Saya sebagai warga Blikot dan termasuk animal lover dan meenyintai alam berserta isinya. Sangat tidak setuju untuk mengusir salah satu satwa dari habitatnya. Ini sudah menjadi ciri khas aloon-aloon dimanapun juga, termasuk Blitar. Sejak dulu kita hidup berdampingan.. Kalau mereka terusir hilanglah ciri ciri khas aloon aloon yang makin lama makin habis.. Misalkan diubah seperti Plaza yang tidak mencerminkan keasrian dan kerindangan taman dimana musim.kemarau makin tinggi derajat.panasnya.. Pohon Beringin, burung blekok, dan kita manusia itulah kesatuan dalam.area aloon aloon. Terima kasih
Jgn hilangkan cirikas sebuah aloon aloon.. Jgn merubah yg sdh ada.. Mereka ( burung) lebih awal ada drpd kita.. Saya skrg usia 56 the.. Sejak kecil burung itu sdh ada. Walkot yg notabene bkn orang blitar asli. Jgn merubah wajah keaslian blitar
Tolong, jangan hanya demi kenyamanan pengunjung, lalu mengusik kehidupan burung" itu. Hanya disitulah tempat yang nyaman bagi mereka untuk berkembang biak.
Kalau bisa hidup berdampingan dengan harmoni, kenapa harus diusir. Biarkan mereka hidup damai dan menjadi pemandangan kota, sebagai manusia berakal harus saling menjaga dgn sesama mahkluk Tuhan.
Jangan coba coba mengganggu habitat burung yg telah tinggal di alun alun blitar itu, krna masyarakat ada yg mempercayai bahwa itu adalah burung2 penjaga kota blitar yg ditugaskan oleh sang penciptanya agar blitar jd kota yg aman tentram.
Kalo sebagai makhluk sosial manusia makhluk nya Tuhan yang paling sempurna ya yg ada kotorannya burung dijadikan pupuk buat kesuburan taman alun alun masih luas tempat yg bersih lain bagi yg geli jangan main dikawasan kotor kan masak harus diajari kalo dapat tanam lagi pohon beringin yg jauh sikit dari alun alun mungkin dikawasan yg khas untuk hutan lindung mungkin suatu saat burung burung iku akan pindah kesitu
Saya sebagai warga luar kota Blitar, setuju untuk tidak mengusik satwa2 ini, justru mereka yang saya cari tiap berkunjung dan lewat di alun2 Blitar. Ini ciri khas alun2 kota Blitar yang menarik bagi saya, selaku pecinta alam dan binatang. Biarlah mereka hidup berdampingan dengan manusia, bumi bukan hanya milik manusia.
Existensi burung di alun2 Blitar jangan dianggap sebagai gangguan, Di RS Sanglah Denpasar bisa dijadikan contoh yg membiarkan keberadaan burung2 yg bersarang di pohon2 sekitar area rumah sakit.
Peneliti teliti saja, jangan usik bahkan pindahkan burung" yang sudah menemukan habitatnya. Kita wajib jaga bersama burung" yang ada di Alon" kota Blitar kota kita tercinta. Dengan diangkatnya berita ini saya yakin justru banyak orang yang penasaran dengan kota kita Blitar
Menurut saya biarkan burung itu tetap disana...mungkin diberi atap utk menampung kotoranya saja biar tidak jatuh menimpa pengunjung dan bisa dibersihkan setiap periode tertentu
Anda ingin berbagi pendapat?
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *.
11 Komentar
Candra Iriani
Saya sebagai warga Blikot dan termasuk animal lover dan meenyintai alam berserta isinya. Sangat tidak setuju untuk mengusir salah satu satwa dari habitatnya. Ini sudah menjadi ciri khas aloon-aloon dimanapun juga, termasuk Blitar. Sejak dulu kita hidup berdampingan.. Kalau mereka terusir hilanglah ciri ciri khas aloon aloon yang makin lama makin habis.. Misalkan diubah seperti Plaza yang tidak mencerminkan keasrian dan kerindangan taman dimana musim.kemarau makin tinggi derajat.panasnya.. Pohon Beringin, burung blekok, dan kita manusia itulah kesatuan dalam.area aloon aloon. Terima kasih
Ingip widodlo
Jgn hilangkan cirikas sebuah aloon aloon.. Jgn merubah yg sdh ada.. Mereka ( burung) lebih awal ada drpd kita.. Saya skrg usia 56 the.. Sejak kecil burung itu sdh ada. Walkot yg notabene bkn orang blitar asli. Jgn merubah wajah keaslian blitar
Bimasena
Tolong, jangan hanya demi kenyamanan pengunjung, lalu mengusik kehidupan burung" itu. Hanya disitulah tempat yang nyaman bagi mereka untuk berkembang biak.
Toni
Kalau bisa hidup berdampingan dengan harmoni, kenapa harus diusir. Biarkan mereka hidup damai dan menjadi pemandangan kota, sebagai manusia berakal harus saling menjaga dgn sesama mahkluk Tuhan.
Man hakam
Jangan coba coba mengganggu habitat burung yg telah tinggal di alun alun blitar itu, krna masyarakat ada yg mempercayai bahwa itu adalah burung2 penjaga kota blitar yg ditugaskan oleh sang penciptanya agar blitar jd kota yg aman tentram.
Hanik suncoko
Kalo sebagai makhluk sosial manusia makhluk nya Tuhan yang paling sempurna ya yg ada kotorannya burung dijadikan pupuk buat kesuburan taman alun alun masih luas tempat yg bersih lain bagi yg geli jangan main dikawasan kotor kan masak harus diajari kalo dapat tanam lagi pohon beringin yg jauh sikit dari alun alun mungkin dikawasan yg khas untuk hutan lindung mungkin suatu saat burung burung iku akan pindah kesitu
Diani
Saya sebagai warga luar kota Blitar, setuju untuk tidak mengusik satwa2 ini, justru mereka yang saya cari tiap berkunjung dan lewat di alun2 Blitar. Ini ciri khas alun2 kota Blitar yang menarik bagi saya, selaku pecinta alam dan binatang. Biarlah mereka hidup berdampingan dengan manusia, bumi bukan hanya milik manusia.
Achmad Azhfar
Existensi burung di alun2 Blitar jangan dianggap sebagai gangguan, Di RS Sanglah Denpasar bisa dijadikan contoh yg membiarkan keberadaan burung2 yg bersarang di pohon2 sekitar area rumah sakit.
Imanudin
Justru klu sampai burung itu pergi dan udh GK betah,itu yg hrs dipertanyakan....hati - hati,alam pembawa kabar berita..
Sutriswanta
Peneliti teliti saja, jangan usik bahkan pindahkan burung" yang sudah menemukan habitatnya. Kita wajib jaga bersama burung" yang ada di Alon" kota Blitar kota kita tercinta. Dengan diangkatnya berita ini saya yakin justru banyak orang yang penasaran dengan kota kita Blitar
ZAENAL ARIFIN
Menurut saya biarkan burung itu tetap disana...mungkin diberi atap utk menampung kotoranya saja biar tidak jatuh menimpa pengunjung dan bisa dibersihkan setiap periode tertentu