Rabu, 10 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Soliditas Rimbawan Marinir

Cibodas, 11 Agustus 2021. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) pada Selasa (10/8/21) melepas keberangkatan tim ekspedisi kegiatan “Ekspedisi Merah Putih 3 Puncak Tertinggi Tanah Pasundan”, yang salah satunya berada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Hal ini menjadi suatu kebanggaan dan kehormatan bagi Balai Besar TNGGP karena kegiatan yang akan dilaksanakan ini merupakan program nasional dalam rangka rangkaian peringatan Kemerdekaan RI yang ke 76. “Ekspedisi Merah Putih 3 Puncak Tertinggi Tanah Pasundan” di jalur pendakian Gunung Gede Pangrango dapat menjadi momentum bagi upaya penegakan aturan di kawasan TNGGP dan bisa menjadi salah satu bentuk “Show Of Force” yang diharapkan dapat menekan jumlah pengunjung illegal yang masuk ke jalur pendakian. Selain melepas keberangkatan Tim “Ekspedisi Merah Putih 3 Puncak Tertinggi Tanah Pasundan” juga dilakukan penyerahan bibit ikan oleh Komandan Pasmar 1 (Danpasmar 1), Brigjen TNI (Mar) Hermanto, S.E, M.M. beserta jajarannya dan penyerahan bibit pohon oleh Kepala Balai Besar TNGGP. Penyerahan bibit ikan dan pohon juga sebagai upaya mewujudkan “Marinir Peduli Marinir Berbagi”, jadi semua kegiatan bantuan sosial melibatkan masyarakat sekitar TNGGP. Rangkaian kegiatan dilakukan dengan tetap mematuhi aturan protokol kesehatan. Salam Sehat dan Salam Lestari. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Dok. : Aganto seno, Wanna Gustadipura dan Yuki J.P Teks : Sisca Widiya Afiyanti
Baca Berita

Rayakan Hari Konservasi Alam Nasional, BKSDA Sumsel Lepasliarkan Tiga Ekor Owa Siamang

Musi Banyuasin, 9 Agustus 2021 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) bersama unsur Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan dan para jurnalis media, melepasliarkan tiga ekor Owa Siamang (Symphalangus syndactylus), pada Senin (9/8) di blok perlindungan Suaka Margasatwa (SM) Dangku, Musi Banyuasin. Ketiga individu satwa dilindungi tersebut berasal dari hasil penyerahan sukarela masyarakat di Kota Palembang dan Kabupaten Lahat serta rescue karena konflik di Kabupaten Lahat. Kegiatan yang diinisiasi oleh BKSDA Sumsel sebagai rangkaian Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2021 ini sekaligus menjadi sarana edukasi dan publikasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, pelestarian satwa, dan daya dukung kawasan konservasi sebagai habitat satwa yang merupakan implementasi dari program Kementerian LHK “Living in Harmony with Nature: Melestarikan Satwa Liar Milik Negara”. Kepala BKSDA Sumsel, Ujang Wisnu Barata, menyatakan bahwa sebelum dilepasliarkan, ketiga satwa tersebut telah melalui proses rehabilitasi selama tiga bulan di Kandang Transit Resor Konservasi Wilayah IV Kota Palembang, yang dipantau secara berkala oleh petugas dan tenaga kesehatan hewan. Dua ekor Owa Siamang berjenis kelamin jantan dan satu ekor berjenis kelamin betina. Ketiganya telah dinyatakan sehat dan layak dilepasliarkan berdasarkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan Nomor 520/001/Keswan/DPKP/2021 tanggal 6 Agustus 2021. Owa Siamang (Symphalangus syndactylus) merupakan salah satu jenis primata yang dilindungi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi. Sebarannya meliputi hampir semua wilayah di Pulau Sumatera. Pelaksanaan kegiatan ini diperkuat dengan surat Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati nomor S.586/KKH/AJ/KSA.2/08/2021 tanggal 6 Agustus 2021 perihal Dukungan Pelepasliaran Siamang (Shympalangus syndactylus). Dengan berpedoman pada Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dirjen KSDAE KLHK) Nomor: SE.8/KSDAE/KKH/KSA.2/5/2020 tentang Petunjuk Teknis Pelepasliaran Satwa Liar di Masa Pandemi COVID-19, Surat Edaran Dirjen KSDAE KLHK Nomor: SE.4/KSDAE/KKH/KSA.2/7/2021 tentang Peningkatan Kewaspadaan Penularan Covid pada Manusia dan Satwa Liar di Lembaga Konservasi Umum, Lembaga Konservasi Khusus, Penangkaran dan Tempat Transit Satwa lainnya dan Surat Dirjen KSDAE KLHK Nomor: S.455/KSDAE/KKH/KSA.2/6/2021 tanggal 4 Juni 2021 Perihal Pelepasliaran Satwa Liar Tahun 2021, maka terhadap ketiga satwa tersebut telah dilakukan Tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendiagnosis COVID-19. Berdasarkan surat Kepala Balai Veteriner Lampung Kementerian Pertanian Nomor 04002/PK.310/F.5.C/08/2021 tanggal 4 Agustus 2021 Perihal Hasil Uji Laboratorium, ketiga satwa tersebut dinyatakan negatif COVID-19. Dalam pelaksanaannya, diterapkan protokol kesehatan yang ketat, dimana para jurnalis dan personil yang terlibat telah dinyatakan negatif COVID-19 melalui tes Antigen. Sumber : Balai KSDA Sumatera Selatan Penanggungjawab Berita : Kepala Balai KSDA Sumatera Selatan - Ujang Wisnu Barata (0852 0780 4307) Narahubung : Yusmono – 0812 7819 856 Call Center BKSDA Sumsel – 0812 7141 2141
Baca Berita

