Minggu, 17 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Balai Besar KSDA Sumatera Utara Menerima 2 Orangutan Dari BKSDA Jawa Tengah

Medan, 19 April 2021. Balai Besar KSDA Sumatera Utara menerima sepasang Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Asto (jantan) dan Asih (betina), dari Balai KSDA Jawa Tengah. Kedua orangutan yang masih belia ini, diperkirakan berumur antara 2-5 tahun, diterbangkan dari bandara Ahmad Yani Semarang dan mendarat di bandara Kuala Namu Internasional, Deli Serdang, pada Sabtu 10 April 2021. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kepala Balai KSDA Jawa Tengah, Darmanto, SP., M.A.P., bahwa kedua individu orangutan yang dilindungi tersebut merupakan penyerahan masyarakat di Bandungan, kabupaten Semarang, kepada petugas Balai KSDA Jawa Tengah pada tanggal 6 April 2021, dan sempat dititiprawatkan sementara di Lembaga Konservasi Taman Satwa Agrowisata Sidomuncul di Bergas, Semarang. Kemudian Balai KSDA Jawa Tengah bekerjasama dengan tim dokter hewan dari Centre for Orangutan Protection (COP) melaksanakan pemeriksaan morfologi (umur, nafas, jantung, gigi, ukuran lengan, ukuran kaki, dll) yang berkaitan dengan kesehatan secara umum, disimpulkan bahwa satwa tersebut sehat secara fisik dan memiliki potensi untuk dilepasliarkan ke alam. Sementara untuk memastikan kondisi kesehatan satwa secara menyeluruh, juga dilakukan pemeriksaan parameter darah melalui pemeriksaan/uji laboratorium sampel darah di Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia. Sebelum diterbangkan ke Sumatera Utara, Balai KSDA Jawa Tengah bersama tim dokter hewan COP dan petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan melalui pengujian Elisa Rabies dan hasilnya negatif. Selain itu tim dokter juga melakukan pemeriksaan skrining covid 19 menggunakan uji rapid test antibodi, hasilnya pun negatif. Proses pengiriman orangutan dari Semarang ke Sumatera Utara telah mengacu kepada Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor : SE.4/KSDAE/KKH/KSA/4/2020 tanggal 9 April 2020 tentang Panduan Teknis Pencegahan Covid 19 Pada Manusia dan Satwa Liar, dan telah memperhatikan kesehatan manusia maupun kesejahteraan satwa dalam rangka One Health serta Animal Walfare. Setibanya di Bandara Kuala Namu, pada pukul 17.30 Wib, kedua orangutan kemudian dievakuasi ke Pusat Rehabilitasi Orangutan dan Primata Lainnya yang dikelola oleh Yayasan Orangutan Sumatera Lesatari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC), mitra kerjasama Balai Besar KSDA Sumatera Utara, di Bukit Mas, Besitang, kabupaten Langkat, untuk menjalani proses karantina dan rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitat alaminya. Sumber : Evansus Renandi Manalu - Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Ular Sanca Batik Hasil Serahan Masyarakat Dilepasliarkan di TWA Danau Towuti

Makassar, 19 April 2021 – Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Regu Anoa Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 2 Malili Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan bersama anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP) M. Jafar melakukan rilis satwa atau pelepasliaran satwa ke habitatnya pada Sabtu (17/04/2021). Kali ini lokasi pelepasliaran di Taman Wisata Alam (TWA) Danau Towuti Kabupaten Luwu Timur dengan jenis satwa yang dilepasliarkan yaitu 1 ekor ular Sanca Batik (Malayiphyton reticulatus) dengan panjang 4 meter. Proses pelepasliaran dilakukan menggunakan speed boat di kawasan TWA. Danau Towuti tepatnya di Pulau Loeha yang tentunya sesuai dengan habitat alaminya dan jauh dari pemukiman penduduk. Ketua Regu Anoa Jaya Saputra dalam keterangannya “Satwa Ular Sanca Batik ini merupakan serahan warga Desa Pekaloa, melihat kondisi ular yang sehat dan belum lama ditangkap warga maka tim WRU segera melakukan rilis secepatnya” terang Jaya. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Ir.Thomas Nifinluri, M.Sc dalam keterangannya “Terimakasih TIM WRU Regu Anoa atas gerak cepatnya melakukan evakuasi dan rilis satwanya, selanjutnya agar dipantau pasca pelepasliaran dengan tetap mengikuti protokol covid 19, salam sehat dan sukses” terang Thomas. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Penanggung Jawab Berita: Kepala Subag Data, Evlap dan Humas - Murniaty, S.Hut
Baca Berita

