Kamis, 18 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Penyerahan Tersangka Kasus Penjualan Kulit Harimau Sumatera dan Barang Bukti Tahap II

Pekanbaru, 1 November 2021 - Balai Besar KSDA Riau bersama Polda Riau melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti tahap II terkait kasus penjualan kulit Harimau Sumatera ke Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi. Kasus tersebut tertangkap pada Minggu, 29 Agustus 2021 oleh Tim gabungan dari Balai Besar KSDA Riau, Ditreskrimsus Polda Riau dan Balai Gakkum Wilayah Sumatera, Seksi Wil. II dalam operasi penertiban peredaran perdagangan kulit satwa yang dilindungi. (28/10/2021) Tersangka berinisial BTS, 58 tahun, beralamat di Desa Sekeranji, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi bersama barang bukti berupa 1 lembar kulit Harimau Sumatera, 1 buah karung goni tempat membawa lembaran kulit harimau, 1 unit motor honda revo fit milik tersangka, botol kaca temuan bekas spiritus yang digunakan untuk mengawetkan kulit Harimau Sumatera, jerat yang terbuat dari tali nylon, 1 buah parang dan 1 buah ember tempat menyimpan kulit Harimau. Serah terima dilakukan oleh Polda Riau dan Balai Besar KSDA Riau kepada Kejaksaan Negeri Kuansing yang diterima langsung oleh Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kuansing untuk proses lebih lanjut. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Kalpataru Bagi Kelompok MPA Matalawa

Waibakul, 1 November 2021 - Pekan Lingkungan Hidup Sedunia yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi dibuka oleh Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu, di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumba Tengah. Kegiatan yang mengusung tema “Restorasi Ekosistem” ini dihadiri juga oleh Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir. Daniel Landa, Anggota DPRD Kabupaten Sumba Tengah, Melki Umbu Hunggar dan beberapa Pimpinan Perangkat Daerah. (29/10/ 2021) Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2021 ini menjadi momen penting bagi kita semua untuk menyadarkan akan pentingnya pengelolaan ekosistem yang optimal serta menyadarkan kembali kepada masyarakat pentingnya gerakan revolusi hijau (Grasia) untuk menjaga keseimbangan alam dan lingkungan sekitar dengan cara menanam pohon, ungkap Bupati dalam sambutan acara tersebut. Penghargaan pemenang Kalpataru tahun 2021 diserahkan oleh Bupati dan diberikan kepada kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) dari Desa Tanamodu untuk kategori penyelamat lingkungan. Kelompok MPA ini merupakan binaan Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (Matalawa) yang telah bekerja sama membantu menjaga kawasan dari bahaya kebakaran hutan dan lahan. Bupati memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras kelompok dan juga pendamping dari TN Matalawa yang telah membantu pemerintah daerah dalam menyelamatkan lingkungan dari bahaya kebakaran hutan dan lahan. Harapannya program ini dapat berjalan terus sehingga daerahnya bebas dari ancaman kebakaran dan lingkungannya menjadi lebih asri. Sumber : Balai TN Matalawa
Baca Berita

Memantau Kandang Transit Satwa BBKSDA Riau

Pekanbaru, 1 November 2021. - Plt. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara melakukan pengecekan kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau serta memantau perkembangan satwa tapir yang sebelumnya ditemukan terluka karena jerat. Tapir berjenis kelamin betina dengan nama Minas sudah mulai lahap memakan makanannya dengan cara disuapi. Luka di kaki kiri depannya sudah cukup kering, namun tidak begitu di kaki kiri bagian belakang, sehingga belum boleh terkena air. Perawat satwa harus sangat telaten membersihkan kandang maupun satwa tersebut apabila buang air besar ataupun buang air kecil dan setiap saat harus menyuapi dan memberi minum. Fifin berharap satwa tapir dapat segera sembuh dan para dokter serta perawat selalu diberi kesehatan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pelatihan Menembak Polhut TN Matalawa