Restorasi Alam Dengan Aksi Tanam Pohon di Hari Konservasi Alam Nasional

Nagrak, 10 Agustus 2021 – Memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2021, Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah II Sukabumi – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) melakukan aksi penanaman pohon sebagai bentuk kecintaan terhadap konservasi melalui kegiatan restorasi (pemulihan) ekosistem. Penanaman idilaksanakan di Blok Sordog, Resort PTN Nagrak, Selasa (10/8/21). Jumlah bibit pohon yang ditanam sebanyak 100 pohon, merupakan jenis asli (endemik) TNGGP diantaranya puspa (Schima wallichii), rasamala (Altingia excelsa), dan kisireum (Syzygium lineatum). Penanaman ini secara simbolis dilaksanakan oleh Kepala Bidang PTN Wilayah II Sukabumi yang didampingi Plt. Kepala Seksi PTN Wilayah III Selabintana dan Kepala Seksi PTN Wilayah IV Situgunung serta perwakilan Resort lingkup Bidang PTN Wilayah II Sukabumi. “Semoga pohon yang kita tanam ini tumbuh dengan baik, berguna untuk kehidupan, memberikan oksigen dan menjaga ketersediaan air bagi kehidupan masyarakat sekitar, Aamiin” kata Kepala Bidang PTN Wilayah II Sukabumi, Ir. Syahrial Anuar, MM. Sesuai dengan tema HKAN tahun ini yaitu “Bhavana Satya Alam Budaya Nusantara : Memupuk Kecintaan pada Alam dan Budaya Nusantara”, harapannya kegiatan penanaman yang dilakukan kali ini dapat menjadi contoh yang sangat relevan untuk mengingatkan kembali para generasi muda bahwa alam yang kita nikmati saat ini merupakan warisan para pendahulu dan kita semua wajib turut serta melestarikannya agar dapat tetap dinikmati oleh anak cucu kelak. Mari kita mulai melakukan aksi kecil yang berdampak besar bagi alam kita. Selamat Hari Konservasi Alam Nasional 2021. Salam Konservasi!! Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks : Publikasi Bidang PTN Wilayah II Sukabumi Dokumentasi : Irvan Maulana
Baca Berita

Hotspot Terpantau, Balai TN Tesso Nilo Padamkan Dua Hektar Lahan Terbakar

Lancang Kuning Air Sawan, 7 Agustus 2021. Masih musim kemarau yang panjang, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) kembali giatkan pencegahan kebakaran kawasan TN Tesso Nilo khususnya Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB) Resort Lancang Kuning Air Sawan. Patroli dilakukan secara gabungan bersama Polhut, Brigdalkar dan PPNPN Balai TN Tesso Nilo pada tanggal 4-7 Agustus 2021. Pada saat patroli, tim mendapatkan laporan dari sekretariat Dalkar Balai TN Tesso Nilo bahwasanya terpantau hotspot di kawasan TN Tesso Nilo. Tim bergegas menuju lokasi terpantau dan menemukan lahan terbakar sekitar 2 Ha. Pemadaman pun langsung sigap dilakukan di lokasi terbakar. Usai melakukan pemadaman, tim memasang banner peringatan tindak pidana hutan serta memasang garis polisi di lokasi lahan terbakar. Lokasi tersebut akan terus dilakukan pemantauan oleh petugas agar tidak terjadi kebakaran serupa. Patroli pencegahan kebakaran rutin dilakukan oleh petugas Balai TN Tesso Nilo untuk meminimalisir kebakaran dan tindak pidana hutan lainnya. Untuk itu TN Tesso Nilo secara terus-menerus menghimbau kepada seluruh pihak untuk tetap menjaga lingkungan terutama kawasan konservasi seperti taman nasional. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Jagawana Balai TN Komodo Sigap Padamkan Kebarakan di Laju Pemali Pulau Komodo

