Minggu, 17 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Balai Besar KSDA Sumatera Utara Terima Barang Bukti Kulit Harimau Sumatera

Medan, 29 Maret 2021. Balai Besar KSDA Sumatera Utara menerima penyerahan 1 (satu) lembar kulit Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dari Kejaksaan Negeri Karo, pada Jumat, 26 Maret 2021, di kantor Kejaksaan Negeri Karo di Kabanjahe. Kulit Harimau Sumatera ini merupakan barang bukti dari tindak pidana perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh terdakwa Darussalam alias Darus (pelaku utama) serta Titin Siregar dan Sumardi Simanjuntak (pelaku turut serta) yang dengan sengaja memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam Indonesia, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 21 ayat (2) huruf d Jo. Pasal 40 ayat (2) Undang-undang RI No. 5 Tahun 1990 tentang KSDA Hayati dan Ekosistemnya. Perbuatan tersebut dilakukan oleh Darussalam, dkk. pada Kamis, 13 Agustus 2020 yang lalu, di jalan lintas Kutacane-Tiga Binanga, tepatnya di rumah makan Green Leuser, dimana ketiga terpidana melakukan transaksi perdagangan kulit Harimau Sumatera kepada pembeli yang merupakan petugas Polda Sumut (dalam penyamaran). Pada proses persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Karo, menghadirkan Ahli dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Amenson Girsang, SP. Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan. Dalam persidangan tanggal 7 Desember 2020, Ahli menerangkan bahwa benar kulit tersebut adalah kulit Harimau Sumatera yang merupakan jenis satwa dilindungi sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Jo. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/ 2018 tanggal 28 Desember 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kabanjahe pada sidang Rabu, 13 Januari 2021, akhirnya menjatuhkan vonis terhadap ketiga terdakwa, masing-masing : terdakwa Darussalam alias Darus dengan pidana penjara 2 (dua) tahun 8 (delapan) bulan dan denda sebesar Rp. 100 juta subsider pidana penjara 3 (tiga) bulan, dan terdakwa Titin Siregar serta Sumardi Simanjuntak dipidana penjara masing-masing 1 (satu) tahun 4 (empat) bulan dan denda sebesar Rp. 100 juta subsider pidana penjara 3 (tiga) bulan. Disamping itu, dalam amar putusannya, majelis hakim memerintahkan JPU untuk menyerahkan barang bukti kulit Harimau Sumatera kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Barang bukti tersebut kemudian diserahkan oleh JPU dan diterima Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan Amenson Girsang, SP. disaksikan Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Karo, Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Karo, Satuan Reserse Kriminal Polres Karo, Satuan Reserse Narkoba Polres Karo dan BNN, pada acara pemusnahan barang bukti narkotika dan tindak pidana umum lainnya. Sumber : Ani, S.P. - Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Road to HKAN 2021: Bersih Sampah dan Tanam Mangrove di TWA BUSUWA

Pulau Burung, 24 Maret 2021 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) memeriahkan Road to HKAN 2021 di Taman Wisata Alam Pulau Burung dan Pulau Suwangi (TWA BUSUWA) dengan acara Pembersihan Sampah dan Penanaman di sekitar Pulau Burung. Dari 32 orang peserta terkumpul sebanyak 224,5 kilogram sampah dengan klasifikasi sampah non organik (kantong plastik, botol plastik dan kaca, kaleng dll). Sampah yang telah terkumpul di buang panitia pelaksana ke TPA Sungai Dua kabupaten Tanah Bumbu. Acara dihadiri Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi M.Sc beserta jajarannya, Ketua DWP Balai KSDA Kalimantan Selatan Ibu Dr. Hj. Fatimah Ahmad Mahrus, M.Si., Kepala Desa Pulau Burung Bapak Saidina serta Kaur Pemerintahan Bapak Elmi. Muhammad Tejar Kepala Resort TWA Pulau Burung Pulau Suwangi sekaligus ketua panitia acara ini berharap dari kegiatan ini bisa meningkatkan pengelolaan kawasan untuk daya tarik wisata. Kepala Desa Bapak Saidina mengharapkan agar kegiatan bersih bersih ini mejadi kegiatan yang berkelanjutan. Kepala Balai Dr. Mahrus Aryadi menyampaikan didalam kegiatan ini merupakan salah satu sinergi hubungan antara BKSDA dan Masyarakat untuk terus menjalin tali silaturahmi agar TWA Busuwa bisa berkembang pesat. TWA Pulau Burung Pulau Suwangi mulai berkembang menjadi salah satu contoh untuk daerah lain dalam meningkatkan nilai wisata di setiap daerah, dan pada kesempatan ini Ketua DWP BKSDA Ibu Fatimah menawarkan untuk memberikan pelatihan kepada para ibu-ibu setempat untuk dilatih menanam sayuran hidroponik sehingga nanti para pengunjung selain menikmati indahnya alam pulau burung pulau suwangi bisa berwisata panen sayur yang telah dikelola ibu-ibu disana. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah untuk pengumpul sampah terberat dan juga hadiah doorprize, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. (ryn) Sumber : Muhammad Tejar - Kepala Resort TWA Busuwa Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