Waikabubak, 1 November 2021 - Dalam upaya mengasah keterampilan dan disiplin Polisi Kehutanan (Polhut) dalam melaksanakan tugas di lapangan, Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (Matalawa) menyelenggarakan pelatihan menembak bagi seluruh Polhut. Kegiatan ini berlangsung tanggal 28 Oktober 2021 di Lapangan Bondosula, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Kepolisian Resort Sumba Barat menjadi mitra pelaksanaan kegiatan dengan menyiapkan instruktur serta persenjataan lengkap dengan amunisinya. Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, M.M., memimpin apel dan memberikan arahan penegasan tentang disiplin dalam menjalankan tugas sebagai Polhut dan lebih mengedepankan pendekatan humanis. Penggunaan senjata merupakan jalan terakhir apabila petugas mendapatkan ancaman yang membahayakan keselamatan. Pembukaan pelatihan menembak dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Resort Sumba Barat, AKBP F.X. Irwan Arianto, S.I.K, M.H., mengungkapkan bahwa Polhut sebagai mitra kerja Polri harus saling bersinergi demi negara. Pelatihan ini sangat berguna untuk melatih kepekaan dan keterampilan Polhut dalam menggunakan senjata api. Pelatihan menembak ini diawasi langsung oleh instruktur dari Polres dan Satuan Brimob Sumba Barat. Latihan tembak menggunakan sistem tembak reaksi yakni menembak mulai dari posisi berdiri, duduk, dan tengkurap. Masing-masing petugas diberikan kesempatan menembak sebanyak 27 peluru dengan rincian 10 peluru menggunakan senjata revolver dan 17 peluru menggunakan senjata laras panjang. Selain Polhut, pejabat struktural Balai TN Matalawa dan beberapa komandan satuan Polres turut serta melakukan latihan tembak. Kapolres Sumba Barat yang turut mendampingi dari awal hingga akhir kegiatan sangat mengapresiasi kesungguhan para petugas dalam berlatih. Ia berharap bahwa latihan ini dapat rutin dilakukan, tak hanya untuk melatih keterampilan, tapi juga mempererat korps Polhut dan Polri. Kapolres juga memberikan apresiasi hadiah dan sertifikat kepada petugas yang berhasil memperoleh nilai tertinggi dalam latihan. Sumber : Balai TN Matalawa
Baca Berita

Sebanyak 55 Rumpun Anggrek Vanda tricolor Direlokasi ke Alam

Klaten, 30 Oktober 2021. Anggrek Vanda tricolor merupakan flora endemik Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), keberadaannya di kawasan konservasi mulai berkurang, sehingga perlu dilaksanakan relokasi ke habitat asalnya, hal ini disampaikan Kepala Balai TNGM, Karyadi, S.Hut, MIL. Beliau juga menambahkan, bahwa sebagai bukti nyata kecintaan pada lingkungan, masyarakat menyerahkan 55 rumpun Anggrek Vanda tricolor, yang berasal dari 7 (tujuh) dusun di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Sebagai ucapan terima kasih atas peran serta masyarakat dalam mendukung upaya pelestarian alam, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian LHK, Wiratno, dalam kesempatan ini juga memberikan 7 (tujuh) piagam penghargaan. Piagam penghargaan ini diberikan kepada kelompok/warga masyarakat yang secara sukarela telah menyerahkan 55 rumpun Anggrek Vanda tricolor, sebagai bukti peduli terhadap konservasi sumber daya alam Merapi. Selain itu, piagam penghargaan juga diberikan kepada Kelompok Tani Karya Manunggal (kelompok pengembangan Biogas ternak skala rumah tangga di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali). Relokasi anggrek dilaksanakan dalam 2 (dua) hari, yaitu Jumat, 29 Oktober 2021, telah direlokasi 51 rumpun di tebing Blok Nganggringan Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten, yang merupakan areal kemitraan. Selanjutnya 4 rumpun direlokasi pada hari Sabtu, 30 Oktober 2021 di lokasi yang sama, dan disaksikan oleh Dirjen KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc. dan Bupati Klaten, Hj. Sri Mulyani, S.M., serta tamu undangan lainnya. Relokasi ini juga merupakan pemenuhan komitmen kemitraan kewajiban masyarakat sesuai dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebelumnya dan melibatkan personel yang mumpuni dari SAR Klaten dan Mapala Silvagama UGM. Dalam kesempatan ini, Dirjen KSDAE menyampaikan bahwa panjat tebing merupakan wisata minat khusus yang dapat dikembangkan di Sapuangin ini, terlebih jika sepaket dengan merelokasi Anggrek di tebing. Ini menjadi sebuah paket wisata minat khusus yang sangat menarik. Acara relokasi anggrek ini menjadi satu rangkaian dengan kegiatan Rembug Desa, dan dilaksanakan di tempat terbuka dengan menaati protokol kesehatan.** Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi Penanggung Jawab Berita : Karyadi, S.Hut, M.I.L (Kepala Balai TN Gunung Merapi) Facebook : Taman Nasional Merapi Instagram : btn_gn_merapi twitter : @btngunungmerapi Call center : 081327691368
Baca Berita

