Jumat, 2 Jan 2026

Taman Nasional
Gunung Merapi

Taman Nasional (TN) Gunung Merapi memiliki luas 6.410,00 hektar . Secara administratif, kawasan ini terletak di Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Logo Balai TN Gunung Merapi
# Rencana Pengelolaan Kawasan
nan
# Foto Kawasan

Gallery foto kawasan TN Gunung Merapi.

2. Edelweiss Jawa (Anaphalis javanica)
Ayam Hutan
Kerak Kerbau (Acridotheres javanicus)
Lutung Jawa (Trachypithecus auratus)
Merapi Merekah
Pasar Bubrah
Pos II Selo
Pusung London
# Sejarah Kawasan

Kawasan hutan Gunung Merapi merupakan kawasan hutan negara yang bernilai penting dan strategis karena berfungsi sebagai daerah tangkapan air yang bermanfaat bagi wilayah sekitarnya dan merupakan tipe hutan tropis dengan kondisi gunung api yang sangat aktif. Dalam sejarahnya kawasan hutan Gunung Merapi dilindungi untuk fungsi pelestarian alam (menjaga fungsi hidrologis, botani dan estetika serta pengelolaan kawasan secara khusus sebagai daerah rawan bencana). Seiring perkembangan jaman, status kawasan hutan Gunung Merapi mengalami perubahan sebagaimana digambarkan di bawah:

  1. 1931 - 1975, Status sebagai hutan lindung dibawah Pemerintah Belanda;
  2. 1975 - 1984, Menteri Pertanian RI menetapkan sebagian kelompok hutan lindung menjadi Cagar Alam Plawangan Turgo (BKSDA DIY);
  3. 1984 - 1989, Menteri Kehutanan RI mengubah sebagian hutan lindung yang berada di Yogyakarta menjadi Taman Wisata Alam Plawangan Turgo (Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY);
  4. 1989 - 2004, Menteri Kehutanan RI menunjuk Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Plawangan Turgo yang terletak di Kabupaten SLeman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta;
  5. 2004 - sekarang, Penunjukan Kawasan Hutan Gunung Merapi sebagai Taman Nasional Gunung Merapi sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 134/Menhut-II/2004 tentang perubahan Fungsi Kawasan Hutan Lindung, Cagar Alam dan Taman Wisata Alam pada Kelompok Hutan Gunung Merapi seluas ± 6.410 ha, yang terletak di Kabupaten Magelang, Boyolali dan Klaten Provinsi Jawa Tengah serta Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
# Keunikan
nan
# Nilai Konservasi
nan
# Spesies Mandat (2)

Spesies mandat merupakan jenis tumbuhan dan satwa liar yang menjadi prioritas pengelolaan dan perlindungan berdasarkan tingkat ancaman, nilai konservasi, serta kebijakan nasional dan internasional.

Elang jawa Nisaetus bartelsi

Elang yang bertubuh sedang sampai besar, langsing, dengan panjang tubuh antara 60-70 cm (dari ujung paruh hingga ujung ekor). Kepala berwarna coklat kemerahan (kadru), dengan jambul yang tinggi menonjol (2-4 bulu, panjang hingga 12 cm) dan tengkuk yang coklat kekuningan (kadang tampak keemasan bila terkena sinar matahari). Jambul hitam dengan ujung putih; mahkota dan kumis berwarna hitam, sedangkan punggung dan sayap coklat gelap. Kerongkongan keputihan dengan garis (sebetulnya garis-garis) hitam membujur di tengahnya. Ke bawah, ke arah dada, coret-coret hitam menyebar di atas warna kuning kecoklatan pucat, yang pada akhirnya di sebelah bawah lagi berubah menjadi pola garis (coret-coret) rapat melintang merah sawomatang sampai kecoklatan di atas warna pucat keputihan bulu-bulu perut dan kaki. Bulu pada kaki menutup tungkai hingga dekat ke pangkal jari. Ekor kecoklatan dengan empat garis gelap dan lebar melintang yang tampak jelas di sisi bawah, ujung ekor bergaris putih tipis. Betina berwarna serupa, sedikit lebih besar. Iris mata kuning atau kecoklatan; paruh kehitaman; sera (daging di pangkal paruh) kekuningan; kaki (jari) kekuningan. Burung muda dengan kepala, leher dan sisi bawah tubuh berwarna coklat kayu manis terang, tanpa coretan atau garis-garis.