Labuan Bajo, 8 Agustus 2021. Kebakaran savana telah terjadi di Laju Pemali Bagian Selatan Resort Loh Wenci - Sape Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Balai Taman Nasional Komodo pada tanggal 7 Agustus 2021. Informasi mengenai kebakaran padang savana di Laju Pemali pertama kali diperoleh dari warga Labuan Bajo yang baru saja kembali dari Kecamatan Sape Kabupaten Bima pada pukul 13:00 WITA di hari yang sama. Warga melihat adanya kepulan asap dan segera melaporkannya ke Balai Taman Nasional Komodo untuk ditindaklanjuti. Petugas Resort Loh Wenci – Sape SPTN Wilayah II Balai Taman Nasional Komodo langsung bergerak menuju Laju Pemali dan memanggil bantuan jagawana lain dari Labuan Bajo untuk segera merapat ke tempat kejadian perkara. Tim bantuan berjumlah 18 orang tiba di lokasi pada pukul 16:00 WITA dan dipimpin langsung oleh Kepala SPTN Wilayah II , Gatot Kuncoro Edi. Setidaknya terdapat 3 titik lokasi kebakaran di tempat kejadian perkara. Kepala SPTN Wilayah II Balai Taman Nasional Komodo membagi tim pemadaman menjadi 2 regu untuk mencapai ketiga titik api tersebut. Regu pertama bertugas memadamkan api di bagian utara, sedangkan regu kedua bertanggung jawab memadamkan api di bagian tengah dan selatan Laju Pemali. Tim terus memadamkan api hingga pukul 00:05 WITA tanggal 8 Agustus 2021. Wilayah Laju Pemali bagian selatan dan utara telah berhasil dipadamkan, sementara api di bagian tengah masih menyala. Regu pemadam kebakaran tambahan berikutnya tiba di Laju Pemali pada pukul 01:00 WITA dan bergegas memadamkan api di bagian tengah Laju Pemali. Regu tambahan ini terdiri dari 20 personil jagawana Balai Taman Nasional Komodo beserta 35 personil gabungan dari Kepolisian Resort Manggarai Barat, Pangkalan Angkatan Laut Labuan Bajo, Komando Distrik Militer 1612 Manggarai, Pos Polairud Labuan Bajo, dan Pos Penegakan Hukum LHK. Kebakaran di Laju Pemali berhasil dipadam seluruhnya pada tanggal 8 Agustus 2021 pukul 05:00 WITA. Seluruh regu kemudian menyisir tempat kejadian perkara hingga pukul 07:00 WITA dan bersiap diri di lokasi kejadian untuk memastikan situasi dan kondisi pasca kebakaran savana. Petugas Balai Taman Nasional Komodo masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab utama kebakaran savana di Laju Pemali. Peristiwa ini diduga kuat disebabkan oleh faktor alam karena kondisi cuaca di tempat kejadian perkara sangat panas dan gersang. Diperkirakan luar area savana yang terbakar mencapai 10 Ha dan tidak ditemukan adanya biawak komodo (Varanus komodoensis) yang terluka akibat terjadinya peristiwa ini. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penulis: Rawuh Pradana, S.H. | Penyunting: Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S.
Baca Berita

Musim Kemarau Makin Menjadi, Balai TN. Tesso Nilo Tingkatkan Patroli & Sosialisasi Cegah Karhutla