BBKSDA Riau Lepasliarkan Burung Dilindungi Hasil Operasi TSL

Pekanbaru, 31 Oktober 2021 - Balai Besar KSDA Riau melepasliarkan satwa burung usai menggagalkan aksi penjualan satwa dilindungi dalam operasi tumbuhan satwa liar, Jumat (29/10). Pelepasliaran segera dilakukan untuk menghindari kematian terhadap satwa karena satwa burung amat rentan. Terdapat 8 jenis burung yang dilindungi, yakni Cica daun besar sebanyak 3 ekor, Cica daun kecil 4 ekor, Cica daun sayap biru 15 ekor (2 ekor mati). Selain itu, jenis yang tidak dilindungi, yakni Kacembang gadung 4 ekor, Cucak kelabu 8 ekor, Perling kumbang 2 ekor, Brinji bergaris 3 ekor dan Cucak kutilang 1 ekor. Perlindungan tumbuhan dan satwa liar didasarkan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P. 106/MenLHK/Setjen/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri LHK Nomor P. 20/MenLHK/Setjen/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi Polisi Kehutanan, Jaya Sitorus memimpin pelepasliaran bersama dengan tim penyelamatan satwa lingkup Balai Besar KSDA Riau. Jaga kekayaan flora fauna yang ada di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BBKSDA Riau Giring Gajah Liar Bersama Masyarakat

Pekanbaru, 31 Oktober 2021 - Resort Bukit Rimbang (Petai) dan Resort Bukit Baling (Muara Bio), Seksi Konservasi Wilayah I Balai Besar KSDA Riau melakukan mitigasi konflik satwa gajah sumatera di Desa Sigaruntang, Kec. Inuman, Kab. Kuansing pada hari Selasa s/d Jum'at , 26 - 29 Oktober 2021. Gajah saat ini telah digiring ke arah greenbelt PT. WJT untuk selanjutnya akan digiring ke hutan Taman Nasional Tesso Nilo. Kronologis mitigasi konflik berawal dari laporan masyarakat tentang adanya satwa gajah liar yang merusak perkebunan masyarakat di sekitar desa Pesikaian. Menurut informasi masyarakat Pesikaian, gajah liar menuju desa Sigaruntang, Kec. Inuman namun setelah ditelusuri satwa tersebut tidak ditemukan. Pencarian dilanjutkan keesokan harinya berkoordinasi dengan Kepala Desa Sigaruntang dengan informasi bahwa gajah liar sebelumnya berada di sekitar kebun sawit masyarakat yang telah dirusak (sekitar 30 btg). Sampai pada akhirnya, Balai Besar KSDA Riau dan masyarakat menemukan keberadaan kawanan gajah berjumlah 3 (tiga) ekor yang terdiri dari 1 betina, 1 jantan, dan satu anaknya. Tim menemukannya dengan berjalan kaki setelah mengikuti jejak gajah liar yang baru keluar dari perkebunan masyarakat, tepatnya di perkebunan karet. Kemudian kawanan gajah digiring ke areal greenbelt PT. WJT sebanyak dua kali karena gajah liar sempat kembali lagi ke kebun warga. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Papan Informasi Kawasan Konservasi Di Bintan

