Minggu, 17 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

BBKSDA Sulsel Terima Satwa Translokasi Hasil Operasi Di Surabaya

Makassar, 4 Mei 2021 – Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan telah menerima 25 Ekor satwa translokasi dari Surabaya (3/5/2021) sebagai tindak lanjut surat keputusan S.476/K.8/BIDTEK/KSA/4/2021 tanggal 16 April 2021. Satwa-satwa ini berasal dari hasil operasi peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar di Surabaya yang dilakukan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Besar KSDA Jawa Timur. Kherno Subroto selaku Kepala Resor Bandara Hassanudin Makassar Bersama TIM WRU BBKSDA Sulsel menerima ke-25 ekor satwa translokasi tersebut dalam keadaan baik. “Alhamdulillah, 25 ekor satwa translokasi dari Surabaya kami dan tim sudah terima dengan baik, adapun jenis satwa yang dikembalikan yaitu : Jalak Tungkir Merah (11 Ekor), Elang Rawa Tutul (2 Ekor), Perkici Dora (1 Ekor) dan Elang Paria (11 Ekor)” Ucap Kherno. “Satwa-satwa ini berangkat melalui Bandara Juanda, Sidoarjo yang dikirim Senin, 3 Mei 2021 setelah dinyatakan layak lepas liar tapi perlu rehabilitasi dulu tentunya” Tambah Kherno. Sementara itu Kepala Balai Besar KSDA Sulsel, Ir. Thomas Nifinluri,M.Sc mengucapkan terima kasih kepada tim WRU BBKSDA yang bekerja sesuai SOP Translokasi Satwa. “Terimakasih kepada Tim WRU BBKSDA, Baik di Jatim dan Makassar yang melakukan proses translokasi satwa sesuai SOP, sehingga semua satwa selamat sampai di Makassar. Saya harap kerja sama dalam mencegah dan menindaklanjuti kejahatan peredaran TSL Ilegal tetap terus kita tingkatkan” pungkas Thomas. “Untuk tindakan selanjutnya kepada Tim WRU BBKSDA Sulsel agar ke-25 ekor satwa translokasi dipantau terus selama habituasi di Kandang Transit sebelum dilepaskan ke Habitatnya. Sebagai informasi kenapa Sulawesi dilpilih sebagai lokasi pelepasliaran itu karena daerah sebaran jenis satwa tranlokasi tersbut berada di wilayah Sulawesi dan pulau sekitarnya” tambah Thomas. (awan/Humas) Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Video & Foto : Hamka, S.Hut Penanggung Jawab Berita: Kepala Subag Data, Evlap dan Humas - Murniaty, S.Hut Call-Center : +62 811-4600-883
Baca Berita

Kembali Warga Laporkan Temuan Sarang Penyu

Kepulauan Selayar, 3 Mei 2021 – Sekitar pukul 06.30 WITA, Petugas Resort Lantigiang menerima laporan dari saudara Amareng yang merupakan warga Dusun Jinato, Desa Jinato bahwa dia telah menemukan jejak pendaratan penyu di sebelah Utara Pulau Jinato. Petugas langsung menuju ke lokasi guna menindaklanjuti laporan ini. Setibanya di lokasi, petugas menemukan jejak penyu beserta sarang penyu. Petugas kemudian melakukan pengambilan data-data terkait. Panjang jejak penyu dari pantai hingga ke sarangnya adalah 15 m dengan lebar jejak 90 cm. Sarang penyu yang diduga dari jenis penyu hijau (Chelonia mydas) ini memiliki kedalaman 45 cm dengan lebar 40 cm dan berisi 70 butir telur. Guna mengamankan telur dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, petugas membawa telur penyu ke pos jaga Resort Lantigiang untuk dilakukan penetasan secara semi alami. Semoga telur penyu tersebut keseluruhannya dapat menetas menjadi tukik, agar populasi satwa kharismatik ini semakin bertambah. Sumber: Balai TN Takabonerate
Baca Berita