BBKSDA Jatim dan ProFauna Patroli Bersama Di CA. Pulau Sempu

Malang, 28 Maret 2021. Resort Konservasi Wilayah 21 Pulau Sempu Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bersama ProFauna Indonesia melaksanakan kegiatan penjagaan dan patroli dalam upaya pencegahan kunjungan illegal, pencurian tumbuhan maupun perburuan satwa di Cagar Alam (CA) Pulau Sempu, 27-28 Maret 2021. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama Penguatan fungsi melalui Perlindungan Kawasan dan Pengawetan Flora dan Fauna di Cagar alam Pulau Sempu antara Balai Besar KSDA Jawa Timur dan ProFauna Indonesia. Patroli yang dilakukan menggunakan Smart Patrol yang sangat efektif untuk memetakan sebaran keberadaan flora dan fauna di dalam kawasan, selain untuk mencegah terjadinya pelanggaran terhadap kawasan juga untuk meningkatkan kapasitas petugas. Dalam kegiatan ini tim dibagi menjadi 2 yaitu satu tim melakukan penjagaan di pos teluk semut dan satu tim bergerak menuju pada titik-titik kerawanan dengan metode smart patrol. Dimana patrol dilakukan pada jalur-jalur patrol yang sudah ada dan lokasi-lokasi yang merupakan titik-titik kerawanan pelanggaran. Patroli bersama ini juga menjadi salah satu langkah membangun sinergi, meningkatkan keperdulian dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan, perlindungan dan pengamanan kawasan konservasi. Serta mewujudkan Cagar Alam Pulau Sempu sebagai laboratorium alam dan kawasan perwakilan hutan tropis dataran rendah di Pulau Jawa yang masih terjaga. Selama kegiatan patroli bersama, tim juga mengumpulkan data potensi keanekaragaman hayati, mencatat titik koordinat perjumpaan satwa dan temuan di lapangan untuk dilaporkan sebagai data base kawasan. Hasil perjumpaan antara lain: beberapa jenis burung diantaranya elang laut yang membangun sarang, sarang Cipoh kajat dan Sesap madu yang sedang memberi pakan anaknya, elang ular bido, kangkareng perut putih, Julang emas, dan cucak daun besar. Pada lokasi lain juga dijumpai raja udang biru, raja udang meninting, cecakak jawa Srigunting kelabu, Beluk jampuk, Cinenen jawa, Takur tulung tumpuk, takur tenggeret, kuntul karang, sekelompok dara laut. Serta perjumpaan langsung mamalia antara lain ada 6 kelompok lutung jawa pada jalur yang dilewati, Kijang, Jelarang, dan Monyet ekor panjang. Sumber : Hari Purnomo - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

TNGGP Dorong "Minuman Herbal" Masyarakat Sukabumi Go Internasional Melalui "Branding" Sertifikat Cagar Biosfer Cibodas

Sukabumi, Jumat 26 Maret 2021 - Koperasi Mina Mukti Dahlia merupakan koperasi binaan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (Balai Besar TNGGP) bekerjasama dengan Conservation Internasional (CI) Indonesia yang berada di Kampung Panyusuhan RT. 021/ RW. 005, Desa Cihanjawar, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Desa ini merupakan desa penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) di wilayah kerja Resort Nagrak, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah IV Situgunung, Bidang PTN Wilayah II Sukabumi. Koperasi Mina Mukti Dahlia didirikan karena terdorongnya keinginan dari 2 (dua) kelompok tani yaitu Kelompok Tani Mina Mukti dan Kelompok Tani Wanita (Dahlia) untuk bersama-sama mengembangkan hasil pertanian demi kesejahteraan bersama masyarakat sekitar kawasan hutan TNGGP. Sejalan dengan itu Balai Besar TNGGP, CI Indonesia, Pemerintah Daerah Sukabumi, dan Daikin mendukung sepenuhnya dari awal pembentukan, legalitas formal, sertifikasi label halal dari MUI dan Izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Koperasi Mina Mukti Dahlia dengan Nomor Badan Hukum: 27/BH/XIII tanggal 15 Oktober 2014 yang mempunyai visi “Menjadikan Koperasi Skala Besar Tingkat Nasional” ini beranggotakan 35 orang terdiri dari 21 orang perempuan dan 14 orang laki-laki. Koperasi bergerak pada usaha produksi minuman sehat seperti temulawak, kunyit, jahe merah, dan temuputih dengan skala pemasaran lokal melalui kios desa, regional melalui pameran, hingga pemasaran nasional melalui media online. Koperasi ini memanfaatkan peluang bisnis minuman sehat untuk meningkatkan imunitas, sehingga mampu bertahan pada masa pandemi Covid 19. Dalam rangka 50th Man and Biosphere (MAB) UNESCO, Balai Besar TNGGP mendorong Koperasi Mina Mukti Dahlia untuk “Go Internasional” melalui “Branding” Produk Cagar Biosfer Cibodas dan masuk jaringan Cagar Biosfer Dunia melalui Komite Nasional MAB INDONESIA. MAB Indonesia bersama Forum Koordinasi dan Komunikasi Pengelolaan Cagar Biosfer Cibodas (FKKCBC) telah menyusun kriteria dan persyaratan branding produk barang maupun jasa di wilayah Cagar Biosfer Cibodas (CBC). Kriteria yang diperlukan yaitu: Sedangkan persyaratan Branding Produk Cagar Biosfer, yaitu: Pada hari Jumat (26/03/2021), Balai Besar TNGGP melakukan verifikasi calon penerima Branding Sertifikat Cagar Biosfer Cibodas yang dilakukan oleh tim verifikasi dari sekretariat FKKCBC yaitu Kepala Balai Besar TNGGP (wakil ketua), Kepala Bagian Tata Usaha (wakil sekretaris), Kepala Bidang Teknis Konservasi (ketua Bidang Konservasi), Kepala Bidang PTN Wilayah II Sukabumi dan Project Coordinator ITTO PD777/15. Sebelumnya Koperasi Mina Mukti Dahlia mengajukan permohonan branding Cagar Biosfer Cibodas melalui TNGGP. Hasil dari verifikasi ini selanjutnya akan dibahas di sekretariat FKKCBC di Cibodas. Apabila hasilnya “Layak” maka akan diberikan sertifikat CBC yang diketahui oleh Komite Nasional MAB Indonesia sehingga Koperasi Mina Mukti Dahlia dapat menggunakan Logo Cagar Biosfer Cibodas pada produk minuman herbal kemasan (jahe merah, temulawak, dan kunyit) serta dipromosikan pada jaringan Cagar Biosfer Dunia. Kita tunggu keputusannya…Semoga Koperasi Mina Mukti Dahlia berhasil “Go Internasional”. Sumber: Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Verifikasi Rencana Kebun Bibit Rakyat Pokdarwis Wahana Bumi Madani

