Jumat, 19 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Hari Lingkungan Hidup, BKSDA Sumbar Pastikan Kesesuaian Habitat Harimau Sumatera

Padang, 6 Juni 2022. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) bekerjasama dengan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya, Yayasan Sintas Indonesia dan Fakultas Biologi Universitas Andalas melakukan pemantauan kesesuaian habitat harimau sumatera di salah satu kawasan di Sumatera Barat yang dilaksanakan sejak 30 Mei sampai dengan 4 Juni 2022. Kegiatan ini juga untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup yang intinya agar harimau sumatera tetap lestari. Rangkaian kegiatan berupa pemasangan kamera jebak, survey pakan satwa harimau sumatera, pemusnahan jerat satwa, pengolahan data dan lainnya di beberapa titik di kawasan konservasi di Sumatera Barat. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim gabungan yang dibagi menjadi dua tim dimana kedua tim ini tersebar di dua grid yang berbeda. Adapun hasil yang didapatkan yakni terpantaunya keberadaan sejumlah satwa seperti tapir, babi hutan, anjing hutan, rusa hingga diduga harimau sumatera masih cukup baik di habitatnya. Selain itu, tim tidak menemukan jerat aktif yang dapat menjadi ancaman bagi satwa dikawasan tersebut, khususnya harimau sumatera. Kepala BKSDA Sumatera Barat, Ardi Andono tema hari lingkungan hidup bahwa bumi hanya ada satu, maka kita wajib menyelamatkan satwa endemik yang tersisa. Harapan dengan adanya kegiatan pemantauan kesesuaian habitat Harimau Sumatera ini, kita selalu memantau habitat untuk kelestarian harimau sumatera di Sumatera Barat dan tentunya Dunia yang hanya satu ini. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Nelayan Dihimbau Lapor Sebelum Beraktivitas di Perairan TN Komodo

Labuan Bajo, 29 Mei 2022. Petugas Resort Loh Wenci – Sapeh Balai Taman Nasional Komodo melaksanakan patroli perairan rutin pada tanggal 21 Mei 2022. Giat patroli kali ini dipimpin oleh Hardianus Sina dan Sigibertus Knaofmone (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Loh Wenci – Sapeh) untuk memastikan tidak adanya potensi gangguan perburuan satwa baik di wilayah daratan maupun perairan lingkup wilayah kerja Resort Loh Wenci – Sapeh. Patroli perairan kali ini berupaya menjangkau wilayah perairan Loh Laju Pemali dan Seloko. Tim menemukan dua buah kapal nelayan yang berasal dari Sape Gusung yang memancing ikan pada perairan Loh Laju Pemali. Kedua kapal tersebut diketahui belum melapor ke Resort Loh Wenci-Sapeh. Petugas lalu mengarahkan kedua kapal nelayan tersebut untuk segera melakukan pelaporan dan menghimbau kedepannya agar selalu melaporkan diri ke pos jaga sebelum beraktivitas di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Petugas Resort Loh Wenci – Sapeh berharap agar masyarakat nelayan turut menjaga keanekagaraman hayati bawah laut di dalam kawasan Taman Nasional Komodo dengan tidak menggunakan alat tangkap yang dapat merusak lingkungan ataupun memancing ikan dalam jumlah berlebih tanpa memandang ukuran ataupun usia tangkapan ikan. Petugas berharap agar perairan di Pulau Komodo bagian Barat dan Utara dapat sama terjaganya seperti wilayah perairan lainnya di dalam kawasan dengan adanya partisipasi dan kesadaran nelayan yang beraktivitas di perairan Loh Wenci yang kebetulan banyak datang dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Tenaga Pengamanan Hutan Resort Loh Wenci - Sapeh | Sigibertus Knaofmone (+6285338853828) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Berita

Awak Media & Masyarakat Desa Komodo Bantu Pemulihan Ekosistem di Perairan Gili Lawa

