Jumat, 19 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Perkembangan Penanganan Konflik Harimau Sumatera di Desa Batu Jongjong

Bahorok, 10 Februari 2022. Berawal pada Selasa, 1 Februari 2022, Tim dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) dan Yayasan Sumatera Hijau Lestari (YSHL) melakukan monitoring jejak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Dusun Batu Katak, Desa Batu Jongjong, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Tim kemudian menemukan bangkai anak lembu yang diduga dimangsa oleh harimau, di lokasi kejadian yang berjarak sekitar 2,4 km dari batas kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Mitigasi konflik juga dilakukan pada Senin (7/2) dengan melibatkan Tim gabungan dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, BBTNGL, Kepala Desa Batu Jonjong, Yayasan Hutan Untuk Anak (YHUA), YSHL, dan masyarakat desa Batu Jonjong di sekitar lokasi yang hasilnya ditemukan ukuran jejak identik dengan jejak harimau yang memangsa belasan lembu milik masyarakat pada bulan Desember 2020, Januari 2021 dan April 2021. Mitigasi yang sudah diinisiasi Kepala Desa Batu Jongjong kemudian dilanjutkan lagi dengan pertemuan yang melibatkan unsur-unsur antara lain BBKSDA Sumatera Utara, BBTNGL, KPH I Stabat, Babinsa, perwakilan Camat Bahorok, Wildlife Conservation Society (WCS)-Indonesia Program, YHUA, YSHL, pemerintahan desa dan masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, dilaporkan konflik dengan harimau sumatera yang telah memakan korban 2 ekor lembu ternak warga yang ditemukan mati pada tanggal 1 dan 5 Februari 2022. Masyarakat merasa terancam dan tidak bisa bekerja di kebunnya sehingga mengharapkan pendampingan dari petugas yang bersenjata. Menjawab hal ini, Camat akan melakukan koordinasi dengan pihak Polsek serta Koramil. Tim penanggulangan akan mendampingi secara berkelompok, karena harus fokus pada penanganan satwa. Selain itu, Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyampaikan informasi telah memasang 1 unit kandang jebak. Diharapkan juga partisipasi/dukungan dari lembaga mitra Yayasan PETAI untuk menambah 1 unit lagi. Pertemuan juga memutuskan untuk melibatkan ahli (pawang) dalam upaya penangkapan harimau, dan mengharapkan Balai Besar KSDA Sumatera Utara dapat memfasilitasinya. Hasil pertemuan, kemudian dilaporkan Plt. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara kepada Bupati Langkat melalui surat Nomor : S.606/K3/BIDTEK/KSA/02/2022 tanggal 8 Februari 2022 yang salah satu poin dari surat tersebut disampaikan bahwa konflik dengan harimau sumatera di Kabupaten Padang Lawas yang memakan korban jiwa dan mengancam kehidupan warga ditetapkan sebagai bencana. Berkaitan dengan itu, status yang sama juga dapat diterapkan di Kabupaten Langkat mengingat adanya korban ternak warga yang merugikan masyarakat dan mengganggu kehidupan warga dalam mencari nafkah, sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat ikut berperan menangani konflik ini, khususnya terhadap masyarakat yang sudah lebih kurang 2 minggu tidak berkebun (bekerja) memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebelumnya, masyarakat di 4 desa (Lau Damak, Timbang Jaya, Timbang Lawan dan Batu Jongjong) bersama lembaga swadaya masyarakat (NGO) telah memasang 20 kandang Tiger Proof Enclosure (TPE) bagi pengamanan hewan ternak peliharaan warga, namun kuantitas (jumlah) nya di Desa Batu Jongjong sangat sedikit sehingga mengundang kehadiran harimau. Perkembangan terakhir, Tim terpadu yang melibatkan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, WCS, YSHL dan masyarakat Dusun Batu Katak kembali membuat 1 unit kandang TPE, pada Rabu 9 Februari 2022. Dan sampai saat ini pun Tim terus memantau di lokasi. Sumber : Esra Barus, S.Hut. – Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Balai Besar TaNa Bentarum dan Fahutan IPB Release Lutung Sentarum