Pekanbaru, 22 Maret 2021 - Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Sei Jang Duriangkang berkunjung ke Taman Wisata Alam (TWA) Muka Kuning. Kunjungan tersebut dalam rangka verifikasi pengajuan proposal Kebun Bibit Rakyat Kelompok Sadar Wisata Wahana Bumi Madani. BPDASHL Sei Jang Duriangkang yang diwakili oleh Kepala Seksi RHL dan KPHL Unit II Batam melakukan penilaian usulan areal yang berpotensi untuk pembuatan KBR dengan menilai kesiapan fisik dan ketersediaan kelompok. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wahana Bumi Madani merupakan kelompok binaan Balai Besar KSDA Riau yang berada di Tembesi Bengkel, TWA Muka Kuning di Kelurahan Kibing, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam. Pada tahun 2020, Pokdarwis Wahana Bumi Madani telah mendapatkan Bantuan Ekonomi Produktif berupa fasilitas pembibitan berupa Bangunan Pembibitan dan saluran air. Adanya program KBR di TWA Muka Kuning merupakan tindak lanjut dari perubahan peraturan terkait pembibitan di Kawasan Hutan. Terkait sistem KBR, pada pelaksanaan KBR 2021 ditargetkan sebanyak 35.000 batang bibit dengan luasan tanam 25 Hektar. Pemilihan jenis bibit dan mekanisme penanaman dilaksanakan secara mandiri oleh kelompok, dengan target penanaman terlaksana pada awal musim hujan tahun 2021. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Kolaborasi Para Pihak Dalam Memadamkan Api di Sekitar Suaka Margasatwa Kerumutan

Pekanbaru, 25 Maret 2021 - pemadaman kebakaran hutan dan lahan di sekitar kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan, Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan masih terus dilakukan. Personil Resort Kerumutan Utara Balai Besar KSDA Riau, Polsek Teluk Meranti, TNI Teluk Meranti, BNPB, Staf Camat Teluk Meranti, Staf Kelurahan Teluk Meranti, RPK RAPP, MPA Teluk Meranti, Manggala Agni, Satpol PP dan Damkar bahu membahu berjibaku melakukan pemadaman. Pemadaman ini kelanjutan dari pemadaman di areal kebun masyarakat yang berbatasan dengan kawasan SM Kerumutan tepatnya di areal Parit Desa dan Parit SMA, Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan Upaya pemadaman juga dibantu 2 unit helikopter dari BNPB untuk melakukan water bombing mengejar kepala api dan 2 unit alat berat untuk membuat sekat dibagian ekor dan kepala api supaya kebakaran tidak menjalar lebih luas. Luas areal terbakar diperkirakan sekitar 18 ha. Adapun jarak lokasi terbakar dengan SM Kerumutan diperkirakan -/+ 150 meter lagi. Semoga dapat segera teratasi. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Road to HKAN 2021, Balai KSDA Kalsel Lakukan Pelepasliaran dan Penitipan Satwa di LK Jhonlin Lestari

