Jumat, 2 Jan 2026

Taman Nasional
Gunung Gede Pangrango

Taman Nasional (TN) Gunung Gede Pangrango memiliki luas 24.270,80 hektar . Secara administratif, kawasan ini terletak di Provinsi Jawa Barat.

Logo Kementerian Kehutanan
# Rencana Pengelolaan Kawasan

nan

# Foto Kawasan

Gallery foto kawasan TN Gunung Gede Pangrango.

Alun-alun Suryakencana
Anggrek
Burung Cerecet Jawa
Burung Luntur Harimau
Burung Luntur Jawa
Burung Madu Jawa
Burung Paruh Kodok Jawa
Burung Paruh Kodok Jawa
Burung Sikatan Ninon
Canopy Trail
Curug Beret
Curug Cibogo
Danau Situgunung
Danau Situgunung 1
Danau Situgunung 2
Edelweiss
Elang Jawa
Elang Jawa (keluarga)
Gunung Pangrango
Jembatan Situgunung close
Jembatan Situgunung potrait
Kantong Semar
Katak Merah
Katak Pohon Jawa
Katak Pohon Jawa (intip)
Katak Pohon Jawa di Batang
Katak Tanduk
Keluarga Owa Jawa
Owa Jawa
Owa Jawa potrait
Panthera pardus melas
Panthera pardus melas
Puncak
Puncak Gede
Puncang Gunung Gede
Rafflesia rochussenii
Rumpun Edelweiss
Situgunung Suspension Bridge
Telaga Biru
Telaga Biru
Wisata Alam Lebak Ciherang
# Sejarah Kawasan
  1. Berdasarkan Besliut van den Gouverneur General van Nederlandsch Indie 17 Mei 1889 No. 50 tentang Kebun Raya Cibodas dan areal hutan di atasnya ditetapkan sebagai contoh flora pegunungan Pulau Jawa dan merupakan cagar alam dengan luas 240 Ha. Selanjutnya dengan Besluit van den Gouverneur General van Nederlandsch Indie 11 Juni 1919 No. 33 staatsblad No. 329-15 memperluas areal dengan hutan di sekitar Air Terjun Cibeureum.
  2. Tahun 1919 dengan Besliut van den Gouverneur General van Nederlandsch Indie 11 Juli 1919 No. 83 staatsblad No. 392-11 menetapkan areal hutan lindung di lereng Gunung Pangrango dekat desa Caringin sebagai Cagar Alam Cimungkad, seluas 56 ha.
  3. Sejak tahun 1925 dengan Besliut van den Gouverneur General van Nederlandsch Indie 15 Januari 1925 No. 17 staatsblad 15 menarik kembali berlakunya peraturan tahun 1889, menetapkan daerah puncak Gunung Gede, Gunung Gumuruh, Gunung Pangrango, dan DAS Ciwalen Cibodas sebagai Cagar Alam Cibodas dengan luas 1040 Ha.
  4. Daerah Situgunung lereng Selatan Gunung Gede dan bagian Timur Cimungkad ditetapkan sebagai taman wisata seluas 100 Ha, melalui SK Menteri Pertanian No. 461/Kpts/Um/31/75 tanggal 27 November 1975.
  5. Unesco pada tahun 1977 menetapkan, kompleks Gunung Gede Pangrango dan wilayah di sekitarnya yang dibatasi jalan raya Ciawi – Sukabumi – Cianjur sebagai Cagar Biosfer Cibodas, dengan kawasan konservasi sebagai zona inti Cagar Biosfer Cibodas.
  6. Pada tahun 1978, bagian-bagian lainnya, seperti kompleks hutan Gunung Gede, Gunung Pangrango Utara, Cikopo, Geger Bentang, Gunung Gede Timur, Gunung Gede Tengah, Gunung Gede Barat, dan Cisarua Selatan ditetapkan sebagai Cagar Alam Gunung Gede Pangrango dengan luas 14.000 Ha.
  7. Dengan diumumkannya lima buah taman nasional pertama di Indonesia oleh Menteri Pertanian pada tanggal 6 Maret 1980, maka kawasan Cagar Alam Cibodas, Cagar Alam Cimungkat, Cagar Alam Gunung Gede Pangrango, Taman Wisata Situgunung, dan hutan alam di lereng Gunung Gede Pangrango, berstatus sebagai TNGGP, dengan luas 15.196 Ha.
  8. Melalui SK Menteri Kehutanan No. 174/Kpts-II/2003 tanggal 10 Juni 2003 kawasan TNGGP diperluas dengan areal hutan di sekitarnya menjadi 22.851 Ha.
  9. Di awal tahun 2007, melalui SK Menteri Kehutanan Nomor P.03/Menhut-II/2007 tanggal 01 Februari 2007, UPT Balai TNGGP ditingkatkan dari eselon III menjadi eselon II dengan nama Balai Besar TNGGP.
# Keunikan

Terdapat berbagai macam jenis tumbuhan, seperti tumbuhan berbunga yang lebih dari 1.500 spesies, paku-pakuan 400 species, lumut lebih dari 120 spesies dan berdasarkan identifikasi 300 species diantaranya dapat digunakan sebagai tumbuhan obat, serta berstatus dilindungi terdapat 10 spesies. Di kawasan ini juga terdapat potensi fauna berupa insekta lebih dari 300 spesies, reptilia 75 spesies, ampibia 20 jenis, mamalia lebih dari 110 spesies.