Patroli Perlindungan Kawasan SM Bukit Batu di Kabupaten Bengkalis

Pekanbaru, 29 April 2021 - Petugas Resort Bukit Batu penuh semangat melakukan patroli perlindungan kawasan hutan Suaka Margasatwa Bukit Batu, Desa Sukajadi, Kecamatan Bandar Laksmana, Kabupaten Bengkalis. Patroli perlindungan di kawasan ini secara intensif dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan kawasan hutan, seperti perambahan hutan dan penebangan liar. Kawasan Suaka Margasatwa Bukit Batu merupakan hutan rawa gambut yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang khas. Pohon – pohon dari famili Dipterocarpaceae merupakan unsur utama penyusun ekosistem hutan rawa gambut SM Bukit Batu. Kawasan ini juga merupakan habitat utama dari satwa – satwa yang dilindungi, diantaranya Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Beruang Madu (Helarctos malayanus), dan Siamang (Symphalangus syndactylus). Kawasan Suaka Margasatwa Bukit Batu dengan keanekaragaman hayatinya sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga dan melestarikannya. Mari kita jaga bersama kelestarian kawasan SM Bukit Batu dengan, ikut pantau dan laporkan jika ada aktivitas penebangan liar atau perambahan hutan kita ke call centre 08137474981. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Penyelamatan Bersama 1 Ekor Lumba -Lumba Hidung Panjang Yang Tersesat Di Maros

Maros, 30 April 2021 – Tim Wildlife Rescue Unit Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) bersama Tim Animal Rescue Pemadam kebakaran Kabupaten Maros serta Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar melakukan evakuasi satu ekor lumba-lumba pada 30 April 2021 di laut Maros. Berawal dari laporan Call Center BBKSDA Sulsel pada Kamis, 29 April 2021 yang diterima dari kader konservasi atas nama Asri yang tinggal di sekitar laut Maros bahwa lumba-lumba terjebak di empang warga ketika air laut pasang pada Kamis pagi, 29 April 2021. Empang tersebut milik seorang warga bernama Haris di Desa Marannu, Kecamatan Lau, Maros, Sulawesi Selatan, Pemilik empang bernama Haris mengatakan “lumba-lumba yang memiliki panjang sekitar dua meter, terdampar di empangnya”. Menurut dia, jarak empang ke laut cukup jauh yakni sekitar lima kilometer. Oleh karena itu, kata Haris, agak mencengangkan apabila ada lumba-lumba masuk ke empangnya. Dia memprediksi jenis mamalia ini melompat ke empangnya dari aliran sungai yang berada tepat di samping empang pada saat air laut pasang. Berdasarkan hasil pertimbangan tim rescue gabungan di lokasi kejadian, evakuasi lumba-lumba ke laut dilakukan pada Jumat 30 April 2021 setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan lumba-lumba oleh tim WRU BBKSDA dan BPSPL Makassar. Lokasi pelepasan dilakukan di laut yang berjarak 7 km dari lokasi empang tempat terdamparnya lumba-lumba. Proses evakuasi berjalan lancar menggunakan perahu milik warga setempat Kepala BBKSDA Sulsel Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc menyampaikan “Terimakasih respon cepat dan kerjasamanya semua tim rescue satwa di Makassar. Tim WRU, Tim Animal Rescue Damkar Maros dan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) sehingga satwa lumba-lumba yang tersesat di empang warga bisa kembali laut dengan selamat.” “Lumba-lumba merupakan migratory spesies, hampir ditemukan di seluruh perairan di dunia. Hampir di seluruh perairan Indonesia ditemukan lumba-lumba, karena Indonesia merupakan wilayah migrasi dari biota ini yaitu dari Samudera Pasifik dan Samudra Hindia melalui dari Selat Sunda sampai dengan Paparan Sahul. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 77 Tahun 1999 dan Permen LHK No. 106 tahun 2018 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, semua jenis lumba-lumba air laut dilindungi" tutup Thomas. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Penanggung Jawab Berita: Kepala Subag Data, Evlap dan Humas - Murniaty, S.Hut
Baca Berita