Mitigasi Konflik Gajah Sumatera di Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru

Pekanbaru, 19 April 2021 - Konflik Gajah Sumatera terjadi di Jalan Riau Baru, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru. Tim melakukan koordinasi dengan Ketua RT 06 dan warga setempat. Kemudian tim melakukan pengecekan dan penyisiran ke lokasi kejadian di wilayah RT 06. Dalam proses penyisiran tersebut, dijumpai tanaman kelapa sawit warga yang dirusak kawanan Gajah liar. Tim berjibaku bersama warga setempat melakukan penyisiran dengan mengikuti jejak Gajah liar. Dari jejak yang dijumpai di lokasi, kawanan Gajah liar terus bergerak menuju ke arah Sidorukun masih dalam wilayah Kelurahan Air Hitam. Konflik ini tak menyurutkan semangat Tim untuk melakukan penjagaan di lapangan pada bulan suci ramadhan. Tim bersama dengan Ketua RT 06 dan warga masih di lokasi kejadian dengan mengikuti jejak Gajah liar. Salam konservasi! Sumber : Balai Besar KSDA Riau.
Baca Berita

Penanganan Konflik Beruang Madu di Kecamatan Pangkalan Kasai, Kabupaten Indragiri Hulu

Pekanbaru, 16 April 2021 - Resort Kerumutan Selatan (Pekan Heran) Balai Besar KSDA Riau bersama masyarakat Peduli Satwa Liar Kec. Pangkalan Kasai yang merupakan Alumni UIR dan tokoh Pemuda Kelurahan Pangkalan Kasai melakukan kegiatan mitigasi konflik satwa liar yang dilindungi, Beruang madu (Helarctos malayanus) pada Jumat, 09 April 2021. Kronologis berawal dari laporan warga Peduli Satwa Liar Kec. Pangkalan Kasai (Sdr. Jamel) kepada Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pangkalan Kerinci, pada hari Kamis tanggal 08 April 2021. Tim menjumpai Sdr.Jamel dan tokoh pemuda Kelurahan Pangkalan Kasai terkait serangan satwa liar berupa Beruang terhadap warga Kungkil, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kec. Pangkalan Kasai, Kab. Indragiri Hulu. Diperoleh keterangan bahwa satu minggu yang lalu juga ada kambing warganya yang dimangsa oleh satwa liar. Setelah mendengar keterangan tersebut, disepakati untuk melakukan pengecekan dan penyisiran secara bersama ke lokasi kejadian. Tim juga menemukan jejak cakaran satwa Beruang di pohon kayu pada lokasi yang merupakan perkebunan sawit dan hutan belukar yang berjarak + 2 km dari pemukiman penduduk. Informasi dari tokoh pemuda (Sdr. Udin) bahwa 5 (lima) hari sebelumnya ada Beruang terjerat di lokasi tersebut, yang kemudian terlepas. Tim secara bersama melakukan penyisiran Beruang yang terjerat, tetapi tidak ditemukan tanda – tanda keberadaannya. Menurut keterangan masyarakat, jumlah satwa Beruang yang pernah dijumpai dan mengejar warga di sekitar lokasi perkebunan sawit tersebut sebanyak empat individu. Kemudian Tim melakukan pengecekan kebun kelapa yang dirusak dan dimakan oleh satwa Beruang. Jumlah pohon kelapa yang dirusak dan dimakan oleh satwa Beruang sebanyak dua batang. Setelah melakukan pengecekan dan penyisiran lokasi, Tim melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak memburu dan anarkis terhadap satwa liar yang dilindungi termasuk satwa Beruang. Tim menghimbau kepada masyarakat agar waspada dan tidak sendirian jika melakukan aktivitas di kebun. Untuk selanjutnya, Tim bekerjasama dengan masyarakat akan melakukan pemantauan dan upaya penanganan lebih lanjut sampai kondisi masyarakat Kungkil, Kelurahan Pangkalan Kasai kembali aman untuk beraktivitas di kebunnya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Mitigasi Konflik Lanjutan Di Desa Karya Indah