# Nilai Konservasi

nan

# Spesies Mandat (2)

Spesies mandat merupakan jenis tumbuhan dan satwa liar yang menjadi prioritas pengelolaan dan perlindungan berdasarkan tingkat ancaman, nilai konservasi, serta kebijakan nasional dan internasional.

Owa Jawa Hylobates moloch

Owa jawa (Hylobates moloch) adalah sejenis primata anggota suku Hylobatidae. Owa jawa tidak memiliki ekor, dan tangannya relatif panjang dibandingkan dengan besar tubuhnya. Tangan yang panjang ini diperlukannya untuk berayun dan berpindah di antara dahan-dahan dan ranting di tajuk pohon yang tinggi, tempatnya beraktivitas sehari-hari. Warna tubuhnya keabu-abuan, dengan sisi atas kepala lebih gelap dan wajah kehitaman.

Elang jawa Nisaetus bartelsi

Elang yang bertubuh sedang sampai besar, langsing, dengan panjang tubuh antara 60-70 cm (dari ujung paruh hingga ujung ekor). Kepala berwarna coklat kemerahan (kadru), dengan jambul yang tinggi menonjol (2-4 bulu, panjang hingga 12 cm) dan tengkuk yang coklat kekuningan (kadang tampak keemasan bila terkena sinar matahari). Jambul hitam dengan ujung putih; mahkota dan kumis berwarna hitam, sedangkan punggung dan sayap coklat gelap. Kerongkongan keputihan dengan garis (sebetulnya garis-garis) hitam membujur di tengahnya. Ke bawah, ke arah dada, coret-coret hitam menyebar di atas warna kuning kecoklatan pucat, yang pada akhirnya di sebelah bawah lagi berubah menjadi pola garis (coret-coret) rapat melintang merah sawomatang sampai kecoklatan di atas warna pucat keputihan bulu-bulu perut dan kaki. Bulu pada kaki menutup tungkai hingga dekat ke pangkal jari. Ekor kecoklatan dengan empat garis gelap dan lebar melintang yang tampak jelas di sisi bawah, ujung ekor bergaris putih tipis. Betina berwarna serupa, sedikit lebih besar. Iris mata kuning atau kecoklatan; paruh kehitaman; sera (daging di pangkal paruh) kekuningan; kaki (jari) kekuningan. Burung muda dengan kepala, leher dan sisi bawah tubuh berwarna coklat kayu manis terang, tanpa coretan atau garis-garis.

# Kondisi Fisik

Secara geografis Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) terletak antara 106º51` - 107º02` Bujur Timur dan 6º41` - 6º51` Lintan Selatan. Secara administrastif Taman Nasional ini termasuk dalam wilayah tiga Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur dengan total luasan 24.270,80 Ha.

# Topografi

Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan rangkaian kawasan gunung berapi, terutama Gunung Gede (2.958 mdpl) dan Gunung Pangrango (3.019 mdpl) yang merupakan dua dari tiga gunung berapi tertinggi di Jawa Barat. Topografi kawasan ini bervariasi mulai dari topografi landai hingga bergunung dengan kisaran ketinggian antara 700 m hingga 3000 m di atas permukaan air laut. Pada kawasan ini juga banyak terdapat jurang dengan kedalaman hingga 70 m. Selain itu kawasan ini sebagaian besar merupakan dataran tinggi tanah kering dan sebagian kecil merupakan rawa, terutama di daerah sekitar Cibeureum, yaitu rawa Gayonggong.


Bagian selatan kawasan ini, yaitu Situgunung, mempunyai kondisi lapangan yang berat karena terdapat bukit-bukit yang memiliki kemiringan lereng 20-80 Bagian timur kawasan Gunung Gede dengan Gunung Pangrango dihubungkan oleh punggungan bukit uyang berbentuk tapal kuda, sepanjang   2500 meter dengan sisi-sisi yang membentuk lereng curam berlembah menuju dataran Bogor, Cianjur, dan Sukabumi. Di bawah puncak Gunung Pangrango arah Barat Laut terdapat kawah mati berupa alun-alun seluas lima hektar dengan diameter   250 m, sedangkan di Gunung Gede masih ditemukan kawah yang masih aktif.

# Letak Ketinggian (m.dpl)

600 - 3.019

# Jenis Tanah

Jenis tanah yang ada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango meliputi andosol dan cavosal. Di bagian atas (puncak) adalah jenis andosol, lereng yang lebih rendah adalah asosiai andosol coklat kekuningan dengan cavosal. Bagian bawah lereng pangrango sebelah barat terdiri dari jenis cavosal coklat.

# Geologi

Secara deskripsi geologi kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dapat di klasifikasikan menjadi 5 bagian : 

  1. Endapan lahar muda andesitik (382, 50 Ha);
  2. Endapan lahar dan lava basal andesitik dengan oliga klas andesine labradorit, olivine, piroksin dan hom blende (8.846 Ha);
  3. Aliran lava paling muda (100 Ha);
  4. Breksi tufaan dan lahar andesit dengan olikoglas (5.115 Ha);
  5. Aliran lava andesit basal (182,5 Ha) aliran basal (570 Ha).
# DAS/Sub DAS

Ciliwung, Cimandiri, Cisadane, Citarum

# Tipe Iklim

Berdasarkan klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson, curah hujan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango termasuk dalam Tipe A (Nilai Q = 5-9. Curah hujan yang tinggi dengan rata-rata curah hujan tahunan 3.000-4.200 mm, menyebabkan kawasan ini merupakan salah satu daerah terbasah di Pulau Jawa.

# Curah Hujan (mm)
4.200
# Temperatur (0C)
10 - 18
# Kelembaban (%)
80 - 90