Rabu, 10 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Balai TN Tesso Nilo Bersama Tim Terpadu Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan

Lubuk Kembang Bunga (LKB), 27 Juli 2021 - Brigade pengendalian kebakaran hutan (brigdalkarhut) Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) bersama dengan tim terpadu berhasil padamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area Resort Lancang Kuning Air Sawan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB), Selasa (27/7/21). Tim terpadu yang terdiri dari Brigdalkarhut Balai TN Tesso Nilo, Personil Polri, TNI, masyarakat peduli api (MPA) dan PT. RAPP ini secara sigap padamkan lahan terbakar seluas sekitar 6 Ha. Pemadaman ini dilakukan setelah tim mendapatkan informasi dari sekretariat posko kebakaran Balai TN Tesso Nilo bahwa telah terdeteksi hotspot di lokasi pemadaman. Setelah mendapat laporan tim kemudian berkoordinasi bersama personil tim terpadu lainnya dan langsung bergerak ke lokasi temuan dengan membawa unit mesin pemadam. Setelah berjibaku selama beberapa jam di lokasi akhirnya tim berhasil memadamkan lahan yang terbakar. Meski api telah berhasil dipadamkan, tim masih siaga melakukan patroli di kawasan dan terus memantau dari posko kebakaran Balai TN Tesso Nilo untuk mencegah kebakaran kembali terjadi. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Aksi Bersih BBKSDA Sumut di Hari Mangrove Internasional 2021

Stabat, 28 Juli 2021. Memperingati Hari Mangrove Internasional 2021 yang mengusung tema "Hijaukan Mangrove, Tingkatkan Kesejahteraan”, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, melaksanakan aksi bersih kawasan di pantai Sarang Elang Desa Tapak Kuda, Kecamatan Tanjung Pura, tepatnya di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading dan Langkat Timur Laut, pada Senin 26 Juli 2021. SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut yang luasnya 15.765 hektar, merupakan salah satu kawasan konservasi di Sumatera Utara yang memiliki tipe ekosistem mangrove. Letaknya berada berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Langkat dan Deli Serdang. Serangkaian kegiatan pun digelar oleh Tim Seksi Konservasi Wilayah II Stabat yang dipimpin langsung Kepala Seksi, Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH., bersama dengan mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) yang sedang melaksanakan PKL, seperti : aksi bersih pantai dengan pungut dan musnahkan sampah yang didominasi oleh sampah plastik mie instan, pemasangan name tagging pada sejumlah tanaman mangrove yang ada di kawasan untuk pengetahuan dan edukasi identifikasi bagi masyarakat, serta penyuluhan kepada masyarakat sekitar tentang penanganan sampah plastik. Sampah-sampah yang berhasil dipungut Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, Herbert BP Aritonang, menghimbau dan mengajak masyarakat untuk peduli dan menjaga kelestarian kawasan SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut agar terbebas dari sampah plastik. “Katakan tidak untuk membuang sampah sembarangan !!! Rawat Hutan, Jaga Peradaban” ujar Herbert. Sumber : Samuel Siahaan, SP., PEH Pertama dan Ainy Amelya Utami S.Hut., Penyuluh Kehutanan Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

BBKSDA Riau Observasi Kukang Hasil Tangkapan Polda Riau

Pekanbaru, 27 Juli 2021 - Perawat satwa Balai Besar KSDA Riau melakukan observasi Kukang yang berhasil diselamatkan dari perdagangan satwa liar sebelum dilepasliarkan, Selasa (27/07/21). Sebelumnya pada tanggal 16 Juli 2021, Balai Besar KSDA Riau menerima titipan satwa liar jenis Kukang hasil tangkapan Ditreskrimsus Polda Riau sebanyak 8 (delapan) ekor. Untuk diketahui bahwa Kukang merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi Undang undang, sehingga bagi yang memelihara dan memperjualbelikan dapat dikenai sanksi berdasarkan Pasal 40 UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BKSDA Sumbar Evakuasi Buaya Muara Hasil Tangkapan Warga