Lupak Mawang, 9 Februari 2022. Lutung Sentarum (Presbytis chrysomelas ssp. cruiciger Thomas 1892) merupakan salah satu primata yang termasuk ke dalam spesies terancam punah menurut IUCN dan ditemukan dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Dalam upaya mewujudkan visi dan misi Taman Nasional sebagai unit pelestarian satwa liar, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum bersama-sama dengan Fahutan IPB melakukan pelepasliaran Lutung Sentarum (Presbytis chrysomelas ssp. cruiciger Thomas 1892) yang sebelumnya telah dilakukan penyerahan dari pihak masyarakat Dusun Kenasau, Desa Jongkong Kiri Hilir. Hal yang tentunya menjadi bukti kuat bahwa keberadaan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan adalah turut serta menjaga kelestarian ekosistem serta keanekaragaman hayatinya. “Saya menyerahkan satwa ini kepada pihak Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum karena saya dan masyarakat lainnya peduli untuk turut menjaga kelestarian satwa ini” ungkap Nalau, masyarakat Dusun Kenasau. Rangkaian agenda kegiatan pelepasliaran meliputi pengecekan kesehatan dan pengambilan sampel DNA oleh Tim Ahli serta pelepasliaran ke habitat aslinya yang menjadi agenda utama. Pengecekan kesehatan dan pengambilan sampel untuk tes DNA dilakukan oleh Tim Ahli, yaitu Drh. Waluyo Jati, Yohanes Triyanta dan Yohannes Wibisono. Pembiusan dilakukan pada pukul 06.15 WIB yang dilanjutkan dengan pengecekan kesehatan dan pengambilan sampel. Sampel untuk Tes DNA meliputi, sampel folikel rambut, sampel feses, sampel kuku dan sampel darah. Satwa kemudian dipindahkan ke dalam kandang angkut dan kembali siuman pukul 08.30 WIB. “Tes DNA ini ditujukan untuk membandingkan apakah satwa yang ditemukan di Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum benar sama atau tidak dengan satwa serupa yang telah ditemukan di Negara Malaysia" ungkap Sutopo, Koordinator Peneliti Lutung Sentarum (Presbytis chrysomelas ssp. cruiciger Thomas 1892) dari Fahutan IPB. Pelepasliaran satwa ke habitat aslinya di Kakah Bajang, Dusun Kenasau, Desa Jongkong Kiri Hilir dilakukan bersama seluruh tim Balai Besar TaNa Bentarum. Lokasi pelepasliaran berjarak 1 jam perjalanan dari Kantor Resort Lupak Mawang. Tim ahli sudah melakukan observasi sebelumnya dan menyatakan bahwa satwa tersebut sehat dan siap dilepaskan kembali ke habitatnya. “Pentingnya pelepasliaran satwa Lutung Sentarum (Presbytis chrysomelas ssp. cruiciger Thomas 1892) kehabitat aslinya adalah untuk menjaga kelestarian spesies tersebut. Dan saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang telah secara sadar turut menjaga kelestarian jenis satwa dengan menyerahkan temuan satwa ini kepada pihak Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum” ungkap Gunawan Budi Hartono, Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak. Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak, Kepala Seksi PTN Wilayah V Selimbau, Koordinator Penelitian Lutung Sentarum dari Fahutan IPB dan Staf Resort Lupak Mawang. Wujud kolaborasi aktif multistakeholders dalam mendukung upaya konservasi jenis satwa. Sumber : Angga Sukma Lovita, S.Kel. - Pengendali Ekosistem Hutan Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Penggarap dan Babinsa Hijaukan Lahan Terdegradasi di TN Gunung Gede Pangrango

Resort PTN Pasir Hantap, 9 Februari 2022 - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) melakukan penanaman lahan terdegradasi bersama para penggarap dan Babinsa setempat di Blok Panyaung pada Senin (7/2/2022). Sebanyak 10.000 batang yang terdiri dari 7.000 bibit tanaman asli TNGGP dan 3.000 bibit tanaman Multipurpose Tree Species (MPTS) ditanam pada lahan seluas 25 Ha, yang direncanakan akan diselesaikan sampai dengan hari Kamis, 10 Februari 2022. Blok Panyaung sendiri merupakan areal eks-PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat) semasa pengelolaan Perum Perhutani sebelum diserahkan ke BBTNGGP, di mana sampai saat ini belum bisa direstorasi secara optimal. Sebelumnya pada Jumat (4/2/2022) diadakan Sosialisasi Teknis Penanaman yang bertempat di Pos Jaga Genteng Ds. Ambarjaya Kec. Ciambar Kab. Sukabumi. Sesuai kesepakatan pada sosialisasi, penanaman dilakukan oleh para penggarap di lahan garapannya masing-masing. Pembagian jatah bibit disesuaikan dengan luasan garapan yang dilakukan oleh masyarakat. Yang membuat para penggarap antusias, selain 7.000 bibit tanaman asli yang ditanam (ki sireum, janitri, dan lame) terdapat pula 3.000 bibit MPTS (salam, sukun, durian, rambutan, dan kemiri) yang akan ditanam di pinggir kawasan yang berbatasan langsung dengan lahan masyarakat (green belt). Harapannya tanaman MPTS ini dapat dimanfaatkan hasilnya secara langsung oleh masyarakat tanpa merusak pohon intinya. Pohon yang kita tanam saat ini memang tidak dapat langsung kita rasakan manfaatnya, namun akan menjadi tabungan di masa mendatang. Bagi anak dan cucu kita. Bagi generasi mendatang. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks : Ida Rohaida, S.P., M.Sc. (Polhut Muda) Dokumentasi : RPTN Pasir Hantap - BBTNGGP
Baca Berita