BATULICIN, 23 MARET 2021 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (Balai KSDA Kalsel) melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Batulicin menitiprawatkan satwa liar dilindungi ke Lembaga Konservasi (LK) Jhonlin Lestari dan melepasliarkan satwa di sekitar areal LK Jhonlin Lestari. Kegiatan dilakukan oleh Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc didampingi oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Suwandi S.Hut., M.A bersama Kepala SKW III Batulicin, Nikmat Hakim Pasaribu, SP., M.Sc dan General Manager LK Jhonlin Lestari Bapak Imanuel. Satwa yang dititiprawatkan total sebanyak 6 ekor diantaranya yaitu Buaya Muara (Crocodylus porosus) 1 ekor, Burung Pecuk Ular Asia (Anhinga melanogaster) 2 ekor, Burung Bangau Tongtong (Leptopyilos javanicus) 1 ekor, Burung Elang Bondol (Haliastur indus) 1 ekor, dan Burung Kakatua Alba (Cacatua alba) 1 ekor. Selanjutnya, untuk satwa yang dilakukan pelepasliaran adalah Kukang (Nycticebus coucang) sebanyak 2 ekor. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud aksi nyata dari Balai KSDA Kalsel untuk melestarikan satwa dilindungi dan terus bekerjasama dengan para mitra baik lembaga, instansi serta masyarakat agar kelestarian satwa tetap terjaga. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari kegiatan Road To HKAN (Hari Konservasi Alam Nasional) 2021 dengan tema “Keberlanjutan Konservasi Alam Untuk Kesejahteraan Masyarakat Yang Berkeadilan". Kepala Balai Dr. Mahrus berharap satwa yang dititiprawatkan ke mitra dapat hidup dengan sehat, sedangkan untuk satwa yang dilepasliarkan kembali ke alam bebas diharapkan mampu beradaptasi serta berkembang biak di lingkungan yang baru. (ryn) salam bekantan !!! Sumber & Dokumentasi : Maulinda, S.Hut (Staf SKW III Batulicin Balai KSDA Kalsel)
Baca Berita

Laporan Pertanggungjawaban Ketua KTNH Lama Danau Zamrud

Pekanbaru, 23 Maret 2021 - Penghulu Kampung Dayun beserta perangkatnya dan Kepala Resort Siak menghadiri rapat penyampaian laporan pertanggungjawaban Ketua Kelompok Tani Nelayan Hutan (KTNH) Lama Danau Zamrud (Kampung Dayun) kepada Ketua KTNH Baru yang disaksikan oleh penghulu kampung dan beberapa anggota kelompok KTH tersebut. Penghulu Kampung Dayun menyampaikan bahwa para nelayan harus bangga dan bersyukur telah memiliki Danau Zamrud dan bisa beraktifitas didalamnya. Diharapkan untuk kedepannya akan terus menjaga kekompakan dan mentaati kesepakatan yang telah dibuat. Selanjutnya kartu anggota kelompok KTNH akan segera dibuat untuk mempermudah pendataan. Pada kesempatan tersebut dibuat Berita Acara terkait serah terima jabatan dan aset hibah yang telah diberikan kepada ketua lama untuk selanjutnya diberikan kepada ketua baru. Semoga dengan adanya kolaborasi berbagai pihak, manfaat yang diperoleh oleh masyarakat lokal akan sejalan dengan penguatan fungsi kawasan. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pelepasliaran Satwa Trenggiling

Pekanbaru, 24 Maret 2021 - Seksi Konservasi Wilayah IV Dumai bersama Pecinta Hewan Dumai (Pandu) kembali melakukan pelepasliaran satwa Trenggiling (Manis javanica) di salah satu kawasan konservasi di kota Dumai. Satwa tersebut merupakan penyerahan dari sobat konservasi kita Pandu.Yayasan Pecinta Hewan Dumai ini pada 23 Maret 2021, mendapatkan informasi bahwa ada hewan Trenggiling di salah satu rumah warga yang terletak di Bukit Timah km 7, Jln. Budi Rukun. Tim bergerak ke lokasi dan ternyata hewan tersebut ditemukan terjerat di jaring pagar tanaman milik nenek Wati. Tim Pandu langsung mengevakuasi Trenggiling tersebut dan membawanya ke kantor Pandu di Kelurahan Bumi Ayu untuk di rawat sementara. Baru keesokan harinya, satwa diserahkan ke Balai Besar KSDA Riau melalui Seksi Konservasi Wilayah IV dan bersama petugas Seksi sobat Pandu segera melepasliarksn Trenggiling berjenis kelamin betina tersebut ke habitatnya. Sumbe: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