Padang, 27 Juli 2021. Tim Balai KSDA Sumatera Barat menyelamatkan satwa buaya muara (Crocodylus porosus) hasil tangkapan warga sekitar sungai batang Sikabau Kab Pasaman Barat, Senin (26/07/2021). Satwa buaya ditangkap oleh beberapa orang warga sekitar sungai Batang Sikabau dengan menggunakan peralatan seadanya ketika sedang berjemur di pinggir sungai. Setelah berhasil ditangkap, buaya dibawa dan diamankan di kantor Polsek Lembah Malintang di Ujung Gading sembari menunggu proses evakasi dari tim BKSDA Sumatera Barat. Saat ini buaya berada di kantor Resort Agam, Lubuk Basung untuk diobservasi lebih lanjut. Konflik buaya muara sering terjadi di Kab. Pasaman Barat akibat dari berkurangnya habitat bagi buaya muara, perlu penanganan khusus untuk buaya mengingat keterbatasan tempat untuk rehabilitasi buaya muara. Untuk itu BKSDA Sumbar berharap adanya tempat khusus bagi buaya muara dapat dikembalikan ke alam. BKSDA Sumbar sangat mengapresiasi upaya masyarakat yang segera melaporkan kejadian konflik dan ikut membantu penyelamatan buaya muara tersebut. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Tetap Siaga, Balai TN Tesso Nilo Rutin Patroli Cegah Karhutla

Baserah, 24 Juli 2021 - Petugas Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) cegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan giat patroli di kawasan TN Tesso Nilo Resort Onangan Nilo, SPTN Wilayah II Baserah, Sabtu (24/7). Polhut dan Regu Brigdalkal SPTN Wilayah II Baserah bersama-sama melakukan patroli di sekitar hutan alam untuk memantau kondisi hutan dari aktifitas perambahan dan bahaya kebakaran. Sepanjang patroli berlangsung, tim menyatakan bahwa situasi kawasan aman terkendali dan tidak ditemukan adanya Hotspot. Selain patroli langsung dilapangan, tim secara rutin dan berkelanjutan tetap melakukan pemantauan hotspot dari pos terpadu TNTN di kantor SPTN Wilayah II Baserah untuk tetap siaga mencegah dan menanggulangi karhutla. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Mitigasi Konflik Beruang Dengan Manusia, BBKSDA Riau Pasang Kandang Jebak Baru

Pekanbaru, 26 Juli 2021 - Tim Rescue Balai Besar KSDA Riau yang dipimpin langsung Kepala Seksi P3 melakukan penanganan konflik Beruang dengan manusia di Kec. Kepenuhan, Kab. Rokan Hulu, Jumat (23/7/21). Tim melakukan sosialisasi dan berdiskusi mengenai penanganan lebih lanjut terhadap konflik Beruang dengan sosialisasi bersama Camat, Sekcam, bhabimkabtimas, bhabinsa, Kades Kepenuhan Tengah, Kades Kepenuhan Barat, SPIII Koto Tengah, RT dan RW masing - masing Desa, perwakilan warga masing - masing desa 3 orang dan 5 orang masyarakat yang terkena dampak langsung serta mahasiswa. Konflik telah terjadi hampir satu bulan dan kandang jebak juga tidak menunjukkan hasil maka Tim Rescue melakukan pemasangan kandang penjebak baru sekaligus pemindahan kandang penjebak lama ke posisi baru. Selain itu, akan dibentuk Tim penanggulangan konflik tingkat desa/ kecamatan untuk mengontrol efektivitas kandang jebak yang telah di pasang serta membantu mitigasi. Peninjauan lokasi juga dilakukan untuk memetakan pergerakan Beruang dari hasil observasi di beberapa lokasi yang menjadi sasaran beruang. Beruang menyasar lokasi seperti kandang ayam rumah warga, kebun buah dan tanaman sayur seperti buah nangka dan jagung. Semua lokasi sebagian besar ada pada kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK). Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Dipelihara, Pemilik Sukarela Serahkan Siamang ke BBKSDA Riau

