Selasa, 16 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Respon Positif Nelayan Batam Pada Sosialisasi TSL

Pekanbaru, 17 Oktober 2021 - Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Batam Balai Besar KSDA Riau melakukan Sosialisasi Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) di Kelurahan Kasu, Kec. Belakang Padang, Batam, Kamis (14/10). Sosialisasi diberikan kepada masyarakat Kelurahan Kasu yang mayoritas bekerja sebagai nelayan. Sosialisasi ini untuk mencegah dan meminalisir terjadinya tindakan ilegal seperti mengambil, merusak, membawa, menjual atau memiliki tumbuhan dan satwa liar di Kelurahan Kasu dan sekitarnya. Polisi Kehutanan (Polhut) SKW II Batam, Bapak Ariyanto, menyampaikan peraturan tentang TSL dan jenis-jenis satwa yang dilindungi seperti lumba-lumba, penyu, dugong yang ada di perairan Kelurahan Kasu serta sosialisasi terkait Tata Usaha Pengambilan dan Pemanfaatan Terumbu Karang di Pulau Kelurahan Kasu yang selama ini dilakukan oleh masyarakat setempat. Beliau juga mengajak seluruh pihak-pihak terkait, baik itu pemerintah maupun masyarakat yang hadir untuk berkomitmen dalam upaya perlindungan dan pemberantasan kejahatan TSL di wilayah tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Kelurahan Kasu serta masyarakat setempat dan ditutup dengan pembagian poster mengenai TSL kepada peserta yang hadir. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Melihat Keberadaan Tajuk Pohon Yang Mengarah ke Jaringan Utama Kelistrikan Batam dan Bintan

Pekanbaru, 17 Oktober 2021 - Tim Seksi Konservasi Wilayah II Batam Balai Besar KSDA Riau giat patroli bersama Bright PT. PLN Batam di Taman Wisata Alam Muka Kuning, Kota Batam, Selasa (12/10). Tim gabungan mengecek keberadaan 2 pohon bulan-bulan berdiameter antara 80 s.d. 90 cm di dekat jaringan SUTT PLN pada tower 4 ke 5. Tajuk pada kedua pohon tersebut diketahui tumbuh mengarah ke jaringan kabel SUTT, dengan prediksi ketika ada cabang patah atau pohon tersebut roboh, akan menimpa kabel pada jaringan tersebut. Karena jaringan SUTT tersebut merupakan jaringan utama penyangga kelistrikan Batam dan Bintan. Petugas juga melakukan pengecekan kondisi pohon secara langsung untuk mengetahui kondisi pohon. Hasil pengecekan menunjukkan pohon masih sehat dengan perakaran yang baik Tim bersepakat untuk melakukan pemangkasan pada cabang-cabang yang tumbuhnya mengarah ke kabel. SUTT PLN Batam akan mencari tenaga ahli yang mampu melakukan pemangkasan di kedua batang pohon dan tetap berkoordinasi dengan pihak SKW II Batam untuk pelaksanaannya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Balai Besar KSDA Sumatera Utara Tingkatkan Kapasitas 4 Kelompok Tani Hutan