Giat BBKSDA Sumatera Utara Lepasliar Kukang di TWA Danau Sicike-cike

Sidikalang, 9 Februari 2022. Setelah menerima penyerahan satwa liar dilindungi dari warga, dan mempertimbangkan kondisi kesehatan satwa serta masih adanya sifat liar dari satwa tersebut, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melakukan pelepasliaran 3 (tiga) individu Kukang (Nycticebus coucang) di habitat alaminya di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Sicike-cike. Pelepasliaran ini dilakukan masing-masing pada Jumat dan Sabtu 4-5 Februari 2022. Giat pelepasliaran yang dilakukan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara merupakan upaya pengembalian satwa liar ke habitat alaminya agar hidup dengan baik dan berkembang biak secara alami. Satu individu Kukang dilepasliarkan pada Jumat (4/2), merupakan penyerahan dari Peri Ramadhansyah, warga Dusun IV Bendeng, Desa Dagang Klambir, Kabupaten Deli Serdang, yang diserahkan pada Rabu 2 Februari 2022. Sedangkan 2 individu Kukang (induk dan anaknya) dilepasliarkan pada Sabtu (5/2), merupakan penyerahan Oky Ripai Lubis, warga Sumbul Berampu, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi. Sumber : Samuel Siahaan, SP. – PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Potensi Madu Hutan TN Danau Sentarum Dilirik Buyer dan Investor

Dusun Semangit, 8 Februari 2022 - Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) mendampingi dan memfasilitasi kunjungan lapangan Buyer dan Investor ke kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Perjalanan Buyer dan Investor untuk mempromosikan Ekonomi Hijau dan Rantai Pasok Berkelanjutan di Kapuas Hulu salah satunya Dusun Semangit dan Pulau Sepandan Kawasan Danau Sentarum yang berpeluang di Bidang Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti madu dan ikan serta di bidang ekowisata. (6 s/d 7 Februari 2022) Dengan adanya penetapan Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas hulu menjadi daya tarik Buyer dan Investor melihat potensial yang dimiliki salah satunya komoditas Tengkawang, Tenun, Madu Hutan dan Ekowisata yang menjadi tujuan kunjungan. Kunjungan ini di ikuti oleh Tim NIRAS Ip Consult (Tim Leader), Tim GIZ-SASCI COS, Tim BBTNBKDS, Tim Fasilitator (KAIT Nusantara), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tim Media CNN, Tim Media Kompas, Tim Media Pontianak Post, Tim Media Ruai TV dan 7 orang Buyer dan Investor (Nusantara Kita Tour dan Travel Ecotourism, Cahaya Agribiz, Bigboylooksgood, PT.Yagi Natural Indonesia, Yayasan Ekosistem Bintang Lestari-Supernova Ecosystem, Handep, Forest Wise). Saat berkunjung ke Kawasan TNDS, Buyer dan Investor turut melihat langsung proses pemanenan Madu Hutan (Tikung) secara lestari hingga menjadi kemasan madu APDS (Asosiasi Periau Danau Sentarum) yang dikelola oleh masyarakat Dusun Semujan dan juga menginap di salah satu tempat wisata unggulan yaitu Pulau Sepandan. Dua investor yang menggeluti bidang Madu dan Ekowisata sangat tertarik dengan potensi yang ada. Khususnya Yayasan Ekosistem Bintang Lestari-Supernova Ecosystem yang bergerak dibidang Madu tertarik untuk mendukung produk masyarakat dan menawarkan akan berinvestasi apabila masyarakat bersedia menyediakan produk sesuai dengan kebutuhan Buyer dan Investor. Nusantara Kita Tour dan Travel Ecotourism yang menyediakan jasa perjalanan wisata turut tertarik dengan potensi ekowisata yang dimiliki masyarakat dan Kawasan TNDS. “Melihat dari potensi yang ada contohnya Madu hutan dan produksi Ikan disini sangat cocok untuk wisata minat khusus. Masyarakat bisa membuat paket panen ikan atau paket panen madu atau paket pengamatan satwa yang nantinya dapat kita sampaikan kepada pengunjung.” “informasi-informasi dalam paket itu menjadi daya jual yang cukup tinggi karena paket yang kita tawarkan tidak sembarangan”. Jelas Ronny Hendrawan selaku Agen Nusantara Kita Tour dan Travel Ecotourism. Shane McCarthy sebagai Tim Leader kegiatan kunjungan menjelaskan “kami mengajak investor untuk melihat langsung proses pembuatan produk yang dilakukan masyarakat supaya investor tertarik dengan produk-produk alami dan mendukung kerja masyarakat. Dengan begitu kita dapat membantu perekonomian masyarakat dan juga masyarakat tidak harus melakukan kegiatan-kegiatan yang merusak hutan”. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum.
Baca Berita