Pekanbaru, 16 April 2021 - Tim Balai Besar KSDA Riau dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas masih melanjutkan kembali kegiatan mitigasi konflik di Desa Karya Indah, Kec. Tapung, Kab. Kampar pada Kamis (15/04/21). Tim penanganan konflik satwa liar Gajah bersama Babhinkamtibmas dan warga Desa Karya Indah melakukan kegiatan pengusiran satwa liar Gajah sumatera. Satwa Gajah berada disekitar pemukiman warga perumahan Panorama di KM.8, dilokasi ini dijumpai tanaman kelapa dan tanaman muda milik warga yang telah dirusak kawanan Gajah liar tersebut. Tim melakukan pengusiran dengan menggunakan bunyi bunyian mercon untuk menghalau agar kawanan Gajah liar menjauh dari sekitar pemukiman warga dan dari kebun semangka warga yang dilintasi kawanan Gajah liar tersebut. Dari jejak Gajah liar, kawanan satwa tambun tersebut masih berada disekitar KM.8. Sampai saat ini, Tim beserta Babhinkamtibmas dan warga masih berjaga dilokasi gangguan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BBKSDA Riau Bentuk Tiga Kelompok Mitigasi Konflik Gajah di Desa Taratak Rendah

Pekanbaru, 16 April 2021 - Mitigasi konflik satwa liar Gajah sumatera pada 4 April 2021, di Desa Taratak Rendah, Kec.Logas Tanah Darat, Kab.Kuansing dilakukan Tim yang terbagi menjadi 3 kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 13, 14 dan 15 personil. Masing masing kelompok memegang 3 meriam spritus untuk mengusir Gajah liar. Tim bergerak dari titik terakhir keberadaan Gajah dan melakukan penyisiran jejak baru sejauh 6 km sampai ke arah greenbelt PT. RAPP namun tidak menjumpai Gajah liar. Informasi yang diperoleh, Gajah liar sudah menyeberang ke koridor PT. RAPP. Keesokan harinya Tim mendapat info bahwa ada lima ekor Gajah yang masuk perkebunan pada pagi hari dan segera melakukan penyisiran dan menjumpai jejak baru yang mengarah ke greenbelt PT. RAPP. Tim juga berjaga di perbatasan kebun warga dengan PT. RAPP agar satwa tersebut tidak berbalik kembali. Ternyata pada malam harinya, Tim mendapat informasi bahwa Gajah kembali masuk ke perkebunan warga dan segera Tim melakukan penggiringan Gajah keluar dari perkebunan. Tim melakukan penjagaan dan blokade agar Gajah tidak kembali ke kebun warga, karena satwa tersebut memang kadang berputar putar untuk mencari makan. Hingga saat ini diperkirakan kerusakan kebun warga seluas 15 ha. Sebagai informasi Tim Balai Besar KSDA Riau Resort Kerumutan Selatan, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Polsek Logas Tanah Darat, YTNTN, perangkat desa beserta masyarakat (Desa Sikijang, Desa Rambahan dan Desa Taratak Rendah). Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Tim Gabungan BBKSDA Riau Mitigasi Konflik Gajah Di Dusun Tambun