Padangsidimpuan, 15 Oktober 2021. Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH), khususnya yang berada di desa sekitar kawasan konservasi, menjadi perhatian khusus Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk diberdayakan. Seperti yang dilakukan Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, pada Kamis 14 Oktober 2021 kemarin, dengan melaksanakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Desa Sekitar Kawasan Konservasi, bertempat di kantor Bidang KSDA Wilayah III di Padangsidimpuan. Kegiatan ini diikuti 16 orang peserta perwakilan dari 4 (empat) kelompok tani binaan Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, masing-masing : KTH Lestari dari Desa Labuhan Rasoki Kota Padangsidimpuan, KTH Saroha Desa Morang Kabupaten Padang Lawas Utara, Kelompok Tani (KT) P3A Bersama Desa Situmba Julu Kabupaten Tapanuli Selatan dan KT Lubuk Raya Desa Aek Sabaon Kabupaten Tapanuli Selatan. Keempatnya merupakan KTH yang berada di sekitar kawasan Suaka Margasatwa Barumun, Cagar Alam Dolok Sibual-buali dan Suaka Alam Lubuk Raya. Peningkatan kapasitas ini dilakukan dengan membekali peserta berbagai pengetahuan berkaitan dengan Budidaya Jamur Tiram dari narasumber Eka Kurniawan (pelaku usaha budidaya jamur tiram dari Sumatera Barat), pembuatan Bokasi/Pupuk Kompos oleh narasumber Aurora Damayanti (pengajar dari SMK Kehutanan Pekanbaru) dan Budidaya Lebah Madu dari narasumber Zulkarnain Hasibuan (pelaku usaha budidaya lebah madu di Kota Padangsidimpuan). Usai pembekalan, peserta juga melakukan studi/kunjungan lapangan ke lokasi budidaya lebah madu yang dikelola oleh KTH Lebah Bukit Merah miliknya Zulkarnain Hasibuan. Dengan pembekalan ini, nantinya diharapkan peserta yang mengikuti peningkatan kapasitas ini dapat menerapkan dan mengembangkannya di kelompok masing-masing, sehingga memberi manfaat dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Disamping itu, Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan akan tetap mengawasi serta mendampingi KTH ini agar berhasil sesuai dengan yang diharapkan. Sumber : Evansus Renandi Manalu, Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Resort Loh Sebita Serius Menyelenggarakan Monitoring Populasi Biawak Komodo Bersama Masyarakat

Labuan Bajo, 12 Oktober 2021. Balai Taman Nasional Komodo berkomitmen penuh untuk memastikan sistem pendataan populasi satwa liar yang akurat dan berkelanjutan melalui monitoring populasi biawak komodo. Darius Ambu (Kepala Resort Loh Sebita) bersama dengan Dinda Hamasiya Karima Khash (PEH Pertama), Firman Nuralam Suryadi (Polhut Pemula), dan 3 jagawana lingkup Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Balai Taman Nasional Komodo menyelenggarakan kegiatan monitoring biawak komodo di Loh Sebita pada tanggal 7 – 10 Oktober 2021. Kegiatan pengawetan jenis ini dimaksudkan untuk mempertahankan konsistensi data dengan memperoleh angka estimasi populasi biawak komodo di lokus Loh Sebita. Monitoring populasi komodo menggunakan metode camera trap guna memperoleh data absence dan presence serta untuk mengobservasi aktivitas komodo pada 21 titik pengamatan pada area lembah Loh Sebita. Masing-masing camera trap akan menangkap 1 foto setiap 15 menit selama 3 hari pengamatan. Tim menggunakan umpan daging kambing yang dibiarkan membusuk untuk meningkatkan probabilitas komodo masuk ke dalam bingkai camera trap. Daging busuk yang berbau menyengat ini diletakan pada sebuah kotak umpan dengan ukuran sekitar 20 x 20 x 10 cm dengan beberapa lubang kecil di setiap sisinya. Camera trap kemudian diikatkan pada batang pohon kayu dengan kecenderungan posisi sejajar dengan tinggi "Diameter Breast High" (DBH) atau menengadah ke arah kotak umpan. Selain meggunakan kotak umpan, daging busuk tersebut juga digantungkan tidak jauh dari posisi camera trap diikatkan. Tim perlu kembali ke titik pengamatan pada hari ke-6 kegiatan. Hasil tangkapan gambar dan video yang tertangkap melalui camera trap akan ditabulasi ke dalam tally sheet dan selanjutnya akan dianalisis lebih lanjut untuk dapat memberikan gambaran dinamika populasi komodo yang ada di Loh Sebita. Para personil kegiatan juga melakukan pengamatan dan pemantauan satwa liar lain yang ada di Loh Sebita, seperti diantaranya rusa timor dan kerbau air. Sekilas hasil pemantauan selama di lapangan, tidak banyak satwa liar ditemukan termasuk biawak komodo beraktivitas di sekitar Loh Sebita. Hal ini mungkin disebabkan oleh faktor cuaca yang pada saat itu berangin sangat kencang baik pada siang maupun malam hari. Kegiatan monitoring ini juga mendukung keberlangsungan community participation sebagai tenaga lapangan. Setidaknya terdapat 3 orang Kampung Komodo turut terlibat langsung dalam kegiatan monitoring populasi komodo di Loh Sebita. “Kegiatan ini berjalan sangat baik dan lancar, seluruh personil juga sudah bekerja dengan sangat baik meskipun dengan kondisi lapangan yang sangat menantang”, ujar Uba Sidik (Tenaga Lapangan asal Kampung Komodo). Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penulis: Dinda Hamasiya Karima Khash, S.Si | Penyunting: Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S.
Baca Berita

