobrol Santai Konservasi) di Suaka Margasatwa Muara Angke. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kerja Sama Penguatan Fungsi Kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke antara Balai KSDA Jakarta dengan YKAN didukung oleh APP Sinarmas, Indofood, Chevron dan Djarum yang tergabung dalam konsorsium MERA . Dihadiri oleh sekitar 120 peserta dari Dharma Wanita Persatuan Balai KSDA Jakarta, Karyawan/i Balai KSDA Jakarta, Yayasan Budha Tzu Chi, PJLP Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Kopral, Eksatli, Karang Taruna Kamal Muara, Kamal Muara Animal Rescue dan penangkar binaan Balai KSDA, Ngonser ini mengangkat tema “Terus Berbakti di Tengah Pandemi untuk Lingkungan dan Hutan Lestari”. Ngonser diawali dengan aksi bersih sampah selama 1,5 jam yang berhasil mengumpulkan 244 karung sampah yang kemudian diangkut ke TPA Bantar Gebang. Selanjutnya, Ngonser perdana tahun 2021 yang dimeriahkan oleh Irfan Hakim sebagai bintang tamu ini, dilanjutkan dengan diskusi tentang konservasi. Kepala Balai KSDA Jakarta menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mengangkat peran perempuan dalam kegiatan konservasi keanekaragaman hayati serta peran rimbawan dalam melestarikan hutan di tengah pandemi. “Dalam kondisi pandemi, upaya-upaya konservasi dengan melibatkan berbagai pihak masih dapat dijalankan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan” ujar Karyadi. Acara Ngonser kemudian dilanjutkan dengan diskusi tentang pengalaman semua pihak dalam kegiatan pelestarian lingkungan hidup. “Saya terkejut ternyata banyak sampah plastik di kawasan-kawasan konservasi di Jakarta yang berasal dari sungai-sungai yang bermuara ke laut. Padahal kawasan konservasi merupakan habitat bagi berbagai satwa liar” ujar Irfan Hakim. Presenter kondang ini kemudian menyampaikan bahwa upaya untuk membersihkan sampah ini perlu dilakukan secara berkelanjutan dan perlu dipublikasikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. Dari pengalaman berbagai pihak tersebut, terlihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan telah menjadi bagian dalam visi dan misi komunitas dan harus terus dikembangkan menjadi gaya hidup semua orang. Semua pihak yang hadir mendukung dan bersedia untuk berperan aktif dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup, baik insitu maupun eksitu. Aksi kolektif ini menunjukkan bahwa semua pihak bisa mengambil peran dalam upaya pelestarian lingkungan. Bumi bukan warisan tetapi titipan yang harus kita jaga untuk anak cucu kita di masa yang akan datang. Jangan biarkan alam dan satwa liar berakhir sebagai kisah-kisah yang tidak bisa dilihat dalam dunia nyata. Sumber : Balai KSDA Jakarta
Baca Berita

Aksi Bersih-Bersih Sampah di DAS Tondano, Jembatan Megawati

Manado, 18 Maret 2021 - Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2021 yang akan dilaksanakan di TWA Laut Kupang dan Pantai Lasiana NTT akan dilaksanakan beberapa bulan kedepan. Dalam rangka road to HKAN 2021 tersebut Balai Taman Nasional Bunaken berkolaborasi dengan mitra terkait melaksanakan kegiatan bersih sungai di muara Sungai Tondano di Jembatan Megawati, pasar Calaca dan Kelurahan Sindulang 1 Kecamatan Singkil Kota Manado. Dengan mengangkat tema "Mengelola Air Menjaga Kehidupan" dengan harapan dapat memberi edukasi kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dari masalah pendangkalan, sedimentasi, dan pencemaran di sekitar DAS Tondano. Kegiatan ini digelar untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan sungai yang harus selalu dijaga dan dilestarikan, sekaligus mengajak peran serta masyarakat untuk peduli pada konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat dan mengajak masyarakat berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam. Sejumlah pihak turut terlibat dalam aksi bersih - bersih sampah ini, antara lain Lantamal VIII Manado, Balai Sungai Wilayah I Sulawesi, Pemerintah Kota Manado dan masyarakat sekitar. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini kiranya dapat dijadikan bagian dari sikap hidup kita sehari-hari agar selanjutnya berkembang menjadi budaya bangsa yang dapat diwariskan kepada generasi penerus nantinya. Sumber: Balai TN Bunaken
Baca Berita