Pekanbaru, 16 April 2021 - Konflik terjadi di Dusun Tambun, Kel. Pangkalan Lesung, Kec. Pangkalan Lesung, Desa Betung dan Batang Kulim, Kec. Pangkalan Kuras, Kab.Pelalawan. Balai Besar KSDA Riau Resort Kerumutan Utara (Pos Kapau) pada 5 April 2021 awalnya mendapat informasi tentang gangguan Gajah di Desa Tambun, Kel. Pangkalan Lesung, Desa Betung dan Batang Kulim, Kec. Pangkalan Kuras, Kab. Pelalawan. Pihak Balai Besar KSDA Riau segera berkoordinasi dengan , YTNTN dan PT Musim Mas untuk melakukan penanganan. Tim gabungan melakukan pengecekan dan penyisiran dimana ternyata ditemukan beberapa kelompok Gajah di wilayah tersebut yang setia kelompok terdiri dari dua sampai tiga ekor. Kelompok Gajah yang di Desa Tambun berjumlah dua ekor berhasil digiring ke kawasan hutan TNTN, namun Dua Gajah yang berada di hutan Sialang Tasih, masih berputar putar di sekitar Desa Betung dan Desa Batang Kulim, Kec. Pangkalan Kuras. Posisi Gajah yang masih di hutan Sialang Tasih di wilayah Desa Betung seluas sekitar 20 hektar. Saat ini Tim gabungan berupaya menggiring Gajah ke arah kawasan hutan TNTN melalui areal PT. Musim Mas dan PT. RAPP. Sebagai informasi mitigasi konflik satwa liar Gajah sumatera dilakukan Tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar KSDA Riau, Polsek Pangkalan Lesung, YTNTN, PT. Musim Mas dan aparat Desa beserta masyarakat terkait. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Sadar dan Peduli Satwa Liar Dilindungi, Masyarakat Serahkan Penyu Untuk Dilepasliarkan

Benteng, 13 April 2021. Masyarakat menyerahkan temuan satwa berupa penyu kepada petugas Resort Balai Taman Nasional (TN) Taka Bonerate. Dalam kurun waktu sepekan terakhir, petugas Balai TN Taka Bonerate yang tersebar di setiap Resort dalam kawasan menerima 3 laporan dan penyerahan penyu dari masyarakat. Pada tanggal 29/3/2021, ditemukan 1 (satu) ekor Penyu Sisik di Taka Rajuni oleh nelayan yang berasal dari Pulau Jinato, bernama Pak Sare. Penyu ini secara tidak sengaja terkena limbah jaring nelayan. Pak Sare melepaskan penyu tersebut dari jaring dan membawanya ke Pulau Jinato untuk kemudian diserahkan ke petugas Resort Lantigiang. Setelah dilakukan cek fisik oleh petugas, kondisi kesehatan penyu dinyatakan sehat sehingga petugas langsung melepasliarkan penyu tersebut ke habitatnya. Tanggal 2/4/2021, juga ditemukan seekor Penyu Sisik oleh seorang anak bernama Alwan dari Pulau Tarupa. Penyu tersebut ditemukan di sebelah timur Pulau Tarupa yang tersangkut limbah jaring nelayan. Setelah dilakukan cek fisik oleh petugas Resort Tarupa, kondisi kesehatan penyu dinyatakan sehat sehingga petugas bersama alwan serta perwakilan dari Polri langsung melepasliarkan penyu tersebut ke laut pada sore hari. Tanggal 2/4/2021, kembali warga Desa Jinato bernama Puang Ettang melaporkan dan menyerahkan seekor Penyu Sisik yang terjerat limbah jaring di Perairan Pulau Lantigiang. Namun karena kondisi penyu lemah dan cuaca yang kurang bersahabat, maka diputuskan untuk dilakukan pemulihan di bak penampungan sementara. Dari beberapa peristiwa di atas menunjukkan bahwa, kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap satwa khususnya satwa yang dilindungi sudah semakin baik. Semoga dapat menjadi contoh bagi generasi muda dan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan agar lebih mencintai penyu dan satwa lainnya. Sumber: Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Inventarisasi Burung Pantai TN Taka Bonerate

Benteng, 13 April 2021. Balai Taman Nasional Taka Bonerate telah melakukan kegiatan Inventarisasi Burung Pantai/Burung Laut di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Tarupa. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 6 s.d 12 April 2021. Kegiatan inventarisasi dalam wilayah SPTN Wilayah I Tarupa ini dilakukan di beberapa lokasi yaitu Latondu Kecil, Latondu Besar, Bunging Tinabo, Tinabo Kecil, Tinabo Besar, Tinanja, Tarupa Kecil, dan Pulau Belang-Belang. “Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyediakan data potensi jenis burung pantai/burung laut di TN Taka Bonerate”, ucap Ketua Tim Rezki Mutmainnah. Jenis burung yang dijumpai anatara lain: Cerek Melayu, Cerek Pasir Besar, Gajahan Pengala, Gajahan Kecil, Trinil Pantai, Trinil Pembalik Batu, Kuntul Karang, Dara Laut Jambul, Dara Laut Bengala, Dara Laut Kecil, Kokokan Laut, Kirik-Kirik Australia, Alap-Alap Sapi, Alap-Alap Kawah, dan Elang Tiram. “Semoga pada kegiatan inventarisasi burung laut berikutnya, Tim dapat mengidentifikasi lebih banyak jenis burung yang berada di Kawasan TN Taka Bonerate”, tambah Rezki Mutmainnah. Sumber: Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Balai TN Taka Bonerate Ajak Masyarakat Desa Pasitallu Timur Tanam Mangrove