Konflik Gajah Dengan Warga Tak Kunjung Usai, Tim Rescue Balai Besar KSDA Riau Lakukan Mitigasi di Kelurahan Agrowisata

Pekanbaru, 29 April 2021 - Gajah kembali beraksi. Kali ini di Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru yang merupakan jalur jelajahnya, sehingga dari tahun ke tahun satwa tersebut akan melewatinya. Namun Tim Rescue Balai Besar KSDA Riau dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas tetap harus menghalaunya untuk menghindari konflik dengan warga. (27/4/2021) Menurut laporan warga, satwa tersebut sudah beberapa hari berada disekitar kebun dan telah merusak tanaman kelapa sawit dan umbi-umbian. Tim segera menuju ke lokasi gangguan dan berkoordinasi dengan penjaga kebun. Sesampainya dilokasi, Tim menjumpai kawanan Gajah liar yang berada di kebun tersebut. Upaya pengusiran dilakukan dengan menggunakan bunyi-bunyian mercon agar kawanan Gajah keluar dari kebun. Diketahui bahwa kawanan gajah tersebut menuju hutan belukar di perbatasan. Segera Tim berjaga dan menyalakan api unggun agar kawanan tersebut tidak kembali lagi ke kebun warga. Sumber : Balai Besar KSDA Riau.
Baca Berita

Survei Aves di Resort 6 Sibanggor Julu

Panyabungan, 28 April 2021 - Kegiatan survei Aves di Resort 6 Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (SPTNW) III Muarasoma mulai dari tanggal 09 s/d 13 April 2021. Kegiatan survei dilakukan pada 3 tipe habitat yaitu Agroforestri, Semak belukar, dan tepian hutan primer di zona tradisional dan zona rimba. Dari hasil kegiatan survei, ditemukan sebanyak 24 jenis aves dengan total individu mencapai 89 individu, dan sebanyak 5 jenis aves yang ditemukan merupakan jenis yang dilindungi undang-undang. Berdasarkan kategori International Union for Conservation of Nature (IUCN), 21 jenis aves yang ditemukan memiliki status Least Concern (Beresiko rendah), 2 jenis berstatus Near Threatened (Hampir terancam) dan 1 jenis berstatus Vulnerable (Rentan), satu jenis burung yang ditemukan tercatat sebagai ras migran. Tindaklanjut dari hasil kegiatan ini, tim akan melakukan analisa data, baik itu kepadatan relatif, indeks keanekaragaman dan indeks keseragaman. Salam Konservasi! Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis.
Baca Berita

Beruk Liar Lukai Warga di Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun Berhasil Dievakuasi

Simalungun, 28 April 2021 – Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara mendapat laporan warga tentang keberadaan beberapa ekor Beruk (Macaca nemestrina) yang berkeliaran dan mengganggu warga di Kerasan I, Nagori Bah Bayu, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun. Satwa sudah melukai 4 orang warga yaitu 3 orang anak-anak dengan kondisi punggung dan kaki terluka digigit, serta seorang nenek yang juga kakinya terluka digigit si beruk. (24/4/2021) Mendapat laporan tersebut, Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi KSDA Wilayah III Kisaran Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar bersama dengan Taman Hewan Pematangsiantar dan Scorpion segera menuju lokasi dan memasang perangkap. Pada Selasa, 27 April 2021, sekitar pukul 08.00 WIB, beruk berhasil masuk perangkap. Tim segera mengevakuasi 3 (tiga) beruk yang terdiri dari 1 jantan, 1 betina dan 1 anakan yang merupakan hasil perangkap serta hasil penyerahan peliharaan warga. Upaya selanjutnya, satwa tersebut akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Tim juga memberikan sosialisasi kepada warga terkait tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi. Harapannya agar warga tidak memelihara satwa liar sehingga konflik ini tidak terulang lagi dikemudian hari. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara.
Baca Berita