Batam, 31 Oktober 2021 - Balai Besar KSDA Riau melalui Seksi Konservasi Wilayah II Batam, Kepulauan Riau melakukan pemasangan papan informasi kawasan di KSA/KPA Gunung Lengkuas, Kelurahan Gunung Lengkuas, Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (26/10). Hal ini dilakukan sebagai identitas keberadaan kawasan konservasi yang baru penunjukannya dan belum mendapatkan mandat pengelolaan fungsi kawasan konservasi, baik sebagai cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata alam, taman hutan raya, taman nasional, ataupun taman buru. Aprianto Kurniawan perwakilan dari Seksi Konservasi Wilayah II Batam didampingi anggota Potmar Lantamal IV Tanjungpinang dan tokoh masyarakat Kelurahan Gunung Lengkuas melakukan pemasangan papan informasi bersama sebanyak 5 unit di lokasi tersebut. Apresiasi dan ucapan terima kasih diberikan untuk Potmar Lantamal IV Tanjungpinang dan tokoh masyarakat Kelurahan Gunung Lengkuas atas peranan dan usaha yang dilakukan demi konservasi, agar hutan dan kawasan tetap terjaga dan lestari. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BBTN Gunung Gede Pangrango Ajak KTH Nikreuh Mandiri Budidaya Lebah Teuweul

Sukabumi, 28 Oktober 2021. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) melalui Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah II Sukabumi mengajak Kelompok Tani Hutan (KTH) “Nikreuh Mandiri” mengembangkan Budidaya Lebah Trigona (Trigona sp.), Kamis (28/10) untuk melaraskan kesejahteraan masyarakat dengan kelestarian kawasan. KTH Nikreuh Mandiri, Desa Pasir Datar Indah, Kec. Caringin, Kab. Sukabumi merupakan salah satu KTH binaan Resort PTN Cimungkad, yang anggotanya merupakan masyarakat desa penyangga yang berbatasan langsung dengan kawasan TNGGP. Menurut Wakil Ketua KTH Nikreuh Mandiri, Hasanuddin, masyarakat yang berada di sekitar kawasan TNGGP memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga kelestarian hutan. "Sejak terbentuk pada tahun 2020 dan dikukuhkan pada bulan September 2021 anggota kelompok Nikreuh Mandiri juga mengelola wisata alam dengan menjadi pemandu wisata," kata Hasanuddin. Selanjutnya dijelaskan Hasanuddin, pengenalan budidaya lebah trigona atau masyarakat Desa Pasir Datar Indah menyebutnya lebah “teuweul” sangat bermanfaat bagi kelompok. Potensi bunga dan lokasi wisata alam yang berada di kawasan TNGGP sangat mendukung pengembangan lebah trigona. Selain itu, pengetahuan kelompok terkait budidaya lebah trigona sangat awam, diharapkan kedepannya terus ada pendampingan dari petugas dan narasumber. Budidaya lebah trigona diharapkan dapat menjadi alternatif ekonomi dan menjadi tambahan daya tarik wisata yang selama ini dikelola oleh kelompok. Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango juga menggandeng narasumber dari Cabang Dinas Kehutanan (CDK) III yakni Ibu Wina Kurnia Sejati, S.Hut., MP. dan Bapak U. Muplih, S.Hut. yang menekankan pada pengenalan teknis budidaya lebah trigona. Selain memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi, lebah trigona ini tidak menyengat sehingga mudah untuk dikembangkan. Sejalan dengan itu Kepala Bidang PTN Wilayah II Sukabumi yang diwakili oleh Kepala Seksi PTN Wilayah IV Situgunung, Luki Turniajaya, S.Hut., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini dalam rangka peningkatan kapasitas pegawai dan Kelompok Tani Hutan Binaan TNGGP. Selain diikuti oleh anggota KTH Nikreuh Mandiri, kegiatan ini juga diikuti oleh pegawai Bidang PTN Wilayah II Sukabumi sebagai peserta. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk harmonisasi masyarakat dengan kelestarian kawasan TNGGP. "Budidaya lebah madu trigona ini merupakan salah satu bukti harmonisasi, bahwa masyarakat bisa mendapatkan manfaat ekonomi tanpa harus merusak hutan", ujarnya. Harapan yang sama juga disampaikan oleh Kepala Desa Pasir Datar Indah, Asep Supian, yang turut hadir. "Kelompok harus benar-benar menyimak dan mengikuti pengenalan Budidaya Lebah Trigona ini. Jangan sungkan untuk bertanya apabila ada yang kurang dipahami. Semoga kedepannya budidaya lebah trigona ini juga dapat meningkatkan taraf hidup anggota Kelompok Tani Hutan Nikreuh Mandiri dan masyarakat pada umumnya," harap Kepala Desa Pasir Datar Indah. Sumber : Febriyani, S.Hut. – Penyuluh Kehutanan Muda Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Dokumentasi : Tim Publikasi Bidang II Sukabumi
Baca Berita