Balai TN Tanjung Puting Kembali Pantau Burung Air Pada Helatan Asian Waterbird Census 2022

Pangkalan Bun, 08 Februari 2022. Tahun kedua, Balai Taman Nasional Tanjung Puting kembali berkontribusi dalam kegiatan Asian Waterbird Census (AWC) tahun 2022. Pengamatan burung air ini bertujuan untuk mengetahui populasi burung air di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dan sekitarnya sekaligus untuk memantau kondisi habitat burung air. Adapun site pengamatan burung air tahun ini berlokasi di sepanjang Tinggiran sampai dengan Pantai Sungai Cabang. Hasil pengamatan burung air yang berhasil dijumpai sebanyak 6 (enam) kelompok burung air dari 12 kelompok burung air yang tercatat di Indonesia. Adapun jenis – jenis burung air yang dijumpai pada pengamatan tersebut sebanyak 15 jenis burung air yaitu; (1) Pecuk dan Pecuk Ular (Pecuk Ular Asia); (2) Kuntul dan Cangak (Bambangan Kuning, Bambangan Merah, Cangak Laut, Cangak Besar, Kokokan Laut, Kowak Malam Abu, Kuntul Kecil dan Kowak Malam); (3) Bangau (Bangau Tongtong); (4) Ayam – Ayaman (Kareo Padi); (5) Burung Pantai (Cerekpasir Besar, Birulaut Ekor Hitam dan Trinil Pantai); (6) Camar dan Dara Laut (Dara Laut Biasa). Sedangkan, jenis burung lainnya yang dijumpai pada site pengamatan terdapat 9 (sembilan) jenis yaitu; Kirik – Kirik laut, Kekep Babi, Pergam Hijau, Punai Gading, Pekaka Emas, Cekakak Sungai, Cekakak Belukar, Elang Bondol dan Layangan Batu. Kegiatan pengamatan burung air ini didukung oleh PT. Kumai Sentosa (Mitra TNTP) dan kegiatan ini akan menjadi kegiatan rutin tahunan. Dengan dilaksanakannya kegiatan Asian Waterbird Cencus (AWC) ini dapat mengupdate data populasi burung air yang berada di Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dan sekitarnya. Sumber : Balai Taman Nasional Tanjung Puting
Baca Berita

BBKSDA Sumatera Utara Menerima Penyerahan Kukang Dari Warga Sumbul

Sumbul 8 Februari 2022. Perjumpaan yang tidak disengaja, mungkin itu kata yang tepat ketika petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara sedang melintas di Desa Sumbul Berampu, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, pada Sabtu 5 Februari 2022, saat itu melihat seorang warga sedang menjemur satwa di dalam keranjang plastik. Rasa penasaran mengusik petugas untuk melihat satwa apa yang ada dalam keranjang plastik tersebut, dan ternyata ada 2 individu Kukang (Nycticebus coucang) induk dan anaknya. Lalu petugas pun menghampiri si pemilik satwa dan meminta keterangan. Menurut penjelasan Oky Ripai Lubis, selaku pemilik satwa, Kukang tersebut baru ditemukannya sehari sebelumnya sedang melintas di areal perladangan. Merasa kasihan Oky pun mengamankan induk dan anak Kukang yang selalu menempel di badan induknya, dan mambawanya ke rumahnya. Merasa penasaran Oky kemudian, mencari informasi tentang kukang melalui internert dan ternyata satwa ini termasuk jenis yang dilindungi. Selanjutnya Oky berniat untuk menyerahkannya ke kebun binantang atau pihak terkait agar diselamatkan. Niat baik tersebut akhirnya terjawab, dengan tanpa disengaja bertemu dengan petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Atas kesediaan Oky menyerahkan satwa tersebut, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Samuel Siahaan, SP. memberi apresiasi dengan menyerahkan bahan-bahan informasi berupa buletin dan booklet yang berisi berbagai informasi dan pengetahuan tentang konservasi alam serta tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi. Sumber : Samuel Siahaan, SP. - PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Secara Mandiri, Masyarakat Latondu Selamatkan Penyu Yang Tidak Sengaja Tersangkut Jaring

