Jumat, 2 Jan 2026

Taman Nasional
Gunung Rinjani

Taman Nasional (TN) Gunung Rinjani memiliki luas 41.330,00 hektar . Secara administratif, kawasan ini terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Logo Balai TN Gunung Rinjani
# Rencana Pengelolaan Kawasan
nan
# Foto Kawasan

Gallery foto kawasan TN Gunung Rinjani.

Berkemah
Berkemah di Danau Segara Anak
Landscape Danau Segara Anak
Sunset
View Panorama TN Gunung Rinjani
# Sejarah Kawasan

Pada awalnya Taman Nasional Gunung Rinjani merupakan kawasan Suaka Marga Satwa yang ditetapkan Gubernur Hindia Belanda pada tahun 1941 berdasarkan Surat Keputusan No. 15 Staatblaat Nomor 77 tanggal 12 Maret 1941. Kemudian diumumkan melalui Surat Pernyataan Menteri Kehutanan No. 448/Menhut.VI/ 1990, pada acara Puncak Pekan Konservasi Alam Nasional ke-3 di Mataram Propinsi Nusa Tenggara Barat dan ditetapkan sebagai Taman Nasional Gunung Rinjani dengan Surat Keputusan Menhut No. 280/Kpts.VI/ 1997 tanggal 23 mel 1997 dengan luas definitif ± 41.330 Ha, yang terletak di tiga wilayah Kabupaten di Pulau Lombok dengan organisasi pengelolaannya ditetapkan dengan Surat Keputusan Menhut No. 185/Kpts/97 tanggal 27 Mel 1997, dengan nama Unit Taman Nasional Gunung Rinjani setingkat eselon IV.a.

Selanjutnya pada tahun 2002 berubah nienjadi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani setingkat eselon IIl.a dengan Surat Keputusan Menhut No. 6186/Kpts-II/2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Taman Nasional Gunung Rinjani. Berdasarkan SK tersebut Tarnan Nasional Gunung Rinjani di bagi menjadi 2 (dua) wilayah pengelolaan dalam bentuk Seksi Konservasi Wilayah yaitu : Seksi Kons.Wilayah I Lombok Barat menangani wilayah Taman Nasional yang berada di Kabupaten Lombok Barat dengan Iuas areal  12.357,67 Ha (30%) yang dibagi dalam 2 (dua) Resort dan 3 (tiga) Pos Jaga. Seksi Kons.Wilayah II Lornbok Tirnur menangani wilayah Taman Nasional yang berada di 2 (dua) Kabupaten di Kabupaten Lombok Timur seluas  22.152,88 Ha (53%), sementara wilayah Tarnan Nasional yang berada di Kabupaten Lornbok Tengah seluas ±6.819,45 Ha (17%) belum ditetapkan sebagai seksi wilayah konservasi secara adrninistratif pengelolaannya di BKO kan ke seksi konservasi wiiayah II Lombok Timur, seksi wilayah konservasi terbagi ke dalam 6 resort dan 6 pos jaga.

# Keunikan
nan
# Nilai Konservasi
nan
# Spesies Mandat (2)

Spesies mandat merupakan jenis tumbuhan dan satwa liar yang menjadi prioritas pengelolaan dan perlindungan berdasarkan tingkat ancaman, nilai konservasi, serta kebijakan nasional dan internasional.

Monyet Ekor Panjang Macaca fascicularis

Monyet kra (Macaca fascicularis) adalah monyet asli Asia Tenggara namun sekarang tersebar di berbagai tempat di Asia. Nama lokalnya dalam bahasa Melayu, kra atau kera, adalah tiruan bunyi yang dikeluarkan oleh hewan ini. Dalam literatur-literatur lama, spesies ini acap disebut sebagai kera ekor panjang atau monyet ekor panjang (dari bahasa Inggris, long-tailed macaque), monyet pemakan kepiting, atau monyet saja. Monyet ini sangat adaptif dan termasuk hewan liar yang mampu mengikuti perkembangan peradaban manusia. Selain menjadi hewan timangan atau pertunjukan, monyet ini juga digunakan dalam berbagai percobaan kedokteran. Di beberapa tempat, seperti halnya di Sangeh, Bali, monyet kra dianggap sebagai hewan yang dikeramatkan dan tidak boleh diganggu.