Labuan Bajo, 25 Mei 2022. Resort Gili Lawa Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Balai Taman Nasional Komodo menyelenggarakan transplantasi terumbu karang sebagai upaya pemulihan ekosistem di perairan Gili Lawa bersama masyarakat Desa Komodo serta awak media TV One dan Sea Today News pada tanggal 20 – 24 Mei 2022. Kegiatan transplantasi ini merupakan upaya transplantasi terumbu karang pertama di perairan Pulau Gili Lawa Darat dan menjadi indikator awal (T-0) untuk pemantauan perkembangan pertumbuhan karang di area tersebut kedepannya. Tim transplantasi karang menyiapkan media/substrat berbentuk jaring laba-laba yang terbuat dari bahan besi yang dilapisi oleh pasir sebagai langkah pertama penyiapan alat dan bahan kegiatan. Media ini digunakan untuk melekatkan eksplan (bibit) karang sehat dari sekitar area transplantasi di Pulau Gili Lawa Darat. Balai Taman Nasional Komodo konsisten menggunakan jaring laba-laba sebagai media utama transplantasi yang mengacu kepada metode Mars Accelarated Coral Reef Restoration System (MARRS). Tim meyakini bahwa media yang digunakan merupakan substrat yang paling efektif dalam menjaga stabilitas tumbuh hidup karang di wilayah perairan dengan pola arus yang kuat. Hal ini dikarenakan media tersebut mampu menyediakan substrat dasar yang tidak menimbulkan endapan pasir atau substrat lain yang berpotensi mengganggu pertumbuhan eksplan karang. Jumlah media yang digunakan dalam transplantasi karang kali ini adalah sebanyak 121 jaring laba-laba yang mampu menyediakan tempat hidup untuk hampir 1.815 eksplan karang. Eksplan yang digunakan berjenis Acropora sp., koral masif dan koral foliose. Tim melekatkan eksplan pada setiap media jaring laba-laba di pesisir pantai dengan cepat untuk kemudian dipindahkan ke lokasi transplantasi menggunakan kapal motor milik masyarakat Desa Komodo. Selanjutnya, tim transplantasi yang sudah bersiap menyelam melakukan penataan media dibawah laut pada kedalaman 8 hingga 10 meter dan memeriksa kesehatan awal eksplan di sekitar area transplantasi. Jika terdapat eksplan yang rusak/sakit maka tim akan melakukan penyulaman menggantinya dengan eksplan baru. Balai Taman Nasional Komodo kontinyu dan konsisten melakukan upaya pemulihan ekosistem terumbu karang sejak tahun 2020. Menariknya, kegiatan pemulihan ekosistem ini selalu diupaya untuk melibatkan unsur masyarakat dan pelaku usaha wisata sebagai agen pelestari serta penjaga ekosistem di dalam kawasan. Sebanyak empat orang masyarakat yang diikutsertakan dalam kegiatan transplantasi terumbu karang di Pulau Gili Lawa Darat. Selain itu, tim Balai Taman Nasional Komodo juga turut melibatkan awak media nasional pada kegiatan ini agar aktivitas dan upaya pemulihan ekosistem yang dilakukan dapat menjadi konten penyadartahuan lingkungan bagi masyarakat luas di Indonesia. Konten ini juga dapat memberikan gambaran tentang rutinitas pekerjaan seorang jagawana yang bekerja di taman nasional bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang Nistyantara, mendukung penuh upaya pemulihan ekosistem perairan di wilayah kerja Resort Gili Lawa ini. Bentuk dukungan tersebut terlihat dari ditugaskannya Kepala SPTN Wilayah II dan Wilayah III untuk berpartisipasi secara langsung melaksanakan transplantasi terumbu karang di Pulau Gili Lawa Darat. Kepala SPTN II, Gatot Kuncoro Edi, mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian dan kesehatan ekosistem perairan karena alam lingkungan tersebut memiliki pengaruh besar terhadap kelimpahan populasi makrofauna perairan baik di dalam dan luar kawasan Taman Nasional Komodo. Ande Kefi (Pengendali Ekosistem Hutan Mahir) dan Ayatullah Buaithi (Pengendali Ekosistem Hutan Pertama) juga menambahkan bahwa timnya akan melakukan pemantauan keberhasilan dan tingkat pertumbuhan terumbu karang pada lokasi transplantasi di Pulau Gili Lawa Darat bersama petugas Resort Gili Lawa secara periodik kedepannya. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Mahir - Ande Kefi, S.ST. (+6282242707977) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Berita