Desa Latondu, 8 Februari 2022 - Pak Kalla dan Pak Nuhung yang merupakan nelayan asal Desa Latondu menemukan seekor penyu di jaring miliknya ketika sedang melaut, Minggu (6/2). Jaring ini biasa mereka gunakan untuk menangkap ikan, namun penyu malang ini tidak sengaja terperangkap di jaring tersebut. Penyu hijau remaja dengan ukuran kerapas kira-kira 30 cm ini ditemukan terperangkap jaring di sekitar perairan antara Pulau Latondu Kecil dan Pulau Latondu Besar. Dengan kesadaran dan sukarela, Pak Kalla dan Pak Nuhung melakukan tindakan penyelamatan terhadap penyu malang ini. Mereka melepaskan penyu ini dari jaring kemudian memeriksa kesehatan penyu. Ketika mereka telah memastikan penyu tersebut dalam keadaan sehat mereka kemudian melepasliarkannya ke laut. Saat melakukan pelepasliaran, tidak lupa mereka mendokumentasikannya sebagai bahan laporan kepada petugas Balai TN Taka Bonerate. Dalam video yang mereka bagikan ke petugas, mereka terlihat sangat senang bisa melakukan penyelamatan dan pelepasliaran penyu tersebut. Kesadaran dan kemandirian Pak Kalla dan Pak Nuhung dalam melakukan penyelamatan satwa merupakan kabar yang baik bagi upaya konservasi penyu di TN Taka Bonerate. Semoga semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran akan pentingnya menyelamatkan penyu. Sumber: Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Punggawa Balai TN Tanjung Puting Meriahkan Hari Lahan Basah Sedunia 2022

Pangkalan Bun, 07 Februari 2022. Pantai Arut Tebal Resort Sungai Cabang, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Tanjung Harapan Balai Taman Nasional Tanjung Puting menjadi tuan rumah kemeriahan Hari Lahan Basah Sedunia - World Weatlands Day (WWD) tahun 2022. Tema untuk tahun 2022 adalah “Value-Manage-Restore-Love Wetlands”, yang bermakna seruan kepada para pihak untuk mensosialisasikan aksi pengelolaan lahan basah melalui penyediaan anggaran, sumberdaya manusia dan kebijakan untuk penyelamatan lahan basah dan pemulihan lahan basah yang telah terdegradasi. Kegiatan terdiri dari pelepasliaran tukik penyu sisik (Eretmochelys imbricata) sebanyak 106 ekor dan anak tuntong laut (Batagur borneensis) sebanyak 4 (empat) ekor serta dilanjutkan dengan penanaman bibit mangrove yang menjadi salah satu aksi puncak peringatan yang dilakukan oleh seluruh punggawa Balai Taman Nasional Tanjung Puting. Peringatan ini meningkatkan upaya konservasi lahan basah serta semakin tersosialisasikannya keberadaan dan peran penting Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting sebagai salah satu Situs Ramsar di Indonesia. Taman Nasional Tanjung Puting merupakan salah satu dari 7 (tujuh) Situs Ramsar Indonesia yang ditetapkan pada tahun 2013 seluas 408.286 Ha, dimana 40% dari luas kawasan masuk ke dalam tipe lahan basah. Sebagai informasi, Hari Lahan Basah Sedunia (World Wetlands Day) diperingati setiap tahunnya pada tanggal 2 Februari. Peringatan ini ditetapkan berdasarkan penandatanganan Konvensi Lahan Basah pada tanggal 2 Februari 1971 di Kota Ramsar (Iran). Sumber : Balai Taman Nasional Tanjung Puting
Baca Berita

Balai TN Tesso Nilo Copot Papan Klaim Kepemilikan Lahan

Pangkalan Kerinci, 7 Februari 2022 – Petugas Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melalui Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah telah melaksanakan kegiatan Patroli Rutin Darat di SPTN Wilayah II Baserah pada 03 s.d 06 Februari 2022 silam. Patroli dilaksanakan 6 (enam) personil yang terdiri dari 3 orang Polhut dan 3 orang Masyarakat Mitra Polhut (MMP) serta masyarakat. Dalam giat patroli ini, tim menemukan papan- papan klaim sepihak kepemilikan lahan di dalam kawasan TN Tesso Nilo, kemudian petugas melakukan pembersihan dan pencopotan terhadap papan – papan klaim tersebut dan melakukan pemasangan papan informasi sebagai pemberitahuan. Dari hasil patroli ini, petugas mengunggapkan bahwa klaim kepemilikan lahan di dalam kawasan TN Tesso Nilo harus diselesaikan secara menyeluruh dan tegas, untuk itu patroli akan dilakukan secara rutin oleh petugas Balai TN Tesso Nilo. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Pulihkan Area Terbuka, Balai TN Tesso Nilo Lakukan Penanaman

Pangkalan Kerinci, 7 Februari 2022 – Untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melalui Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah melakukan penanaman bibit di area terbuka TN Tesso Nilo pada tanggal 03 s.d 06 Februari 2022. Adapun bibit yang ditanam diantaranya adalah matoa, cempedak hutan, jengkol, dan gaharu dengan total 250 batang. Petugas SPTN Wilayah II Baserah mengatakan area yang ditanam ini akan dijadikan plot penanaman mandiri bersama dengan masyarakat penyangga. Penanaman bibit yang dilakukan nantinya akan dimonitor pertumbuhannya hingga tumbuh subur dan melestarikan kembali lahan terbuka di TN Tesso Nilo. Selain melakukan penanaman, petugas juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kawasan TN Tesso Nilo dan larangan kegiatan pemburuan satwa didalam kawasan. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

