Jumat, 2 Jan 2026
Taman Nasional (TN) Kerinci Seblat memiliki luas 1.367.197,01 hektar . Secara administratif, kawasan ini terletak di Provinsi Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.

Gallery foto kawasan TN Kerinci Seblat.
Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan kawasan konservasi daratan terluas di Indonesia yang dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO semenjak tahun 2004. Merupakan habitat dari berbagai flora fauna langka dan endemik seperti Harimau sumatera, Gajah Sumatera, Beruang madu, Tapir asia, Rafflesia, Taxus sumatrana, Pinus merkusii strain Kerinci dan lain-lain
Spesies mandat merupakan jenis tumbuhan dan satwa liar yang menjadi prioritas pengelolaan dan perlindungan berdasarkan tingkat ancaman, nilai konservasi, serta kebijakan nasional dan internasional.
Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) atau sumatran elephant merupakan mamalia darat terbesar di Indonesia. Gajah sumatera termasuk ke dalam subspesies gajah Asia, penyebarannya di alam bebas hanya ada di Pulau Sumatera.
Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan satwa endemik Indonesia yang populasinya saat ini tersebar dalam populasi-populasi kecil di dalam dan di luar kawasan konservasi di Sumatera.
Secara administrasi Taman Nasional Kerinci Seblat terletak di Provinsi Jambi, Kabupaten Kerinci, Bungo Tebo, dan Merangin (443.699,87 Ha); Provinsi Sumatera Barat, Kab. Pesisir Selatan, Solok; Sawahlunto, dan Sijunjung ( 353.780 Ha); Provinsi Bengkulu, Kab.Bengkulu Utara dan Rejang Lebong (310.910 Ha); Provinsi Sumatera Selatan, Kab. Musi Rawas (281.120 Ha). Secara geografis areal ini terletak antara 100°31' - 102°44' Bujur Timur dan 01°17' - 03°36' Lintang Selatan.
Wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) memiliki topografi berupa lembah curam yang membelah Pegunungan Bukit Barisan menjadi dua bagian yang sejajar. Sebagai rangkaian bukit dan gunung, TNKS dicirikan oleh kelerangan lahan sangat curam (? 60%) pada sebagian besar kawasannya (70% dari luas kawasan) dengan ketinggian antara 200 hingga 3.805 m dpl. Di kawasan ini banyak dijumpai pegunungan tinggi (lebih kurang terdapat 30 gunung atau bukit), seperti:
Pegunungan Bukit Barisan membentuk busur gunung berapi besar yang terbentang sepanjang Sumatera, Jawa, dan Kepulauan Nusa Tenggara. Bukit Barisan tengah yang gunung berapinya masih aktif dan menjadi bagian kawasan ini ditandai oleh celah lembah datar yang tertutup dengan luasnya sekitar 140.000 ha dan semua sisinya dikelilingi oleh beberapa bagian dari puncak Gunung Kerinci.
Pemandangan alam di utara celah lembah bagian tengah didominasi oleh kerucut gunung berapi Kerinci yang masih aktif, sedangkan di bagian utara dan barat daya terdapat danau kawah, yaitu Danau Tujuh dan Danau Kerinci.
Topografi daerah ini umumnya curam dan teriris dengan taji yang nyata menurun ke arah timur dan barat dari punggung utara-selatan Bukit Barisan. Topografi menaik ini pada akhirnya mengarah ke dataran Sumatera tengah di sebelah timur dan ke dataran pantai sebelah barat
Jenis batuan induk di kawasan ini antara lain andesit basalt diorit, tufa berbutir halus/kasar, granit, granodiorit, riolit, alluvium gunung berapi muda, alluvium longgokan kipas, alluvial sungai muda, dan gambut.