Jelajah Pengamanan Kawasan Loh Buaya

Labuan Bajo, 2 Juni 2022. Resort Loh Buaya Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Taman Nasional Komodo melaksanakan giat patroli pengamanan kawasan saat melakukan penjagaan di tingkat tapak pada tanggal 18 – 29 Mei 2022. Giat perlindungan dan pengamanan kali ini dipimpin oleh Naoma Yunita Banamtuan (Polisi Kehutanan Mahir) bersama dengan Kamal dan Marselinus Helmanto (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Loh Buaya), Ridwan (Staf Koperasi Serba Usaha Taman Nasional Komodo), dan Kristoforus Icon Saputra Hormat (Siswa magang asal SMKN 3 Komodo). Siswa magang turut diajak dalam kegiatan pengelolaan di tingkat tapak sebagai bentuk pembelajaran langsung pendidikan konservasi bagi pelajar khususnya di Kabupaten Manggarai Barat. Resort Loh Buaya rutin melaksanakan patroli pengamanan kawasan dan mampu menjangkau wilayah daratan dan perairan, utamanya ruang yang biasanya dimanfaatkan oleh nelayan untuk memancing serta area tertentu rawan perburuan liar di dalam kawasan. Memulai aktivitasnya, tim melakukan penyisiran wilayah daratan dengan menjelajahi padang sabana di Loh Buaya, Loh Kima, Loh Lerbau, Loh Ginggo, hingga ke daratan sebelah barat di Loh Warlau, Lengko Langka, dan Nusa Segandong. Patroli daratan ini dimaksudkan untuk memantau adanya potensi gangguan keutuhan kawasan dari ancaman pemburu sekaligus melakukan pencatatan data potensi keanekaragaman hayati di wilayah kerja Resort Loh Buaya menggunakan aplikasi Cyber Tracker. Selama menjelajahi jalur patroli darat di Loh Buaya, petugas tidak menemukan adanya indikasi perburuan satwa ataupun pengambilan/perusakan tumbuhan oleh manusia. Beruntungnya, petugas menemukan biawak komodo dan beberapa satwa mangsa komodo seperti kerbau air liar, rusa, dan babi hutan pada jalur patroli tersebut. Selanjutnya tim melaksanakan giat patroli perairan di sekitar perairan Loh Buaya dan melakukan pemeriksaaan alat dan hasil tangkap nelayan serta catatan pelaporan nelayan. Berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa nelayan yang beraktivitas di perairan Loh Buaya tidak hanya nelayan yang berasal dari desa-desa dalam kawasan namun juga luar kawasan Taman Nasional Komodo. Nelayan yang dijumpai petugas seluruhnya menggunakan alat tangkap ramah lingkungan seperti pukat ikan, jaring, dan mata kail senar. Tim kemudian melakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada para nelayan agar tidak melakukan aktivitas melanggar aturan dan diharuskan melapor ke pos jaga terdekat sebelum pergi melaut jauh di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Petugas Resort Loh Buaya berharap agar masyarakat baik nelayan maupun pengguna kawasan lainnya selalu mengikuti dan mematuhi setiap aturan yang berlaku di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Seluruh pemangku kepentingan perlu bersama-sama menjaga, melindungi dan melestarikan ekosistem di Taman Nasional Komodo. Petugas yakin dan percaya bahwa jika alam ini terjaga lestari, maka segala kebaikan akan muncul kelak dan dirasakan oleh manusia dan makhluk hidup di alam sekitarnya. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Tenaga Pengamanan Hutan Resort Loh Buaya - Marselinus Helmanto (+6281237798197) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Berita

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BBKSDA NTT Serukan “Satu Kumpul Satu”

Kupang, 6 Juni 2022. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) menyelenggarakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022, yang dipusatkan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Camplong, Kabupaten Kupang. Berbagai rangkaian kegiatan yang dilakukan pada tanggal 3-4 Juni 2022 berupa aksi pembersihan di area kolam Oenaek, perbaikan sarana prasarana wisata alam, dan upacara puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kepala Balai Besar KSDA NTT menyerukan slogan “SATU KUMPUL SATU”, satu orang setidaknya memungut satu sampah di TWA Camplong untuk kelestarian kawasan tersebut. Kemudian “SATU TANAM SATU”, membudayakan gerakan satu orang menanam dan merawat satu pohon. Serta aksi positif individual lainnya yang akan berpengaruh terhadap lingkungan global. Pesannya bahwa bumi kita hanya satu, bumi kita semakin tua, sehingga sekarang saatnya kita untuk memiliki kepedulian lingkungan dari orang per orang, masing masing individu dari mulai anggota keluarga Aksi ini diikuti seluruh pegawai BBKSDA NTT, Kelompok Pemuda Masyarakat sekitar kawasan, Mahasiswa dan anggota Dharma Wanita Persatua (DWP) BBKSDA NTT. Kepala Balai Besar KSDA NTT (Ir. Arief Mahmud, M.Si) selaku pembina upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022 menyampaikan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) ditetapkan oleh Majelis Umum PBB dari peristiwa Konferensi Stockholm, Swedia pada tanggal 5-6 Juni tahun 1972 dengan tema “Only One Earth”. Dan pada tahun 2022 ini, kembali diperingati dengan tema “Only One Earth”, dan fokus Living Sustainably in Harmony with Nature. Tahun 2022, Indonesia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan mengambil tema yaitu “Satu Bumi untuk Masa Depan”. Only One Earth menyimpan makna mendalam bahwa tempat kita beraktivitas setiap hari adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tempat lainnya di planet biru ini. Oleh karenanya cara kita memperlakukan tanah, air, dan udara tempat kita hidup akan senantiasa mempengaruhi siklus kehidupan di tempat lainnya, sehingga tema Only One Earth ini sudah seharusnya menjadi gerakan kolektif seluruh masyarakat dunia.Perubahan iklim kita sadari telah terasa dan memberikan dampak terhadap kehidupan seluruh makhluk hidup di bumi. Untuk itu, walau hanya suatu aksi kecil untuk menjaga lingkungan sekitar namun akan memberikan kontribusi positif bagi kesehatan bumi. Mengutip dari sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini merupakan peringatan 50 tahun Konferensi Stockholm. Konferensi Stockholm tahun 1972 telah meletakkan dasar pengaturan global mengenai perlindungan lingkungan dan dalam hubungan pembangunan dengan alam dan manusia. Dengan demikian, hingga sekarang dapat kita pelajari dan hayati, bagaimana perjalanan pembangunan lingkungan hidup di Indonesia selama 50 tahun. Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2022 ini menjadi momen penting untuk terus menumbuhkan, meningkatkan kesadaran dan kepedulian untuk terus memperbaiki dalam perilaku adil terhadap lingkungan. Lingkungan yang sehat membutuhkan dukungan dan keterlibatan semua pihak secara konstruktif. Tidak lain, dalam satu arah sejalan dengan tujuan nasional dan cita-cita bangsa. Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Sumber : Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur Penanggung jawab berita : Kepala Bagian Tata Usaha - Mulyo Hutomo (0812-7759-110) Informasi lebih lanjut : Call Center BBKSDA NTT - 081138104999
Baca Berita

