Jumat, 2 Jan 2026

Taman Nasional
Aketajawe Lolobata

Taman Nasional (TN) Aketajawe Lolobata memiliki luas 167.319,32 hektar . Secara administratif, kawasan ini terletak di Provinsi Maluku Utara.

Logo Kementerian Kehutanan
# Rencana Pengelolaan Kawasan
nan
# Foto Kawasan

Gallery foto kawasan TN Aketajawe Lolobata.

Air Terjun Bay Rorai
Air Terjun Kobe
Bidadari Halmahera
Cekakak Suci
Goa Rimpala
# Sejarah Kawasan
  • Tahun 1981, konservasi nasional Indonesia mengusulkan penetapan empat kawasan lindung di Halmahera, yaitu Aketajawe,Lolobata, Saketa dan Gunung Gamkonora.
  • Tahun 1993, keanekaragaman Hayati Indonesia erekomendasikan penetapan suatu system kawasan lindung terpadu yang mencakup seluruh habitat darat dan salah satu kawasan yang ditetapkan adalah Lolobata yang luasnya mencapai 89.000 ha
  • Tahun 1995, kawsan Aketajawe dan Lolobata serta hamper seluruh hutan-hutan yang ada di dalamnya diusulkan menjadi Taman Nasional
  • Tahun1999, areal hutan di provinsi maluku seluas 7.264.707 ha. Ditunjuk sebagai kawasan hutan, diantaranya kawasan hutan lindung, hutan produksi terbatas, dan hutan produksi tetap di kelopok hutan Aketajawe dan Lolobata.
  • Tahun 2004, sebagian kawasan hutan lindung, hutan produksi terbatas dan hutan produksi tetap pada kelompok hutan lindung Aketajawe, seluas 77.100 ha. Di kabupaten tengah kota Tidore Kepulauan dan Kelompok HUtan Lolobata seluas 90.200 ha. Terdiri dari hutan lindung seluas 76.475 ha, hutan produksi terbatas seluas 7.650 ha. Dan hutan produksi tetap seluas 6.075 ha. Di Halmahera timur, provinsi maluku utara (total luas 167.300 ha) dirubah fungsinya menjadi Taman Nasional menjadi Taman Nasional Aketajawe Lolobata.
# Keunikan
nan
# Nilai Konservasi
nan
# Spesies Mandat (2)

Spesies mandat merupakan jenis tumbuhan dan satwa liar yang menjadi prioritas pengelolaan dan perlindungan berdasarkan tingkat ancaman, nilai konservasi, serta kebijakan nasional dan internasional.

Kakatua Putih Cacatua alba

Kakatua putih atau dalam nama ilmiahnya Cacatua alba adalah burung berukuran sedang, dengan panjang sekitar 46cm, dari genus Cacatua. Burung ini hampir semua bulunya berwarna putih. Di kepalanya terdapat jambul besar berwarna putih yang dapat ditegakkan. Bulu-bulu terbang dan ekornya berwarna kuning. Burung betina serupa dengan burung jantan. </br> Endemik Indonesia, daerah sebaran kakatua putih adalah di kepulauan Maluku Utara. Jenis ini hanya ditemukan di hutan primer dan sekunder pulau Halmahera, Ternate, Tidore, pulau Kasiruta, Mandiole dan Bacan. Hasil kajian Burung Indonesia pada tahun 2008/2009 menunjukkan populasi terbesar jenis ini berada di bagian barat (semenanjung utara dan selatan) Pulau Halmahera. Meskipun demikian, selama 10 tahun populasi tersebut jauh menurun dibandingkan hasil survey yang dilakukan pada tahun 1999.

Semioptera wallacii

Burung Bidadari halmahera, Semioptera wallacii adalah jenis cendrawasih berukuran sedang, sekitar 28cm, berwarna cokelat-zaitun. Cendrawasih ini merupakan satu-satunya anggota genus Semioptera. Burung jantan bermahkota warna ungu dan ungu-pucat mengkilat dan warna pelindung dadanya hijau zamrud. Cirinya yang paling mencolok adalah dua pasang bulu putih yang panjang yang keluar menekuk dari sayapnya dan bulu itu dapat ditegakkan atau diturunkan sesuai keinginan burung ini. Burung betinanya yang kurang menarik berwarna cokelat zaitun dan berukuran lebih kecil serta punya ekor lebih panjang dibandingkan burung jantan.</br> </br> Burung Bidadari halmahera adalah burung endemik kepulauan Maluku dan merupakan jenis burung cenderawasih sejati yang tersebar paling barat. Makanannya terdiri dari serangga, artropoda, dan buah-buahan. Burung jantan bersifat poligami. Mereka berkumpul dan menampilkan tarian udara yang indah, meluncur dengan sayapnya dan mengembangkan bulu pelindung dadanya yang berwarna hijau mencolok sementara bulu putih panjangnya di punggungnya dikibar-kibarkan.