7 Ekor Lutung Budeng Kembali Dilepasliarkan

Batu, 25 Maret 2021 - Sebanyak 7 ekor Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) berhasil dilepasliarkan pihak Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa (Javan Langur Center) bersama Balai Besar KSDA (BBKSDA) Jawa Timur di hutan lindung Coban Talun, Batu - Jawa Timur, 25 Maret 2021. Lokasi pelepasan masuk dalam wilayah kerja RPH Punten, BKPH. Pujon, KPH. Malang, yang berbatasan dengan Taman Hutan Raya Raden R. Soerjo. Ketujuh lutung tersebut merupakan hasil penyerahan masyarakat dari beberapa kabupaten di Jawa timur seperti Bondowoso, Jember, Mojokerto, dan Malang antara 2019 hingga 2020. Saat dikonfirmasi usai kegiatan pelepasliaran, Iwan Kurniawan, Manager JLC-TAFIP, menjelaskan bahwa seluruh lutung telah melalui screening penyakit dan masa karantina selama 3 bulan. Hal ini untuk memastikan bahwa ada tidaknya penyakit pada masing-masing individu lutung. Setelah proses itu, baru mereka akan masuk masa sosialisasi untuk dibentuk dalam sebuah koloni. Proses rehabilitasi ini memakan waktu setidaknya 7 -8 bulan. “Saat inilah mereka dibiasakan untuk berkoloni dan dikenalkan makan-makan alaminya, serta berbagai latihan, karena lutung ini hidupnya diatas pohon atau arboreal,” tambahnya. Seluruh proses perawatan dan rehabilitasi dilakukan di Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa, Coban Talun - Kota Batu. Ketujuh lutung tersebut dilepasliarkan dengan metode hard release atau langsung di lokasi yang sebelumnya telah disurvey terlebih dahulu. Lokasi pelepasliaran ini harus wilayah yang menjadi sebaran dari Lutung Budeng ini, karena yang dilakukan adalah reintroduksi. “Dan yang paling penting dari seluruh proses pelepasliaran ini adalah memastikan bahwa lutung-lutung yang dilepasliarkan bisa bertahan hidup. Artinya adanya proses monitoring pasca pelepasliaran,” ujar Iwan. Di tempat terpisah Hari Purnomo, Kepala Resort Konservasi Wilayah 22 Malang, mengatakan bahwa kegiatan pelepasliaran ini merupkan upaya untuk mengembalikan satwa hasil penyerahan dan sitaan ke habitat alaminya. “Kami himbau agar masyarakat tidak menangkap, memelihara, atau bahkan mengkonsumsi satwa lutung ini, karena selain satwa yang dilindungi juga dapat menularkan penyakit kepada manusia atau zoonosis,” tukas Hari. Selain pihak BBKSDA Jawa Timur dan Javan Langur Center, kegiatan pelepasliaran ini juga diikuti dari mahasiswa dari berbagi program studi di Kota Malang dan Surabaya. Seperti Kehutanan - Institut Pertanian Malang, Kehutanan - Univ. Muhammadiyah Malang, Biologi - Univ. Brawijaya, dan Biolog - Univ. Airlangga. Sumber: Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Aksi Balai Besar KSDA Sumatera Utara Bersama Komunitas Dalam Peringati Hari Hutan Internasional 2021

Sibolangit, 26 Maret 2021 - Bertepatan dengan Hari Hutan Internasional Tahun 2021, pada Minggu, 21 Maret 2021 Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama relawan Hutan Itu Indonesia Regional Medan melaksanakan berbagai kegiatan di Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit. Acara tersebut diikuti oleh 25 orang peserta, berasal dari staf Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Kader Konservasi Alam, Komunitas Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS), Siswa Pecinta Alam SMA N 2 Medan dan Mahasiswa Pecinta Alam Genetika Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). Tak lupa, Kegiatan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Pada perayaannya di tahun 2021 ini tema yang diangkat adalah “Forest restoration : a path to recovery and well-being (Restorasi Hutan: Jalan Menuju Pemulihan dan Kesejahteraan)”. Acara diawali dengan kegiatan penanaman pohon di areal terjal/curam bekas longsor di pinggiran batas kawasan TWA Sibolangit dengan jalan lintas Medan-Berastagi. Jenis pohon yang ditanam berupa 13 pulai, 2 durian, dan 15 jenis tanaman hutan lainnya. Komunitas Gras juga berpartisipasi menyerahkan 30 rumpun tumbuhan vetiver yang dapat mencegah terjadinya tanah longsor. Kemudian dilanjutkan dengan acara seremonial berupa sambutan ketua panitia, Gimas Setiadi. Dalam sambutannya, Gimas mengajak kepada peserta khususnya generasi muda indonesia agar mencintai hutan. “menumbuhkan hutan dalam hati” yaitu mengingatkan dimana tidak hanya menanam pohon, tetapi juga melindungi satwa yang berada didalamnya yang memberi dampak positif dan bermanfaat bagi lingkungan dimasa mendatang. Sondang Siagian, perwakilan dari Komunitas Hutan Itu Indonesia mengkampanyekan bahwa hutan tidaklah menyeramkan seperti satwa buas, namun menyenangkan bagi semua orang. Melalui edukasi dan konseling tentang pentingnya menjaga hutan kepada generasi milenial adalah wujud kerja nyata yang dapat dilaksanakan dimasa sekarang ini. Berikutnya, penyampaian materi dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Ida Marni tentang edukasi konservasi yang menitik beratkan hutan sebagai bagian dari upaya konservasi sumber daya alam hayati mengenai semua aspek kehidupan manusia dan mengajak peserta untuk membudayakan konservasi alam di dalam kehidupan sehari-hari. Narasumber selanjutnya, Samuel Siahaan, SP selaku Kepala Resort Cagar Alam (CA) dan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, memperkenalkan kawasan hutan TWA Sibolangit yang dikenal sebagai Kebun Raya Sibolangit. TWA ini telah ada sejak zaman Belanda tahun 1914 yang memiliki potensi keanekaragaman hayati tinggi untuk perlindungan tumbuhan dan satwa liar, juga sebagai daerah serapan air serta sebagai tempat wisata edukasi konservasi dan lingkungan Pada akhir acara, dilaksanakan aksi bersih-bersih pohon dari tumbuhan pengganggu serta aksi pungut sampah plastik di kawasan TWA Sibolangit. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara.
Baca Berita

