Jumat, 2 Jan 2026

Taman Nasional
Lorentz

Taman Nasional (TN) Lorentz memiliki luas 2.348.680,00 hektar . Secara administratif, kawasan ini terletak di Provinsi Papua.

Logo Kementerian Kehutanan
# Rencana Pengelolaan Kawasan

nan

# Foto Kawasan

Gallery foto kawasan TN Lorentz.

# Sejarah Kawasan
  1. Tahun 1909 melalui suatu ekspedisi alam yang dilakukan di bawah kepemimpinan Dr. H.A. Lorentz menjadi cikal bakal nama dari Lorentz National Park ini.
  2. Tahun 1919 pada masa pemerintahan Belanda, kawasan ini ditetapkan sebagai Monumen Alam Lorentz dan menjadi status resmi pertama dari wilayah ini.
  3. Tahun 1970 kawasan ini direkomendasikan untuk menjadi jaringan kawasan di Pulau Irian yang dilindungi oleh beberapa lembaga dan organisasi.
  4. Tahun 1978 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 44/Kpts/Um/1978 tanggal 25 Januari 1978, kawasan ini ditetapkan sebagai Cagar Alam dengan luas 2.150.000 hektar.
  5. Tahun 1997 kawasan ini resmi menjadi Taman Nasional Lorentz berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 154.Kpts-II/1997 pada tanggal 19 Maret 1997 tentang status Cagar Alam Lorentz menjadi Taman Nasional Lorentz seluas 2.505.600 hektar dengan menambahkan area yang berada di bagian timur serta laut di wilayah selatan.
  6. Tahun 1999, taman nasional ini didaftarkan dan diajukan untuk menjadi Warisan Alam Dunia (World Heritage Site) dengan mengecualikan area seluas 150.000 hektar dari kawasan yang mempunyai izin untuk eksplorasi minyak bumi dan gas alam oleh Conoco. Pengajuan tersebut ditetapkan secara resmi melalui Surat WHG/74/409.1/NI/CS tanggal 12 Desember 1999 seluas 2.350.000 hektar, sehingga Taman Nasional Lorentz juga menjadi Warisan Alam Dunia.
  7. Tahun 2003 setelah menyadari keunikan, keberagaman, serta berbagai nilai yang ada di kawasan Taman Nasional Lorentz, maka lahirlah upaya untuk melestarikan kawasan ini. Hasilnya kawasan Lorentz dinyatakan sebagai Taman Warisan ASEAN seluas 2.350.000 hektar melalui ASEAN Declaration on Heritage Parks.
  8. Tahun 2013 lalu melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor SK.92/IV-Set/2013 tanggal 27 Maret 2013 mengenai sisitem zonasi Taman Nasional Lorentz.
# Keunikan

TN Lorentz memiliki banyak bentangan alam yang menjadikan wilayah ini surga untuk berbagai jenis flora dan fauna. Berbagai tumbuhan endemik, langka, dilindungi dan hampir punah, serta spesies baru dapat dijumpai di kawasan ini.

# Nilai Konservasi

nan

# Spesies Mandat (2)

Spesies mandat merupakan jenis tumbuhan dan satwa liar yang menjadi prioritas pengelolaan dan perlindungan berdasarkan tingkat ancaman, nilai konservasi, serta kebijakan nasional dan internasional.

Kangguru pohon Dendrolagus

Kangguru pohon adalah makropod yang beradaptasi dengan lingkungan di atas pohon. Mereka mendiami hutan hujan di Australia dan Papua, Queensland, dan pulau-pulau terdekat. Meski sebagian besar ditemukan di daerah pegunungan, beberapa spesies juga terdapat di dataran rendah seperti Dendrolagus spadix. Sebagian besar kangguru pohon merupakan hewan yang terancam punah akibat perburuan dan kehilangan habitat.

Zaglossus bruijni

Ekidna moncong panjang barat (Zaglossus bruijni) adalah satu dari empat ekidna yang masih hidup dan satu dari tiga spesies Zaglossus yang terdapat di Papua. Fosil dari spesies ini juga ditemukan di Australia.</br> </br> Ekidna moncong panjang barat sekarang ini terdapat di Papaua, pada wilayah dengan ketinggian di atas 1300 meter sampai dengan 4000 meter, dan tidak terdapat di dataran rendah bagian selatan dan pantai utara. Habitatnya adalah padang rumput alpin dan hutan yang lembap. Tidak seperti Ekidna moncong pendek yang memakan semut dan rayap, spesies moncong panjang memakan cacing tanah. Ekidna moncong panjang juga berukuran lebih besar daripada Ekidna moncong pendek. Beratnya mencapai 16,5 kilogram, moncongnya lebih panjang dan bengkok ke bawah. Durinya hampir tidak bisa dibedakan dari bulunya yang panjang. Ekidna moncong panjang barat dibedakan dari spesies Zaglossus lainnya dengan jumlah kukunya pada kaki depan dan belakang, ia memiliki tiga (sangat langka empat) kuku.

# Kondisi Fisik

Taman Nasional Lorentz secara geografis berada pada koordinat 03°41’ – 05°30’ Lintang Selatan dan 136°56’ – 139°09’ Bujur Timur. Sedangkan secara administratif kawasan ini meliputi beberapa kabupaten, yaitu


# Topografi

Taman Nasional Lorentz membentang dari puncak Gunung Jayawijaya yang diselimuti oleh salju abadi dengan tinggi 5.030 mdpl hingga perairan dengan hutan bakau di laut Arafura.

# Letak Ketinggian (m.dpl)

5030

# Jenis Tanah

Menurut peta tanah : dystropepts, eutropepts, haplorthox, humitropepts, hydraquents, rendolls, tropaquents, tropaquepts, tropofluvents, tropopsamments, troporthents, tropudults, ustipsamments

# Geologi

Kondisi geologi Taman Nasional Lorentz memiliki struktur yang sangat kompleks sebagai akibat dari pertemuan dua lempeng, yaitu lempeng Australia dan lempeng Pasifik.

Pada bagian selatan merupakan area dataran aluvial pantai yang begitu luas, sedangkan di bagian tengahnya adalah pegunungan yang menunjukkan karakteristik dari kawasan Lorentz.

# DAS/Sub DAS

Aikimiugah, Bunga, Cemara, Eilanden/Baliem, Lorentz, Memberamo, Mukumuga, Otokwa, Peter, Wamaro, Warenai

# Tipe Iklim

Berdasarkan klasifikasi iklim Schmidt dan Fergusson, Taman Nasional Lorentz mempunyai iklim tipe A

# Curah Hujan (mm)
10000.0
# Temperatur (0C)
19 - 32
# Kelembaban (%)
nan