Bersih Sungai Dalam Rangka Memperingati Hari Air Dunia ke 29

Manado, 18 Maret 2021 - Air adalah sumber kehidupan, sungai Tondano sebagai sungai yang memberikan manfaat besar kepada masyarakat merupakan salah satu sungai terbesar di Sulawesi Utara. Sungai yang bermuara di Kota Manado dengan panjang 39,9 Km telah banyak mengalami masalah seperti pendangkalan, sedimentasi, dan pencemaran. Peringatan Hari Air Dunia ke 29 membawa tema “Mengelola Air Menjaga Kehidupan” Balai Sungai Wilayah I Sulawesi bersama Lantamal VIII dan Balai TN Bunaken menginisiasi kegiatan bersih sungai. Kegiatan ini berupaya mengkampanyekan agar menghormati, memelihara dan menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sehingga sungai dapat bersih dan sehat. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado, Pemerintah Kecamatan Tuminting dan Pemerintah Kecamatan Singkil, masyarakat sekitar singai, Mahasiswa FMIPA Unsrat dan Mahasiswa Politeknik Negeri Manado yang sedang melaksanakan magang praktek di Taman Nasional (TN) Bunaken. Ini merupakan salah satu kegiatan Mapalus (gotong royong) yang diselanggarakan para pihak di Kota Manado untuk menumbuhkan kepedulian warga masyarakat terhadap kebersihan sungai sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga dan dilestarikan. Mapalus juga dapat diartikan sebagai “Muara Pantai Laut Sehat”. Lingkungan yang tidak bersih, selain tidak elok dilihat juga dapat berdampak kurang sehat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar serta berpotensi menyebabkan banjir ketika musim penghujan. Sudah sepatutnya kita bergandengan tangan untuk berbuat sesuatu demi kelestarian sungai dengan harapan dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas air khususnya di sepanjang bantaran sungai. Diharapkan kerja sama seperti ini akan terus diselenggarakan secara masif dan berkelanjutan. Kebersihan sungai Tondona sangat signifikan pengaruhnya bagi kebersihan laut di Kawasan Taman Nasional Bunaken, karena muara sungai Tondano cukup dekat ke dalam kawasan tersebut. Disinyalir selama ini sampah di Pulau Bunaken merupakan sampah kiriman yang hanyut dari sungai tondano sehingga pengendalian sampah di sungai tondano bisa menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan pariwisata alam di Taman Nasional Bunaken. Sumber: Balai TN Bunaken
Baca Berita

BKSDA Maluku Menerima Satwa Translokasi dari BBKSDA Papua Barat

Ambon, 19 Maret 2021. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku menerima satwa liar yang ditranslokasikan dari Balai Besar KSDA Papua Barat di Pelabuhan Laut Yos Sudarso – Ambon pada Rabu (03/03/21) pukul 20.30 WIT. Satwa liar yang ditranslokasikan sebanyak 129 ekor dengan rincian 39 ekor Ular Sanca Hijau (Morela viridis), 2 ekor Ular Sanca Permata (Morela amethistina), 6 ekor Biawak Maluku (Varanus indicus), 81 ekor Biawak Hitam (Varanus beccari) dan 1 ekor Kadal Panana (Tiliqu gigas). Satwa tersebut merupakan hasil kegiatan pengamanan peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) petugas Balai Besar KSDA Papua Barat Bidang Wilayah I Sorong. Saat ini satwa-satwa tersebut sedang diistirahatkan di Kantor Balai KSDA Maluku dan akan di bawa ke Kandang Transit Passo untuk diperiksa kesehatan satwanya oleh dokter hewan dari Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon sebelum dilepasliarkan di Kepulauan Aru. Sumber : Kacuk Seto PurwantoPurwanto, S. Hut - Polisi Kehutanan BKSDA Maluku
Baca Berita

Masih Berburu Penyu, BKSDA Maluku Sosialisasi Konservasi di 6 Ohoi

Ambon, 19 Maret 2021. Tim Resort KSDA Tual Balai KSDA Maluku melakukan kunjungan ke 6 (enam) pemerintah Ohoi/Desa (15/03/2021) untuk mendiskusikan rencana sosialisasi UU No. 5 Tahun 1990 yang akan dilaksanakan di keenam Ohoi/Desa yang berada di Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara. Keenam Ohoi/Desa ini memiliki tradisi berburu dan mengkonsumsi daging penyu belimbing/Tabob yang telah dilakukan secara turun menurun. Harapannya melalui kegiatan sosialisasi yang akan dilaksanakan oleh tim dari Resort KSDA Tual, masyarakat dapat turut serta membantu menjaga kelestarian satwa liar di alam khususnya penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Sumber : Justinus P. Jamlean – Kepala Resort KSDA Tual Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Jumat Hangat Audiensi Komandan Lanal Yogyakarta dengan Kepala Balai KSDA Yogyakarta