Sukses Dalam Virtual Tour, BTN. Aketajawe Lolobata Buka Wisata Gua

Sofifi, 27 April 2021. Wisata virtual yang baru saja dilaksanakan (27/04) oleh Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi atau PJLHK telah memberikan dampak yang baik pada Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (BTNAL) khususnya wisata gua. Tak kurang dari 170 peserta virtual tour yang bertemakan “Wisata Gua” antusias dalam mengikuti acara tersebut. Hal ini tampak dari aktifnya diskusi dan berbagai pertanyaan yang tercatat di ruang diskusi dalam zoom meeting. Acara ini dipandu oleh Roland (Polhut) dan As Ari (PEH) dari BTNAL yang dibarengi dengan pemutaran video wisata susur gua. Gua yang ditampilkan adalah gua Sugili. Gua ini dipilih karena memiliki keunikan dan akses yang menantang. Sangat sesuai dengan wisatawan yang senang dengan wisata ekstrim. Roland dan As Ari menerangkan bahwa goa ini memiliki pintu masuk vertikal sedalam tujuh meter yang kemudian masuk kembali ke lorong-lorong horisontal yang memiliki ornamen dan aliran sungai bawah tanah setelah menjelaskan akses menuju Resort Ake Jawi yang merupakan tempat gua Sugili berada. Sesuai dengan namanya, gua Sugili dapat dijumpai ikan sugili atau biasa disebut dengan ikan sidat, yaitu belut air tawar. Fauna lainnya seperti laba-laba, burung walet, ikan lele dan serangga lainnya juga dapat ditemukan dalam gua indah ini. Sungai bawah tanah yang deras menambah adrenalin dalam menyusuri lorong yang gelap gulita. Wisatawan yang masuk dalam gua ini akan dibekali dengan pelampung, karena kedalaman air di dalam gua bisa mencapai empat meter. Ornamen gua berupa stalaktit dan stalakmit terus tumbuh, karena mengalir air yang lumayan deras dari atap gua. Roland dan As Ari menjelaskan selain gua Sugili, terdapat gua Toto, gua Tata dan gua JPG yang sangat direkomendasikan untuk dijelajahi. Wisatawan yang berkunjung akan disediakan peralatan susur gua dan diberikan pelatihan singkat untuk menggunakan peralatan SRT atau Single Rope Technique oleh pemandu yang berpengalaman. “Dalam waktu dekat, kami (BTNAL) akan membuat paket wisata susur gua”, kata Heri, Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata setelah acara virtual selesai. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra – Polhut BTN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Upaya BBKSDA Riau Hindari Abrasi Di Pantai Selat Baru, Kabupaten Bengkalis

Pekanbaru, 26 April 2021 - Pada saat kunjungan kerja, Kepala Balai Besar KSDA Riau bersama Wakil Bupati Bengkalis menyempatkan ke lokasi abrasi Teluk Papal, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis (24/04/21). Lokasi berhadapan langsung dengan Selat Malaka dan merupakan garis pantai terluar Indonesia Saat ini tergerus dikikis oleh air laut dan abrasinya cukup parah. Berdasarkan wawancara dengan masyarakat setempat, areal abrasi dahulunya merupakan kampung dan kebun. Terdapat juga lapangan bola tempat bermain anak anak yang kini telah sirna dipenuhi air laut. Bahkan jarak abrasi sudah mencapai kurang lebih 1 km dari garis pantai saat ini, dimana abrasi tahunan mencapai 3-10 meter. Upaya yang telah dilakukan saat ini dengan membangun break water/pemecah gelombang, tetapi pembangunan masih terbatas sehingga belum dapat melindungi tepian pantai secara maksimal. Pembangunan break water ternyata juga berdampak positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan vegetasi bakau yang berada di belakangnya. Usulan yang dilakukan adalah pembangunan break water dan penanaman vegetasi bakau di daerah belakang break water. Sebagai informasi, abrasi adalah pengikisan di daerah pantai akibat gelombang dan arus laut yang sifatnya destruktif atau merusak. Apabila dibiarkan abrasi akan terus mengikis bagian pantai dan air laut bisa membanjiri daerah di sekitar pantai tersebut. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pantau Taman Satwa Bengkalis, Kepala BBKSDA Riau Hadir Bersama Wakil Bupati Bengkalis