Road Show Kepala Balai TN. Aketajawe Lolobata ke Pemda Halmahera Timur

Sofifi, 26 Maret 2021 - Heri Wibowo Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (BTNAL) selama tiga hari melakukan road show di Kabupaten Halmahera Timur. Selain bersilaturahmi, tujuan road show kali ini adalah bersilaturahmi menjalin kolaborasi khususnya di bidang wisata alam dan pengembangan geopark kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur yaitu Bupati Halmahera Timur dan Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Halmahera Timur. Sebelumnya, Heri mengunjungi kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasionel (SPTN) Wilayah III dan Wilayah II untuk melakukan pembinaan pegawai dan mengunjungi rumah baca Ho Magarago. Sembari membawakan buku bacaan, kunjungan ke rumah baca yang berada di wilayah SPTN III tersebut merupakan kunjungan perdana Kepala Balai TNAL. “Semoga bukunya dapat dimanfaatkan oleh anak-anak Ho Magarago untuk masa depan mereka”, ujar Heri. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke kantor Bupati Halmahera Timur. Heri disambut baik oleh Bupati terpilih yang baru saja dilantik, Drs. Hi. Ubai Yakub, MPA. Tak lupa, Heri mengucapkan selamat atas pelantikan Bupati Halmahera Timur yang kemudian dilanjutkan dengan pembahasan terkait kerjasama dan kegiatan yang dapat dikolaborasikan. Diantaranya adalah usulan tanah untuk pembangunan kantor Resort Lolobata, kerjasama pengembangan ekowisata di Resort Ake Jawi serta dukungan pengembangan geopark di kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Dimana, Kabupaten Halmahera Timur memiliki potensi ekosistem kars yang cukup besar terutama dalam kawasan TNAL. Bupati Halmahera Timur menyambut baik dan mendukung program-program tersebut. Beliau meminta agar dalam pengelolaan kawasan Balai TNAL dapat selalu bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Bupati juga mengarahkan agar Balai TNAL melakukan pemetaan konflik dan potensi kawasan serta mengedepankan tindakan persuasif kepada masyarakat jika terdapat kegiatan penebagan di kawasan hutan. Keesokan harinya (25/03), Kepala Balai yang didampingi oleh Kepala SPTN Wilayah II dan Wilayah III melakukan kunjungan ke Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Halmahera Timur. Kunjungan tersebut juga membahas tentang rencana pengembangan ekowisata dan geopark di kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Hardi Musa, S.Pd., M.A siap mendukung kegiatan positif tersebut. Sebagai bentuk dukungan, Beliau akan berupaya memasukkan kegiatan pengembagan ekowisata tersebut pada anggaran 2022 mendatang, dimana pada tahun 2019 Dinas Pariwisata dan Budaya Halmahera Timur juga telah membantu membangun jalan wisata di kawasan Resort Ake Jawi. Hardi Musa menyampaikan bahwa perlu adanya sinergi bersama dalam rangka mendukung kegiatan festival budaya dan wisata di Halmahera Timur serta pengembangan situs cagar budaya di kawasan TNAL sebagai wisataa edukasi dan sejarah. Sumber: Balai TN Aketajawe Lolobata Akhmad David Kurnia Putra – Polhut Aris Rafli – Pengendali Ekosistem Hutan
Baca Berita