Penyelamatan Tapir Yang Terjerat Di Minas, Kabupaten Siak

Pekanbaru, 29 Oktober 2021 - Balai Besar KSDA Riau melakukan penyelamatan Tapir (Tapirus indicus) yang terjerat di Minas, Kabupaten Siak, Kamis (28/10). Tapir mengalami dua luka akibat jerat yang cukup parah dan telah dievakuasi ke Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan lebih lanjut. Penyelamatan tapir berhasil dilakukan berawal dari laporan yang diterima Bidang KSDA Wilayah II pada Kamis siang (28/10). Dari laporan tersebut, dilakukan penelusuran untuk mencari keberadaan tapir melalui tanda jejak. Akhirnya tapir ditemukan dalam kondisi lemas dan terbaring di kebun sawit masyarakat. Berdasarkan keterangan dari warga, tapir pertama kali terlihat oleh pekerja sawit sedang terbaring di bawah pokok sawit, kebun masyarakat. Dari hasil tindakan, penanganan awal dan identifikasi terhadap satwa bahwa tapir yang ditemukan berjenis kelamin betina dewasa dan terdapat dua luka akibat jerat. Di kaki bagian kiri depan (telapak kaki sudah putus akibat jerat dan hampir sembuh lukanya), sedang kaki kiri bagian belakang, baru terkena jerat. Berdasarkan pengamatan luar, tali jerat sudah putus tetapi daging dikaki sudah habis dan tinggal tulang. STOP JERAT!!! STOP KEJAHATAN TERHADAP SATWA!! Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Balai Besar KSDA Riau Amankan Pengangkut Satwa Burung Illegal

Pekanbaru, 28 Oktober 2021. Gerak cepat dilakukan petugas Balai Besar KSDA Riau saat penyergapan terhadap pengangkut satwa burung di Palas sekitar kota Pekanbaru, Kamis (28/10). Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 8 kardus berisi 39 ekor burung dengan rincian 37 ekor hidup dan 2 ekor mati. Burung yang dilindungi diantaranya jenis cica daun sayap biru (chloropsis cochinchinensis) dan cica daun besar (Chloropsis sonnerati). Jenis yang lain masih dalam proses identifikasi. Penyergapan berhasil dilakukan berawal dari laporan masyarakat terkait pengiriman sejumlah burung yang berasal dari daerah pesisir Sumatera Barat melalui travel, Kamis pagi (28/10) dan pergerakan travel mulai dipantau Balai Besar KSDA Riau bersama pemerhati burung (Flight) pada Kamis siang (28/10). Dari keterangan driver travel yang diamankan di kantor Balai Besar KSDA Riau bahwa driver tidak mengetahui jenis burung yang dibawanya dan hanya menerima ongkos mengantar sebesar Rp. 200.000,-. Paket burung tersebut dari warga di Pasaman, Sumatera Barat yang akan dikirim ke seseorang tanpa identitas dan hanya diketahui nomor telponnya. Saat ini, Balai Besar KSDA Riau berkoordinasi dengan Balai KSDA Sumatera Barat untuk mengetahui asal usul paket burung tersebut. Driver travel yang diamakan diberikan pembinaan dan penandatanganan pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. Barang bukti burung akan segera dilepasliarkan setelah selesai proses identifikasi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Resort Bukit Rimbang Balai Besar KSDA Riau Lepasliarkan Ular Sanca