Baserah, 7 Agustus 2021 - Tim pencegahan kebakaran hutan dan lahan Balai Taman Nasional (TNTN) bersama dengan tim pencegahan kebakaran Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah giat patroli pencegahan kebakaran kawasan di wilayah II Baserah Resort Onangan Nilo pada tanggal 5-6 Agustus 2021. Tim gabungan ini dikomandoi langsung oleh Dansat Polhut Balai TN. Tesso Nilo, bapak Asari, S.Hut. Tim melakukan patroli di wilayah yang berpotensi terjadinya kebakaran lahan salah satunya di Resort Onangan Nilo SPTN Wilayah II Baserah. Selama patroli dan melakukan penyisiran tim tidak menemukan adanya hotspot di kawasan TN Tesso Nilo. Selain melakukan penyisiran, tim juga melakukan pengrusakan terhadap beberapa jembatan yang diduga menjadi akses masuk menuju hutan alam. Jembatan dihancurkan menggunakan mesin pemotong kayu dengan tujuan memutus akses masuk pihak yang tidak bertanggungjawab serta meminimalisir tindak pidana hutan. Usai penyisiran, tim juga melakukan sosialisasi dan penggalangan kepada tokoh masyarakat yang berada di dalam kawasan untuk bersama sama menjaga kawasan TN Tesso Nilo khususnya hutan alam. Tim juga menghimbau tokoh masyarakat untuk turut serta menjadi agen yang mengkampanyekan larangan membakar hutan kepada masyarakat sekitar. Terakhir tim juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk sama- sama lebih peduli dan menjaga hutan alam TN Tesso Nilo agar senantiasa lestari demi masa depan kita dan anak cucu kelak. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Lahirnya Anak Banteng di Suaka Satwa Banteng TN Baluran

Situbondo, 7 Agustus 2021. Kabar Gembira datang dari Suaka Satwa Banteng (SSB) di Taman Nasional Baluran. Telah lahir anak banteng dari pasangan Tina dan Telepak pada Sabtu (7/8/21) pagi pukul 05.44 WIB. Anak banteng dengan jenis kelamin betina tersebut lahir dalam keadaan sehat dengan berat badan 19,35 kg, panjang badan 60 cm, panjang total 82 cm dan tinggi 67 cm. Dengan kelahiran ini, saat ini jumlah banteng yang ada di SSB Baluran bertambah menjadi 10 ekor (2 Jantan dan 8 Betina). Pada beberapa hari kedepan, tim SSB dan dokter hewan akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan banteng yang baru lahir tersebut. Harapannya agar banteng kecil itu bisa tumbuh sehat dan normal. Sejak Tahun 2012, Balai Taman Nasional Baluran telah melakukan konservasi semi alami banteng melalui Program Konservasi Banteng Semi Alami (PKBSA) bekerjasama dengan Taman Safari Indonesia (TSI). Adapun jumlah banteng pada awal program yaitu sebanyak 3 (tiga) ekor dengan komposisi 2 betina dan 1 jantan. Sebagai informasi, SSB merupakan program konservasi semi alami untuk banteng jawa yang telah dilaksanakan oleh Balai Taman Nasional Baluran sejak tahun 2016 melalui SK Direktur Jenderal KSDAE Nomor : SK.374/KSDAE/SET/KSA.2/9/2016 tentang Penetapan Pusat Konservasi dan Breeding Semi Alami sebagai Suaka Satwa Banteng (Boss javanicus) Pada Taman Nasional Baluran. Sumber : Balai Taman Nasional Baluran
Baca Berita

Menuju Sentra Tanaman Jernang, BBKSDA Riau Kembali Latih Masyarakat Desa Sekitar SM Bukit Rimbang Bukit Baling

Pekanbaru, 7 Agustus 2021 - Balai Besar KSDA Riau baru saja menggelar kembali peningkatan kapasitas masyarakat dalam budidaya Jernang dan Agroforestri pada tanggal 3-4 Agustus 2021. Kepala Bidang KSDA Wilayah I, bapak Andri Hansen Siregar memimpin langsung kegiatan yang dilakukan di tiga Desa sekitar kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling. Ketiga desa kali ini yaitu Desa Tanjung Belit, Desa Tanjung Beringin dan Desa Gajah Bertalut, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar. Lagi – lagi Balai Besar KSDA Riau menghadirkan dua narasumber sebelumnya bapak Ahmad Syaifuddin Putra (Staf Ahli Pengembangan Usaha Instansi Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia-Badan Advokasi Indonesia (LPK RI-BAI) Prov. Riau yang menerangkan tentang budidaya jernang dan Takroni, S.Pd (Ketua KTH Mandiri Gunung Jati) yang menjelaskan tentang sistem agroforestri khususnya tanaman Lada. Kegiatan diawali dengan peninjauan kebun jernang masyarakat yang ada di ketiga desa tersebut. Narasumber sangat senang melihat pertumbuhan Jernang di ketiga desa tersebut dan optimis jika dilakukan lebih intensif lagi oleh semua pihak, desa di sekitar Sungai Subayang (kec.Kampar Kiri Hulu) dapat menjadi sentra tanaman Jernang di Provinsi Riau. Narasumber juga memberikan tips perawatan dan pemeliharaan tanaman Jernang. Narasumber agroforestri menekankan bahwa agroforestri dapat memberikan keuntungan secara ekonomi dalam jangka waktu pendek (lebih cepat) dan dapat untuk memenuhi kebutuhan sehari hari khususnya untuk ibu rumah tangga dengan menanam lada yang memiliki potensi keuntungan ekonomi tinggi. Balai Besar KSDA Riau mengharapkan koordinasi semua pihak termasuk dukungan pemerintahan desa untuk suksesnya program penanaman jernang dan agroforestry sehingga masyarakat desa menjadi lebih sejahtera dan hutanpun terjaga. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Bersama Pulihkan Ekosistem TN Tesso Nilo Melalui RHL