Benteng, 13 April 2021. Petugas Resort Pasitallu Timur Balai Taman Nasional Taka Bonerate bersama pemuda dan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar kembali melakukan penanaman mangrove di sebelah utara Pulau Pasitallu Timur (10/4). Bibit yang ditanam berasal dari bibit yang hanyut terbawa oleh arus pada muson barat, sama halnya dengan bibit yang ditanam pada bulan Januari yang lalu. Pada kesempatan yang sama, sebelum melakukan penanaman petugas resort memberikan pengarahan kepada masyarakat tentang fungsi mangrove bagi kehidupan di muka bumi ini. Semangat pemuda dan anak-anak di Pasitallu Timur sangat besar dalam kegiatan penanaman mangrove yang memang bukan baru pertama kali ini dilaksanakan, hal ini tidak terlepas dari sosok seorang pemuda desa, yang bernama Danil. Danil selama ini tidak henti-hentinya memberikan semangat dan motivasi kepada para pemuda, anak-anak, dan masyarakat Desa Pasitallu Timur untuk melakukan penanaman mangrove di desa mereka. Hasilnya sudah terlihat dari sebagian besar bibit mangrove yang dulu ditanam sudah berhasil tumbuh. Sumber : Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Dirantai di Pinggir Jalan, BBKSDA Sumut Evakuasi Lutung Kelabu

Medan, 13 April 2021. Balai Besar KSDA Sumatera Utara menerima informasi dari masyarakat tentang adanya Lutung Kelabu (Trachypithecus cristatus) berjenis kelamin betina sebanyak 1 (satu) ekor yang terikat rantai di pinggir Jalan Asrama Helvetia, Medan. Dengan cepat, Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Resort Belawan bersama lembaga mitra kerjasama Scorpion bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penyelamatan satwa pada Senin (12/04/21). Sampai di lokasi, informasi yang didapatkan bahwa pemilik satwa adalah R.T Limbong. Menurut yang bersangkutan Lutung Kelabu didapatkan dari saudaranya yang ditangkap di kebun sekitar 2 minggu yang lalu di daerah Percut, Deli Serdang. Sampai lokasi Tim BBKSDA Sumut dan Scorpion langsung membuka rantai dan mengevakuasi lutung kelabu ke kandang transit. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan terlihat kondisi lutung lemas dan ada katarak di matanya yang menyebabkan penglihatan lutung terganggu sehingga tidak terlalu agresif. Proses selanjutnya, lutung kelabu tersebut dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk mendapat pemeriksaan dan perawatan kesehatan oleh dokter hewan. Harapannya satwa ini dapat kembali sehat dan liar sehigga dapat dilepasliarkan ke habitat alaminya bila sudah sehat dan layak sesuai dengan rekomendasi dokter hewan. Sumber : Joni A. Pasaribu - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