Pekanbaru, 28 Oktober 2021 - Tim Resort Bukit Rimbang Balai Besar KSDA Riau yang dipimpin Kepala Resort, AR Azmi bersama Animal Rescue melakukan pelepasliaran ular jenis sanca (Phyton reticulatus), Rabu (27/10). Ular sanca sebelumnya telah dievakuasi dari Desa Kelelawar, Kec. Hulu Kuantan, Kab. Kuantan Singingi. Proses evakuasi berawal pada Senin (25/10), saat warga Desa Sungai Kelelawar mengamankan seekor ular sanca yang masuk ke kandang ternak warga. Setelah ular diamankan, warga kemudian melaporkan temuan tersebut ke Tim Animal Rescue Indonesia cabang Kota Jalur Taluk Kuantan di Desa Seberang Pantai, Kec. Kuantan Mudik. Tim Animal Rescue kemudian menghubungi pihak Balai Besar KSDA Riau untuk penanganan lebih lanjut. Tim Balai Besar KSDA Riau kemudian bergabung dengan Tim Animal Rescue untuk menerima penyerahan ular tersebut setelah berkoordinasi dengan Sekdes Desa Sungai Kelelawar. Dari hasil pemeriksaan dan proses identifikasi diketahui satwa ular dengan jenis sanca (Phyton reticulatus) berjenis kelamin betina, berumur sekitar 5 tahun dengan panjang 6 meter, kondisi sehat, lincah, agresif, dan tidak ditemukan luka ataupun cacat fisik. Balai Besar KSDA Riau mengapresiasi upaya Sekdes Desa Sungai Kelelawar dan warganya dalam mengamankan satwa ular, tak lupa tim juga memberikan sosialisasi terkait upaya penanganan konflik satwa liar. Mengingat kondisi satwa masih sangat baik dan liar, Tim gabungan segera melepasliarkan satwa ke sebuah kawasan konservasi yang merupakan habitatnya. ARIAU Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Elang Brontok Terluka Diserahkan Warga Simalungun Ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Medan, 29 Oktober 2021. Masngidah, warga Desa Serapuh, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun, menyerahkan 1 (satu) individu Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus) yang terluka kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara, pada Senin 25 Oktober 2021. Masngidah menjelaskan, bahwa satwa liar ini diperolehnya saat mengusir segerombolan burung yang mengganggu tanaman di kebunnya. Ketika menghalau dengan menggunakan kayu, salah satu diantaranya terkena kayu penghalau. Burung tersebut kemudian terjatuh dan terlihat sayapnya patah akibat terkena kayu penghalau. Masngidah lalu memungutnya dan sempat memelihara selama ± 5 hari. Sampai satu ketika tetangganya memberitahu bahwa satwa tersebut, yang diberinya nama Siva, adalah elang brontok termasuk jenis satwa liar yang dilindungi undang-undang. Mengetahui bila satwa tersebut dilindungi, Masngidah segera menghubungi call center Balai Besar KSDA Sumatera Utara - 085376699066. Petugas Tim Respon Reaksi Cepat (TRRC) Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang menerima informasi, merespon cepat dengan menjemput elang brontok tersebut ke lokasi. Usai menandatangani Berita Acara, TRRC segera mengevakuasi satwa tersebut ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan, perawatan serta rehabilitasi. Bila nantinya hasil rekomendasi tim medis menyatakan layak untuk dilepasliarkan, maka elang brontok tersebut akan segera dilepasliarkan ke habitatnya. Sumber : M. Ali Iqbal Nasution dan Agus Rinaldi, SH. - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Peresmian Pusat Konservasi Paruh Bengkok Terbesar di Indonesia

