Jumat, 2 Jan 2026

Taman Nasional
Kerinci Seblat

Taman Nasional (TN) Kerinci Seblat memiliki luas 1.367.197,01 hektar . Secara administratif, kawasan ini terletak di Provinsi Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.

Logo Kementerian Kehutanan
# Rencana Pengelolaan Kawasan
nan
# Foto Kawasan

Gallery foto kawasan TN Kerinci Seblat.

Air Terjun Lumpo
Danau Gunung Tujuh
Danau Kaco
Gunung Kerinci
Harimau Sumatera (BBTN Kerinci Seblat)
Rafflesia Arnoldi
# Sejarah Kawasan
  • Tahun 1982, pada Kongres Taman Nasional se-dunia III di Bali, Menteri Pertanian mendeklarasikan kawasan, yang sekarang menjadi kawasan TNKS, seluas ± 1.424.650 ha sebagai calon Taman Nasional. Kawasan tersebut adalah penggabungan dari beberapa kawasan hutan seperti cagar alam, suaka margasatwa, hutan lindung, hutan wisata, dan hutan produksi.
  • Tahun 1996, setelah melalui proses pengkajian dan penataan yang cukup panjang, Menteri Kehutanan mengukuhkan kawasan seluas ± 1.368.000 ha sebagai kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat sesuai surat keputusan Menhut No. 192/KptsII/1996.
  • Tahun 1999, Menteri Kehutanan dan Perkebunan menetapkan kawasan TNKS seluas ± 1.375.349,867 ha melalui surat keputusan No. 901/Kpts-II/1999.
  • Tahun 2004, Menteri Kehutanan menetapkan perubahan fungsi kawasan hutan produksi di Sipurak Hook seluas ± 14.160 Ha menjadi bagian dari kawasan TNKS dengan surat keputusan No. 420/Menhut-II/2004, sehingga luas TNKS menjadi ± 1.389.509,867 ha.
# Keunikan

Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan kawasan konservasi daratan terluas di Indonesia yang dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO semenjak tahun 2004. Merupakan habitat dari berbagai flora fauna langka dan endemik seperti Harimau sumatera, Gajah Sumatera, Beruang madu, Tapir asia, Rafflesia, Taxus sumatrana, Pinus merkusii strain Kerinci dan lain-lain


# Nilai Konservasi
nan
# Spesies Mandat (2)

Spesies mandat merupakan jenis tumbuhan dan satwa liar yang menjadi prioritas pengelolaan dan perlindungan berdasarkan tingkat ancaman, nilai konservasi, serta kebijakan nasional dan internasional.

Gajah sumatera Elephas maximus sumatranus

Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) atau sumatran elephant merupakan mamalia darat terbesar di Indonesia. Gajah sumatera termasuk ke dalam subspesies gajah Asia, penyebarannya di alam bebas hanya ada di Pulau Sumatera.

Harimau sumatera Panthera tigris sumatrae

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan satwa endemik Indonesia yang populasinya saat ini tersebar dalam populasi-populasi kecil di dalam dan di luar kawasan konservasi di Sumatera.

# Kondisi Fisik

Secara administrasi Taman Nasional Kerinci Seblat terletak di Provinsi Jambi, Kabupaten Kerinci, Bungo Tebo, dan Merangin  (443.699,87 Ha); Provinsi Sumatera Barat, Kab. Pesisir Selatan, Solok; Sawahlunto, dan Sijunjung ( 353.780 Ha); Provinsi Bengkulu, Kab.Bengkulu Utara dan Rejang Lebong (310.910 Ha); Provinsi Sumatera Selatan, Kab. Musi  Rawas (281.120 Ha)Secara geografis areal ini terletak antara 100°31' - 102°44'  Bujur Timur dan   01°17' - 03°36'  Lintang Selatan.

# Topografi

Wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) memiliki topografi berupa lembah curam yang membelah Pegunungan Bukit Barisan menjadi dua bagian yang sejajar. Sebagai rangkaian bukit dan gunung, TNKS dicirikan oleh kelerangan lahan sangat curam (? 60%) pada sebagian besar kawasannya (70% dari luas kawasan) dengan ketinggian antara 200 hingga 3.805 m dpl. Di kawasan ini banyak dijumpai pegunungan tinggi (lebih kurang terdapat 30 gunung atau bukit), seperti:

  • Gunung Kerinci yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatera (3.805 m dpl)
  • Gunung Tujuh (2.604 m dpl)
  • Gunung Seblat (2.383 m dpl)
  • Gunung Raya (2.543 m dpl)
  • Gunung Nilo (2.400 m dpl)
  • Gunung Masurai (2.600 m dpl)
  • Gunung Sumbing (2.500 m dpl)

Pegunungan Bukit Barisan membentuk busur gunung berapi besar yang terbentang sepanjang Sumatera, Jawa, dan Kepulauan Nusa Tenggara. Bukit Barisan tengah yang gunung berapinya masih aktif dan menjadi bagian kawasan ini ditandai oleh celah lembah datar yang tertutup dengan luasnya sekitar 140.000 ha dan semua sisinya dikelilingi oleh beberapa bagian dari puncak Gunung Kerinci.

Pemandangan alam di utara celah lembah bagian tengah didominasi oleh kerucut gunung berapi Kerinci yang masih aktif, sedangkan di bagian utara dan barat daya terdapat danau kawah, yaitu Danau Tujuh dan Danau Kerinci.

Topografi daerah ini umumnya curam dan teriris dengan taji yang nyata menurun ke arah timur dan barat dari punggung utara-selatan Bukit Barisan. Topografi menaik ini pada akhirnya mengarah ke dataran Sumatera tengah di sebelah timur dan ke dataran pantai sebelah barat

# Letak Ketinggian (m.dpl)
3800
# Jenis Tanah
Jenis tanahnya anatara lain andosol, latosol, podsolik, alluvial, komplek (podsolik, latosol dan litosol), komplek (latosol dan litosol). Pada umumnya kedalaman efektif tanahnya antara 30-60 Cm. Kedalam efektif tanah yang dangkal terutama didapati di daerah terjal dengan jenis tanah litosol. Sebagian besar lahan di kawasan taman nasional ini memiliki tanah yang relatif kurang subur dan rawan erosi.
# Geologi

Jenis batuan induk di kawasan ini antara lain andesit basalt diorit, tufa berbutir halus/kasar, granit, granodiorit, riolit, alluvium gunung berapi muda, alluvium longgokan kipas, alluvial sungai muda, dan gambut.

# DAS/Sub DAS
DAS : Air Haji, Air Rami, Bantal, Batang Kapas, Batanghari, Batung, Bayang, Dikit, Indrapura, Ipuh, Kambang, Ketahun, Lakitan, Manjunto Selagan, Musi, Painan, Pelangai, Punggasan, Retak, Salido, Seblat, Silaut, Surantih, Taluk Batung, Tanjung Gadang, Tanjung Kandi, Teramang
# Tipe Iklim
Termasuk ke dalam iklim A (Schmidt dan Fergusson)
# Curah Hujan (mm)
2991.0
# Temperatur (0C)
16 - 28
# Kelembaban (%)
77 - 92