# Kondisi Fisik

Secara administrasi kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata memiliki beberapa blok antara lain:

  • Blok Aketajawe : Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Tengah
  • Blok Lolobata : Kecamatan Maba, Kecamatan Wasile Utara dan Kecamatan Wasile Timur Kabupaten Halmahera Timur

Secara geografis kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata memiliki beberapa blok antara lain:

  • Blok Aketajawe: 12736’ 1,36” – 12753’ 45,25” BT dan 045’ 28,07” - 023’ 57” LU
  • Blok Lolobata: 12817’ 5,25” - 12840” 41” BT dan 059’ 48” - 128’ 53,04” LU
# Topografi
Berdasarkan peta kelas lereng skala 1 : 750.000, kawasan TN Aketajawe Lolobata mempunyai topografi berombak, bergelombang, berbukit dan bergunung dengan beberapa kelas lereng yaitu  0 – 2 %, 2 – 15 %, 15 – 40 % dan > 40 %.  Ketinggian tempat dalam kawasan ini sangat bervariasi, mulai dari ± 400 m – 1.206 m dari permukaan laut, dengan beberapa gunung seperti Gunung Iga (± 1.130 m), Gunung Manyasal (± 895 m), Gunung Popudo (± 975 m) dan Gunung Isalei (± 1.070 m) dan Gunung Towongo, Gunung Momomomjoi. Berdasarkan ketinggian tempat di atas permukaan laut,  kawasan TN Aketajawe Lolobata dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
# Letak Ketinggian (m.dpl)
1206
# Jenis Tanah
Tropopepts dan rendolls, halplothox dan tropopept
# Geologi

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Ternate Maluku Utara tahun 1980, kawasan TNAL tersusun dari beberapa formasi geologi, yaitu:

Pada Kawasan Blok Aketajawe

  1. Batuan gunung api
    • Formasi kayasa: breksi, lava, dan tufa bersusunan andesit dan basal.
    • Formasi bacan: breksi, lava, dan tufa bersusunan andesit dan basal.
  2. Batuan sedimen
    • Formasi tingteng: batu gamping hablur, batuan gamping, napal, dan batu pasir.
    • Formasi weda: batu pasir, napal, tufa, konglomerat, dan batu gamping.

Pada Kawasan Blok Lolobata

  1. Batuan sedimen
    • Formasi dorosagu: batu pasir, batu lanau, batu lempung, serpih, konglomerat, dan batu gamping.
    • Formasi weda: batu pasir, napal, tufa, konglomerat, dan batu gamping.
    • Formasi tingteng: batu gamping hablur, batuan gamping, napal, dan batu pasir
    • Formasi dodaga: batu lanau, serpih, batu pasir, napal, dan batu gamping.
  2. Batuan gunung api
    • Formasi bacan: breksi, lava, dan tufa bersusunan andesit dan basal.
  3. Batuan beku
    • Kompleks batuan ultrabasa: serpentinit, dunit, basal, gabro, dan diabas
# DAS/Sub DAS
Terdapat 23 sungai yang berhulu di dalam kawasan TN Aketajawe Lolobata. Untuk blok Aketajawe, Daerah Aliran Sungai (DAS) terbesar yang masuk ke dalam kawasan taman nasional adalah DAS Ake Kobe (meliputi 40,5 persen dari blok kawasan taman nasional), DAS Ake Tayawi (23,7 persen), dan DAS Ake Fidi (9,8 persen). Sedangkan untuk Blok Lolobata, DAS terluas dalam kawasan adalah DAS Akelamo (56,7 persen), DAS Onat (23,8 persen), dan DAS Gogaili (5,2 persen)
# Tipe Iklim
Termasuk ke dalam iklim D (Schmidt dan Fergusson)
# Curah Hujan (mm)
2500.0
# Temperatur (0C)
21 - 35
# Kelembaban (%)
48 - 98