Rimbawan BBTNGGP dan Marinir Kompak

Bojong Lopang, 23 Maret 2021. Masih dalam rangka Hari Bhakti Rimbawan ke-38, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) lingkup Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah II Sukabumi mengadakan kegiatan pembinaan pegawai dengan melakukan latihan menembak di Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 6 Antralina. Acara diikuti 60 orang yang terdiri dari 35 orang pegawai lingkup bidang PTN Wilayah II Sukabumi dan 25 orang dari unsur pimpinan kantor Balai Cibodas, Bidang Wilayah I Cianjur, dan Bidang Wilayah III Bogor. Komandan Puslatpurmar 6 Antralina, Mayor Marinir Hadi Wibowo, M.Tr.Opsla sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Besar TNGGP di Puslatpurmar 6 Antralina. “Saya cukup bangga dan senang dengan kedatangan rekan-rekan dari Balai Besar TNGGP yang akan melaksanakan pembinaan di tempat kami. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini rekan-rekan Balai Besar TNGGP tidak hanya dapat meningkatkan sinergitas tetapi juga soliditas. Selain itu kedepannya kami sangat terbuka untuk menjalin kerjasama dengan para pihak”. “Kami menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Puslatpurmar 6 Antralina atas fasilitasi kegiatan pembinaan pegawai. Semoga kedepannya dapat menjalin kerjasama yang lebih baik lagi dan bersama-sama berjuang menjaga kedaulatan NKRI di bidangnya masing-masing”, ucap Kepala Balai Besar TNGGP, Wahju Rudianto, S.Pi, M.Si dalam sambutannya. Kepala Balai Besar TNGGP juga menyampaikan pengenalan mengenai kawasan TNGGP kepada Komandan Puslatpurmar 6 Antralina. Bahwa Balai Besar TNGGP merupakan kawasan konservasi memiliki luasan 24.270,80 Ha meliputi wilayah Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bogor. Salah satu tugas TNGGP adalah untuk meyakinkan bahwa air bersih tetap terjaga serta udara segar masih bisa dirasakan tidak hanya hari ini tetapi juga untuk keberlangsungan hidup termasuk keberadaan sumberdaya alam agar masih bisa dinikmati anak cucu. Acara dilanjutkan dengan pemberian materi di Gedung Golok mengenai pengenalan berbagai macam senjata oleh tim pelatih dari Puslatpurmar 6 Antralina yang terdiri dari senjata laras panjang dan laras pendek. Setelah materi singkat pengenalan senjata, seluruh peserta bergerak menuju ke lapangan tembak untuk diberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penggunaan senjata. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, kelompok 1 terdiri dari unsur pimpinan sedangkan kelompok 2 terdiri dari pegawai. Senjata yang digunakan kelompok 1 adalah pistol ceska CZ83 kaliber 7,65 sedangkan kelompok 2 menggunakan senapan pinggang jenis pm 1A1 sebanyak 25 pucuk kaliber 9 mm. Setelah acara latihan menembak dilanjutkan dengan acara penanaman secara simbolis oleh Komandan Puslatpurmar 6 Antralina, Kepala Balai Besar TNGGP, dan Kepala Bidang PTN Wilayah II Sukabumi. Jumlah bibit yang diserahkan kepada Puslatpurmar 6 Antralina adalah sebanyak 150 bibit yang terdiri dari 50 bibit nangka (Artocarpus heterophylus), 20 bibit damar (Agathis dammara), 20 bibit pete (Parkia speciosa), dan 60 bibit rasamala (Altingia excelsa). Penyerahan bibit ini sebagai wujud sinergitas rimba-laut untuk menjaga kelestarian hutan Indonesia. Acara pembinaan ini ditutup dengan sosialisasi Internalisasi di lingkup Balai Besar TNGGP terkait Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango oleh Kepala Bagian Tata Usaha (KBTU), Wasja, SH. Sebagai bentuk komitmen, seluruh pegawai mengucapkan deklarasi untuk mendukung dan mewujudkan BBTNGGP menjadi wilayah bebas korupsi yang dipimpin oleh Kepala Bidang PTN Wilayah II Sukabumi, Ir. Syahrial Anuar, MM. Semoga dengan terlaksananya kegiatan pembinaan pegawai ini dapat mewujudkan sinergitas dan soliditas antar pegawai Balai Besar TNGGP dan juga antar instansi. Rimbawan – Marinir, Jaya! Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks & Dokumentasi: Bidang PTN Wilayah II Sukabumi
Baca Berita

Penyu Tempayan di Kampung Makimi, Target Program Desa Binaan BBKSDA Papua

Nabire, 23 Maret 2021 – Kampung Makimi merupakan salah satu kampung pesisir yang berbatasan dengan Cagar Alam Tanjung Wiay di Kabupaten Nabire, Papua. Pada Selasa (23/03), Kepala Bidang KSDA Wilayah II Nabire Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, La Ode Ahyar Thamrin Mufti, bersama tim mengunjungi Kampung Makimi. Kunjungan tersebut berkaitan dengan Kampung Makini yang menjadi target desa binaan konservasi, juga dalam rangka Road to HKAN - Hari Konservasi Alam Nasional 2021. Ahyar menjelaskan, kunjungan kemarin bukanlah yang pertama. Pada waktu-waktu sebelumnya, Bidang KSDA Wilayah II Nabire telah beberapa kali berkunjung dan melihat potensi keanekaragaman hayati yang tinggi di Kampung Makimi. Kampung Makimi memiliki pantai yang elok sepanjang sekitar enam kilometer, dan merupakan tempat bersarang empat jenis penyu, yaitu penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu tempayan (Caretta caretta), dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Di antara empat jenis penyu tersebut, yang paling sering bersarang di Pantai Kampung Makimi adalah penyu lekang. Namun, pada Maret 2021 muncul penyu tempayan bersarang di pantai Kampung Makimi secara menakjubkan. Berdasarkan data yang diperoleh tim Bidang KSDA Wilayah II Nabire, pada rentang waktu 5 – 22 Maret 2021, penyu tempayan bertelur 384 butir di pantai Kampung Makimi. Terkait penyu, Ahyar memiliki target menanamkan kesadaran kepada masyarakat Kampung Makimi yang semula adalah pemburu penyu, menjadi peduli dan melindungi. Harapannya, program desa binaan konservasi dapat menjadi solusi yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Makimi. “Salah satu yang kami canangkan dalam program desa binaan di Kampung Makimi adalah wisata minat khusus. Ini akan terus kita dorong dan menjadi target kami di tahun 2021 ini. Saya pribadi melihat, jenis wisata minat khusus paling cocok diterapkan di Kampung Makimi, karena kita dapat mengambil dua manfaat sekaligus, yaitu memproteksi penyu-penyu, dan masyarakat memperoleh pendapatan dari kegiatan wisata itu.” Lebih jauh Ahyar menjelaskan, bahwa masyarakat Kampung Makimi menyambut baik pencanangan desa binaan konservasi tersebut sebagai hal yang positif. Mereka juga telah memiliki kesadaran ingin melindungi dan melestarikan penyu-penyu tersebut. Ke depan, Ahyar bersama timnya akan menyediakan lembar penghitungan (tally sheet) untuk mendokumentasikan aktivitas penyu-penyu di pantai Kampung Makimi. “Selama ini masyarakat belum punya dokumentasi, misalnya, berapa induk penyu yang bersarang atau bertelur di pantai itu, berapa jumlah telur keseluruhan dalam sekali musim, berapa yang berhasil dan gagal ditetaskan, pada titik koordinat berapa sarang itu ditemukan, dan seterusnya. Kami upayakan, ke depannya masyarakat mendokumentasikan itu semua dengan baik sehingga dapat menjadi bahan edukasi bagi kita semua,” kata Ahyar di akhir sesi wawancara. [] Sumber : Balai Besar KSDA Papua Call Center : 0823 9802 9978
Baca Berita