BKSDA Maluku Lepasliarkan 199 Ekor Satwa di Dua Lokasi

Ambon, 13 April 2021. Balai KSDA Maluku melakukan pelepasliaran satwa liar dilindungi di 2 (dua) lokasi yang berbeda, yaitu Suaka Alam (SA) Gunung Sahuwai-Taman Jaya, Desa Piru, Kec. Seram Barat, Kab. Seram Bagian Barat dan Suka Alam Sungai Nief, Desa Dawang, Kec. Teluk Waru, Kab. Seram Bagian Timur pada Selasa (6/04/21). Satwa yang dilepasliarkan di SA Gunung Sahuwai sebanyak 199 ekor, dengan rincian 146 ekor Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus); 53 ekor Nuri Maluku (Eos bornea). Sedangkan satwa yg dilepaskan di SA Sungai Nief sebanyak 5 ekor, yaitu 4 ekor Kakatua Seram (Cacatua moluccensis); 1 ekor Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus). Satwa-satwa tersebut merupakan hasil sitaan, temuan dan penyerahan dari TNI, POLRI, masyarakat serta hasil kegiatan pengamanan petugas SKW II Masohi-Balai KSDA Maluku. Sebelum dilepasliarkan, satwa-satwa tersebut sudah menjalani proses karantina dan rehabilitasi serta telah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas dari Balai KSDA Maluku bersama dokter hewan dari Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon. Harapannya kegiatan ini dapat memberikan edukasi dan pesan untuk masyarakat sekitar agar turut melestarikan sumber daya alam khususnya satwa liar endemik Kepulauan Maluku. Sumber : Meity Pattipawaej, S.Hut – Kepala SKW II Masohi dan Denny Soewarlan – Kepala Resort Pulau Ambon Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Gerebek Mobil, BKSDA Maluku Amankan Burung Dilindungi

Ambon, 13 April 2021. Petugas Resort Kairatu Balai KSDA Maluku berhasil mengamankan 2 (dua) ekor Nuri Maluku (Eos bornea) dan 3 (tiga) ekor Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus) dari mobil DAMRI Hototolu Bula tujuan Ambon pada Sabtu (10/04/2021). Petugas resort telah memberikan pembinaan terhadap pengendara angkutan tersebut terkait jenis TSL dilindungi khususnya jenis burung paruh bengkok. Namun sayangnya, pemilik barang bukti tidak diketahui dikarenakan menggunakan mobil lain. Saat ini, barang bukti telah diamankan di Kandang Transit Passo-Ambon. Sumber : Izak Berthy Pattinama – Polhut Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Balai KSDA Yogyakarta Gandeng Asosiasi Hotel DIY Release Tukik di Pantai Selatan

Yogyakarta 12 April 2021. Momentum Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2021 yang mengusung tema “Bhavana Satya Alam Budaya Nusantara : Memupuk Kecintaan pada Alam dan Budaya Nusantara" digunakan Balai KSDA Yogyakarta untuk merangkul mitra terkait dalam menjaga kelestarian satwa dan ekosistem sekaligus mengedukasi masyarakat untuk peduli lingkungan dan habitat satwa melalui kegiatan release tukik di Pantai Goa Cemara, Bantul, DIY hari Sabtu (10/4/21). Kawasan Pantai Goa Cemara yang merupakan salah satu pantai di pesisir selatan DIY merupakan kawasan yang menjadi lokasi pendaratan penyu bertelur. Data Balai KSDA Yogyakarta menunjukkan puncak pendaratan penyu bertelur di kawasan ini terjadi pada bulan Juli setiap tahunnya. Kegiatan release tukik di Pantai Goa Cemara diawali dengan sarasehan dengan tema "Harmonisasi Para Pihak Peduli Konservasi Keanekaragaman Hayati dalam rangka Road to HKAN 2021". Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang berasal dari Instansi Pemerintah (Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Direktorat Polairud, serta Pangkalan TNI Angkatan Laut Yogyakarta), mitra peduli konservasi penyu (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Indonesia Hotel General Manager Association (IGHMA), dan Kelompok Pelestari Penyu di Pesisir Pantai Selatan) serta Forkompincam Sanden. Rangkaian kegiatan dimulai pukul 15.00 WIB dan ditutup dengan pelepasliaran tukik pukul 17.30 WIB. Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi di sela-sela pelaksanaan pelepasliaran tukik ini menyampaikan arahannya "Konservasi alam tidak dapat dilakukan sendirian oleh satu instansi atau lembaga saja. Upaya konservasi alam membutuhkan peran dari semua pihak. Kegiatan bersama yang dilaksanakan sore hari ini dalam rangka mendorong para pihak dapat lebih bersinergi dalam kegiatan-kegiatan konservasi." ujar M. Wahyudi. Lebih lanjut M. Wahyudi menjelaskan "Di Pantai Selatan Jawa khususnya di Kabupaten Bantul dan Kulon Progo merupakan tempat pendaratan penyu bertelur dan terdapat dua jenis penyu dilindungi yang bertelur di Panta Selatan ini yakni Penyu Hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Lekang (Lepidochelys olivaceae)." jelasnya. Sebagai bentuk apresiasi kepedulian para pihak terhadap konservasi satwa khususnya penyu, dalam rangkaian pelaksanaan kegiatan ini diserahkan piagam penghargaan kepada Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Indonesia Hotel General Manager Association, Kelompok Pelestari Penyu Pantai Goa Cemara. Sumber : Siti Markhamah - PEH Balai KSDA Yogyakarta Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta- Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Berita