Pekanbaru, 26 April 2021 - Kepala Balai Besar KSDA Riau bersama Wakil Bupati Bengkalis, bapak Bagus Santoso melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Konservasi Taman Satwa Bengkalis di pelabuhan penyeberangan internasional Selat Baru. Lembaga konservasi ini telah mendapat ijin LK bentuk Taman Satwa kepada Kantor Kebudayaan dan Pariwisata Bengkalis Cq. Kebun Binatang Bengkalis SK. MENHUT No.SK.698/Menhut-II/2009, yang memiliki masa berlaku ijin selama 30 tahun. (25/4/2021) Saat ini lembaga konservasi yang satu – satunya berada di Kabupaten Bengkalis ini tidak terkelola secara optimal. Koleksi satwa yang adapun hanya Buaya Muara dan Labi-labi. Sampai dengan saat ini, pengelolaan Taman Satwa Bengkalis masih dilakukan oleh pemerintah daerah. Berdasarkan hasil kunjungan kerja Kepala Balai Besar KSDA Riau dan Wakil Bupati Bengkalis, maka usulan pengelolaan akan diserahkan kepada pihak ketiga berbadan usaha swasta, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), BUMDesa. Hal yang diharapkan dari kunjungan ini, yaitu adanya renovasi sarpras dan fasilitas yang ada, dan penambahan koleksi satwa yang sesuai dengan keadaan ekosistem setempat. Target yang ingin dicapai adalah integrasi/keterpaduan pelabuhan, wisata alam dan wisata budaya yang berdampak pada perekonomian masyarakat dan pendapatan negara. Kunjungan dilanjutkan ke lokasi abrasi Teluk Papal, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Lokasi tersebut berhadapan langsung dengan Selat Malaka yang merupakan garis pantai terluar Indonesia. Berdasarkan wawancara dengan masyarakat setempat, areal abrasi dahulunya merupakan kampung dan kebun. Jarak abrasi sudah mencapai kurang lebih 1 Km dari garis pantai saat ini, dimana abrasi tahunan mencapai 3-10 meter. Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi abrasi adalah dengan membangun break water atau pemecah gelombang, tetapi pembangunan masih terbatas, sehingga belum dapat melindungi tepi pantai secara maksimal. Pembangunan break water juga berdampak positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan vegetasi bakau yang berada di belakangnya. Usulan terkait pembangunan break water dan penanaman vegetasi bakau juga diajukan demi menanggulangi abrasi di Teluk Papal. Salam konservasi! Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Dari Kartini Untuk Bumi : Berbagi Takjil Konservasi