BBKSDA Sumut Pulangkan Tuntong Laut Ke Habitat Alaminya

Stabat, 14 Oktober 2021. Masih ingat dengan Tuntong Laut (Batagur borneoensis) yang diserahkan warga Medan ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara, pada Minggu 3 Oktober 2021 yang lalu. Satwa yang dilindungi ini, setelah menjalani perawatan di kolam pembesaran di kantor Resort Suaka Margasatwa (SM) Karanggading Langkat Timur Laut III Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, akhirnya dipulangkan (dilepasliar) kembali ke habitatnya di kawasan SM. Karang Gading Langkat Timur Laut, pada Selasa 12 Oktober 2021. Sebelum dilepasliarkan, Tuntong Laut terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan dan perawatan oleh tim medis dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI). Pada saat pertama kali masuk di kolam pembesaran, ditemukan adanya parasit berupa pacet yang menempel disekujur badan/tubuh satwa tersebut dan ditemukan juga ada luka disekitar leher. Butuh waktu sekitar 10 hari untuk merawat Tuntong Laut, sampai akhirnya tim medis memastikan bahwa satwa ini layak untuk dilepasliarkan. Langkah-langkah yang dilakukan sebelum dilepasliarkan adalah melakukan pengukuran terhadap tubuhnya dan diperoleh hasil, panjang plastron 35 cm, lebar plastron 32,5 cm, panjang karapas 41,5 cm, lebar karapas 36,7 cm serta berat 9,1 kg. Selain itu juga dilakukan pemasangan tanda microchip pada tubuh Tuntong Laut. Karang Gading Langkat Timur Laut, tepatnya di Desa Tapak Kuda, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, menjadi lokasi pelepasliaran, mengingat kawasan ini merupakan habitatnya. Dengan pelepasliaran ini diharapkan Tuntong Laut dapat menjalani kehidupannya dan berkembang biak secara alami. Sumber : Ainy Amelya Utami, S.Hut - Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Pendampingan Budidaya Pinang Batara

Segati, 12 Oktober 2021 – Petugas Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melakukan pendampingan kepada kelompok tani hutan (KTH) Bahtera Segati Desa Segati, Kec. Langgam, Kab. Pelalawan. Pendampingan dilaksanakan sebagai tindak lanjut fasilitasi pemberian bantuan ekonomi produktif yang beberapa waktu silam diberikan Balai TN Tesso Nilo. KTH Bahtera Segati ini merupakan kelompok tani ke 6 yang dibentuk di wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 19 orang. Kelompok ini bersepakat untuk melakukan kegiatan budidaya Pinang Batara. Berdasarkan keterangan petugas, saat ini progres kemajuan pelaksanaan kegiatan sudah mencapai 75 %, diantaranya adalah pemesanan bibit yang dibeli di Dusun 3 Tasik Indah Desa Segati. Proses pengambilan bibit pinang batara ini langsung disaksikan oleh Kadus III Tasik Indah Bapak M. Jais bersama dengan perangkat Desa Segati dan langsung didistribusikan kepada anggota kelompok lainnya. Selain itu, persiapan lahan seperti pembuatan lubang tanam, pemberian pupuk kandang/dolomit juga sudah di lakukan oleh beberapa anggota kelompok sejak jauh-jauh hari sehingga saat bibit sudah ada, KTH tinggal melakukan penanaman. Sejauh ini tim pendamping melihat keseriusan kelompok ini sudah sangat baik dalam mengembangkan budidaya tanaman pinang batara. Tahapan demi tahapan sudah dilalui dengan cepat, pendamping berharap semoga program pemberian bantuan ekonomi yang diberikan oleh Balai TN Tesso Nilo dapat menjadikan masyarakat semakin produktif dan membantu mensejahterakan ekonomi masyarakat sekitar. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Tim Gabungan Padamkan Api di Buffer Zone SM Kerumutan