Road to HKAN 2021: Aksi Bersih Sampah TWA Pelaihari Pantai Batakan

Batakan, 8 April 2021 – Road To Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2021 Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan Pembersihan Sampah di Taman Wisata Alam (TWA) Pelaihari. Pembersihan sampah dilakukan di areal pantai TWA Pelaihari, dengan cara memungut sampah ke dalam kantong sampah dan dikumpulkan pada mobil truk sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Laut. Sampah yang terkumpul kurang lebih 238 kg dengan klasifikasi campuran. Bersih sampah dipimpin langsung Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Bapak Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M. Sc., didampingi oleh KSBTU Bapak Suwandi, S. Hut, MA, Kepala SKW I Mirta Sari, S. Hut, MP, Kepala Resort TWA Pelaihari Alfian Soehara dan diikuti oleh seluruh peserta kegiatan. Kegiatan juga dilaksanakan bersama unsur Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, yaitu aparat Kecamatan Panyipatan, Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah Laut, Dinas LH Kab. Tanah Laut, KPH Kabupaten Tanah Laut, Polsek Panyipatan, Satuan Pos AL Batakan, Aparat Desa Batakan serta Kelompok masyarakat Jasa Wisata “Maju Bersama”, Kelompok Tani Lestari serta Relawan Rumah GERBACA. Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan mengapresiasi semua unsur pemerintahan kabupaten Tanah Laut dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini. Sinergitas pengelolaan TWA Pelaihari ini harus tetap dijalin. Tingkatkan terus pengelolaan TWA Pelaihari ini dengan cara kerjasama agar dapat memberikan manfaat bagi kita semua serta dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat, tambahnya. Kebersihan lingkungan dan fasilitas akan menjadi tolok ukur kedatangan wisatawan di TWA Pelaihari. Semua kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. (ryn) Sumber: Nadya Arta Uly Siagian, S.H - Polhut SKW I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Bantuan Dari Balai Besar Tana Bentarum Dalam Rangka Kampanye Hari Bumi 2021

Senin, 12 April 2020 - Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) bersama Saka Wanabakti Kab. Kapuas Hulu pada hari Jumat 9 April 2021 menyerahkan bantuan alat berupa tempat sampah dan gerobak sampah kepada Kantor BAPPEDA Kabupaten Kapuas Hulu dan Kelurahan Kedamin Hulu RT 15/RW 05. Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari Kampanye Hari Bumi tanggal 22 April 2021. Saka Wanabakti Kapuas Hulu di bawah binaan Balai Besar Tana Bentarum berperan aktif dalam kegiatan pengelolaan sampah. Kegiatan ini menjadi program prioritas di bidaang lingkungan hidup dan kehutanan mengingat jumlah tumpukan sampah setiap tahunnya semakin bertambah. Pemberian perlatan pengelolaan sampah memberikan arti agar masyarakat lebih memperhatikan kebersihan dilingkungan sekitar tempat tinggal dan tidak membuang sampah sembarangan. Tak kalah penting adalah mengajarkan dan membiasakan diri untuk memilih dan melilah sampah sejak dini. Semoga ke depan nya generasi muda Kapuas Hulu mampu berkiprah nyata dalam pengelolaan lingkungan serta menginspirasi masyarakat untuk bersama mengelola lingkungan. Dalam penerimaan bantuan, pengurus kelurahan berharap dengan adanya bantuan tersebut dapat mengurangi permasalahan sampah di sekitar masyarakat. Kegiatan yang diikuti oleh tim Balai Besar Tana Bentarum, anggota Saka Wanabakti, Bappeda dan Kelurahan jumat pagi berjalan dengan lancar. Sumber: Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum

Menampilkan 2.401–2.416 dari 11.141 publikasi