Jumat, 2 Jan 2026
Taman Nasional (TN) Gunung Gede Pangrango memiliki luas 24.270,80 hektar . Secara administratif, kawasan ini terletak di Provinsi Jawa Barat.

nan
Gallery foto kawasan TN Gunung Gede Pangrango.
Terdapat berbagai macam jenis tumbuhan, seperti tumbuhan berbunga yang lebih dari 1.500 spesies, paku-pakuan 400 species, lumut lebih dari 120 spesies dan berdasarkan identifikasi 300 species diantaranya dapat digunakan sebagai tumbuhan obat, serta berstatus dilindungi terdapat 10 spesies. Di kawasan ini juga terdapat potensi fauna berupa insekta lebih dari 300 spesies, reptilia 75 spesies, ampibia 20 jenis, mamalia lebih dari 110 spesies.
nan
Spesies mandat merupakan jenis tumbuhan dan satwa liar yang menjadi prioritas pengelolaan dan perlindungan berdasarkan tingkat ancaman, nilai konservasi, serta kebijakan nasional dan internasional.
Owa jawa (Hylobates moloch) adalah sejenis primata anggota suku Hylobatidae. Owa jawa tidak memiliki ekor, dan tangannya relatif panjang dibandingkan dengan besar tubuhnya. Tangan yang panjang ini diperlukannya untuk berayun dan berpindah di antara dahan-dahan dan ranting di tajuk pohon yang tinggi, tempatnya beraktivitas sehari-hari. Warna tubuhnya keabu-abuan, dengan sisi atas kepala lebih gelap dan wajah kehitaman.
Elang yang bertubuh sedang sampai besar, langsing, dengan panjang tubuh antara 60-70 cm (dari ujung paruh hingga ujung ekor). Kepala berwarna coklat kemerahan (kadru), dengan jambul yang tinggi menonjol (2-4 bulu, panjang hingga 12 cm) dan tengkuk yang coklat kekuningan (kadang tampak keemasan bila terkena sinar matahari). Jambul hitam dengan ujung putih; mahkota dan kumis berwarna hitam, sedangkan punggung dan sayap coklat gelap. Kerongkongan keputihan dengan garis (sebetulnya garis-garis) hitam membujur di tengahnya. Ke bawah, ke arah dada, coret-coret hitam menyebar di atas warna kuning kecoklatan pucat, yang pada akhirnya di sebelah bawah lagi berubah menjadi pola garis (coret-coret) rapat melintang merah sawomatang sampai kecoklatan di atas warna pucat keputihan bulu-bulu perut dan kaki. Bulu pada kaki menutup tungkai hingga dekat ke pangkal jari. Ekor kecoklatan dengan empat garis gelap dan lebar melintang yang tampak jelas di sisi bawah, ujung ekor bergaris putih tipis. Betina berwarna serupa, sedikit lebih besar. Iris mata kuning atau kecoklatan; paruh kehitaman; sera (daging di pangkal paruh) kekuningan; kaki (jari) kekuningan. Burung muda dengan kepala, leher dan sisi bawah tubuh berwarna coklat kayu manis terang, tanpa coretan atau garis-garis.
Secara geografis Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) terletak antara 106º51` - 107º02` Bujur Timur dan 6º41` - 6º51` Lintan Selatan. Secara administrastif Taman Nasional ini termasuk dalam wilayah tiga Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur dengan total luasan 24.270,80 Ha.
Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan rangkaian kawasan gunung berapi, terutama Gunung Gede (2.958 mdpl) dan Gunung Pangrango (3.019 mdpl) yang merupakan dua dari tiga gunung berapi tertinggi di Jawa Barat. Topografi kawasan ini bervariasi mulai dari topografi landai hingga bergunung dengan kisaran ketinggian antara 700 m hingga 3000 m di atas permukaan air laut. Pada kawasan ini juga banyak terdapat jurang dengan kedalaman hingga 70 m. Selain itu kawasan ini sebagaian besar merupakan dataran tinggi tanah kering dan sebagian kecil merupakan rawa, terutama di daerah sekitar Cibeureum, yaitu rawa Gayonggong.
Bagian selatan kawasan ini, yaitu Situgunung, mempunyai kondisi lapangan yang berat karena terdapat bukit-bukit yang memiliki kemiringan lereng 20-80 Bagian timur kawasan Gunung Gede dengan Gunung Pangrango dihubungkan oleh punggungan bukit uyang berbentuk tapal kuda, sepanjang 2500 meter dengan sisi-sisi yang membentuk lereng curam berlembah menuju dataran Bogor, Cianjur, dan Sukabumi. Di bawah puncak Gunung Pangrango arah Barat Laut terdapat kawah mati berupa alun-alun seluas lima hektar dengan diameter 250 m, sedangkan di Gunung Gede masih ditemukan kawah yang masih aktif.
600 - 3.019
Jenis tanah yang ada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango meliputi andosol dan cavosal. Di bagian atas (puncak) adalah jenis andosol, lereng yang lebih rendah adalah asosiai andosol coklat kekuningan dengan cavosal. Bagian bawah lereng pangrango sebelah barat terdiri dari jenis cavosal coklat.
Secara deskripsi geologi kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dapat di klasifikasikan menjadi 5 bagian :
Ciliwung, Cimandiri, Cisadane, Citarum
Berdasarkan klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson, curah hujan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango termasuk dalam Tipe A (Nilai Q = 5-9. Curah hujan yang tinggi dengan rata-rata curah hujan tahunan 3.000-4.200 mm, menyebabkan kawasan ini merupakan salah satu daerah terbasah di Pulau Jawa.