Pekanbaru, 13 Oktober 2021 - 10 sd 11 Oktober 2021, Tim Resort Kerumutan Utara, (Teluk Meranti) Balai Besar KSDA Riau, Tim Manggala Agni Daops Rengat, Tim BPBD Pelalawan, Damkar Satpol PP Pelalawan, Kapolsek dan Bhabin Kec. Teluk Meranti, Babinsa Teluk Meranti dan masyarakat peduli api (MPA) Paralegal melakukan pemadaman kebakaran hutan pada buffer zone Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan di Kec. Teluk Meranti pada tanggal 10-11 Oktober 2021. Informasi terjadinya kebakaran diperoleh dari Tim Patroli Terpadu Manggala Agni Daops Rengat pada hari Sabtu, 9 Oktober yang disampaikan kepada Kepala Seksi Wil. I Pangkalan Kerinci. Untuk mengatasi kebakaran secara efektif, Tim gabungan dibagi menjadi dua. Dimana Tim I menyisir titik api yang mengarah ke kawasan SM Kerumutan dari arah timur ke barat, sedangkan Tim II menyisir titik api yang mengarah ke kawasan SM Kerumutan dari arah Utara ke arah Selatan. Semua titik dan kepala api yang mengarah ke kawasan SM. Kerumutan akhirnya dapat dipadamkan. Luas kebakaran sekitar 10 hectare dan jarak titik api ke kawasan SM Kerumutan sekitar 400 meter. Tak berhenti, Tim gabungan melanjutkan pemadaman untuk Mopping Up dan pendinginan di sekitar lokasi kebakaran. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Operasi Penangkapan Pengangkut Burung Tanpa Dokumen Resmi

Pekanbaru, 13 Oktober 2021 - Tim Seksi Konservasi Wilayah III Balai Besar KSDA Riau yang dipimpin Kepala Seksi Wilayah melakukan penangkapan terhadap pelaku pengangkutan burung tanpa dokumen di Jalan Garuda Sakti km.6 Pekanbaru, Senin (11/10). Operasi penangkapan berdasarkan laporan masyarakat adanya perdagangan burung. Dari hasil laporan tersebut, Tim langsung bergerak menuju lokasi dengan menggunakan 1 unit mobil patroli dan mengamankan 1 unit mobil jenis AVF dan seorang pengemudi berinisial JM. Dari pemeriksaan isi mobil ditemukan 24 kotak berisi burung tanpa dilengkapi dokumen. Tim segera membawa pengemudi dan barang temuan ke kantor Balai Besar KSDA RIAU untuk proses selanjutnya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Penanganan Konflik Beruang Madu Di Kecamatan Langgam

Pekanbaru, 12 Oktober 2021 - Tim Rescue Seksi Konservasi Wilayah I Balai Besar KSDA Riau menindaklanjuti laporan adanya konflik satwa liar Beruang Madu di Desa Penarikan, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan pada tanggal 8-9 Oktober 2021. Sebelumnya, Tim telah berkoordinasi dengan Kepala Desa Penarikan terkait gangguan satwa liar jenis beruang madu yang telah merusak kotak budidaya lebah madu milik Bapak Amri Bahari di areal kebun sawit. Selanjutnya dilakukan pengecekan dan memeriksa lokasi kejadian dan berdasarkan identifikasi lokasi ditemukan jejak dan kerusakan pada kotak lebah madu. Tim menganalisa kerusakan tersebut diakibatkan adanya aktivitas satwa beruang madu. Sosialisasi dilakukan pada masyarakat yang menjaga kotak-kotak lebah milik Pak Amri dengan memberikan pengarahan di lokasi tempat penyimpanan lebah agar segera dilakukan pemagaran menggunakan atap seng dengan posisi alur seng berdiri dan rapat agar satwa tidak dapat memanjat atau masuk ke lahan penyimpanan kotak lebah madu tersebut. Tim juga meminta warga agar tidak bertindak anarkis terhadap satwa beruang madu karena satwa tersebut masuk dalam daftar satwa dilindungi dan untuk selalu berkoordinasi dengan pihak Balai Besar KSDA Riau dalam penanganan konflik satwa yang dilindungi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Lulus Rehabilitasi, Selly, Maya Dan Nicky Kembali Ke Alam

