Jumat, 2 Jan 2026

Taman Nasional
Taka Bonerate

Taman Nasional (TN) Taka Bonerate memiliki luas 530.765,00 hektar . Secara administratif, kawasan ini terletak di Provinsi Sulawesi Selatan.

Logo Kementerian Kehutanan
# Rencana Pengelolaan Kawasan
nan
# Foto Kawasan

Gallery foto kawasan TN Taka Bonerate.

Bentukan Pulau Eksotik Bungin Belle
Bercengkrama dengan Hiu
Penampakan Karang dikala Surut
Wajah Tinabo dari Udara
# Sejarah Kawasan

Taman Nasional Taka Bonerate (TNTBR) merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi.

Status kawasan Taka Bonerate bermula sebagai cagar alam berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 100/Kpts-II/1989.  Kemudian ditunjuk menjadi Taman Nasional berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 280/KPTS-II/1992, tanggal 26 Februari 1992 dan ditetapkan dengan SK Menteri Kehutanan No. 92/KPTS-II/2001, tanggal 15 Maret 2001 dengan luas kawasan 530.765 ha.

Tahun 1997, Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibentuk Untuk melakukan pengelolaan kawasan Taman Nasional, dengan SK Menteri Kehutanan Nomor: 185/Kpts-II/1997 tanggal 31 Maret 1997. Sejak tanggal 10 Juni 2002 berubah menjadi Balai Taman Nasional Tipe C setingkat Eselon III, sesuai dengan SK Menhut No. 6186/Kpts-II/2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Taman Nasional. Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.03/Menhut-II/2007 tanggal 1 Pebruari 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Taman Nasional berubah menjadi Balai Taman Nasional Tipe B yang terdiri dari Sub Bagian Tata Usaha, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I dan II serta Kelompok Jabatan Fungsional dengan tugas pokok melakukan penyelenggaraan konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya dan pengelolaan kawasan taman nasional berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pengelolaan kawasan TNTBR dilaksanakan dengan sistem zonasi. Penetapan zonasi dalam kawasan TNTBR didasarkan pada Keputusan Direktorat Jenderal PHKA Nomor: SK. 150/IV-SET/2012 tanggal 17 September 2012 tentang Zonasi Taman Nasional Taka Bonerate. Zonasi dalam kawasan TNTBR terdiri dari 4 zona yaitu Zona Inti (8.341 Ha), Zona Perlindungan Bahari (21.188 Ha), Zona Pemanfaatan (500.879)  dan Zona Khusus (357 Ha).Kemudian pada tahun 2018 dilakukan review Zonasi dengan surat Keputusan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem  Nomor : SK.23/KSDAE/SET/KSA.0/1/2019, Tanggal 23 Januari 2019 yang terdiri dari 7 zona yaitu Zona Inti (10.046 Ha), Zona Perlindungan Bahari (25.875 Ha), Zona Pemanfaatan (9.491 Ha) dan Zona Khusus (270 Ha), Zona Tradisional (481.334 Ha), Zona Religi, Budaya dan Sejarah (3.279Ha) dan Zona Rehabilitasi (472 Ha). Dengan terbitnnya penetapan Surat Keputusan baru ini maka surat keputusan SK. 150/IV-SET/2012 tanggal 17 September 2012 tidak berlaku lagi.

Secara administratif kawasan TNTBR berada pada Kecamatan Taka Bonerate yang mana sebelum menjadi Taman Nasional tahun 1992, kawasan Taka Bonerate berada dalam dua wilayah administratif kecamatan, yaitu bagian utara adalah Kepulauan Macan yang masuk ke dalam wilayah Kecamatan Pasimasunggu dan bagian selatan adalah Kepulauan Pasitallu yang masuk ke dalam wilayah Kecamatan Pasimarannu. Terdapat 5 (lima) desa dalam kawasan TNTBR yaitu Desa Rajuni, Desa Latondu, Desa Tarupa, Desa Jinato dan Desa Tambuna. Namun sejak tahun 2012, pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melakukan pemekaran terhadap Desa Tambuna menjadi 2 desa yaitu Desa Tambuna dan Desa khusus Pasitallu Raya.