Palembang, 23 April 2021 – Ramadhan di bulan April tahun ini sangat spesial karena bertepatan dengan peringatan Hari Kartini (21 April) dan Hari Bumi (22 April). Dalam membagi momen tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) melaksanakan kegiatan berbagi takjil pada Jumat (23/4/21). Konsep kegiatan adalah menyelaraskan peringatan Hari Kartini, Hari Bumi, dan agenda Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) edisi bulan April 2021. Untuk itu pada kegiatan Road to HKAN bulan April 2021 yang bertema “Takjil Konservasi, Dari Kartini Untuk Bumi” ini, pelaksana kegiatan didominasi oleh kaum perempuan, yaitu rimbawati BKSDA Sumsel dan mahasiswi serta pelajar pecinta alam di pusat kota Palembang, yaitu di Fly-over Simpang Polda yang mendapat dukungan dan kerjasama dari Polantas Polrestabes Kota Palembang. Maksud kegiatan adalah untuk mengajak masyarakat agar semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan dan satwa liar di alam ini. Sebelumnya, pada edisi Road to HKAN bulan Maret 2021 telah dilaksanakan aksi penanaman pohon di TWA Punti Kayu dan penyuluhan pengelolaan sampah rumah tangga di salah satu pemukiman warga di kota Palembang, dan dilaksanakan oleh pegawai BKSDA Sumsel dan Dharma Wanita Persatuan BKSDA Sumsel. Aksi simpatik kampanye lingkungan dan himbauan untuk melestarikan satwa liar dilakukan dengan membagi takjil kepada pengguna jalan sekaligus menyampaikan pesan-pesan melalui sejumlah poster dengan kata-kata ajakan, diantaranya adalah “Stop Perdagangan Satwa Ilegal”, “Satwa Liar Dijago Lurr Jangan Diburu Apolagi Dijual!”, “Stop Jual Beli Satwa Liar!”, “Mencintai Tidak Harus Memiliki Biarkan Mereka Bebas Di Alam”, dan “Haruskah Menunggu Jadi Legenda”. Paket takjil selain berisi makanan, juga berisi poster tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi di Wilayah Kerja BKSDA Sumsel, poster Hewan Dilindungi yang Masih Diperdagangkan Secara Ilegal, brosur terkait Ayat-ayat Konservasi, serta merchandise ramah lingkungan yang menarik. Takjil yang dibagikan adalah sejumlah 150 paket. Setelah kegiatan pembagian takjil melalui aksi kampanye “turun ke jalan” ini selesai, kemudian dilanjutkan dengan siraman rohani oleh ustadz Bitoh Purnomo di kantor BKSDA Sumsel. Siraman rohani ini membahas topik mengenai “Ayat-ayat Konservasi”. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar serta menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan. Salam sehat! Salam konservasi! Berbagi takjil untuk sesama...Yuk, lestarikan satwa liar sama-sama Sumber : Balai KSDA Sumatera Selatan Penanggungjawab Berita : Kepala Balai KSDA Sumatera Selatan Ujang Wisnu Barata - 0852 0780 4307 Narahubung : Selly Novrianti, S.IP - 0821 7538 3636 Call Center BKSDA Sumatera Selatan - 0812 7141 2141
Baca Berita

Upaya Balai KSDA Riau Evakuasi Tapir Yang Terjerat di Desa Pangkalan Kasai

Pekanbaru, 23 April 2021 - Resort Kerumutan Selatan mendapat laporan dari Masyarakat Peduli Satwa Desa Pangkalan Kasai tentang adanya satwa Tapir (Tapirus indicus) yang terjerat di areal perkebunan karet Desa Pangkalan Kasai, Kecamatan Siberida, Kabupaten Indragiri Hulu. (20/4/2021) Tim segera berangkat menuju ke lokasi dan melakukan pengecekan bersama 2 orang Masyarakat Peduli Satwa. Sesampainya di lokasi, satwa Tapir tersebut sudah berhasil terlepas dari jeratan. Lokasi dimana satwa Tapir terjerat berjarak sekitar 12 km dari hutan TN (Taman Nasional) Bukit Tiga Puluh. Tim mencoba melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Namun, satwa Tapir tersebut tidak ditemukan dan hanya tersisa tali nilon yang menjerat Tapir tersebut serta langsung mengamankan jeratnya. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kejadian berawal dari adanya warga yang melihat ada satwa Tapir yang terjerat. Pada awalnya warga mengira satwa tersebut merupakan seekor Babi Hutan. Namun, setelah mendekat dan diamati ternyata satwa tersebut adalah seekor Tapir. Kemudian, masyarakat segera menghubungi bang Jamil (Masyarakat Peduli Satwa), kemudian menindaklanjutinya ke pihak Balai Besar KSDA Riau. Tim memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak memasang jerat yang dapat membahayakan satwa liar termasuk satwa yang dilindungi dan menghimbau masyarakat agar lebih peduli pada kelestarian satwa yang dilindungi. Salam konservasi! Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Ratusan Batang Kayu Bukti Illegal Logging Dimusnahkan Resort Duri BBKSDA Riau Bersama Gakkum Seksi Wilayah II Pekanbaru

