Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat
IN-FLORES
IN-FLORES
Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat
14 Agustus 2026
Jakarta, 3 Juli 2026. Proyek IN-FLORES menyalurkan dana hibah dengan Swakelola tipe III sebesar Rp4,5 milyar kepada tiga lembaga masyarakat lokal di Flores Utara dan Flores Barat untuk mengerjakan lima paket pekerjaan hingga akhir 2026.
Penyaluran dana hibah ditandai dengan penandatanganan kontrak pada 1 Juli 2026 di Bogor yang dilakukan oleh IN-FLORES dan tiga lembaga penerima, yaitu Lembaga Nusa Bunga Mandiri (LNBM), Yayasan Komodo Lestari Indonesia (Yakines), dan Yayasan Komodo Survival Program (KSP).
Yakines dan LNBM melakukan pengembangan usaha ramah keanekaragaman hayati dan peningkatan kapasitas ekowisata berbasis masyarakat. Sementara KSP melakukan kolaborasi ilmiah dan inovasi konservasi dengan melakukan kajian terapan untuk asesmen populasi eksisting komodo di seluruh wilayah sebaran alaminya.
“Ini adalah penandatanganan kontrak dengan nilai terbesar, sehingga momen ini sangat penting setelah kita menjalankan proyek IN-FLORES selama tiga tahun,” kata Tamen Sitorus, National Project Manager (NPM) IN-FLORES dalam acara penandatanganan tersebut.
Proses penyaluran hibah Swakelola tipe III telah melalui 11 tahapan penting sejak Mei 2026. Persiapan penyaluran, pembentukan tim penyelenggara swakelola, penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK), Rencana Anggaran Belanja (RAB), evaluasi portofolio calon pelaksana, penetapan pelaksana swakelola, penyampaian proposal kegiatan swakelola, reviu proposal dan RAB, klarifikasi dan negosiasi teknis harga, penyusunan rancangan kontrak, yang berujung pada penandatanganan kontrak.
“Karena ini dana besar, saya minta agar saat turun ke desa-desa harus dipastikan sesuai dengan tujuan dan harus ada yang ditinggalkan. Dampaknya harus ada dan terukur untuk bentang darat dan laut serta masyarakat dan seluruh ekosistem di dalamnya,” tegas Tamen.
Ia menambahkan bahwa proyek IN-FLORES mengamanatkan model tata kelola baru dalam intervensinya. Maka forum parapihak (Multistakeholder Coordination Platform/MCP) harus dilibatkan untuk memfasilitasi semua kegiatan di lapangan. MCP menjadi think tank proyek IN-FLORES yang dikuatkan dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Ngada, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
Mengingat besaran dana hibah, maka Tamen menegaskan agar semua lembaga yang terlibat benar-benar menaati peraturan APBN dan UNDP yang menggunakan standar yang sangat tinggi dari pemerintah dan internasional.
Proyek IN-FLORES, sebuah inisiatif konservasi kolaboratif antara Kementerian Kehutanan, Global Environment Facility (GEF), dan UNDP Indonesia, resmi meluncurkan program hibah mikro untuk mendukung kelestarian alam di Flores. Proyek ini menempatkan pengembangan usaha ramah keanekaragaman hayati dan ekowisata berbasis masyarakat sebagai instrumen utama untuk menciptakan insentif ekonomi yang mampu mengurangi tekanan terhadap keanekaragaman hayati sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sebagai PPK Pejabat Pembuat Komitmen), saya mengapresiasi kerja sama untuk Swakelola III ini. Saya berharap agar tahun depan kita bisa melibatkan lebih banyak PPK di site untuk implementasi Swakelola III sehingga bisa berjalan lebih cepat dan dikelola dengan baik dengan melibatkan PPK di site,” kata Guntur Wijaya sebagai PPK pada proyek IN-FLORES.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengatasi ancaman terhadap keanekaragaman hayati yang sering kali dipicu oleh faktor ekonomi dan lemahnya tata kelola lokal. Melalui mekanisme hibah ini, proyek bertujuan mentransformasi praktik pengelolaan lahan menjadi lebih berkelanjutan. Harapannya, intervensi ini akan menciptakan insentif ekonomi bagi masyarakat guna mengurangi tekanan terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.
Fokus bantuan diarahkan pada masyarakat rentan di wilayah Flores Utara dan Barat agar dapat membangun model ekonomi alternatif yang mandiri secara finansial. Dengan penguatan kapasitas manajemen dan bantuan modal barang (in-kind), program ini optimis dapat mengukuhkan bisnis lokal yang tidak hanya menguntungkan secara materi, tetapi juga menjaga warisan alam Flores tetap lestari. ***
Sumber: IN-FLORES
Sampaikan Pendapat Anda
Kami menghargai masukan Anda untuk meningkatkan kualitas acara ini. Silakan bagikan pandangan Anda.