Jumat, 2 Jan 2026

Taman Nasional
Gandang Dewata

Taman Nasional (TN) Gandang Dewata memiliki luas 189.045,84 hektar . Secara administratif, kawasan ini terletak di Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.

Logo Kementerian Kehutanan
# Rencana Pengelolaan Kawasan
nan
# Foto Kawasan

Gallery foto kawasan TN Gandang Dewata.

# Sejarah Kawasan

Kebijakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam menetapkan kawasan hutan Gandang Dewata menjadi Taman Nasional berdasarkan dari beberapa kriteria anatara lain, kawasan hutan Gandang Dewat memiliki sumber daya alam hayati dan ekosistem yang khas dan unik yang masih utuh; mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelangsungan proses ekologis; Wilayah dapat dibagi ke dalam zona inti, zona pemanfaatan , zona rimba, dan zona lainya sesuai keperluannya.

Tahun 2014, terbitnya Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.773/Menlhk/Setjen/PLA.2/10/2016 tanggal 3 Oktober 2016

# Keunikan
nan
# Nilai Konservasi
nan
# Spesies Mandat (2)

Spesies mandat merupakan jenis tumbuhan dan satwa liar yang menjadi prioritas pengelolaan dan perlindungan berdasarkan tingkat ancaman, nilai konservasi, serta kebijakan nasional dan internasional.

Anoa Bubalus

Anoa (Bubalus sp.) adalah mamalia terbesar dan endemik yang hidup di daratan Pulau Sulawesi dan Pulau Buton. Banyak yang menyebut anoa sebagai kerbau kerdil. Anoa merupakan hewan yang tergolong fauna peralihan. Anoa merupakan mamalia tergolong dalam famili bovidae yang tersebar hampir di seluruh pulau Sulawesi. Kawasan Wallacea yang terdiri atas pulau Sulawesi, Maluku, Halmahera, Kepulauan Flores, dan pulaupulau kecil di Nusa Tenggara. Wilayah ini unik karena banyak memiliki flora dan fauna yang endemik dan merupakan kawasan peralihan antara benua Asia dan Australia. Salah satu kawasan yang memiliki flora dan fauna endemik Sulawesi antara lain Kawasan Poso. Anoa (Bubalus sp.) merupakan salah satu satwa endemik yang dilindungi yang menjadi ciri khas Pulau Sulawesi yang turut mendiami Kawasan Hutan Lindung Desa Sangginora Kabupaten Poso. Anoa tergolong satwa liar yang langka dan dilindungi Undang-Undang di Indonesia sejak tahun 1931 dan dipertegas dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999.

Macrogalidia musschenbroekii

Musang sulawesi memiliki lapisan tipis dan pendek berwarna kastanye cokelat muda dengan sejumlah campuran bulu halus. Bagian tubuh bawahnya beragam dari kuning kemerahan hingga putih; dadanya sedikit berwarna kemerahan. Ada sepasang garis membujur yang tak jelas dan beberapa titik gelap di bagian tersembunyi di punggung. Cambangnya bercampur antara cokelat dan putih. Ekornya ditandai dengan cincin gelap dan cokelat muda yang berselang-seling, yang tidak dapat dibedakan di permukaan bawah, dan lenyap menuju ujung yang gelap. Panjang kepala dan tubuhnya sekitar 35 in (89 cm) dengan ekor sepanjang 25 in (64 cm). Tengkorak dengan palatum durum banyak terbentuk ke belakang, namun sebaliknya menyerupai Paradoxurus hermaphroditus. Giginya berbeda dari semua spesies Paradoxurus karena 2 seri pipinya sejajar daripada divergen luas ke arah belakang.

# Kondisi Fisik

Secara administratif, Taman Nasional Gandang Dewata berada di empat kabupaten yaitu Kabupaten Mamasa, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Mamuju Tengah, Kabupaten Mamuju Utara. Secara geografis Taman Nasional Gandang Dewata terletak di antara 119° 18' - 119° 52' Bujur Timur dan 1° 51' - 2° 50' Lintang Selatan

# Topografi
nan
# Letak Ketinggian (m.dpl)
3074
# Jenis Tanah
Dystropepts dan Eutrandepts
# Geologi
Vulkanik, granit
# DAS/Sub DAS
Saddang, Mamasa, Bonehau
# Tipe Iklim
nan
# Curah Hujan (mm)
0.0
# Temperatur (0C)
nan
# Kelembaban (%)
nan