Yogyakarta 19 Maret 2021 - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, M. Wahyudi didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Koordinator Polhut, dan staf Balai KSDA Yogyakarta menerima kunjungan Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Yogyakarta, Letkol Laut (KH/W) Damayanti, S.H., M.M. beserta jajarannya, di Kantor Balai KSDA Yogyakarta Jl. Dr. Rajiman, Sleman, hari Jumat (19/3). Dalam kesempatan tersebut, Letkol Laut (KH/W) Damayanti, S.H., MM memperkenalkan mengenai Lanal Yogyakarta dan sekaligus melakukan koordinasi terkait rencana kunjungan KSAL RI ke Pantai Congot, Kulon Progo. Dalam kunjungan tersebut juga akan diagendakan kegiatan pelepasliaran tukik. Merespon apa yg disampaikan Komandan Lanal Yogyakarta tersebut, M. Wahyudi menyambut gembira rencana kunjungan KSAL RI ke Pantai Congot. "Kami sangat gembira dengan rencana kunjungan KSAL ke Pantai Congot yang sekaligus akan melakukan pelepasliaran tukik di sana. Agenda kunjungan KSAL akan segera kami laporkan kepada Dirjen KSDAE." ungkap M. Wahyudi. Lebih lanjut M. Wahyudi menyampaikan harapannya. "Terkait MoU antara TNI AL dengan Kementerian LHK, besar harapan kami dapat ditindaklanjuti di tingkat tapak melalui perjanjian kerjasama antara Lanal Yogyakarta dengan Balai KSDA Yogyakarta terkait pengamanan wilayah Pantai Selatan yang merupakan lokasi pendaratan penyu bertelur." tutupnya. Sumber : Uut Budiarto (Polhut) - Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Road to HKAN 2021, Balai TN Kelimutu Soft Launching Adopsi Sarang Elang Flores

Ende, 18 Maret 2021. Bertepatan dengan Hari Bhakti Rimbawan ke 38, bertempat di Aula Kantor Camat Wolojita (17/3) telah dilakukan soft launching Program Penelitian dan Pengembangan Adopsi Sarang Burung Terancam Punah Elang Flores. Program Adopsi Sarang Elang Flores ini bertujuan untuk mengimplementasikan konservasi keanekaragaman hayati melalui penelitian konservasi berbasis masyarakat, menyusun protokol program adopsi sarang burung terancam punah, memberdayakan perekonomian masyarakat di sekitar habitat Elang Flores sehingga turut merasakan manfaat keberadaan satwa tersebut di daerahnya. Acara soft launching dilakukan dengan penyerahan secara simbolis bantuan peralatan monitoring pemantauan sarang dan habitat Elang Flores dari Air Nav Indonesia kepada Kelompok Jatabara. Selanjutnya peserta kegiatan melakukan kunjungan lapang ke Hutan Otoseso untuk melihat secara langsung habitat dan sarang Elang Flores. Agus Sitepu selaku Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu mengatakan bahwa program ini dapat menjadi percontohan keberhasilan dari program konservasi berbasis masyarakat. Selama ini Kelompok Jatabara merupakan kelompok binaan Balai Taman Nasional Kelimutu yang telah berjalan selama dua tahun dalam rangka menjaga dan memantau Elang Flores yang merupakan satwa langka prioritas Balai TN Kelimutu. Selama ini telah dilakukan pelatihan dan bantuan untuk menunjang pengembangan kegiatan kelompok tetapi dengan adanya program ini diharapkan akan dapat lebih fokus dan terlatih. Sebagai informasi, Program Adopsi Sarang Elang Flores merupakan sebuah program konservasi Elang Flores berbasis masyarakat Balai Taman Nasional Kelimutu dan kelompok masyarakat binaan di wilayah penyangga TN Kelimutu yang diinisiasi oleh Balai Litbang LHK Kupang dengan dukungan dari Perum Air Nav Indonesia. Kedepannya program ini mampu memberikan dampak positif bagi kelestarian Elang Flores dimasa yang akan datang. Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