Melintas di Tiang Listrik, Kukang Berhasil Diselamatkan

Padang, 6 Juni 2022. Tindakan Wirman Efendi, (45) warga jorong III Sangkir nagari Lubuk Basung Agam pantas menjadi contoh bagi masyarakat umum atas tindakanya yang berupaya menyelematkan seekor satwa kukang (Nycticebus coucang) yang melintas di tiang listrik pemukiman warta setempat, Sabtu (04/06/2022) sekira pukul 22.30 wib. Khawatir kukang tersebut cedera atau tersetrum arus aliran listrik, Wirman Efendi bersama beberapa warga berusaha untuk menyelamatkannya dengan menggunakan alat seadanya. Satwa akhirnya berhasil diselamatkan, dilaporkan dan diserahkan kepada BKSDA Sumatera Barat melalui Resort Konservasi Wilayah Maninjau untuk selanjutnya dilakukan observasi. Hasil observasi diketahui satwa berkelamin jantan, berusia sekitar 2 tahun, berat 850 gram dan tidak ditemukan cacat ataupun luka pada bagian tubuhnya dan masih memiliki sifat liar/agresif. Kepala BKSDA Sumatera Barat, Ardi Andono menyebutkan bahwa peran serta masyarakat ikut dalam upaya konservasi berupa penyelamatan satwa di Sumatera Barat semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dengan semakin banyaknya satwa yang diserahkan kepada BKSDA Sumatera Barat. Baik satwa yang ditemukan, satwa yang terlanjur dimiliki maupun satwa yang dilaporkan terlihat. Hal ini diharapkan akan terus berkembang, sehingga konservasi terhadap satwa liar akan semakin baik dan peran serta masyarakat bersama BKSDA terus terjalin. Sepanjang tahun 2021 sampai 2022, BKSDA Sumatera Barat bersama instansi terkait lainnya juga telah mengungkap 2 kasus perdagangan satwa Kukang. Satu kasus telah divonis oleh pengadilan, sedangkan 1 kasus sudah dilakukan tahap II (penyerahan tersangka bersama barang bukti) oleh penyidik kepada jaksa penuntut umum setelah berkas perkara dinyatakan P-21. Kukang adalah jenis satwa liar dilindungi oleh Undang undang no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Sesuai pasal 21 ayat undang-undang tersebut, setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, memiliki, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup, mati ataupun bagian-bagian tubuhnya serta hasil olahannya. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Si Manis Javanica Dilepasliarkan Tepat di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Padang, 6 Juni 2022. Seekor satwa langka dan dilindungi jenis trenggiling (manis javanica) diselamatkan Yosa Mahendra, warga Jorong Bamban nagari Ampek Koto Palembayan, Agam bersama dua orang temannya ketika melintas di jalan raya, Rabu (22/02) sekitar pukul 01.00 WIB. Yosa yang mengetahui satwa tersebut dilindungi dan takut akan terlindas oleh kendaraan yang melintas, bersama dengan temannya berupaya menyelematkan dan melaporkannya kepada perangkat nagari setempat. Satwa selanjutnya dievakuasi oleh tim Patroli Anak Nagari (PAGARI) Baringin dan diserahkan kepada petugas Resort Konservasi Wilayah Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar). Satwa dengan status konservasi IUCN, critically endangered (Kritis) itu dibawa ke kantor Resort Maninjau di Lubuk Basung untuk dilakukan observasi. Dari hasil observasi, trenggiling diketahui berjenis kelamin jantan, dengan berat mencapai 8 kilogram, panjang 110 centimeter, dan tidak terdapat luka atau cacat pada tubuhnya. Dengan kondisi tersebut, trenggiling itu dapat segera dilepaskan ke dalam kawasan hutan Cagar Alam Maninjau bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2022. Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Ardi Andono menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada warga yang telah ikut dalam upaya penyelamatan satwa dilindungi, dan berharap hal ini akan menjadi contoh tauladan bagi yang lainnya. Trenggiling merupakan satwa langka yang paling banyak diburu oleh oknum pelaku kejahatan satwa liar. Satwa ini diburu untuk dagingya dikonsumsi sedangkan sisik kulitnya diperdagangkan sebagai bahan obat-obatan karena dipercaya mengandung zat tertentu. Dalam perdagangan internasional, trenggiling masuk dalam kelompok Appendix I, yang artinya tidak boleh dimanfaatkan dan diperdagangkan. Sedangkan di indonesia trenggiling dilindungi sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 106 tahun 2018 dan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemya. Sesuai pasal 21 ayat undang-undang tersebut, setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, memiliki, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup, mati ataupun bagian-bagian tubuhnya serta hasil olahannya. Setidaknya lima kasus dengan sepuluh orang pelaku perdagangan ilegal bagian tubuh satwa trenggiling telah diungkap oleh BKSDA Sumbar bersama para pihak sepanjang 2021-2022. Kedepannya BKSDA akan terus meningkatkan sosialisasi, edukasi dan pengawasan terhadap peredaran satwa liar. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Balai TN Komodo Ajak Siswa Magang & MMP Patroli Kawasan

