Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat
IN-FLORES
IN-FLORES
Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat
2 Oktober 2026
Ngada - Oktober 2026. Dalam pertemuan informal dengan tim IN-FLORES, Bupati Ngada Raymundus Bena menyatakan dukungannya demi menciptakan Kabupaten Ngada yang lebih baik pada 21 September 2026 di kantor dinas Bupati. “Saya mendukung karya IN-FLORES melakukan konservasi Komodo,” kata Bupati.
Raymundus lebih lanjut mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Ngada akan terus konsisten demi mencapai tujuan bersama, terutama untuk membantu Ngada melalui kelompok-kelompok usaha bagi masyarakat.
IN-FLORES selama ini sudah membentuk dan mendampingi 11 Kelompok Tani Hutan (KTH) di desa binaannya di Kabupaten Ngada. KTH tersebut bergerak di bidang usaha pembuatan tenun, budidaya rumput laut, makanan kecil, wisata, hortikultura, kerajinan, serta penangkaran rusa. IN-FLORES juga membantu pengembangan bisnis dan perizinan kelompok-kelompok tersebut.
Menanggapi hal ini Bupati Ray Bena menyarankan agar kelompok-kelompok usaha itu dibantu dari hulu ke hilir. “Kalau bisa arahkan mereka ke ekowisata dan jiwa kewirausahaan,” katanya.
Ia mengakui sudah berbicara ke dinas-dinas terkait untuk mengembangkan sektor pariwisata, peternakan, hortikultura, dan sebagainya. Banyak potensi yang bisa dikembangkan di Ngada termasuk kopi, melon, semangka, mangga dan sebagainya.
Selanjutnya Bupati Ray Bena mengarahkan agar pengembangan ekonomi masyarakat selalu disertai dengan pelatihan sambil memberikan edukasi ke masyarakat untuk mengurangi pesta-pesta sehingga mereka bisa menggunakan dananya untuk pengembangan ekonomi. “Kita akan siapkan pola pikir dan mental masyarakat di sini agar bisa maju,” tambah Bupati.
Pada hari yang sama, IN-FLORES juga sedang memberikan pelatihan dan pengembangan bisnis di sektor wisata dan sebagainya bagi KTH di Ngada yang selalu dipantau oleh Multistakeholder Coordination Platform (MCP).
Peran Forum Multistakeholder
Dalam pertemuan ini, pihak IN-FLORES yang diwakili oleh Koordinator Kemitraan Maman Surahman menyatakan bahwa IN-FLORES sudah memiliki kajian untuk pengembangan ekonomi dan penghidupan masyarakat.
“Kita juga akan melihat apakah kegiatan IN-FLORES masih relevan pascagempa bumi, sehingga kita perlu melakukan assessment kelompok perempuan dan kelompok usaha dalam kunjungan kami ini,” kata Maman.
Selain menyapa dan melihat kondisi masyarakat pascabencana gempa bumi, IN-FLORES mengadakan upaya penguatan forum multistakeholder untuk mendukung ketangguhan masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Ngada, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat di NTT dari 21 sampai 26 September 2026.
IN-FLORES melihat posisi strategis forum multistakeholder atau MCP dalam setiap intervensinya terhadap masyarakat dalam upaya konservasi Komodo dan spesies terancam global lainnya. MCP ini merupakan forum multipihak yang mencakup kelompok-kelompok seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, mitra kerja, unsur pemerintah dan masyarakat luas. MCP ini menjadi wadah koordinasi yang memungkinkan parapihak untuk berkoordinasi dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama dalam pembangunan berkelanjutan di bentang darat dan bentang laut Flores.
Sebagai ketua MCP Kabupaten Ngada, Nicolaus Noywuli yang juga Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Ngada, mengatakan bahwa forum hadir di tengah masyarakat di masa transisi pemulihan pascagempa bumi Flores agar masyarakat bisa kembali ke aktivitas normal sambil tetap menjaga kekayaan alam.
“Selama masa transisi ini, IN-FLORES mencari tahu apa yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan mengevaluasi KTH dan memberikan edukasi pada masyarakat agar bisa normal kembali,” kata Nicolaus.
Karena proyek IN-FLORES hanya sampai 2029, IN-FLORES memikirkan peran penting MCP untuk menjamin keberlanjutan dalam exit strategy-nya. Untuk itu, perlu dipikirkan pembentukan kelembagaan forum ini yang bisa dikaitkan dengan Pemerintah Daerah.
Menanggapi hal ini, Bupati Ray Bena menyatakan dukungannya terhadap forum. “Kita bisa masukkan dukungan IN-FLORES dalam dokumen perencanaan RPJMD Ngada. Saya kira waktunya pas di 2029. Rencana aksi forum harus dimasukkan dalam RPJMD, termasuk pengembangan pariwisata,” tegas Bupati.
MCP Kabupaten Ngada secara resmi telah ditetapkan oleh Bupati Ngada melalui SK Bupati Ngada No.259/KEP/HK/2025 tentang Pembentukan Forum Konservasi Mbou (Komodo) dan Spesies Penting lainnya di dalam dan di luar kawasan hutan di Kabupaten Ngada. SK Bupati ini ditetapkan di Bajawa pada 10 Juli 2025. ***
Sumber: IN-Flores
Sampaikan Pendapat Anda
Kami menghargai masukan Anda untuk meningkatkan kualitas acara ini. Silakan bagikan pandangan Anda.