Mentibat, 9 Oktober 2021. Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) menjadi tuan rumah bagi tiga individu Orangutan (Pongo pygmaeus pygmaeus) betina yang telah lulus rehabilitasi di Sekolah Hutan Jejora yang dikelola oleh Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS). Ketiga Orangutan betina bernama Maya (7 Tahun 10 Bulan) berasal dari Desa Betangai Kec. Nanga Sokan, Kab. Melawi, Selly (8 Tahun) berasal dari Kec. Belimbing Selatan Kab. Melawi dan Nicky (10 Tahun) berasal dari Desa Pandan Sembuat Kec. Tayan Hilir kab. Sanggau. Ketiganya di rescue oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama YPOS. Pelepasan Orangutan kali ini merupakan pelepasliaran tahap ke-Delapan dengan total 19 individu Orangutan telah kembali ke habitatnya. Orangutan yang dilepasliarkan telah menjalani proses cukup panjang yang mencakup “Pelatihan Kemampuan Dasar” seperti memanjat, memilih makanan, membuat sarang serta kemampuan individu untuk bertahan hidup di hutan. “Setelah dilakukan pengecekan medis, ketiganya dinyatakan negatif dari penyakit, kemudian dalam pengamatan dan evaluasi ketiganya mampu beradaptasi dengan alam sehingga dapat di lepasliarkan” jelas Hasudungan Pakpahan selaku Ketua Yayasan YPOS. Kegiatan pelepasliaran ini merupakan kerjasama antar tiga pihak yaitu Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum (TaNa Bentarum), Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat dan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang. Ketiga pihak turut hadir mengantar Orangutan untuk dilepasliarkan sekaligus menandatangani Berita Acara Serah Terima Orangutan. "Kegiatan pelepasliaran Orangutan dan keberadaannya di Sub DAS Mendalam ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang telah melindungi dan menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Betung Kerihun selama ini" ucap Kepala Bidang PTN Wilayah II Kedamin Balai Besar TaNa Bentarum. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Kolaborasi BKSDA Sumbar dengan Polres Bukittinggi Amankan 583 Ekor Burung Dilindungi

Padang, 12 Oktober 2021. Balai Konservasi sumber daya alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) bersama Kepolisian Resor Bukittinggi mengamankan dan melepasliarkan 583 ekor jenis burung yang dilindungi dan menahan pemiliknya dengan inisial F (49 tahun) yang diduga sebagai penjual satwa dilindungi. Operasi ini dilakukan karena adanya informasi masyarakat terkait dugaan perdagangan jenis satwa dilindingi. Berdasarkan informasi tersebut Kepolisian Resor Bukittinggi bergerak ke lokasi yang bertempat di Jorong Parabek, Kenagarian Ladang Laweh- Agam untuk melakukan penangkapan dan penyitaan satwa burung dilindungi. Selanjutnya barang bukti diamankan di Resor Konservasi Wilayah (RKW) Bukittinggi untuk dilakukan identifikasi. Mengingat jumlah yang sangat banyak, tim yang terdiri dari pihak BKSDA Sumbar, Kepolisian Resor Bukittinggi, dan Puskeswan Bukitinggi melakukan pelepasliaran di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi setelah berkoordinasi dengan penyidik dan pihak kejaksaan. Dari hasil identifikasi tim, jenis burung yang diamankan terdiri dari 4 jenis yang dilindungi dan 7 jenis yang tidak dilindungi. Jenis yang dilindungi yaitu (1) Pleci gunung (zosterops mountanus) sebanyak 500 ekor, (2) Jantingen (anthreptes rhodolaemus) sebanyak 1 ekor (3) Cuca daun Sumatera (cholopsis venusta) sebanyak 14 ekor, dan (4) Poksai Sumatera (garrulax bocolor) sebanyak 16 ekor. Jenis yang tidak dilindungi yaitu (1) Brinji kelabu (hemixos havala) sebanyak 2 ekor, (2) Sunda bulbul sumatera (Ixosvirescens sumatranus) sebanyak 9 ekor, (3) Cuca kuricang (pycnonotus attriceps) sebanyak 3 ekor, (4) Cuca gunung (pycnonotus bimaculatus) sebanyak 8 ekor, (5) Kucica kampung (copcychus saularis) sebanyak 14 ekor/tidak, (6) Madu sriganti (nectarina jugularis) sebanyak 11 ekor, (7) Murai besi (heterophasa picaoides) sebanyak 5 ekor. Di tempat terpisah Kepala Balai KSDA Sumbar Ardi Andono, S.TP., M.Sc menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi dan apresiasi kepada Kepolisian Resor Bukittingi, Puskeswan Bukittinggi, RKW Bukittinggi serta semua tim yang terlibat dalam penanganan perdagangan satwa yang dilindungi. Bagi masyarakat yang ingin memelihara burung jangan sampai membeli yang dilindungi, yuk untuk mengetahui apa saja jenis satwa yang dilindungi, bisa klik pada link https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_tumbuhan_dan_satwa_dilindungi_di_Indonesia. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Patroli Satwa di Kawasan TN Tesso Nilo

