Senin, 16 Feb 2026
Taman Nasional (TN) Bromo Tengger Semeru memiliki luas 50.276,20 hektar . Secara administratif, kawasan ini terletak di Provinsi Jawa Timur.

Gallery foto kawasan TN Bromo Tengger Semeru.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ditetapkan berdasarkan pernyataan Menteri Pertanian No. 736/Mentan/X/1982 tanggal 14 Oktober 1982 dengan luas kawasan 58.000 hektar. Kemudian ditetapkan oleh Keputusan Menteri Kehutanan No. 278/Kpts-VI/1997 tanggal 23 Mei 1997 dengan luas kawasan 50.276,3 hektar, yang terdiri dari 50.266,05 hektar daratan dan 10,25 hektar perairan (danau).
Spesies mandat merupakan jenis tumbuhan dan satwa liar yang menjadi prioritas pengelolaan dan perlindungan berdasarkan tingkat ancaman, nilai konservasi, serta kebijakan nasional dan internasional.
Sikatan ninon memiliki tubuh berukuran sedang (14 cm). Warna biru-nila gelap. Paling gelap, nyaris hitam di sekitar pangkal paruh. Dahi keputihan, meluas menjadi alis di mata. Dada bawah keabu-abuan, berangsur berubah menjadi keputihan pada perut. Tungging kuning tua (putih di Jawa). Burung remaja: dada dan tenggorokan berbercak merah jambu. Iris coklat-merah, paruh hitam, kaki hitam. Cukup jinak, mudah didekati. Bertengger rendah dekat tanah. Ikut kelompok campuran. Burung ini membuat sarang berbentuk kantung dari lumut, dekat permukaan tanah. Telur berwarna agak putih, garis bintik-bintik kemerah-jambuan, jumlah 2 butir. Berbiak bulan Februari-Agustus, Desember.
Elang yang bertubuh sedang sampai besar, langsing, dengan panjang tubuh antara 60-70 cm (dari ujung paruh hingga ujung ekor). Kepala berwarna coklat kemerahan (kadru), dengan jambul yang tinggi menonjol (2-4 bulu, panjang hingga 12 cm) dan tengkuk yang coklat kekuningan (kadang tampak keemasan bila terkena sinar matahari). Jambul hitam dengan ujung putih; mahkota dan kumis berwarna hitam, sedangkan punggung dan sayap coklat gelap. Kerongkongan keputihan dengan garis (sebetulnya garis-garis) hitam membujur di tengahnya. Ke bawah, ke arah dada, coret-coret hitam menyebar di atas warna kuning kecoklatan pucat, yang pada akhirnya di sebelah bawah lagi berubah menjadi pola garis (coret-coret) rapat melintang merah sawomatang sampai kecoklatan di atas warna pucat keputihan bulu-bulu perut dan kaki. Bulu pada kaki menutup tungkai hingga dekat ke pangkal jari. Ekor kecoklatan dengan empat garis gelap dan lebar melintang yang tampak jelas di sisi bawah, ujung ekor bergaris putih tipis. Betina berwarna serupa, sedikit lebih besar. Iris mata kuning atau kecoklatan; paruh kehitaman; sera (daging di pangkal paruh) kekuningan; kaki (jari) kekuningan. Burung muda dengan kepala, leher dan sisi bawah tubuh berwarna coklat kayu manis terang, tanpa coretan atau garis-garis. Ketika terbang, elang jawa serupa dengan elang brontok (Nisaetus cirrhatus) bentuk terang, namun cenderung tampak lebih kecoklatan, dengan perut terlihat lebih gelap, serta berukuran sedikit lebih kecil.
Berukuran agak besar (29 cm), berkepala merah jambu. Seluruh bagian kepala, leher dan kerongkongan merah jambu keunguan, dibatasi oleh pita putih bertepi hitam kehijauan pada dada. Tubuh bagian atas hijau, tubuh bagian bawah abu-abu dengan penutup ekor bagian bawah kuning. Yang betina, ciri-ciri nya adalah muka berwarna merah jambu buram, garis dada kurang jelas. Bunyi suara nya adalah hu berdentang dalam interval satu detik, kadang-kadang berakhir dengan seri hu cepat dan menurun.
Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru secara administrative terletak di 4 (empat) wilayah Kabupaten Dati II yaitu Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang Propinsi Dati I Jawa Timur. Secara geografis Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terletak antara 7º54’ - 8º55’13” Lintang Selatan dan 112º51’ dan 113º04’ Bujur Timur.