BBKSDA Papua dan Karantina Pertanian Papua Rapatkan Barisan untuk Penanganan TSL

Jayapura, 4 Februari 2022 – Banyaknya pintu atau tempat yang belum terjangkau dan belum terawasi secara baik merupakan salah satu kendala pengawasan dan pengendalian peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) di Papua. Hal itu terjadi kerena luasnya wilayah serta keterbatasan personel di lapangan. Demikian ungkap Kelapa Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke, Sudirman, usai menandatangani dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua. Pada Jumat, (4/2) BBKSDA Papua melangsungkan penandatanganan dokumen PKS bersama Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Timika, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Biak, dan Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura. Penandatanganan PKS berlangsung di kantor Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke. Kerja sama antar instansi tersebut dilaksanakan melalui dukungan pengawasan dan/atau pengendalian pemasukan dan pengeluaran tumbuhan dan satwa liar, tumbuhan dan satwa langka, sumber daya genetik, produk rekayasa genetik, dan jenis asing invasif di tempat pemasukan dan pengeluaran, di wilayah kerja masing-masing pihak yang telah menyepakati PKS. Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang KSDA Wilayah I Merauke, Irwan Effendi memberikan pernyataan, “Papua menjadi provinsi pertama yang melaksanakan penandatanganan PKS ini. Harapan kami, dengan PKS ini, pengawasan dan pengendalian TSL di Papua akan semakin baik. Setidaknya realisasi PKS ini dapat meminimalisir, menekan sekecil mungkin TSL Papua keluar dari wilayah Provinsi Papua tanpa dokumen atau tanpa izin.” Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura, Muhlis Natsir, menyatakan, sebelumnya telah terjalin kolaborasi yang apik di lapangan. Dengan penandatanganan PKS, paying hukumnya telah sangat jelas. “Ruang lingkup kerja sama ini meliputi pengembangan mekanisme komunikasi dan koordinasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana, penyediaan data dan informasi, serta sinergi pelaksanaan penegakan hukum,” jelas Muhlis. Ia berharap, semua pihak dapat mewujudkan apa yang telah ditandatangani bersama. Pada saat yang sama, Kepala BBKSDA Papua, Edward Sembiring, menyampaikan, “Ini komitmen serius! Dengan penandatanganan PKS ini, BBKSDA Papua dan Karantina Pertanian Papua telah merapatkan barisan untuk penanganan TSL di Papua.” Lantas seperti biasanya, Edward tak jemu mengingatkan kita, agar menjaga sumber daya alam Papua sebelum menjadi kenangan. (dd) Sumber : Balai Besar KSDA Papua Call Center BBKSDA Papua : 0823 9770 9728
Baca Berita