Pekanbaru, 27 Juli 2021 - Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Besar KSDA Riau melakukan evakuasi satwa liar dilindungi Siamang (Symphalangus syndactylus) dari Ujungbatu, Kab. Rokan Hulu, Senin (12/07/21). Berawal dari laporan ibu Elfi Eriani, warga Jl. Mangga, Kel. Ujungbatu, Kab. Rokan Hulu ke call center Balai Besar KSDA Riau bahwa yang bersangkutan ingin menyerahkan satwa yang dipeliharanya. Satwa telah dipelihara selama kurang lebih 6 tahun. Satwa ditemukan saat terjadinya kebakaran hutan dan dia terpisah dari induknya. Siamang lalu dipelihara dan sudah dianggap bagian dari keluarga hingga kemudian tetangganya menyampaikan bahwa satwa tersebut adalah jenis satwa dilindungi. Walaupun berat untuk berpisah, namun akhirnya Umang Siamang betina harus rela diserahkan ke Tim Balai Besar KSDA Riau. Saat ini si Umang berada di kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau untuk observasi guna tindakan konservasi lebih lanjut untuk kelestariannya. Terima kasih ibu Elfi Eriani dan keluarga. Walau amat berat berpisah, namun si umang tetap harus dilepaskan. Semoga Umang dapat kembali ke alam. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

76 Ekor Satwa Endemik Papua Hasil Translokasi Kembali ke Alam

Jayapura – 24 Juli 2021. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua melepasliarkan 76 ekor satwa endemik Papua hasil translokasi dari BBKSDA Jawa Timur, BKSDA Jawa Tengah, dan BKSDA Sulawesi Utara. Pelepasliaran berlangsung di hutan adat Isyo, Rhepang Muaif, Kabupaten Jayapura, pada Sabtu (24/07), juga merupakan rangkaian kegiatan Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021. Jenis satwa yang dilepasliarkan terdiri atas 46 ekor kasturi kepala hitam (Lorius lory), 15 ekor kakatua koki (Cacatua galerita), 8 ekor nuri kelam (Pseudeos fuscata), 2 ekor mambruk victoria (Goura victoria), 3 ekor kasuari gelambir tunggal (Casuarius unappendiculatus), dan 2 ekor pelandu papua (Dorcopsis hageni). Satwa-satwa tersebut dinyatakan bebas avian influenza berdasarkan hasil uji PCR dan serologis oleh Laboratorium Balai Karantina Kelas I Jayapura. Semua satwa sudah menjalani proses habituasi di Kandang Transit Satwa BBKSDA Papua dan telah siap dilepasliarkan kembali ke alam. Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring menghimbau untuk bersama-sama menjaga satwa endemik Papua demi kelestarian alam. Melihat status konservasi satwa tersebut di alam, khususnya mambruk victoria yang sangat memprihatinkan. “Hati kita akan tersentuh, bahkan sedih. Kita bayangkan, seandainya spesies manusia yang mengalami risiko rentan, diambang kepunahan, kita sangat terluka melihat kenyataan itu, kan. Satwa juga demikian, sama-sama makhluk Tuhan, sama-sama mempunyai peran penting di alam” ungkap Edward. Edward juga menambahkan “Dengan tegas saya katakan, kita wajib menjaga mereka tetap lestari di alam. Mari menjaga satwa endemik Papua sebelum menjadi kenangan”. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Wiratno, menyampaikan terima kasih kepada Aleks Waisimon selaku pengelola hutan adat Isyo atas peranannya menjaga keanekaragaman hayati Papua. Dipilihnya hutan adat Isyo sebagai lokasi pelepasliaran satwa oleh BBKSDA Papua, salah satunya, untuk mendukung pengembangan wisata minat khusus bird watching yang telah dirintis oleh Aleks Waisimon beberapa tahun belakangan ini. “Jadi kita bisa mengambil dua manfaat sekaligus, yaitu menjaga kelestarian satwa endemik Papua, dan mendukung masyarakat setempat untuk memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan ini” ungkap Wiratno. Sebagai informasi, semua satwa yang dilepasliarkan merupakan satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Dalam daftar IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources), nuri kepala hitam, kakatua koki, nuri kelam, dan kasuari gelambir tunggal berstatus Least Concern (LC), artinya telah dievaluasi, dan termasuk berisiko rendah. Sementara mambruk victoria berstatus Vulnerable (VU), yaitu rentan. Artinya, mambruk victoria dianggap tengah menghadapi risiko tinggi mengalami kepunahan di alam.(dd) Sumber : Balai Besar KSDA Papua Call Center : 0823 9802 9978
Baca Berita