Pelalawan, 6 Agustus 2021. Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) tidak hanya fokus mempertahanakan hutan alam tersisa, namun juga berupaya memperbaiki ekosistem yang sudah rusak akibat perambahan salah satunya melalui kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Untuk tahun 2020 – 2023, Balai TNTN bersama BPDAS Inrok Riau akan merehabilitasi hutan dan lahan seluas 1.350 Ha dimana 250 Ha berada di Resort Air Hitam Bagan Limau (AHBL) Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB). Kegiatan RHL saat ini sudah melewati Tahun Pertama (PO) atau selesai penanaman dan baru memasuki Tahun Kedua (P1). Monitoring dan Evaluasi (monev) progres pekerjaan di lapangan dilakukan oleh PT. Green Mandiri Persada (GMP) sebagai pihak penyedia/pelaksana pekerjaan. Dari monev pertama ini didapatkan gambaran sementara bahwa masih banyak tanaman yang pertumbuhannya melambat (kerdil), persentase sebaran jenis belum sesuai untuk per petak tanam, dan ditemukan petak ukur (PU) dari konsultan pengawasan dan penilaian (Waslai) dipinggir akses/jalan. Dengan melihat fakta lapangan dari laporan pelaksanaan pekerjaan PT. GMP, ini sekaligus memberikan saran masukan pada PT. GMP jika ditemukan kekurangan pekerjaan agar keberhasilan rehabilitasi dapat diraih. Sumber : Ahmad Gunawan S.Hut – Polhut Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

BKSDA Sumbar Pro Aktif Tangani Konflik Satwa Beruang Madu

Agam, 5 Agustus 2021. Balai KSDA Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) melalui Resort KSDA Wilayah Agam melakukan penanganan konflik satwa beruang di Jorong Pincuran Gadang, Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, Kamis (5/8/21). Informasi adanya kemunculan satwa beruang ini diterima oleh Resort Agam dari masyarakat Jorong Pincuran Gadang pada hari Kamis sekira pukul 10.00 wib. Menanggapi laporan dari masyarakat tersebut, tim Resort Agam langsung menuju lokasi dan melakukan wawancara dengan saksi mata dan identifikasi lapangan untuk melihat tanda-tanda keberadaan satwa. Berdasarkan hasil wawancara dengan saksi mata Bpk. M Aziz (40 tahun) diketahui satwa terlihat pada hari Rabu (04/08/2021) sekira pukul 17.00 wib dan pukul 23.00 wib disekitaran kebun durian miliknya. Hasil identifikasi lapangan ditemukan tanda-tanda keberadaan satwa berupa cakaran satwa beruang madu pada pohon dan sisa buah durian yang dimakan oleh satwa. Satwa beruang ini diduga merupakan individu yang sama yang telah ditangani Resort Agam sebelumnya. Tercatat sudah 2 (dua) kali penanganan konfilik satwa beruang (diduga individu yang sama) dengan lokus 2 kali konflik sebelumnya yaitu di kawasan Kelok 44 sejak bulan oktober 2020 lalu. Penanganan konflik yang dilakukan Resort Agam dengan melakukan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kemunculan, penghalauan/penggiringan satwa dengan menggunakan bunyi-bunyian ke arah dalam Hutan Lindung. Untuk menghindari konflik satwa, kepada masyarakat yang mengetahuinya dapat melaporkan ke Resort KSDA setempat atau bisa hubungi call center BKSDA Sumbar di 081266131222. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Berbagi Pengalaman Pengelolaan Kawasan TN Bukit Tigapuluh Dengan Kekuatan Data Spasial