Tiga Anak Harimau Lahir di Sanctuary Harimau Barumun

Barumun, 4 Februari 2022. Kabar gembira datang dari Sanctuary Harimau Barumun dengan kelahiran 3 ekor anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang diperkirakan lahir pada Minggu, 23 Januari 2022. Awal kelahiran ini diketahui oleh Keeper Sanctuary Harimau Barumun dari pengamatan CCTV pemantau yang beroperasi 24 jam, dan kemudian melaporkannya kepada Yayasan Parsamuhan Bodichita Mandala Medan (YPBMM) serta diteruskan kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Dari hasil pengamatan langsung oleh petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dipastikan terdapat 3 anak harimau sumatera yang sedang menyusui induknya. Anak-anak harimau tersebut terlihat dalam kondisi sehat dan belum dapat membuka mata. Adapun jenis kelamin ketiganya belum bisa diindentifikasi disebabkan kesulitan mengamatinya dari jarak dekat, karena kandangnya yang luas dan ditutupi semak belukar. Kondisi kandang memang dibuat sedemikian rupa menyerupai kondisi di alam, terdapat pohon-pohonan, semak belukar dan sumber air. Namun sampai saat ini pemantauan ke-tiga anak harimau terus dilakukan melalui pengamatan CCTV untuk melihat perkembangan ke depan. Tiga tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 8 Desember 2018, di tempat yang sama juga telah lahir 2 ekor anak harimau sumatera, berjenis kelamin jantan dan betina yang diberi nama penanda “Surya Manggala” dan “Citra Kartini”. Saat ini kedua anak harimau tersebut sudah berumur 3 tahun dan sedang disiapkan untuk dilepasliarkan ke alam. Tahapan untuk proses pelepasliaran sudah dilakukan, mulai dari pengamatan perilaku harian, analisis perilaku, pemeriksaaan kesehatan dan persiapan lokasi pelepasliaran. Dari hasil pemeriksaan kesehatan dan analisis perilaku yang dilakukan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara bekerjasama dengan YPBMM dan Forum Harimau Kita, Surya Manggala dan Citra Kartini direkomendasikan layak untuk segera dilepasliarkan ke alam. Rencana pelepasliaran kedua anak harimau tersebut masih menunggu hasil survey lokasi. Kelima anak Harimau ini lahir dari indukan yang sama, yaitu “Gadis” harimau betina dan “Monang” harimau jantan. Gadis merupakan harimau korban konflik (terkena jerat) di daerah Kabupaten Mandailing Natal yang dibawa ke Sanctuary Harimau BNWS (Barumun Nagary Wildlife Sanctuary) tahun 2016. Akibat terkena jerat, Gadis harus diamputasi kaki kanannya sebelah depan. Umur Gadis saat ini diperkirakan sekitar 10 tahun. Sedangkan Monang merupakan harimau jantan yang berhasil dievakuasi dari Desa Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun pada tahun 2017. Harimau yang terkena jerat di perkebunan warga ini dievakuasi dan diobati di Sanctuary Harimau Barumun. Untuk keamanan, Monang yang saat ini diperkirakan berumur 9 tahun, berada di dalam kandang tersendiri, terpisah dari Surya Manggala dan Citra Kartini, dan juga dari Gadis serta ketiga anak harimau yang baru lahir. Kelahiran kembali 3 ekor anak harimau sumatera, setelah Surya Manggala dan Citra Kartini, menjadi harapan baru bagi program konservasi harimau sumatera di Indonesia, mengingat kondisi populasinya sekarang ini cenderung terus berkurang dari tahun ke tahun. Pengurangan populasi disebabkan banyak faktor, antara lain akibat perburuan, pemasangat jerat yang mengakibatkan luka atau kematian, dan juga masih tingginya konflik dengan manusia akibat dari rusaknya habitat. Sanctuary Harimau BNWS yang terletak di Desa Batunanggar, Kecamatan Batangonang, Kabupaten Padanglawas Utara, merupakan tempat yang dibangun Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan Yayasan Parsamuhan Bodichita Mandala Medan (YPBMM) pada tahun 2016, dengan tujuan sebagai tempat untuk merehabilitasi harimau korban konflik. Tempat ini menyiapkan harimau sumatera korban konflik untuk bisa dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Di lokasi Sanctuary Harimau Barumun yang memilki areal seluas 30 ha, sampai saat ini terdapat 8 (delapan) ekor Harimau Sumatera sedang menjalani perawatan dan rehabilitasi, yaitu : Sumber : Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

BBKSDA Papua Lepas Liar 320 Satwa pada Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia

Merauke, 2 Februari 2022 – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua melepasliarkan 320 satwa pada puncak peringatan Hari Lahan Basah Sedunia, Rabu (2/2). Lepas liar berlangsung di Rawa Biru, Distrik Sota, Kabupaten Merauke. Rincian satwa yang dilepasliarkan antara lain 300 ekor arwana irian (Scleropages jardinii) hasil penyisihan kuota tangkap tahun 2021, 9 ekor kura-kura papua leher panjang (Chelodina novaeguineae) translokasi dari DKI Jakarta tahun 2021, 3 ekor soa payung (Chlamydosaurus kingii) dan 8 ekor kadal lidah biru (Tiliqua gigas) translokasi dari Sumatera Selatan tahun 2021. Dokter hewan BBKSDA Papua, drh. Widya Bharanita Darmanto, menyatakan satwa-satwa translokasi dalam kondisi siap dilepasliarkan kembali ke alam. Satwa-satwa tersebut telah menjalani proses habituasi di kandang transit Buper Waena, dengan pemantauan secara berkala. Terkait arwana irian, alam menyediakannya sebagai bagian penting kekayaan keanekaragaman hayati di perairan selatan Papua, khususnya Merauke. Wilayah tersebut memiliki lahan basah yang terhampar luas, dan merupakan kawasan konservasi yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Wasur. Di garis waktu, arwana irian telah mengalami perjalanan panjang, mulai dari perannya memenuhi kepentingan tradisional di masa lalu hingga komersial di era modern. Dulu, masyarakat yang bermukim di sekitar habitat ikan arwana irian hanya memanfaatkannya untuk konsumsi dan upacara adat tertentu. Sebagaimana kita tahu, pemanfaatan sumber daya secara tradisional biasanya bersifat alamiah dan tidak mengganggu populasi di alam. Namun, waktu berlalu dan era berganti. Arwana irian telah menjadi komoditas yang cukup menjanjikan. Sampai titik ini, kiranya perlu kebijakan pemanfaatan arwana irian oleh masyarakat agar tetap terjamin kelestariannya di alam. “Menyisihkan kuota tangkap setiap tahun untuk dilepasliarkan, menurut saya ini bagian dari kebijakan pemanfaatan arwana irian demi menjamin kelestariannya di alam.” Demikian ungkap Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring. Lebih dari itu, Edward menjelaskan bahwa masyarakat adat sebenarnya telah memiliki banyak nilai luhur atau kearifan dalam pemanfaatan sumber daya alam. Sejauh ini nilai-nilai tersebut sangat mendukung kegiatan konservasi. “Kearifan lokal terkait sasi dan totem, misalnya, merupakan contoh nilai-nilai konservasi yang berkembang di kalangan masyarakat adat dan telah diterapkan sejak zaman nenek moyang. Saya selalu hormat terhadap nilai-nilai itu, yang merupakan khazanah negeri kita dan terbukti sanggup menjaga alam sampai sekarang,” kata Edward. Sejauh ini, nilai sasi dikenal cukup luas oleh kelompok-kelompok masyarakat adat di Papua. Sasi adalah larangan memanfaatkan sumber daya di suatu wilayah adat tertentu dalam jangka waktu tertentu. Menurut Edwrad, sasi termasuk pola yang efektif dalam mengatur pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana. Di sisi lain, totem memiliki daya tarik khusus, baik sebagai nilai konservasi maupun nilai adat. Peluangnya cukup tinggi bila dikelola menjadi bagian pendukung pariwisata minat khusus di area lahan basah Merauke yang indah tiada tara. Kata ‘totem’ sendiri sangat menarik perhatian, seperti dongeng purba dari antah-berantah yang tersesat di zaman modern. Menutup pernyataannya, Edward menyampaikan seruan agar setiap indvidu berperan aktif menjaga sumber daya alam Papua sebelum menjadi kenangan.(dd) Sumber : Balai Besar KSDA Papua Call Center BBKSDA Papua : 0823 9770 9728
Baca Berita