Lubuk Kembang Bunga, 11 Oktober 2021 - Tim Flying Squad Taman Nasional (TN) Tesso Nilo kembali giatkan patroli satwa di kawasan TN Tesso Nilo. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh tim flying squad demi memantau aktifitas satwa agar tidak keluar dari hutan. Patroli satwa dilaksanakan mulai dari Resort Air Hitam menuju aliran sungai Tapah yang berada ditengah kawasan hutan (09/10/2021). Tim Flying Squad TN Tesso Nilo yang terdiri dari 10 orang mahout bersama dengan 4 ekor gajah diantaranya Indro, Ria, Imbo dan Rimbani menjelajahi hutan dalam kegiatan patroli. Dalam kegiatan patroli yang dilakukan, tim tidak menemukan tanda satwa yang keluar dari kawasan hutan. Tim juga tidak menjumpai adanya tanda-tanda tindak pidana hutan didalam kawasan. Tim patroli kembali ke camp dalam keadaan aman dan terkendali. Sumber : Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Terpantau Satelit, Brigdalkarhut Cek Hotspot Di Kawasan TN Tesso Nilo

Baserah, 11 Oktober 2021 - Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan (Brigdalkarhut) Taman Nasional (TN) Tesso Nilo melakukan pengecekan hotspot di kawasan TN Tesso Nilo. Pengecekan hotspot dilakukan setelah sebelumnya terpantau dari sekretariat Dalkar TN Tesso Nilo melalui satelit (06/10/2021). Pada lokasi terpantau Brigdalhut TN Tesso Nilo berjibaku untuk mematikan sisa-sisa api. Diketahui kebakaran seluas 0,125 Ha. Pemantauan dan pengecekan hotspot melalui satelit dari sekretariat Dalkar TN Tesso Nilo terus dilakukan untuk meminimalisir kejadian karhutla. Disamping itu, petugas juga rutin melakukan patroli pencegahan di kawasan TN Tesso Nilo dan memberikan himbauan kepada seluruh pihak untuk tetap menjaga lingkungan terutama kawasan konservasi seperti taman nasional. Petugas pun meminta masyarakat untuk melaporkan kepada petugas jika mengetahui informasi kejadian karhutla yang dilakukan oleh oknum masyarakat. Sumber : Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Balai Besar KSDA Riau Seksi Wilayah I Patroli Pengamanan Kawasan SM Kerumutan