Balai TN Komodo Patroli Pengamanan Terpadu Bersama Mitra

Labuan Bajo, 23 Juli 2021. Balai Taman Nasional Komodo berkomitmen penuh dalam melakukan upaya pengawasan dan perlindungan ekosistem dengan melaksanakan patroli pengamanan kawasan terpadu bersama mitra selama 5 (lima) hari mulai tanggal 17 – 21 Juli 2021. Mitra yang dilibatkan diantaranya Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara, Kepolisian Resort Manggarai Barat, dan Kompi 4 Labuan Bajo Satuan BRIMOB Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur. Tim patroli pimpinan Darius Ambu (Polisi Kehutanan Penyelia) dengan anggota Antonius Junaidi T. Kleden (Tenaga Pengamanan Hutan), Jimianus Z. Nguru (Kapten), Herry Aryson Benu (ABK) melakukan pemantuan terhadap potensi gangguan perburuan satwa liar dan pemboman ikan di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Pemantauan dilakukan baik di siang maupun malam hari, hal ini dilakukan karena kemungkinan terjadinya gangguan yang dilakukan oleh oknum adalah pada malam hari. Hasil pantauan ditemukan nelayan yang masih melakukan aktivitas memancing di zona perlindungan bahari. Tentunya hal ini menjadi perhatian khusus tim patroli untuk memberikan arahan agar aktivitas tersebut dilakukan di zona tradisional pelagis. Tim patroli juga memberikan arahan kepada para nelayan agar melakukan pelaporan sebelum atau sesudah memancing pada pos penjagaan terdekat. Kegiatan patroli pengamanan terpadu memiliki tantangan tersendiri karena tidak hanya menghadapi segala bentuk gangguan dari berbagai arah namun juga menghadapi dinamika cuaca yang ekstrem dan tidak menentu. Balai Taman Nasional Komodo berharap dengan patroli pengamanan kawasan terpadu dapat mengurangi potensi ancaman dan frekuensi pelanggaran demi terjaganya kelestarian kawasan dalam jangka panjang. Sebagai informasi, Taman Nasional Komodo ditetapkan sebagai Komodo Biosphere Reserve (1977) dan World Heritage Site (1991) oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Taman Nasional Komodo merupakan taman nasional kepulauan dengan luas wilayah mencapai 173.300 Ha dengan lima pulau utama, yaitu: Pulau Rinca, Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Gili Motang, dan Pulau Nusa Kode. Taman Nasional Komodo sebagai habitat alami Varanus komodoensis menghadapi berbagai potensi gangguan yang dapat mengancam keutuhan kawasan. Beberapa bentuk gangguan kawasan antara lain: perburuan liar, pembakaran hutan, pemboman ikan, pencurian dan penebangan kayu ilegal, dan aktivitas wisata yang tidak memiliki izin. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo
Baca Berita

Quick Respon, BBKSDA Riau dan Tim Gabungan Padamkan Api di SM Giam Siak Kecil

Pekanbaru, 24 Juli 2021 – Balai Besar KSDA Riau mendapat laporan adanya titik api kebakaran di Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil , Desa Tasik Tebing Serai, Kec. Talang Muandau, Kab. Bengkalis berdasarkan hasil patroli udara PT. Arara Abadi pada Rabu, 21 Juli 2021. Jenis vegetasi yang terbakar berupa semak belukar, hutan alam dengan tanah gambut dengan luas areal terbakar berkisar 1/2 hektar. Tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar KSDA Riau, Manggala Agni Daop Siak, RPK PT. ARARA ABADI, POLRI, BPBD dan Masyarakat Peduli Api bergerak cepat untuk memadamkan dengan sumber air yang berasal dari kanal. Agar tidak meluas, Tim segera melakukan penyekatan lokasi kebakaran dan melakukan pemadaman api hingga benar-benar padam. Kondisi lokasi kebakaran saat ditinggalkan tanpa ada titik asap. Balai Besar KSDA Riau sangat mengapresiasi kerjasama tim gabungan dalam memadamkan api di SM Giam Siak Kecil. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Warga Percut Sei Tuan Serahkan Kucing Hutan Ke Balai Besar KSDA Sumut