Tim Gabungan BBKSDA Riau Terus Padamkan Api

Pekanbaru, 24 Maret 2021 - Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kawasan Penyangga Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan yaitu Desa Redang, Kec. Rengat Barat, Kab. Inhu terus dilakukan (24/3). Luas lahan yang terbakar sekitar 4 ha dan berjarak 1,140 km dari kawasan SM. Kerumutan bagian Selatan. Tim gabungan berhasil memadamkan beberapa titik kepala api (dibantu oleh turunnya hujan dengan intensitas sedang) dan lokasi Karhutla sudah dapat dikendalikan. Tim gabungan terdiri dari Petugas Seksi Konservasi Wil. I Balai Besar Konsevasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Manggala Agni Daops Rengat, TNI, POLRI, BNPB Kab. Inhu, KPH Indragiri, Kades dan MPA Redang berjibaku di lokasi tanpa mengenal lelah. Kegiatan Pemadaman Karhutla dilakukan berdasarkan laporan Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat dan Humas Manggala Agni Daops Rengat Pada tanggal 22 Maret 2021 kepada Kepala Resort Kerumutan Selatan (Pekanheran). Lokasi terbakar merupakan lahan yang sudah ditanam kelapa sawit oleh masyarakat yang berbatasan dengan kawasan SM. Kerumutan Selatan. Pemilik lahan belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Tim gabungan sepakat melanjutkan pemantauan lapangan pada ini, untuk menyisir titik api yang mungkin masih ada. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BBKSDA Sumut Bina Kader Konservasi di TWA Sibolangit

Sibolangit, 23 Maret 2021. Road To HKAN - Hari Konservasi Alam Nasional 2021, Balai Besar KSDA Sumatera Utara kembali melaksanakan pembinaan terhadap 14 kader konservasi, pada Sabtu 20 Maret 2021 di Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit. Para kader konservasi ini sebelumnya telah melaksanakan berbagai kegiatan konservasi, seperti pengembangan wisata alam berbasis konservasi, kegiatan penangkaran kupu-kupu dan kegiatan konservasi tanah pada lahan lereng terjal. Kawasan TWA Sibolangit sebagai lokasi pembinaan mengingat kawasan ini sebagai Role Model Edukasi Konservasi dan Lingkungan di Sumatera Utara, yang juga sebagai Pusat Pembelajaran Konservasi Alam (PPKA). Istimewanya, kegiatan pembinaan kader konservasi dilaksanakan pada malam hari, dimaksudkan untuk menciptakan suasana yang berbeda dari biasanya. Narasumber membekali peserta dengan materi berkaitan sejarah serta kegiatan-kegiatan beberapa kader konservasi yang telah berkarya di Sumatera Utara, kemudian sharing pengalaman dan tukar menukar informasi sesama kader konservasi, dan dilanjutkan dengan diskusi serta pemutaran video beberapa kegiatan di TWA. Sibolangit maupun kawasan taman nasional dan taman wisata alam lainnya di berbagai wilayah di Indonesia. Ida Marni, pembina kader konservasi dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara didampingi pembina lainnya Samuel Siahaan, SP., Lusiana Simatupang, SP., dan Sri Rohana K.E. Siahaan, SP. mendorong dan memotivasi peserta untuk tetap semangat dan membuat berbagai kegiatan konservasi di lapangan, karena apa yang diperbuat akan menjadi berkat bagi orang banyak khususnya masyarakat sekitar tempat kader konservasi beraktifitas baik dalam peningkatan ekonomi masyarakat maupun pemanfaatan dan perlindungan kawasan konservasi serta kawasan hutan lainnya. Sementara itu, Purnama Ginting, peserta yang juga Kepala Desa Garunggang Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat, saat berbagi pengalaman mengajak kader konservasi lainnya untuk terus berbuat meskipun menghadapi berbagai rintangan. Purnama Ginting sudah 10 tahun lebih membantu Taman Nasional Gunung Leuser dalam pengamanan kawasan, serta membantu masyarakat dalam mengembangan wisata alam berbasis masyarakat. Kedepannya kegiatan konservasi akan terus dikobarkannya kepada relawan maupun penggiat konservasi alam lainnya. Peserta lainnya, Muhammad Abli dari Komunitas Gras, juga berbagi pengalaman dalam menangani lereng terjal di CA/TWA Sibolangit guna membantu Balai Besar KSDA Sumatera khususnya Resort CA/TWA Sibolangit. Sudah ada satu lahan yang berhasil dihutankan kembali. Muhammad Abli berkomitmen untuk terus menanami lereng-lereng terjal dengan tumbuhan guna mengurangi terjadinya longsor. Sumber : Ida Marni dan Samuel Siahaan, SP. – Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Menampilkan 2.449–2.464 dari 11.141 publikasi