Jambi, 6 Agustus 2021. Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) dalam pengelolaan kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh sejak tahun 2018 telah menggunakan SMART (Spasial Monitoring and Reporting Tools) Patrol. Dengan bekal pengalaman, pemahaman dan kemampuan dalam implementasi SMART-Patrol, dua orang pegawai Balai TNBT menjadi trainer pada Pelatihan SMART Patrolling bagi Field Officer Multi Organisasi: Inisiatif Kolaborasi dalam Perlindungan Kawasan Landskap Bukit Tigapuluh Terpadu dan Bersinergi yang berlangsung di BPPM PT. Wira Karya Sakti (WKS) Sungai Tapa, Tanjung Jabung Barat pada tanggal 03 s.d 05 Agustus 2021. Keduanya adalah Aidil Azhar dan Darmanto Ambarita, S.Hut selaku operator SMART-RBM Balai TNBT. SMART Patrol Training ini diadakan oleh KKI WARSI dan menjadi salah satu agenda dalam Platform Kolaborasi Bukit Tiga Puluh yang diikuti 15 peserta yang merupakan Field Officer di kawasan landskap Bukit Tiga Puluh yang terdiri dari KPHP Tebo Timur, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, PT. Wirakarya Sakti, PT. Alam Bukit Tiga Puluh dan PT. Royal Lestari Utama. Peserta sangat antusias menerima sharing pengetahuan SMART Patrol dan sepakat untuk mengaplikasikan SMART Patrol dan menggunakan Cybertracker di wilayah kerjanya masing-masing yang nantinya dapat dijadikan sebagai langkah strategis dalam pengelolaan kawasan secara kolaboratif untuk mendukung kebutuhan data pengelolaan yang terdokumentasi dan terorganisasi dengan baik sebagai bahan pertimbangan penentuan kebiijakan dalam manajemen pengelolaan kawasan. Sebagai informasi, SMART (Spasial Monitoring and Reporting Tools) Patrol merupakan sistem yang dapat memaksimalkan kegiatan patroli dengan menggunakan kekuatan data dan informasi berupa data spasial lokasi, data observasi fauna dan data aktifitas manusia dalam kawasan serta data waktu patroli. Sumber : Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh
Baca Berita

Evakuasi dan Pelepasliaran Ular Sanca Kembang Tujuh Meter di TN Tesso Nilo

Ukui, 5 Agustus 2021 - Petugas Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) amankan satwa ular hasil aduan masyarakat di Desa Widuri – Ukui 2. Satwa ular dengan jenis sanca kembang (Python reticulatus) ditemukan masyarakat di wilayah pemukiman dan kemudian melaporkannya ke petugas Balai TNTN, Kamis (5/8/21). Setelah berkoordinasi dengan Kepala Balai TN Tesso Nilo dan Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB). Kepala Resort Air Sawan Lancang Kuning, Dedi Ariska, S.Hut dan tim kemudian mendatangi rumah warga dan mendapati satwa ular sanca kembang dengan panjang sekitar 7 meter. Petugas kemudian membawa ular sanca raksasa tersebut ke Kantor SPTN Wilayah I LKB untuk penanganan awal dan pemeriksaan kesehatan. Melihat kondisi ular sanca kembang yang baik dan sehat, kemudian petugas memutuskan untuk langsung melepasliarkan satwa ular ke dalam kawasan TN Tesso Nilo. Balai TN Tesso Nilo memberikan apresiasi setinggi-tinggi nya terhadap masyarakat Desa Widuri - Ukui 2 atas kontribusi dan laporannya terhadap satwa dilindungi tersebut. Balai TN Tesso Nilo juga menghimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan ke petugas jika menemukan satwa liar berada dalam lingkungan pemukiman agar segera diamankan oleh petugas. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Pembangunan Jalan di Kapuas Hulu : Komisi V DPR RI Lasarus Ingatkan Tetap Menjaga Kelestarian Hutan