Labuan Bajo, 1 Juni 2022. Resort Kampung Komodo Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Balai Taman Nasional Komodo patroli resort pada tanggal 24 sampai dengan 27 Mei 2022 dengan melibatkan 10 orang anggota kelompok Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Desa Komodo dan dua orang siswa magang yang masing-masing merupakan pelajar dari SMK Stella Maris Labuan Bajo dan SMK Sadar Wisata Ruteng. Patroli kawasan pada wilayah kerja Resort Kampung Komodo diselenggarakan sebagai bentuk aksi pencegahan dini terhadap adanya potensi ancaman ataupun gangguan yang dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan. Kegiatan pengamanan dan pengawasan hutan yang melibatkan anggota MMP dan siswa magang juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kawasan Taman Nasional Komodo. Tim gabungan petugas Resort Kampung Komodo, MMP Desa Komodo, dan para pelajar berupaya memantau wilayah rawan gangguan pada lingkup area kerja SPTN Wilayah II. Pada kegiatan patroli resort Kampung Komodo kali ini, tim melaksanakan patroli perairan dan daratan. Adapun jangkauan patroli perairan mencapai wilayah perairan Gili Lawa (Komodo Utara), Loh Wau (Komodo Selatan), Loh Grek, hingga Loh Namo di wilayah timur Pulau Komodo. Tim tidak menemukan adanya pelanggaran ataupun aktivitas yang mencurigakan selama melaksanakan kegiatan patroli perairan, namun, masih banyak ditemukan nelayan yang belum melapor ke pos jaga terdekat sebelum ataupun sesudah melakukan aktivitas memancing di dalam kawasan. Tim lantas memberikan pembinaan kepada individu-individu nelayan tersebut sekaligus melakukan sosialisasi mengenai aturan zonasi yang berlaku di Taman Nasional Komodo. Serupa dengan tim patroli perairan, tim patroli daratan juga tidak menemukan adanya aktivitas mencurigakan ataupun indikasinya adanya gangguan terhadap kawasan. Tim patroli daratan menjelajahi wilayah Loh Namo, Loh Lawi, dan wilayah bagian utara Desa Komodo. Petugas Resort Kampung Komodo berharap dengan rutinnya dilaksanakan kegiatan patroli resort bersama masyarakat, hal ini dapat memperkuat upaya penyadartahuan lingkungan bagi masyarakat secara luas. Dengan dilibatkannya masyarakat, petugas Resort Kampung Komodo akan terus berupaya keras menjaga keseimbangan ketiga pilar konservasi di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan harus mendapatkan perhatian yang sama pentingnya dengan kegiatan pengawetan maupun pemanfaatan sumber daya alam di dalam kawasan agar keseimbangan kelestarian tetap terjaga. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Tenaga Pengamanan Hutan Resort Kampung Komodo - Stefanus Jalak (+6282144422404) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Berita

Implementasi Patroli Balai TN Komodo Menggunakan Teknologi Terkini

Labuan Bajo, 25 Mei 2022. Resort Loh Wau Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Balai Taman Nasional Komodo rutin melaksanakan giat Resort-based Management (RBM) dalam bentuk patroli pengamanan kawasan pada tanggal 19 – 29 Mei 2022. Resort Loh Wau terletak di Pulau Komodo bagian selatan dengan luas total mencapai + 27.197 Ha dengan pembagian cakupan wilayah perairan seluas + 19.510 Ha dan wilayah daratan + 7.686 Ha. Balai Taman Nasional Komodo kian menggalakan dan menekankan pentingnya implementasi SMART RBM sejak tahun 2021 setiap melaksanakan pengambilan data pengelolaan di tingkat tapak. Tebursio Da Costa (Kepala Resort Loh Wau) mengoordinir kegiatan patroli pengamanan kawasan berbasis sistem digital menggunakan aplikasi Cyber Tracker bersama dengan anggotanya yaitu: Emanuel Jedho (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Loh Wau) dan Benyamin Panus (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Loh Wau). Ketiganya berupaya mengimplementasikan sistem integrasi data terpadu yang berlaku dengan melaksanakan pengambilan data menggunakan fitur teknologi terkini. Giat patroli pengamanan kawasan di tingkat tapak dalam satu bulan dilaksanakan sebanyak dua kali masing-masing 10 hari penjagaan. Petugas Resort Loh Wau berhasil menjelajahi Lembah Loh Sera dan Lembah Loh Lewe sebagai jalur patroli baru di Resort Loh Wau. Petugas Resort Loh Wau juga turut melakukan inventarisasi keanekaragaman hayati pada lembah tersebut untuk memperkaya data dan informasi pengelolaan dari lembah tersebut. Beberapa temuan data keanekaragaman hayati yang berhasil dicatat oleh petugas antara lain: perjumpaan satwa komodo (Varanus komodoensis) dan rusa timor (Rusa timorenses). Pencatatan potensi keanekaragaman hayati yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan patroli pengamanan kawasan tentunya membawa dampak positif bagi pengelolaan kawasan dalam hal peningkatan pengalaman kerja petugas serta mendapatkan diversifikasi data dan informasi pengelolaan. Resort Loh Wau berharap agar data perjumpaan flora dan fauna yang ditemukan di Lembah Loh Sera dan Lembah Loh Lewe dapat menambah kekayaan data dan informasi pengelolaan kawasan Taman Nasional Komodo menjadi lebih beragam kedepannya. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Tenaga Pengamanan Hutan Resort Loh Wau - Emanuel Jedho (+6282144254901) Penyunting Berita: Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Berita