Pekanbaru, 23 April 2021 - Resort Duri dan Gakkum Seksi Wilayah II Pekanbaru melakukan pemusnahan barang bukti tindak pidana kehutanan Illegal logging berupa kayu jenis Mahang yang berlokasi di Desa Tasik Serai, RT Semandak, Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil. (19/4/2021) Tim berkoordinasi dengan RT setempat untuk memberitahukan bahwa akan ada kegiatan pemusnahan barang bukti tindak pidana kehutanan Illegal Logging Mahang. Kemudian, Tim menuju lokasi pengambilan kayu dengan menyusuri pinggiran kanal dan dilanjutkan pemusnahan barang bukti berupa kayu Mahang dengan cara di cincang menggunakan mesin chainsaw. Kayu jenis Mahang yang berhasil dimusnahkan berjumlah 505 batang. Pada lokasi pertama berjumlah 151 batang, dan lokasi kedua berjumlah 179 batang. Kedua lokasi berada dalam kawasan. Sedangkan di lokasi ketiga yang berada di pinggir kawasan dan berjumlah 175 batang. Dilakukan juga pemasangan rambu-rambu kawasan berupa papan peringatan/larangan merusak hutan dan pengambilan kayu di dalam kawasan SM. Giam Siak Kecil. Upaya selanjutnya, tim melakukan pengawasan dan penjagaan serta mengusulkan kanal untuk segera ditutup agar kegiatan serupa tidak berlanjut dan Kawasan SM. Giam Siak Kecil tetap terjaga Mari selamatkan kelestarian hutan yang tersisa. Karena merusak hutan dapat menimbulkan bencana. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Terjebak di Kolam Ikan, BBKSDA Riau Bersama Warga Evakuasi Tapir

Pekanbaru, 21 April 2021. Call center Balai Besar KSDA Riau pada Selasa (20/04/21) mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya Tapir yang terjebak masuk dalam kolam ikan Ibu Juleha di perumahan Cendrawasih, Jl. Garuda Sakti km.3 Pekanbaru. Tim Rescue segera diturunkan untuk melakukan evakuasi. Tim Balai Besar KSDA Riau bersama dengan warga perumahan, aparat desa, Polisi dan Babhinsa mengevakuasi Tapir yang terjebak di kolam ikan semen berukuran sekitar 5 x 6 m dengan kedalaman sekitar 170 cm yang sedang dikosongkan namun terisi air. Ternyata kolam ikan bersebelahan dengan kebun sawit yang tidak begitu luas dan terdapat aliran sungai kecil. Berdasarkan keterangan Ibu Juleha, sekitar pukul 12 siang dia mendengar bunyi yang sangat keras dan begitu dilihatnya ada Tapir masuk ke dalam kolam ikan miliknya. Kemungkinan Tapir sedang mencari makan di kebun dekat kolamnya dan terjerembab masuk ke dalam kolam tersebut. Proses evakuasi berjalan cukup sulit dikarenakan Tapir yang diperkirakan berbobot berat berada pada kolam air. Upaya pembiusan sudah dilakukan dengan dosis maksimal namun belum memberikan efek yang sempurna, sehingga dilakukan upaya penggunaan kandang evakuasi dengan cara digiring. Tepat pukul 18.45 wib Tapir masuk ke dalam kandang evakuasi. Untuk proses pemulihan dan observasi, Tapir sementara dititipkan ke Lembaga Konservasi Kasang Kulim mengingat keterbatasan kandang di klinik transit satwa Balai Besar KSDA Riau. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Aksi Konservasi Umat Budha Banyuwangi Di TN Meru Betiri