Macan Tutul Jawa Panthera pardus melas

Macan tutul jawa (Panthera pardus melas) atau macan kumbang adalah salah satu subspesies dari macan tutul yang hanya ditemukan di hutan tropis, pegunungan dan kawasan konservasi Pulau Jawa, Indonesia. Macan tutul ini memiliki dua variasi warna kulit yaitu berwarna terang (oranye) dan hitam (macan kumbang). Macan tutul jawa adalah satwa indentitas Provinsi Jawa Barat. Dibandingkan dengan macan tutul lainnya, macan tutul jawa berukuran paling kecil, dan mempunyai indra penglihatan dan penciuman yang tajam. Subspesies ini pada umumnya memiliki bulu seperti warna sayap kumbang yang hitam mengilap, dengan bintik-bintik gelap berbentuk kembangan yang hanya terlihat di bawah cahaya terang. Bulu hitam Macan Kumbang sangat membantu dalam beradaptasi dengan habitat hutan yang lebat dan gelap. Macan Kumbang betina serupa, dan berukuran lebih kecil dari jantan.

# Kondisi Fisik

Gunung Merapi beserta gunung - gunung yang lainnya sebenarnya merupakan bagian dari rangkaian gunung-gunung yang berjajar dari pulau Sumatra, Jawa sampai Bali dan Lombok. Khusus yang berada di pulau Jawa, lokasi gunung-gunung ini berada di tengah pulau yang berjajar dari barat ke timur. Gunung Merapi sendiri merupakan satu-satunya gunung aktif diantara jajaran gunung di pulau Jawa. Letaknya di tengah pulau, sebagian berada dalam wilayah administrative Propinsi DI Yogyakarta dan sebagian lagi masuk wilayah Propinsi Jawa Tengah. Secara geografis Taman Nasional Gunung Merapi terletak antara 07°22’30” - 07°52’30” Lintang Selatan dan 110°15’00” - 110°37’30” Bujur Timur. Secara fisik Gunung Merapi mempunyai batas sebagai berikut:

  1. Bagian utara dilingkupi oleh pegunungan yang merupakan pertemuan antara Gunung Merbabu dan Gunung Merapi sendiri. Batas alam ini dibentuk dari hulu sungai pepe di wilayah timur dan hulu sungai Pabelan di wilayah barat. Secara adminitratif masuk dalam Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah;
  2. Kaki gunung bagian timur dan selatan merupakan wilayah yang datar dan merupakan persawahan dengan kesuburan tanah yang tinggi. Bagian timur ini membentang sampai bertemu dengan sungai Bengawan Solo dan bagian selatan bertemu dengan hulu sungai Dengkeng;
  3. Hulu Sungai Progo menjadikan batas alam gunung di bagian barat.
# Topografi
Lereng Merapi bagian timur (Selo) relatif lebih terjal, sementara di bagian barat dan utara (Babadan, Kinahrejo) relatif lebih landai. Kemiringan sekitar 12° – 30° .
# Letak Ketinggian (m.dpl)
700 - 1500
# Jenis Tanah
Kawasan ini berjenis tanah Regosol dan mendominasi kawasan gunung Merapi. Dengan masih aktifnya gunung Merapi menjadikan material vulkanis merupakan bahan induk tanah di kawasan ini. Dengan demikian tanahnya merupakan tanah muda karena belum mengalami perkembangan profil. Tanah di kawasan ini dicirikan oleh warna kelabu sampai kehitaman dengan tekstur pasiran. Struktur tanah belum terbentuk sehingga masih merupakan struktur granuler. Dengan struktur ini maka kemampuan untuk menyerap air cukup tinggi, namun kandungan bahan organiknya relatif rendah. Kemasaman tanah pada umumnya netral.
# Geologi
  1. Endapan vulkanik Gunung Merapi Muda, yang tersusun oleh tufa, lahar, breksi, dan lava andesitis hingga basaltis yang penyebarannya merata di seluruh wilayah Gunung Merapi;
  2. Endapan volkanik kwarter tua yang terdapat secara lokal pada topografi perbukitan kecil di sekitar Gunung Merapi Muda sebagai bagian dan aktivitas Gunung Merapi Tua, yaitu terdapat di bukit Gono, Turgo, Plawangan, Maron dan dinding bagian timur kawah Gunung api Merapi (Geger Boyo);
# DAS/Sub DAS
Bengawan Solo, Opak-Oyo, Progo
# Tipe Iklim
Termasuk ke dalam iklim C (Schmidt dan Fergusson)
# Curah Hujan (mm)
2527.0
# Temperatur (0C)
20 - 33
# Kelembaban (%)
80 - 99