Daripada Menjual Kukang, Lebih Baik Menyerahkannya ke BBKSDA Sumatera Utara

Medan, 3 Februari 2022. Setidaknya itulah prinsip yang dipegang oleh Peri Ramadhansyah, karyawan swasta, beralamat di Dusun IV Bendeng, Desa Dagang Klambir, Kabupaten Deli Serdang, saat menyerahkan 1 (satu) individu Kukang (Nycticebus coucang) kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara pada Rabu, 2 Februari 2022. Kukang tersebut diperoleh Peri saat melintas di depan toko roti miliknya yang berada di Simpang Kayu Besar. Setelah ditangkap, Peri sempat mempostingnya di facebook untuk menanyakan jenis satwa tersebut. Diluar dugaan anak muda ini, ada beberapa orang yang menawarkan untuk membeli satwa tersebut. Namun karena mengetahui Kukang merupakan satwa yang dilindungi, tekadnya bulat untuk menyerahkan kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara, yang diketahuinya dari google, dan mengabaikan tawaran yang menggiurkan dari calon pembeli. Setelah menerima Kukang dari Peri Ramadhansyah, selanjutnya petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara mengevakuasinya dan menitipkan ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk dirawat dan direhabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan. Apresiasi tentunya diberikan kepada Peri Ramadhansyah yang lebih mengutamakan kepedulian untuk menyelamatkan dan melestarikan satwa Kukang, daripada hanya mencari keuntungan materi semata. Ini menjadi contoh dan inspirasi bagi warga lainnya ikut peduli kepada kehidupan satwa liar, khususnya yang dilindungi. Sumber : Ani, SP. – Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Balai Besar KSDA Riau Kembali Lakukan Pelepasliaran Satwa

Pekanbaru, 02 Februari 2022 - Kabar gembira datang lagi sobat. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau kembali melakukan pelepasliaran satwa (29/01). Tim perawat satwa Balai Besar KSDA Riau, dipimpin Kepala Resort Siak, Rafles Sitinjak, bersama perwakilan dari Yayasan Cinta Satwa Riau, Yamin, melakukan pelepasliaran berjumlah 12 ekor satwa yang terdiri dari 10 ekor Monyet ekor panjang dan 2 ekor Berang-berang. Berang-berang tersebut merupakan hasil penyerahan warga yang juga seorang anggota TNI AU sedangkan 10 ekor Monyet ekor panjang adalah hasil evakuasi konflik yang terjadi di Vihara Damma Metta Tamma yang berada di jalan Darma Utama, Pekanbaru. Pelepasliaran dilakukan di kawasan konservasi yang jauh dari aktifitas warga dan merupakan habitat satwa satwa tersebut. Pelaksanaan kegiatan pelepasliaran berjalan dengan lancar dan aman. Begitu dilepasliarkan, satwa langsung menyatu dengan alam dengan begitu lincahnya. Semoga satwa-satwa tersebut dapat hidup aman dan berkembang biak dengan baik guna menyeimbangkan ekosistemnya ya sobat. Sumber : Balai Besar KSDA Riau Teks : DI Foto : Tim admin BBKSDA Riau

Menampilkan 1.777–1.792 dari 11.142 publikasi