Putussibau , 4 Agustus 2021. Kerjasama lintas sektoral antara Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPERA), Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum KLHK (TaNa Bentarum) dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat dalam pembangunan jalan paralel perbatasan di Kapuas Hulu mendapat apresiasi dari anggota Komisi V DPR RI, Lasarus S.Sos, M.Si., Rabu (4/8/21). Lasarus melihat langsung progres pembangunan jalan dan jembatan di Provinsi Kalimantan Barat khususnya ruas Sintang-Putussibau, Putussibau Batas Kaltim dan Putussibau Badau. Pembangunan jalan yang sedang berlangsung berupa penuruan grade sepanjang 17,177 km dan pembangunan 12 buah jembatan. Proyek pembangunan ini masuk dalam pelaksanaan strategis nasional, dengan target pada tahun 2024 bisa selesai. Pembangunan jalan paralel perbatasan Ruas Nanga Era - Batas Kalimantan Timur sepanjang 157 Km, dimana 45,88 Km berada di dalam kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK). Lasarus mengingatkan akan pentingnya menjaga kelestarian hutan (baik itu hutan lindung ataupun taman nasional) dan mempertahankan kualitas wilayah ini. “Ditengah-tengah kepentingan pembangunan jalan yang dibutuhkan oleh masyarakat, jangan lupa pentingnya upaya pengamanan dan perlindungan hutan dari ancaman kerusakan di sepanjang jalan paralel, hal ini harus dilakukan secara terpadu dan bersama-sama” tegas Lasarus yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Barat. Arief Mahmud, Kepala Balai Besar TaNa Bentarum juga menyampaikan pihaknya bersama BPJN Kalimantan Barat sudah menyusun kajian aspek konservasi (Ecoroad) pembangunan jalan di dalam Taman Nasional Betung Kerihun sebagai bentuk adaptasi dan mitigasi, yang berpedoman pada Permen LHK No 23 Tahun 2019 tentang Jalan Strategis di Kawasan Hutan. “Kami menyambut baik dukungan anggota DPRI RI dalam hal pengamanan dan perlindungan dari ancaman kerusakan hutan di sepanjang jalan paralel. Konsepnya sudah ada, tinggal bagaimana mengimpelementasikan dengan seluruh stakeholder terkait” imbuhnya. Sebagai informasi, kegiatan ini juga diikuti rombongan DPR RI, Bupati KH, Anggota DPRD KH, Kepala Balai lingkup KemenPUPERA Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Satpol PP KH, dan lain-lain. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Akhirnya Binturong Peliharaan Warga Bisa Kembali Bernafas

Padang, 4 Agustus 2021. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melalui Resort Tanah Datar mengamankan seekor satwa dilindungi jenis binturong (Arctictis binturong) dari Dinas Pemadam Kebakaran di Padang Panjang. Satwa tersebut merupakan hasil peliharaan warga yang kemudian diserahkan ke anggota pemadam kebakaran Padang Panjang. Binturong tersebut berjenis kelamin jantan diperkiran berumur kurang lebih 15 tahun dengan tinggi 1 meter dan berat sekitar 20 kg. Kepala Bidang Satpolpp Damkar Padang Panjang, Jhon Eriko S.Sos menyerahkan langsung satwa tersebut kepada BKSDA Sumbar yang diwakili oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Eka Dhamayanti, S.Hut, MT dengan menandatangani Berita Acara Serah Terima Satwa pada pukul 16.50 WIB di Damkar Padang Panjang. Jhon Eriko menyampaikan harapannya untuk kedepannya terjalin kerja sama dengan BKSDA Sumbar agar satwa liar yang dievakusi oleh Damkar dapat diserahkan ke BKSDA Sumbar. Eka Dhamayanti, S.Hut, MT, Kepala Seksi Wilayah II menyampaikan terimakasih kepada jajaran Satpol PP Damkar Padang Panjang dan berharap kerjasama ini dapat terjalin dengan baik kedepannya. Kepada masyarakat dihimbau jangan membeli dan memelihara satwa liar dilindungi karena selain melanggar hukum juga akan kesulitan untuk direhabilitasi dan dikembalikan ke habitatnya. Jangan juga mengangap hewan liar itu lucu ketika masih kecil namun akan kesulitan ketika telah menjadi besar dan sifat liarnya timbul. Selain itu satwa liar dapat juga menularkan penyakit kepada manusia atau sebaliknya. Yuk kaum milenial bijak dan berperan dalam melindungi satwa liar dan juga habitatnya. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Kemitraan Konservasi Menjadi Solusi Jalan Tengah Pengelolaan TN Gunung Halimun Salak Bersama Masyarakat

