Jumat, 2 Jan 2026
Taman Nasional (TN) Bali Barat memiliki luas 18.043,76 hektar . Secara administratif, kawasan ini terletak di Provinsi Bali.

Gallery foto kawasan TN Bali Barat.
Taman Nasional Bali Barat mempunyai potensi yang khas yaitu adanya spesies Jalak Bali ( Leucopsar rothschildi ) yang merupakan spesies burung terlangka di dunia. Burung pesolek ini di alam jumlahnya tidak lebih dari empat ekor saja.
Beberapa potensi sumberdaya alam lainnya yang menarik bagi penelitian dan rekreasi, diantaranya satwa banteng ( Bos Javanicus ), hutan alam murni Sawo kecik ( Manilkara kauki ), hutan mangrove, biota laut, sumber air panas alami, panorama alam hutan dan pantai serta obyek peninggalan budaya.
Letaknya yang berada di pusat tujuan wisata (Pulau Bali), dan didukung oleh fasilitas baik akomodasi, transformasi maupun atraksi wisata budaya yang telah dikelola dengan baik, menjadikan taman nasional ini sangat menarik untuk dikunjungi.
Spesies mandat merupakan jenis tumbuhan dan satwa liar yang menjadi prioritas pengelolaan dan perlindungan berdasarkan tingkat ancaman, nilai konservasi, serta kebijakan nasional dan internasional.
Burung Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Mata burung Jalak Bali berwarna coklat tua, daerah sekitar kelopak mata tidak berbulu dengan warna biru tua, Burung Jalak Bali mempunyai jambul yang indah, baik pada jenis kelamin jantan maupun pada betina, Jalak Bali mempunyai kaki berwarna abu-abu biru dengan 4 jari jemari (1 ke belakang dan 3 ke depan), Paruh runcing dengan panjang 2 - 5 cm, dengan bentuk yang khas dimana pada bagian atasnya terdapat peninggian yang memipih tegak. Warna paruh abu-abu kehitaman dengan ujung berwarna kuning kecoklat-coklatan. Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dengan nama lokal Jalak Bali, Curik Putih, Jalak Putih Bali merupakan salah satu satwa yang terancam punah dan endemik yang ada di Indonesia tepatnya di pulau Bali, dengan sebaran terluasnya antara Bubunan Buleleng sampai ke Gilimanuk, namun pada saat ini terbatas pada kawasan Taman Nasional Bali Barat tepatnya di Semenanjung Prapat Agung dan Tanjung Gelap Pahlengkong yang habitatnya bertipe hutan mangrove, hutan pantai, hutan musim dan savana
Kijang muncak atau kijang biasa (Muntiacus muntjak) adalah kijang yang tersebar di India, Pakistan, Bangladesh, Myanmar, Indocina, Thailand, Malaysia dan Indonesia. Jenis kijang ini umum dan banyak ditemukan. Ciri-ciri hewan ini berambut pendek, coklat atau abu-abu, kadang-kadang dengan bercak berwarna krim. Seekor jantan juga memiliki sepasang tanduk sampai 15 cm, dengan satu cabang yang jatuh dan tumbuh kembali sekali setahun. Ketika ketakutan atau bersemangat, hewan ini akan menyalak, terkadang ia mampu menyalak lebih dari sejam. Hewan ini adalah omnivora yang memakan pada buah, daun, rumput, tetapi kadang-kadang makan telur dan bahkan serangga. Pejantan spesies ini sering berkelahi di antara mereka sendiri, menggunakan tanduk pendeknya sebagai senjata karena jauh lebih efektif dari taring karnivora, yang ia dapat membela diri secara dari predator bahkan oleh anjing besar.
Lutung budeng adalah hewan diurnal, yakni aktif pada waktu siang hari di atas pepohonan. Makanan pokoknya terdiri dari tumbuh-tumbuhan. Memakan dedaunan, buah-buahan dan bunga. Spesies ini juga memakan larva serangga. Lutung budeng hidup berkelompok, yang dalam satu kelompoknya terdiri dari sekitar tujuh ekor lutung, termasuk satu atau dua ekor lutung jantan dewasa. Lutung betina biasanya hanya mempunyai satu anak setiap kali melahirkan dan saling bantu membesarkan anak-anak lutung. Namun lutung betina juga bersifat sangat agresif terhadap lutung betina dari kelompok lain. Hewan ini diketahui menghuni pelbagai tipe hutan, mulai dari hutan mangrove, hutan pantai, hutan rawa air-tawar, hutan hujan dataran rendah, hutan gugur daun tropika, serta hutan pegunungan hingga ketinggian sekitar 3.000-3.500 m dpl. Juga ditemukan di hutan-hutan tanaman jati, rasamala, dan akasia. Di wilayah Pegunungan Dieng, lutung budeng didapati baik di hutan primer maupun sekunder, di bagian tepi maupun di pedalaman hutan.
Letak Taman Nasional Bali Barat secara geografis berada diantara 114º26' - 114º35' Bujur Timur dan 5º5' - 5º13' Lintang Selatan. Secara administratif lokasi kawasan Taman Nasional Bali Barat termasuk dalam Provinsi Bali, Kabupaten Jembaran dan Kabupaten Buleleng.