Medan, 22 Juli 2021. Warsono Hutauruk, warga Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menyambangi kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara, pada Rabu 21 Juli 2021, guna menyerahkan 1 (satu) ekor Kucing Hutan (Felis bengalensis). Dalam penjelasannya kepada petugas, satwa tersebut diperolehnya ketika melakukan aktivitas di Sipoholon Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Saat itu dia menemukan 1 ekor Kucing Hutan, lalu mengambilnya. Sempat muncul keinginannya untuk memelihara satwa tersebut, namun kemudian berubah pikiran untuk mengembalikannya ke alam liar. Lalu dia mencari informasi tentang instansi atau lembaga yang menangani masalah satwa liar. Sampai akhirnya dia menemukan instansi Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Tidak butuh waktu lama, Kucing Hutan ini kemudian dievakuasi oleh petugas untuk dititipkan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit, guna mendapat perawatan dan rehabilitasi sebelum dilepasliarkan. Terima kasih Warsono Hutauruk, semoga ini menginspirasi warga lainnya untuk ikut peduli menyelamatkan dan melestarikan satwa liar. Sumber : Evansus Renandi Manalu - Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Untuk Keempat Kalinya Bunga Bangkai Mekar di Deli Serdang

Sibiru-biru, 22 Juli 2021. Setelah berturut-turut mekar pada tanggal 5 Juni 2020, kemudian tanggal 13 Mei 2021 dan terakhir pada tanggal 5 Juni 2021 bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2021, Bunga Bangkai (Amorpophallus titanum) kembali mekar sempurna untuk yang keempat kalinya di Desa Namo Suro Baru Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, pada Sabtu 17 Juli 2021, sekitar pukul 19.15 Wib. Perjalanan menuju mekar sempurna sudah mulai diabadikan oleh anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wisata Alam Ras Namo Suro Baru (WARAS NASUBA) Sastra Milala, Herman Ginting dibantu petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara Samuel Siahaan, SP. dihari yang sama mulai pukul 10.45 wib. Saat seludang bunga terlihat mulai terbuka pada pukul 13.30 wib, sampai aroma bau bangkai tercium baunya pada pukul 21.30 wib. Sebagaimana diketahui bahwa Pokdarwis WARAS NASUBA yang berdiri sejak awal bulan Juli 2020 lalu, merupakan binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Deli Serdang, khususnya dalam pengembangan wisata terutama wisata edukasi Konservasi Bunga Bangkai di luar habitatnya (konservasi ex-situ), dimana bunga bangkai menjadi ikon dari Pokdarwis WARAS NASUBA dalam pengembangan wisata yang berkelanjutan. Tinggi bunga saat mekar tercatat 145 cm, dengan lebar 75 cm, tinggi tongkol (spadix) 110 cm. Sekitar pukul 20.00 wib - 21.30 wib, Tim mengamati adanya asap keluar dari spadix ( tongkolnya) dengan kondisi hangat. Hal ini diperkirakan akibat adanya perbedaan suhu antara bunga ini dengan lingkungan sekitarnya, sebagaimana pengalaman yang pernah disampaikan para ahli bunga bangkai. Balai Besar KSDA Sumatera Utara mengapresiasi Pokdarwis WARAS NASUBA atas kepeduliannya dalam menjaga sekaligus melestarikan habitat bunga bangkai sebagai upaya konservasi. Kunjungan Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara beserta beberapa awak media baik cetak maupun elektronik kelokasi mekarnya bunga bangkai juga memberikan semangat kepada Pokdarwis untuk terus berkarya dan berbuat dalam pengembangan wisata khususnya dalam upaya konservasi bunga bangkai. Sumber : Samuel Siahaan, S.P. - PEH Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