Pungut Sampah Bersihkan Zona Khusus TN Manusela

Masihulan, 2 Juni 2022. Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2022, Balai Taman Nasional (TN) Manusela melakukan aksi bersih sampah di sepanjang zona khusus jalan SS ruas Saleman-Besi, Kamis (2/6). Kegiatan yang diikuti lebih dari seratus orang ini melibatkan kelompok Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Siswa SD, dan kelompok pemerhati lingkungan di sekitar wilayah kerja Resort Masihulan. Seperti tahun sebelumnya, semua peserta dibagi dalam 16 kelompok, masing-masing kelompok bertanggung jawab memungut semua jenis sampah yang telah ditentukan klasifikasinya. Sampah-sampah tersebut kemudian ditimbang lalu dihitung jumlahnya sesuai klasifikasi jenis antara lain botol plastik dengan masing-masing ukuran, plastik kemasan dan tas plastik. Total berat sampah yang terkumpul adalah 725,56 Kg. Dari hasil penghitungan didapat 3 jenis sampah dengan jumlah terbanyak berturut-turut ; plastik kemasan lalu botol plastik 600 ml kemudian gelas plastik. Kepala Balai TN. Manusela, Bapak MHD. Zaidi menyampaikan bahwa aksi bersih sampah ini hanya sebagai aksi simbolis yang pada kenyataannya, bersih sampah adalah aksi setiap saat. “Sampah adalah musuh kita” kata beliau, “Tidak hanya sebatas hari ini saja kita membersihkan lingkungan kita” tutup beliau. Sumber : Balai Taman Nasional Manusela
Baca Berita

Ukur Profesionalitas, Polhut Balai TN Manusela Tingkatkan Skill Menembak

Masohi, 4 Juni 2022. Sebanyak 31 orang Polhut Balai Taman Nasional (TN) Manusela mengikuti pelatihan menembak yang di lapangan tembak Batalyon 731 Kabaresi, Sabtu (4/6). Menggunakan SS2 dan Pistol mereka mengikuti instruksi melakukan penembakan dalam berbagai posisi. Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk penyegaran bagi Polhut Balai TN Manusela sebab pada dasarnya mereka telah memiliki kemampuan dasar menembak yang pernah diajarkan sebelumnya. Keterampilan menggunakan senjata api merupakan salah satu tolak ukur profesionalitas seorang Polisi Kehutanan. “Bagi Polhut, menembak ini adalah momen nostalgia” menurut MHD. Zaidi, Kepala Balai TN. Manusela. Pelatihan ini dibutuhkan guna meningkatkan keterampilan fungsional Polhut dalam menjalankan tugas perlindungan dan pengamanan kawasan. “Pada dasarnya kita lebih baik untuk tidak melakukan tindakan penembakan, namun jika diperlukan maka sebagai petugas yang memang dibolehkan maka Polhut harus mengetahui prosedur-prosedur dalam mengambil tindakan, tidak sembarangan melepaskan tembakan” kata Zaidi disela-sela membuka kegiatan. Sebelumnya para Polisi Kehutanan terlebih dulu menerima beberapa materi dasar antara lain ; Pembinaan kepolisian khusus, Etika polisi kehutanan dan Metode dasar-dasar penggunaan senjata api yang dsampaikan oleh narasumber dari Kepolisian dan TNI. Kegiatan turut dihadiri Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi dan Koordinator setiap urusan di Balai TN Manusela. Sumber : Balai Taman Nasional Manusela
Baca Berita