Pekanbaru, 11 Oktober 2021 - Seksi Konservasi Wilayah I melakukan patroli perairan kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan. Kali ini di wilayah kerja Resort Kerumutan Utara, tepatnya di Kelurahan Kerumutan, Kec. Kerumutan, Kab. Pelalawan. (29 s/d 30 September 2021) Kegiatan ini diawali dengan briefing dari Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Pangkalan Kerinci. Patroli dilakukan melalui Pelabuhan Dusun Kapau melewati akses sungai Kerumutan dan sungai Kuala Merbau. Tim menemukan titik rawan illegal logging yang memiliki 3 cabang dijalur tersebut. Segera dilakukan pemeriksaan pada masing-masing jalur. Jalur pertama yaitu jalur yang sudah pernah dimusnahkan, dan hasilnya tidak ada aktivitas perbaikan pondok akan tetapi ada perbaikan jalur illegal logging. Kemudian, ditemukan jalur illegal logging namun tidak ditemukan aktifitas, dan hanya menemukan sisa kayu olahan, bahan bakar dan 1 buah chainsaw. Barang temuan tersebut segera dimusnahkan. Keesokan harinya Tim menyusuri Sungai Kuala Merbau dan Sungai Tasik. Ketika melakukan pemeriksaan di titik rawan illegal logging yang ditemukan sehari sebelumnya. Ditemukan kembali sisa kayu olahan, dan adanya beberapa cabang jalur namun tidak menemukan pelaku serta peralatannya. Kegiatan dilanjutkan dengan menyusuri sungai Tasik. Disana ditemukan juga beberapa titik illegal logging, namun tidak menemukan aktifitas maupun pelaku, tetapi ditemukan pondok illegal logging yang telah ditinggal pelaku dengan semua peralatan termasuk bahan makanan di sekitar pondok. Menindaklanjuti hasil temuan tersebut, segera dilakukan pemusnahan seluruh barang temuan dan pondok dengan cara dibakar secara aman dan terukur. Tim melanjutkan penelusuran pada titik rawan illegal logging yang pernah dimusnahkan pada patroli sebelumnya dan belum melihat adanya perubahan maupun perbaikan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pembuatan Demplot Pakan Gajah PLG Sebanga

Pekanbaru, 11 Oktober 2021 - Mahout di Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga bergotong royong melakukan penyemprotan herbisida pada lahan yang akan ditanami, dan kegiatan penanaman bibit di demplot pakan Gajah sudah mulai dilakukan pada Kamis, 7 Oktober 2021. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjamin kecukupan akan nutrisi gajah. Nutrisi mempunyai fungsi penting yaitu mempertahankan kemampuan gajah baik dari sisi kesehatan, produktivitas dan kekuatan gajah. Sumber : Balai Besar KSDA Riau.
Baca Berita

BBKSDA Riau Hadiri Peringatan Hari Ozon Sedunia

Pekanbaru, 11 Oktober 2021 - Balai Besar KSDA Riau menghadiri undangan Hari Ozon Sedunia yang berlokasi di Tahura Sultan Syarif Khasim Minas. Kegiatan diawali dengan pelepasan benih ikan patin di kolam Tahura Sultan Syarif Hasyim dilanjutkan penanaman pohon di sekitar kolam Tahura dan penyiraman cairan enzyme ke Kolam Tahura (06/10/2021). Drs. H. Syamsuar,M.Si selaku Gubernur Riau, menjelaskan pentingnya hutan untuk menjaga lapisan ozon kita, sehingga udara menjadi lebih sejuk. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Gubernur dalam mewujudkan "Riau Hijau." Dalam kesempatan ini, diserahkan penghargaan Kabupaten Kota Terbersih dan Asri, dan juga sekolah Adiwiyata Provinsi Riau yang merupakan sekolah peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan indah. Kabupaten Siak meraih peringkat 1, sedangkan peringkat 2 diraih oleh kabupaten Bengkalis dan peringkat 3 diraih oleh Kabupaten Palalawan. Kemudian diumumkan juga penerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi Riau Tahun 2021, diantaranya : SD Negeri 003 Sungai Bakau, SD negeri 004 Bagan Timur, SD negeri 008 Bagan Punak, SD negeri 009 Suka Jadi Pujud, SMP negeri 1 Bangko, SMP negeri 2 Rantau Bais, dan SMA negeri 1 Bagan Sinembah. Penyerahan piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Riau Drs. H Syamsuar MSi. Salam lestari! Sumber : Balai Besar KSDA Riau.

Menampilkan 2.033–2.048 dari 11.141 publikasi