BKSDA Sumbar Rescue Harimau dari Perkebunan Kelapa Sawit

Padang, 22 Juli 2021. Setelah melakukan penanganan konflik selama lima hari, tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) berhasil menyelamatkan seekor satwa harimau sumatera (Panthera tigris sumaterae) yang dinamai KANTI MARAMA di area perkebunan kelapa sawit PT. Pasaman Marama Sejahtera (PMS), Senin (19/07/2021). Satwa langka dan dilindungi tersebut masuk ke salahsatu boxtrap yang dipasang BKSDA Sumbar sekitar pukul 09.00 wib. Sesuai SOP, BKSDA Sumbar akan mengevakuasi satwa dari lokasi menuju ke Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) di Bukittinggi untuk dilakukan observasi. Sebelumnya, seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) muncul di area perkebunan kelapa sawit milik PT. Pasaman Marama Sejahtera (PMS) di Sungai Aur kabupaten Pasaman Barat, Rabu (14/07/2021). Video kemunculan satwa itu sempat terekam gawai dari pekerja di lokasi dan beredar di media sosial. Satwa terlihat mengikuti kendaraan yang digunakan pekerja dari arah belakang dan kemudian tidak lama menghilang dalam semak-semak kebun kelapa sawit. BKSDA Sumatera Barat yang mendapatkan laporan tersebut, menurunkan tim untuk melakukan penanganan. Tim BKSDA bersama manajemen perusahaan dan dibackup personil satuan Brimob melaksanakan identifikasi lapangan di lokasi kemunculan satwa. Menurut keterangan Frenzy Marwan pimpinan perusahaan PT. PMS, dalam sebulan ini satwa harimau sudah terlihat beberapa kali di dalam area perkebunan, hal ini cukup mengkhawatirkan para pekerjanya. BKSDA Sumbar meminta kepada pihak manajemen agar pekerja tidak beraktivitas dulu di sekitar lokasi kemunculan satwa. Sebanyak 3 (tiga) unit camera trap (kamera jebak) dipasang untuk memantau pergerakan satwa dan mendapatkan gambaran visual satwa itu. Hasilnya, salah satu camera trap berhasil mendapatkan gambaran visual satwa itu ketika sedang melintas. BKSDA Sumbar memutuskan untuk mengevakuasi satwa dengan menggunakan dua unit kandang jebak mengingat pengusiran dan penggiringan ke dalam hutan tidak mungkin dapat dilakukan. Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Ardi Andono mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pasaman Barat, Pihak Manajemen PT. PMS, Kepolisian, tokoh adat dan masyarakat sekitar yang telah membantu upaya penanganan. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Bupati Pasbar Minta Harimau 'Kanti Marama' Dikembalikan ke Hutan

Padang, 22 Juli 2021. Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi berharap satwa harimau yang berhasil dievakuasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) di areal perkebunan kelapa sawit PT. Pasaman Marama Sejahtera pada hari Senin (19/06) lalu dapat dilepasliarkan kembali di hutan yang berada di Pasaman Barat. Pernyataan itu disampaikannya ketika melihat dan melepas langsung satwa harimau yang sudah berada dalam kandang tranport, pada Selasa dini hari (20/07) pukul 01.20 wib di jorong Simpang Godang Nagari Sungai Aur, Pasaman Barat ketika akan dibawa menuju Bukittinggi. Permintaan itu disampaikannya mengingat harimau sendiri bagi masyarakat setempat adalah satwa yang dihormati dan dijaga keberadaanya secara kearifan lokal. Selain itu Bupati bersama warga siap mendukung dan ikut menjaga kelestarian dan keberadaan habitat satwa langka dan dilindungi tersebut. Kepala BKSDA Sumatera Barat Ardi Andono menyampaikan bahwa harimau Kanti Marama akan dievakuasi terlebih dahulu ke Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) di Bukittinggi untuk kepentingan observasi. Dan terkait permintaan Bupati Pasaman Barat yang meminta harimau dilepasliarkan nantinya di lokasi itu, Ardi Andono menyampaikan akan mempelajarinya. Karena untuk pelepasan satwa harimau kembali ke alam, selain kondisi satwa, lokasi pelepasan juga harus memenuhi beberapa persyaratan seperti ketersediaan mangsanya, tingkat ancaman dan gangguan dari jerat, aksesibilitas, tutupan vegetasi dan luasan yang cukup untuk teritorialnya. Ardi Andono mengucapkan terima kasih atas dukungan Bupati Pasaman Barat, juga oleh para tokoh adat dan tokoh masyarakat yang berkomitmen untuk melestarikan harimau sumatera di Pasaman Barat. Sebagai informasi, tim BKSDA Sumatera Barat yang didukung penuh manajemen PT. Pasaman Marama Sejahtera (PMS), Satuan Brimob, Polsek Lembah Malintang, Koramil TNI 06 Ujung Gading dan dokter hewan dari Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat berhasil menyelamatkan seekor satwa harimau sumatera (Panthera tigris sumaterae) yang dinamai KANTI MARAMA di area perkebunan kelapa sawit PT. Pasaman Marama Sejahtera (PMS), Senin (19/07/2021) setelah melakukan konflik satwa liar selama lima hari. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Setelah Berkonflik, Akhirnya Macan Dahan Dilepasliarkan BKSDA Sumbar