Aktivitas Tidak Diizinkan, Tim Patroli Balai TN Komodo Tegur Oknum Wisatawan

Labuan Bajo, 2 Juni. Balai Taman Nasional Komodo kembali melaksanakan kegiatan patroli pengamanan terpadu di dalam kawasan Taman Nasional Komodo pada tanggal 25 – 29 Mei 2022. Patroli pengamanan terpadu ini berupaya untuk memantau dan memastikan tidak adanya pelanggaran yang dilakukan oleh oknum wisatawan ataupun masyarakat lainnya saat beraktivitas di dalam kawasan Taman Nasional Komodo, memastikan tidak digunakannya alat tangkap tidak ramah lingkungan, memastikan tidak adanya aktivitas mencurigakan lain yang dapat mengganggu keutuhan ekosistem di dalam kawasan. Tim bergerak menuju Loh Dasami, Pulau Rinca bagian selatan dan Loh Belanda, Pulau Komodo bagian selatan sebagai lokus utama kegiatan patroli pengamanan terpadu. Tim menjumpai 26 perahu nelayan dan memeriksa seluruh alat dan hasil tangkapannya selama melaksanakan kegiatan patroli baik di siang maupun malam hari. Nelayan yang paling banyak dijumpai adalah nelayan bagan yaitu sebanyak 8 kapal yang hampir seluruhnya berasal dari Kampung Rinca, Desa Pasir Panjang. Pada giat patroli di malam hari, tim menemukan empat orang wisatawan yang sedang menggelar kegiatan dinner set up di Pulau Punya. Tim patroli lantas memberikan teguran kepada para oknum wisatawan dan menyampaikan bahwa aktivitas tersebut tidak diizinkan untuk dilakukan di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Tim patroli juga menyampaikan bahwa temuan ini akan ditindaklanjuti oleh satuan Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Komodo. Sebagai bentuk pencegahan, tim memberikan arahan kepada para pelaku wisata terkait sistem zonasi Taman Nasional Komodo dan menyampaikan seluruh ketentuan dan larangan yang berlaku, termasuk mengadakan dinner set up, barbecue dan menyalakan api unggun di daratan. Tim patroli pengamanan terpadu Balai Taman Nasional Komodo menghimbau agar pelaku usaha wisata dan wisatawan beraktivitas sesuai dan berdasarkan regulasi yang berlaku. Tim berharap kegiatan yang bersifat preventif ini dapat menekan potensinya gangguan di dalam kawasan dan turut mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Patroli pengamanan terpadu kali ini diketuai oleh Arif Ardianto Sofian (Polisi Kehutanan Ahli Pertama) bersama dengan anggota tim diantaranya Banu Widyanarko (Polisi Kehutanan Ahli Pertama, Jimianus Zakarias Nguru (Kapten Kapal), Ibnu Arkam (Kapten Kapal King Fisher), Arfandi (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Loh Buaya), Irsandi (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Papagarang), Abdul Azis (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Loh Liang), dan M. Iqbal Prayogo (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Loh Baru). Serta melibatkan personil dari Kepolisian Resort Manggarai Barat. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Polisi Kehutanan Ahli Pertama - Banu Widyanarko, S.Si. (+628569891069) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Berita

Apa Saja Siy Rutinitas Patroli Perairan di TN Komodo?

Labuan Bajo, 29 Mei 2022. Petugas Resort Gili Lawa Balai Taman Nasional Komodo melaksanakan kegiatan patroli perairan rutin pada wilayah kerja Resort Gili Lawa tanggal 19 dan 26 Mei 2022. Patroli perairan di Gili Lawa diselenggarakan dengan maksud untuk memantau adanya potensi gangguan terhadap keutuhan kawasan dan melakukan pemeriksaan tiket kapal- kapal wisata yang beraktivitas di sekitar perairan Pulau Gili Lawa Darat. Patroli perairan kali ini dipimpin oleh Yohanes Rawi (Kepala Resort Gili Lawa) bersama dengan Gabriel Guan dan Paskalis Yansen (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Gili Lawa) serta Redeptus De Ferento (Siswa magang asal SMK Stella Maris Labuan Bajo). Aktivitas pertama yang dilakukan adalah pemeriksaan karcis PNBP kapal-kapal wisata di Gili Lawa. Tim menghampiri kapal-kapal wisata tersebut menggunakan armada speedboat dan menanyakan kelengkapan karcis kepada kapten kapal dan pemandu di dalam kapal. Berdasarkan pemeriksaan, tim menemukan kapal wisata yang sudah beraktivitas di dalam kawasan namun belum memiliki karcis lengkap sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 12 Tahun 2014 tentang PNBP lingkup Kementerian Kehutanan. Tim lalu mengarahkan kapal wisata tersebut untuk segera membeli karcis PNBP di Resort Gili Lawa sebagai pos penjualan tiket terdekat dari titik beraktivitas saat itu. Tim kemudian melanjutkan kegiatan patroli perairan dengan melakukan pemeriksaan kapal-kapal nelayan di sekitar perairan Gili Lawa Darat, Gili Lawa Laut, Loh Gebah, Loh Tala, dan Pulau Bugis. Tim memastkan alat tangkap nelayan adalah alat tangkap ramah lingkungan dan hasil tangkapannya bukan merupakan jenis satwa yang dilindungi oleh peraturan dan perundang- undangan yang berlaku. Tim tidak menemukan adanya alat tangkap tidak ramah lingkungan seperti bom, potassium, pancing rawe dan lain-lain. Nelayan pun hanya menangkap ikan dengan jenis yang diperbolehkan berdasarkan regulasi yang berlaku. Mengakhiri interaksi dengan individu-individu nelayan, tim melakukan sosialiasi guna memberikan pemahaman terkait aturan zonasi dan ketentuan yang harus dipatuhi selama nelayan beraktivitas di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Tim patroli juga menekankan keharusan nelayan untuk melapor ke pos jaga terdekat sebelum melakukan aktivitas di tengah lautan memancing demi keamanan dan keselamatan nelayan itu sendiri. Petugas Resort Gili Lawa berharap agar masyarakat dan wisatawan mematuhi setiap aturan yang berlaku di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Petugas yakin dan percaya bahwa ketika ekosistem lestari, maka nelayan akan sejahtera dan wisatawan dapat memperoleh kepuasan berkunjung di kawasan Taman Nasional Komodo. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Tenaga Pengamanan Hutan Resort Gili Lawa - Gabriel Guan (+6282144385062) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Berita