# Keunikan

Taman Nasional Taka Bonerate memiliki karang atoll terbesar ketiga di dunia (luasan mencapai 220.000 Ha) setelah Atol Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Atol Suvadiva di Maldive, serta memiliki keanekaragaman biota laut yang tinggi dan habitat bagi berbagai spesies satwa laut yang langka dan dilindungi.

# Nilai Konservasi
nan
# Spesies Mandat (1)

Spesies mandat merupakan jenis tumbuhan dan satwa liar yang menjadi prioritas pengelolaan dan perlindungan berdasarkan tingkat ancaman, nilai konservasi, serta kebijakan nasional dan internasional.

Penyu hijau Chelonia mydas

Penyu hijau (Chelonia mydas) adalah penyu laut besar yang termasuk dalam keluarga Cheloniidae. Hewan ini adalah satu-satunya spesies dalam golongan Chelonia. Mereka hidup di semua laut tropis dan subtropis, terutama di Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik. Namanya didapat dari lemak bewarna hijau yang terletak di bawah cangkang mereka. Jumlah Penyu Hijau semakin berkurang karena banyak diburu untuk diambil pelindung tubuhnya (karapaks dan plastron) sebagai hiasan, telurnya sebagai sumber protein tinggi dan obat, juga dagingnya sebagai bahan makanan.

# Kondisi Fisik

Taman Nasional Taka Bonerate merupakan kawasan pelestarian alam yang secara geografis terletak di Laut Flores pada 120°55? – 121°25? BT dan 6° 20? – 7° 10? LS. Kawasan ini ditetapkan sebagai TN Laut Taka Bonerate dengan SK Menteri Kehutanan Nomor 92/KPTS-II/2001 tanggal 15 Maret 2001 dengan luas kawasan 530.765 Ha. 

Secara administratif kawasan TN Taka Bonerate berada dalam wilayah Kecamatan Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar. Secara fisik kawasan Taman Nasional Taka Bonerate memiliki batasan antara lain,

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Sulawesi Selatan;
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Banda;
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Flores;
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Laut Jawa.
# Topografi

Topografi daratan utama sangat unik dan menarik dengan kemiringan 0-3 % dengan bentuk wilayah datar sampai agak datar, serta atoll yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas, membentuk gugusan pulau yang cukup banyak. Selat-selat yang sempit, dalam dan terjal mengantarai pulau-pulau dan gosong karang.

Pada bagian permukaan rataan terumbu karang banyak terdapat gobah yang dalam dan dikelilingi oleh terumbu karang. Pada saat air surut terendah akan tampak seperti daratan kering yang diselingi oleh genangan air membentuk kolam-kolam kecil (tide pool). Kedalaman perairan sangat bervariasi mulai dari 2-3 m (pada rataan terumbu) sampai pada kedalaman 200 m di dalam kawasan.

# Letak Ketinggian (m.dpl)
4
# Jenis Tanah
Regosol (Entisol). Menurut peta tanah : troporthents
# Geologi

Kawasan TN Taka Bonerate terletak di antara lengan selatan Pulau Sulawesi dan Pulau Flores, bersama dengan gugusan Pulau Bonerate menempati area yang memiliki sifat geologi yang masih memiliki kemiripan dengan mandala Sulawesi Selatan namun berbeda dengan mandala vulkanik aktif Flores.

Bentang alam sebagai pseudo atoll dan letak paparan serta landas kontinen di atas paparan benua menjadikan kawasan TN Taka Bonerate sebagai tonggak (deep stick) di Laut Flores. Sejumlah laporan terdahulu menyebutkan bahwa landas dari kawasan TN Taka Bonerate diperkirakan sebagai batuan vulkanik dan batuan malihan. Citra seismik di utara Flores hanya sedikit mengungkapkan geologi bawah tanah kompleks ini, sebagai masif vulkanik, terobosan dan malihan yang terjerat struktur patahan.

# DAS/Sub DAS
Takabonerate kepulauan
# Tipe Iklim
Termasuk ke dalam iklim C (Schmidt dan Fergusson)
# Curah Hujan (mm)
1708.0
# Temperatur (0C)
28 - 32
# Kelembaban (%)
88