Jumat, 2 Jan 2026
Taman Nasional (TN) Lore Lindu memiliki luas 214.983,69 hektar . Secara administratif, kawasan ini terletak di Provinsi Sulawesi Tengah.

Gallery foto kawasan TN Lore Lindu.
Kawasan TN Lore Lindu merupakan gabungan dari 3 kawasan konservasi, yaitu SM Lore Kalamnta, Hutan Wisata Danau Lindu, dan SM Sungai Sopu. Berdasarkan SK Menteri Pertanian no. 736/Mentan/X/1982, tanggal 14 Oktober 1982 luas kawasan ini ialah 231.000 ha, tetapi sesuai dengan SK Menteri Kehutanan No 593/Kpts-II/1993, tanggal 5 Oktober 1993 ketiga kawasan yang membentuk TN Lore Lindu tersebut memiliki areal yang luasnya 229.000 ha. Namun pada tanggal 23 Juni 1999 ditetapkan Taman Nasional Lore Lindu seluas 217.991,18 ha melalui SK Menteri Kehutanan No. 464/Kpts-II/1999, dan luasan inilah yang dipakai sebagai luasan TN.
Spesies mandat merupakan jenis tumbuhan dan satwa liar yang menjadi prioritas pengelolaan dan perlindungan berdasarkan tingkat ancaman, nilai konservasi, serta kebijakan nasional dan internasional.
Anoa (Bubalus sp.) adalah mamalia terbesar dan endemik yang hidup di daratan Pulau Sulawesi dan Pulau Buton. Banyak yang menyebut anoa sebagai kerbau kerdil. Anoa merupakan hewan yang tergolong fauna peralihan. Anoa merupakan mamalia tergolong dalam famili bovidae yang tersebar hampir di seluruh pulau Sulawesi. Kawasan Wallacea yang terdiri atas pulau Sulawesi, Maluku, Halmahera, Kepulauan Flores, dan pulaupulau kecil di Nusa Tenggara. Wilayah ini unik karena banyak memiliki flora dan fauna yang endemik dan merupakan kawasan peralihan antara benua Asia dan Australia. Salah satu kawasan yang memiliki flora dan fauna endemik Sulawesi antara lain Kawasan Poso. Anoa (Bubalus sp.) merupakan salah satu satwa endemik yang dilindungi yang menjadi ciri khas Pulau Sulawesi yang turut mendiami Kawasan Hutan Lindung Desa Sangginora Kabupaten Poso. Anoa tergolong satwa liar yang langka dan dilindungi Undang-Undang di Indonesia sejak tahun 1931 dan dipertegas dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999.
Maleo Senkawor (Macrocephalon maleo) adalah sejenis burung gosong berukuran sedang, dengan panjang sekitar 55cm, dan merupakan satu-satunya burung di dalam genus tunggal Macrocephalon. Yang unik dari maleo adalah, saat baru menetas anak burung maleo sudah bisa terbang. Ukuran telur burung maleo beratnya 240 gram hingga 270 gram per butirnya, ukuran rata-rata 11 cm, dan perbandingannya sekitar 5 hingga 8 kali lipat dari ukuran telur ayam. Namun saat ini mulai terancam punah karena habitat yang semakin sempit dan telur-telurnya yang diambil oleh manusia. Burung ini memiliki bulu berwarna hitam, kulit sekitar mata berwarna kuning, iris mata merah kecoklatan, kaki abu-abu, paruh jingga dan bulu sisi bawah berwarna merah-muda keputihan. Di atas kepalanya terdapat tanduk atau jambul keras berwarna hitam. Jantan dan betina serupa, biasanya betina berukuran lebih kecil dan berwarna lebih kelam dibanding burung jantan.
Secara administratif, kawasan Taman Nasional Lore Lindu terletak pada Kecamatan Palolo, Nokilalaki, Kulawi, Kulawi Selatan, Lindu, Tanambulava, Gumbasa, dan Sigi Biromaru (Kabupaten Sigi). Secara geografis areal ini terletak antara 119° 58' - 120° 16' Bujur Timur dan 1° 8' - 1° 3' Lintang Selatan.