Balai TN Tesso Nilo Kawal Penanganan Karhutla di LKB

Lubuk Kembang bunga, 2 Juni 2022 – Tercatat dalam 4 hari terakhir, terdapat 5 titik hotspot terpantau di dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Kepala Balai TN Tesso Nilo Heru Sutmantoro, S.Hut, M.M, pun meninjau dan memimpin langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB), Kamis (2/6). Penanganan melibatkan unsur terkait, Daops Rengat, Balai PPI Wilayah Sumatera, BPBD Pelalawan, TNI dan Polri serta masyarakat berjumlah 40 orang. Kegiatan diawali dengan apel persiapan penanggulanan karhutla yang dipimpin Kepala Balai TN Tesso Nilo dan diikuti oleh seluruh Brigdalkarhut dan staf serta dilakukan pengecekan kesiapan personil dan peralatan pemadam kebakaran. Upaya pemadaman terus dilakukan baik darat maupun udara. Water Boombing dilakukan karena lokasi kebakaran susah untuk mendapatkan sumber air dan akses kendaraan harus menggunakan double gardan. Luas total kebakaran sampai saat ini diperkirakan mencapai 50 hektar, dengan vegetasi terbakar berupa semak belukar, alang alang, dan sawit muda Selain memimpin patroli di lokasi bekas kebakaran di Kawasan TN Tesso Nilo, Kepala Balai juga menjalin komunikasi dan dukungan dari Kepala Desa sekitar kawasan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan. Upaya-upaya yang dilakukan ini diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Balai TN Tesso Nilo menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keutuhan hutan dan lahan dengan tidak membakar hutan dan melaporkan jika menemukan atau mengetahui aktifitas membakar hutan. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Hendak Dikonsumsi, Elang Bondol Diselamatkan Brema

Tahura Bukit Barisan, 3 Juni 2022. Berawal dari informasi yang disampaikan Kepala Seksi Perlindungan Hutan dan KSDA Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan Tongkoh, Brastagi, tentang adanya warga yang ingin menyerahkan satwa dilindungi jenis Elang Bondol (Haliastur indus). Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara segera menyambangi Tahura Bukit Barisan, pada Senin, 30 Mei 2022, dan bertemu dengan Muhammad Brema Ginting, warga Desa Dolat Rakyat, Kecamatan Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, yang akan menyerahkan satwa dilindungi tersebut. Berdasarkan keterangan Brema, satwa tersebut dibelinya dari orang yang mendapatkan burung tersebut yang berniat untuk dikonsumsi (dimakan). Merasa iba/kasihan, Brema kemudian menebusnya dengan membeli dari si pemilik. Menyadari bahwa burung tersebut termasuk jenis yang dilindungi, Brema kemudian menghubungi pihak UPT Tahura Bukit Barisan dengan maksud untuk menyerahkannya. Petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara usai menerima penyerahan satwa dari Brema, yang turut didampingi Polhut UPT Tahura, Asiso A. Munthe, selanjutnya segera mengevakuasi dan menitipkan ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk dirawat dan direhabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan, pada Selasa 31 Mei 2022. Sumber : M. Ali Iqbal Nasution dan Agus Rinaldi, SH.- Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Hotspot Terpantau Satelit, Tim Brigdalkar Balai TNTN Gerak Cepat Padamkan Api

Lubuk Kembang Bunga – Tim Brigdalkarhut Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) lakukan groundcheck hotspot di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Ukui, Pelalawan. Groundcheck dilakukan dengan tanggap oleh petugas setelah mendapat informasi dari tim posko Balai TNTN bahwa telah terpantau melalui satelit adanya titik hotspot di Resort Lancang Kuning Air Sawan, Jumat (27/5). Pada lokasi terpantau, tim Brigdalkarhut Balai TNTN langsung melakukan tindakan pemadaman secara manual. Beruntung pada malam hari kawasan diguyur hujan sehingga lahan yang terbakar telah dipastikan padam total. Selanjutnya tim menyampaikan akan meninjau kembali lokasi-lokasi terbakar untuk penyebaran biji-bijian dan pemasangan rambu-rambu peringatan pada bekas kebakaran. Tim juga akan melaksanakan koordinasi dengan pihak terkait untuk menanggulangi serta mencegah kebakaran kembali terjadi. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo

Menampilkan 1.585–1.600 dari 11.142 publikasi