Padang, 22 Juli 2021. Macan dahan yang berhasil diselamatkan oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) pada tanggal 18 Juli 2021 di Nagari Koto Baru Koto, Kab. Pesisir Selatan akhirnya dapat menghirup udara bebas di Hutan Kalaweit Nagari Supayung, Kabupaten Solok. Ketika diselamatkan kondisi macan dahan mengalami luka pada wajah akibat upaya penangkapan oleh warga. Setelah dirawat di Lembaga Konservasi (LK) Kalaweit selama 3 hari, kondisinya membaik dan dinyatakan dapat dilepasliarkan oleh Dokter Hewan dari LK Kalaweit. Tepat pukul 13.00 WIB, Kamis (15/7), macan dahan dilepasliarkan dan langsung menuju kedalam hutan dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai Surat Edaran Dirjen KSDAE no 8 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelepasliaran Satwa Liar dimasa pandemi Covid. Pemilihan lokasi rilis ini dinilai layak karna tutupan lahan yang bagus dan ketersedian pakan yang cukup bagi macan dahan sesuai dengan hasil assessment sebelumnya. Sebagai mana diberitakan sebelumnya, macan dahan ini telah memangsa beruk milik warga, yang selanjutnya dilakukan penangkapan. Mengingat satwa macan dahan termasuk hewan dilindungi, warga melapor ke petugas BKSDA Sumbar Resort Konservasi Wilayah Pesisir Selatan, Seksi Wilayah III yang selanjutnya dilakukan observasi dan perawatan di LK Kalaweit. “Kami berharap warga di Sumatera Barat apabila menemukan satwa yang dilindungi keluar dari hutan dan berkonflik dengan warga kiranya dapat melapor ke petugas BKSDA Sumbar baik melalui media sosial maupun call center kami nomor 081266131222” jelas Ardi Andono, Kepala Balai KSDA Sumbar. Upaya lainnya dapat dilakukan penggiringan ke dalam hutan dengan bunyi-bunyian seperti meriam karbit atau petasan. “Adanya satwa dilindungi di suatu tempat artinya bahwa kondisi ekosistem di lokasi tersebut cukup baik, untuk itu kiranya warga dapat melestarikan ekosistem hutan yang ada di Sumatera Barat” tambah Ardi. Kerjasama yang baik antar masyarakat, pemerintah Nagari, dan unsur pengaman lainnya serta LK Kalaweit dapat meminimalisir matinya satwa dilindungi endemik Sumatera Barat. Harapan besar satwa dilindungi dan warga dapat hidup berdampingan kedepannya. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Polda Riau Beberkan Hasil Penangkapan Penjual Satwa Dilindungi

Pekanbaru, 21 Juli 2021 - Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Riau, bapak Mahfud menghadiri Press Realese Polda Riau terkait pengungkapan perkara tindak pidana di Bidang KSDAE, Senin (19/7). Dirreskrimsus dan Kabid Humas Polda Riau mengumumkan hasil penangkapan penjual satwa dilindungi di Mapolda Riau Jl. Patimura 13, Pekanbaru. Disampaikan bahwa penangkapan terhadap pelaku karena memiliki, menyimpan dan memperniagakan sisik Trenggiling, Paruh Enggang dan Kukang sebagai satwa yang dilindungi. Balai Besar KSDA Riau mengapresiasi atas kerjasama dengan Polda Riau, semoga kejahatan dan perdagangan satwa liar dilindungi dapat diminimalisir dengan upaya dari berbagai pihak. Sumber : Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 2.241–2.256 dari 11.141 publikasi