Sarongan, 21 April 2021. Umat Budha Banyuwangi sebanyak 60 orang yang dipimpin 6 orang Bhante (guru), melakukan kegiatan penanaman bersama di kawasan Taman Nasional Meru Betiri (21/04/21). Adapun lokasi penanaman terletak di Blok Keboan, Resort Rajegwesi, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Sarongan. Jenis bibit pohon yang di tanam meliputi Keben, Ketapang, Asam dan Trembesi sebanyak 150 bibit. Setelah kegiatan penanaman di Resort Rajegwesi, para umat Budha Banyuwangi akan melanjutkan perjalanan untuk melakukan meditasi di Pantai Sukamade, dan melakukan funsen (pelepasan tukik) keesokan harinya di Pantai Sukamade Taman Nasional Meru Betiri. Kegiatan yang dilakukan tersebut merupakan rangkaian acara untuk memperingati Hari Suci Waisak yang jatuh pada tanggal 26 Mei 2021 mendatang. Kegiatan penanaman pohon dan pelepasan tukik merupakan kegiatan yang selaras dengan ajaran Budha, dimana harus menjaga dan memelihara alam tanpa merusaknya. Jika kita mengasihi dan menyelamatkan tumbuhan dan satwa (dalam hal ini tukik/penyu), maka sama saja kita juga mengasihi dan menyelamatkan diri kita sendiri. Umat Budha Banyuwangi juga sepakat bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan secara kontinyu. Mereka berkomitmen tidak hanya menanam pohon dan ditinggalkan begitu saja, tapi akan datang secara teratur untuk memeliharanya hingga tumbuh besar. Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri, Bapak Maman Surahman, S.Hut, M.Si mengucapkan rasa terima kasih karena umat Budha Banyuwangi turut berpartisipasi dalam melestarikan alam Taman Nasional Meru Betiri. “Sebagai umat beragama, alam berupakan bagian dari kehidupan manusia yang merupakan sistem penyangga kehidupan. Kami mengajak umat Budha di seluruh Indonesia untuk bisa bersama- sama merawat alam dan menikmati keindahan alam Taman Nasional Meru Betiri. Sebelum alam merusak kehidupan manusia, alam akan memberikan peringatan bagi manusia, seperti banjir, longsor, topan dan lain sebagainya. Jika alam bisa berbicara maka dia akan berkata jagalah kami dan rawatlah kami, maka kami akan bersahabat dengan manusia. Maka jagalah alam, agar kita dapat mewariskan ke anak cucu kita. Di Taman Nasional Meru Betiri banyak aktivitas yang bisa dilakukan, seperti kegiatan penanaman, wisata, healing forest, meditasi dan lain sebagainya. Untuk itu kami mengucapkan selamat memperingati hari Suci Waisak Bagi Umat Budha di Seluruh Indonesia.” Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Empat Kelompok Binaan BBKSDA Sulsel Terima Bantuan Usaha Ekonomi Produktif

Makassar, 19 April 2021 – Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan telah menyerahkan bantuan fasilitasi untuk usaha ekonomi produktif kepada 4 kelompok tani hutan (KTH) binaan senilai 200 juta rupiah dengan masing-masing kelompok senilai 50 juta rupiah di kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan dan Kabupaten Mamasa Suawesi Barat. Adapun penyerahan bantuan tersebut diserahkan pada rentang waktu 3 sampai 7 April 2021 kepada 4 kelompok masyarakat penerima yaitu KTH Sukamaju di Mamuju untuk peralatan mesin pengolahan gula semut (aren), KPM Tondok Bakaru Orchid di Mamasa untuk bantuan pembangunan 1 unit homestay, kemudian KTH To’Jambu Desa Battang Barat TWA Nanggala III Palopo untuk bantuan peralatan sarpras wisata, swafoto dan camping ground, terakhir KTH Koroncea Desa Koroncea di Luwu Timur untuk bantuan alat penunjang budidaya usaha tani alat pipil jagung, mesin babat rumput, mesin tanam jagung, tangki semprot mesin dan elektrik. Bantuan usaha secara simbolis diserahkan oleh Tim Pelaksana bersama kepala Resor dimasing-masing wilayah yang ditanganinya. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc. dalam keterangannya mengatakan “Terimakasih kepada kepala bidang I Palopo dan II Pare-pare, masing-masing kepala seksi dan semua kepala resor serta tim pelaksana yang mengawal kegiatan ini, saya berharap bantuan usaha yang diberikan merupakan bagian dari fasilitas bagi kelompok agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan potensi desa serta memperkuat komitmen masyarakat untuk menjaga dan melestarikan terhadap kawasan konservasi” terang Thomas. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Penanggung Jawab Berita: Kepala Subag Data, Evlap dan Humas - Murniaty, S.Hut

Menampilkan 2.385–2.400 dari 11.141 publikasi