Bogor, 2 Agustus 2021. Dihadiri Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno, telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Kemitraan Konservasi antara Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TaNa Halisa) dengan Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Giri Catur dan Ketua Kelompok Tani Hutan Cikaniki Sejahtera serta Perjanjian Kerjasama Penguatan Fungsi antara Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak dengan Ketua Yayasan Puter Indonesia. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama kemitraan konservasi merupakan bentuk legalisasi pengakuan negara terhadap aktivitas masyarakat di kawasan konservasi terkait pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan pemulihan ekosistem. KTH Giri Catur adalah kelompok masyarakat pemanfaat madu dan lilin tawon dari jenis Trigona sp, Apis cerana dan Apis dorsata di Kampung Pasir Kalapa, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi dengan jumlah anggota sebanyak 23 orang, sedangkan KTH Cikaniki Sejahtera adalah kelompok masyarakat penggarap lahan kering di Dusun IV, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor dengan jumlah anggota 189 orang. Taman Nasional Gunung Halimun Salak, merupakan salah satu kawasan konservasi di Indonesia yang kewenangan pengelolaannya pada Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kawasan dengan luas 87.699 hektar ini, merupakan hutan hujan pegunungan yang terluas dan yang tersisa di Pulau Jawa dengan kondisi yang masih lestari dan mendukung kehidupan ragam hayati flora fauna, penyedia dan penyimpan air, karbon serta paling penting mendukung kehidupan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Secara adminitrasi kawasan TaNa Halisa berada di 3 wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor di Provinsi Jawa Barat serta Kabupaten Lebak di Provinsi Lebak. Kawasan TaNa Halisa setidaknya mendukung dan menyangga kehidupan kurang lebih 2,4 juta jiwa masyarakat di 115 desa dan 344 kampung sekitar kawasan ini. “Penandatanganan hari ini, antara saya dengan Ketua Kelompok Tani Hutan Giri Catur dan Ketua Kelompok Tani Hutan Cikaniki Sejahtera merupakan bentuk konkrit kami dalam melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat yang selama ini telah hadir atau memanfaatkan kawasan hutan TaNa Halisa secara turun temurun dengan tentunya memperhatikan segala ketentuan yang ada. Sampai saat ini telah ada 15 Kelompok Tani Hutan dengan total luas 388,62 hektar yang mendapat legalitas kemitraan konservasi dari Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak” terang Munawir, Kepala Balai TaNa Halisa. “Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan secara konsisten dan serius mengarahkan serta mengawal program kemitraan konservasi di kawasan-kawasan konservasi seluruh Indonesia. Saya sangat yakin dan dapat dibuktikan bahwa program kemitraan konservasi baik itu pemberian akses maupun pemulihan ekosistem merupakan solusi jalan tengah dalam pengelolaan kawasan konservasi bersama dengan masyarakat. Masyarakat yang berada di sekitar kawasan konservasi adalah mitra strategis yang harusnya mendapat peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia yang berada di dalam kawasan konservasi. Karena itu langkah-langkah dan capaian kemitraan konservasi yang telah dilakukan Balai TaNa Halisa termasuk penandatanganan perjanjian kerja sama ini saya apresiasi. Pesan saya adalah terus kembangkan kemitraan konservasi ini sesuai ketentuan yang ada dan yang telah diberikan legalitas agar dikawal dengan baik, sehingga cita-cita bersama hutan lestari masyarakat sejahtera dapat tercapai” tutup Wiratno, Dirjen KSDAE. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak Penanggung jawab berita : Kepala Subag Tata Usaha Balai TNGHS (Dr. Pairah, / HP. 087870934805) Call Center Balai TNGHS : 085721888664
Baca Berita

Akademisi Serahkan Elang Bondol Ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Medan, 2 Agustus 2021. Warga yang peduli dengan pelestarian satwa liar semakin bertambah. Kali ini datang dari kalangan akademisi, beliau adalah Surya Dharma, S.Pd. dosen salah satu perguruan tinggi negeri di Sumatera Utara, tepatnya Universitas Negeri Medan (UNIMED). Sang dosen menyambangi kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara guna menyerahkan 1 ekor Elang Bondol (Haliastur indus) pada Senin, 2 Agustus 2021. Dalam keterangannya kepada petugas, Surya Dharma menjelaskan bahwa satwa liar ini diperolehnya di halaman rumah dalam keadaan keadaan lemas, pada Jumat 30 Juli 2021. Karena kepedulian terhadap nasib satwa liar ini, Surya Dharma kemudian mencari informasi kepada sesama dosen. Akhirnya informasi didapatkan dari salah seorang dosen, Meilinda Suriani Harefa, yang merupakan Kader Konservasi Alam Nasional binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Meilinda menyarankan untuk menyerahkan satwa tersebut kepada institusi Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Elang Bondol tersebut kemudian dititipkan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk mendapatkan perawatan medis serta rehabilitasi sebelum dilepasliarkan. Apresiasi dan penghargaan layak disampaikan kepada Surya Dharma yang telah menunjukkan kepeduliannya, semoga ini menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk ikut peduli terhadap nasib satwa liar. Sumber : Evansus Renandi Manalu, Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Menampilkan 2.209–2.224 dari 11.141 publikasi