Sofifi, 26 Oktober 2021. Mengusung konsep CER (Conservation, Education, dan Recreation), Suaka Paruh Bengkok (SPB) menjadi pusat konservasi terbesar di Indonesia dan pertama di Maluku Utara. SPB telah diresmikan dan di buka untuk umum pada Selasa (26/10) oleh Gubernur Maluku Utara, Sultan Tidore, Walikota Tidore Kepulauan dan Dirjen KSDAE. Acara yang dilaksanakan di Desa Koli ini juga dihadiri para pihak, baik instansi daerah seperti Kepala Dinas Kehutanan dan Kepala Balitbangda Provinsi Maluku Utara, instansi pusat, perangkat kesultanan, perwakilan masyarakat, swasta, komunitas, dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Dibangunnya pusat konservasi untuk burung paruh bengkok ini tak lain adalah sebagai upaya penyelamatan burung-burung paruh bengkok seperti kakatua putih Cacatua alba, nuri bayan Eclectus roratus, kasturi ternate Lorius garrulus, dan tujuh jenis paruh bengkok lainnya yang ada di Pulau Halmahera yang sampai dengan saat ini masih diburu dan diperdagangkan secara illegal. Area seluas hampir 3 ha ini juga telah dihuni oleh beberapa jenis paruh bengkok dari luar Maluku Utara. Burung tersebut direlokasi dari Pulau Jawa dan Sulawesi untuk kemudian direhabilitasi dan dikembalikan lagi ke habitat aslinya. Sampai dengan saat ini, Suaka Paruh Bengkok telah berhasil merehabilitasi dan melepasliarkan kembali 83 individu paruh bengkok di habitatnya sejak tahun 2018. Burung-burung yang ada di SPB merupakan hasil pengamanan kegiatan patroli baik oleh Polisi Kehutanan maupun kerjasama dengan pihak Kepolisian dan TNI. Selain itu terdapat pula penyerahan sukarela dari masyarakat yang telah mengetahui pentingnya peran burung dialamnya. Burung-burung tersebut masih belum bisa terbang dengan baik dan harus direhabilitasi di SPB sebelum dilepasliarkan kembali. Dalam sambutannya, Dirjen KSDAE mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama dalam mengembangkan SPB ini. “mari kita jaga bersama kelestarian burung-burung di Maluku Utara ini, agar bisa dilihat generasi selanjutnya, jangan sampai ditemukan kembali burung paruh bengkok di Makassar karena diselundupkan”. Tahun 2019 SPB telah dikunjungi rata-rata 786 pengunjung setiap bulannya, hal ini dapat menjadi potensi dalam meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar melalui program rekreasi. Selain itu SPB juga dapat menjadi pusat penelitian burung paruh bengkok bagi civitas akademika perguruan tinggi setempat. Selain peresmian SPB, agenda lainnya adalah pengukuhan para penjaga hutan Halmahera atau dalam adat Kesultanan Tidore disebut Bobato Kie Goya. Sebanyak 24 Bobato telah dikukuhkan secara langsung oleh Sultan Tidore pada acara tersebut. Para Bobato tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kawasan hutan Halmahera melalui kampanye maupun kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan ketentuan adat dalam menjaga kelestarian alam. Acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan dan bantuan ekonomi produktif serta jalan-jalan menyusuri area Suaka Paruh Bengkok setelah pembukaan tirai SPB secara bersama oleh Sultan Tidore, Walikota Tidore Kepulauan dan Dirjen KSDAE. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra (Polhut) - BTN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Sultan Tidore Lantik Penjaga Hutan Halmahera