12 Ekor Burung Junai Emas Kembali Pulang ke Habitatnya

Ambon, 18 Maret 2021. Bertempat di lokasi hutan kawasan pesisir Desa Loleo, Kecamatan Weda Selatan, tim patroli Resort Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Halmahera Barat Balai KSDA Maluku melakukan pelepasliaran satwa liar yang dilindungi undang-undang berupa Burung Junai Emas (Caloenas nicobarica) sebanyak 12 ekor (28/2/21). Satwa tersebut merupakan hasil pengamanan petugas Polisi Kehuanan (Polhut) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 1 Ternate pada bulan Januari lalu. Satwa tersebut telah direhabilitasi di kandang transit dan pelepasliaran dilaksanakan semuanya dalam kondisi sehat. Sumber : Abas Hurasan S. Hut - Kepala SKW I Ternate Balai KSDA Maluku
Baca Berita

BKSDA Maluku Menerima Satu Ekor Kera Bacan di Hari Bakti Rimbawan

Ambon, 18 Maret 2021. Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ternate Balai KSDA Maluku – Bapak Abas Hurasan, S.Hut beserta staff menerima 1 (satu) ekor Kera Bacan (Macaca nigra) dari Balai Taman Nasional (BTN) Aketajawe Lolobata untuk dilakukan proses rehabilitasi. Penyerahan tersebut bertepatan dengan upacara peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-38 (16/3/21). Selain melaksanakan upacara bendera, peringatan juga dilakukan dengan penanaman pohon, donor darah dan pembagian sembako kepada masyarakat. Sumber : Abas Hurasan, S.Hut – Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Ternate Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Peringatan Hari Bakti Rimbawan ke 38 Provinsi Maluku Utara

Sofifi, 16 Maret 2021 - Rimbawan Maluku Utara memperingati Hari Bakti Rimbawan (HBR) yang jatuh setiap tanggal 16 Maret. Peringatan HBR ke 38 tahun ini dilaksanakan secara sederhana namun tetap meriah mengingat pandemi Covid-19 yang masih melanda. HBR tahun ini mengambil tema "Terus Berbakti di tengah Pandemi untuk Lingkungan dan Hutan Lestari". Rangkaian acara peringatan HBR di pusatkan di Sofifi yakni di kantor Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata. HBR ke 38 diisi dengan kegiatan upacara bendera, penanaman pohon, penghargaan bagi pegawai berprestasi, donor darah, bakti sosial berupa pembagian sembako bagi warga terdampak Covid-19, talk show Kisah Sukses Kelompok Tani Hutan Maluku Utara dan lomba tari tradisional "Lalayon" serta lomba karaoke. Upacara bendera dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara H. M. Sukur Lila, S.Hut, M.Si sebagai Inspektur Upacara. Pada kesempatan ini Kadishut membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mengajak seluruh Rimbawan untuk tidak surut di tengah pandemi dan memberikan darma bakti terbaiknya untuk bangsa, negara dan masyarakat. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan bagi pegawai BTN Aketajawe Lolobata dan Dishut Malut atas capaian prestasinya di tahun 2020. Kemudian dirangkai dengan penanaman pohon, lomba tari "Lalayon" dan karaoke serta bersamaan dengan kegiatan donor darah dan bakti sosial pembagian sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19. Peringatan HBR ke 38 ditutup dengan acara talk show yang menghadirkan Kelompok Tani Hutan binaan UPTD KPH Ternate Tidore, KPH Tidore Kepulauan, BTN Aketajawe Lolobata dan BPDASHL Akemalamo. Masing-masing narasumber dari KTH mengisahkan cerita sukses mereka dalam mengelola hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan wisata alam hingga menjadi sumber tambahan penghasilan bagi kelompok dan keluarga mereka. Peringatan HBR ke 38 walau dilaksanakan secara sederhana dan hanya satu hari, tetapi tetap penuh dengan kemeriahan. Apalagi pada saat lomba tari "Lalayon" dan lomba Karaoke, tak jarang hadirin ikut menari dan menyanyi. Keluar sebagai juara lomba tari Lalayon grup tari dari Darma Wanita Persatuan Dishut Malut, disusul grup tari Dishut Malut dan BTN Aketajawe Lolobata. Selamat Hari Bakti Rimbawan ke 38, Terus Berbakti di tengah Pandemi untuk Lingkungan dan Hutan Lestari. Sumber : Achmad Zakih - Balai TN Aketajawe Lolobata

Menampilkan 2.465–2.480 dari 11.141 publikasi