Lutung Budeng Trachypithecus auratus

Lutung budeng adalah hewan diurnal, yakni aktif pada waktu siang hari di atas pepohonan. Makanan pokoknya terdiri dari tumbuh-tumbuhan. Memakan dedaunan, buah-buahan dan bunga. Spesies ini juga memakan larva serangga. Lutung budeng hidup berkelompok, yang dalam satu kelompoknya terdiri dari sekitar tujuh ekor lutung, termasuk satu atau dua ekor lutung jantan dewasa. Lutung betina biasanya hanya mempunyai satu anak setiap kali melahirkan dan saling bantu membesarkan anak-anak lutung. Namun lutung betina juga bersifat sangat agresif terhadap lutung betina dari kelompok lain. Hewan ini diketahui menghuni pelbagai tipe hutan, mulai dari hutan mangrove, hutan pantai, hutan rawa air-tawar, hutan hujan dataran rendah, hutan gugur daun tropika, serta hutan pegunungan hingga ketinggian sekitar 3.000-3.500 m dpl. Juga ditemukan di hutan-hutan tanaman jati, rasamala, dan akasia. Di wilayah Pegunungan Dieng, lutung budeng didapati baik di hutan primer maupun sekunder, di bagian tepi maupun di pedalaman hutan.

# Kondisi Fisik

Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani terletak, secara geografis terletak  antara 116°21’30” - 116°34’15” Bujur Timur dan 8°18’18” - 8°32’19”  Lintang Selatan. Secara administrasi Taman Nasional Gunung Rinjani terletak di Pulau Lombok, Propinsi Nusa Tenggara, Kabupaten Lombok Barat, dan Lombok Timur.

# Topografi
bergunung-gunung dengan ketinggian mulai 500 — 3726 m dpl (Puncak Rinjani) dengan variasi kemiringan lahan bervariasi datar, bergelombang, berbukit sampai bergunung.
# Letak Ketinggian (m.dpl)
3762
# Jenis Tanah
Menurut peta tanah : dystropepts, humitropepts, hydrandepts, pellusterts, ustropepts
# Geologi
nan
# DAS/Sub DAS
Kali Belimbing, Kali Palung, Kali Perempung, Kokok Babak, Kokok Jangkok, Kokok Sonnger, Kokok Sordang, Koloh Embarembar, Koloh Gereneng, Lokok Amoramor, Lokok Batu Rakit, Lokok Beburung, Lokok Jelingo, Lokok Mumbul, Lokok Putih, Lokok Sidutan
# Tipe Iklim
Termasuk ke dalam iklim C (Schmidt dan Fergusson)
# Curah Hujan (mm)
2500.0
# Temperatur (0C)
nan
# Kelembaban (%)
nan
# Obyek Daya Tarik Wisata alam

Obyek Daya Tarik Wisata Alam merupakan potensi alam yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai ekologis yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai destinasi wisata berbasis konservasi dan edukasi lingkungan.

Air Terjun Jeruk Manis

Keindahan Alam

Lombok Timur

Air Terjun Mangkusakti

Keindahan Alam

Lombok Timur

Air Terjun Tiu Ngumbak

Keindahan Alam

Lombok Utara

Bukit Gedong

Keindahan Alam

Lombok Timur

Bukit Kanji

Keindahan Alam

Lombok Timur

Bukit Malang

Keindahan Alam

Lombok Timur

Jalur Sepeda Sembalun

Keindahan Alam

Lombok Timur

Savana Propok

Keindahan Alam

Lombok Timur

Sebau

Keindahan Alam

Lombok Timur

Tangkok Adeng

Keindahan Alam

Lombok Timur