Sofifi, 26 Oktober 2021. “Saya Haji Husain Syah, Sultan Tidore dengan ini mengukuhkan, melantik saudara-saudara sekalian sebagai Bobato Adat Kie Goya, Semoga Allah Subhanahu wata’ala, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang meridai dan memberkati kita semua”, titah Sultan Tidore saat melantik para Penjaga Hutan Halmahera pada acara Grand Launching Suaka Paruh Bengkok. Dengan adanya pengukuhan tersebut, hutan di Halmahera secara adat akan turut dijaga kelestariannya oleh 24 Bobato Kie Goya. Sultan Tidore juga berpesan kepada para Bobato yang telah dikukuhkan bahwa tugas mulia ini merupakan tugas tanpa mengharapkan imbalan dari siapapun atau tanpa pamrih dan akan dibalas pahala oleh Allah subhanallahu wata’ala. “Kitong (kita) semua kerja butuh upah, butuh gaji dan sebagainya, tapi ada satu pekerjaan di Bobato Kesultanan Tidore dan Maluku Kie Raha, ada satu istilah yang diberi nama Ma Cou”, pesan Sultan Tidore dalam sambutannya. “Cou adalah pengabdian tanpa pamrih, balasannya adalah pahala datang dari Alla subhanahu wata’ala”, terang Sultan. Dua puluh empat Bobato tersebut besaral dari desa-desa penyangga kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Diantaranya adalah Desa Guraping (2 Bobato), Desa Akelamo (2 Bobato), Kecamatan Payahe (5 Bobato), Desa Kobe (4 Bobato), Desa Wayamli (5 Bobato), Desa Buli (2 Bobato), Desa Lolobata (3 Bobato), dan satu Bobato dari Desa Pintatu. Setelah dilantik dan dikukuhkan di depan Sekda Provinsi Maluku Utara, Walikota Tidore Kepulauan, Dirjen KSDAE dan para undangan, para Bobato tersebut dikunjungi oleh Sultan Tidore untuk ramah tamah. Selain itu, Sultan Tidore ke 37 juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Maluku Utara untuk bersama-sama menjaga kelestarian alamnya. “Saya kira tanggung jawab ini (perlindungan satwa dan hutan) adalah tanggung jawab kita bersama, tidak boleh ini dilimpahkan kepada seorang Walikota (Tidore Kepulauan) Ali Ibrahim semata-mata, tidak boleh juga kepada Pak Gubernur atau Pak Sekda, ini tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan melestarikan lingkungan yang kita hidup dan kita tinggali”, kata Sultan Tidore. “InsyaAllah di 20 tahun, 30 tahun, bahkan 50 tahun generasi ini akan berganti. Dan ketika terjadinya peralihan generasi itu tidak boleh generasi itu sumpah serapah terhadap kitorang (bahwa) nenek moyang pernah tinggalkan pa dorang (mereka) bumi yang tidak baik ini, kitorang harus wariskan bumi yang bagus”, tambah Sultan Tidore. Tak hanya itu, Sultan Tidore juga memberikan penghargaan kepada Dirjen KSDAE sebagai keluarga kedaton Kesultanan Tidore. Penghargaan tersebut diberikan dengan menyematkan baju dan topi adat kesultanan oleh Sultan Tidore. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan BTN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

BBKSDA Sumatera Utara Kirim 5 Orangutan ke Jambi

Jambi, 28 Oktober 2021. Setelah menjalani rehabilitasi di Pusat Karantina Orangutan Sumatera (PKOS) Batu Mbelin yang dikelola Yayasan Ekosistem Lestari-Sumatran Orangutan Conservation Program (YEL-SOCP), mitra kerja sama Balai Besar KSDA Sumatera Utara, akhirnya 5 (lima) individu Orangutan Sumatera (Pongo abelii) diberangkatkan Balai Besar KSDA Sumatera bersama dengan YEL-SOCP untuk diserahterimakan kepada Balai KSDA Jambi dan nantinya akan dilepasliarkan. Kelima orangutan ini diangkut melalui jalan darat, pada Senin malam (25/10), menempuh perjalanan sekitar 36 jam untuk tiba di Jambi, tepatnya di Stasiun Reintroduksi Orangutan Bukit Tigapuluh yang dikelola oleh Frankfurt Zoologi Society (FZS), Rabu (27/10). Sebelum diberangkatkan, hasil pemeriksaan tim medis YEL-SOCP bahwa kondisi kelima orangutan dipastikan dalam keadaan sehat dan negatif covid-19. Adapun kelima orangutan ini masing-masing : Deka, berkelamin jantan, berumur 6 tahun, berasal dari Medan Sumatera Utara dan berada di PKOS sejak tanggal 27 Juli 2016; Tesi, betina, 6 tahun, berasal dari Patumbak Sumatera Utara dan berada di PKOS sejak tanggal 6 Januari 2017 ; Ipin, jantan, 6 tahun, berasal dari Animal Sanctuary Trush Indonesia (ASTI) Jawa Barat dan berada di PKOS sejak tanggal 17 Januari 2017 ; Dupa, betina 6 tahun, berasal dari Dumai Riau dan berada di PKOS sejak tanggal 27 Juni 2019, serta Marelan, jantan, berasal dari Marelan Sumatera Utara dan berada di PKOS sejak tanggal 25 Nopember 2019. Saat ini, kelima orangutan tersebut dititipkan sementara di kandang reintroduksi milik FZS untuk menjalani forest school, sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Sumber : Rezki Indah Siregar, S.P. - PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Menampilkan 1.985–2.000 dari 11.142 publikasi