Pulau Padar Taman Nasional Komodo @Balai TN Komodo
Peran Knowledge Management System dalam Proyek IN-FLORES
Proyek Investing in the Komodo Dragon and Other Globally Threatened Species in Flores (IN-FLORES) merupakan inisiatif ambisius yang digagas untuk melindungi spesies ikonik seperti komodo (Varanus komodoensis), kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea), dan elang flores (Nisaetus floris). Didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Global Environment Facility (GEF), dan UNDP Indonesia.
Salah satu komponen penting dalam mencapai keberhasilan proyek ini adalah Knowledge Management System (KMS), yang berperan sebagai jembatan pengetahuan di antara pemangku kepentingan, mulai dari tingkat nasional hingga ke masyarakat lokal.
Apa itu Knowledge Management System dalam IN-FLORES?
KMS dalam proyek ini dirancang untuk mengelola, mendokumentasikan, dan menyebarluaskan pengetahuan serta praktik terbaik yang dihasilkan sepanjang implementasi program konservasi. Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat data, tetapi juga sebagai platform pembelajaran kolaboratif bagi pemerintah daerah, masyarakat, sektor swasta, LSM, hingga mitra internasional.
Melalui Output 3.2, KMS akan mengintegrasikan berbagai strategi, seperti:
- Survei Pengetahuan, Sikap, dan Praktik (Knowledge, Attitudes, and Practices/KAP) di awal proyek untuk mengukur kondisi dasar kesadaran masyarakat, pemerintah daerah, dan sektor swasta terhadap konservasi.
- Pengembangan rencana manajemen pengetahuan dan komunikasi berdasarkan hasil survei KAP tersebut.
- Penyusunan produk pengetahuan seperti studi kasus, panduan praktik terbaik, dan video singkat yang akan disebarluaskan secara lokal, nasional, hingga internasional.
- Portal daring interaktif yang menampilkan data spesies terancam, praktik konservasi, dan keberhasilan proyek, yang terintegrasi dengan basis data nasional.
Manfaat Strategis KMS dalam Konservasi Flores
- Meningkatkan Kesadaran Publik dan Etika LingkunganDengan menyediakan akses informasi yang inklusif, masyarakat dan pemangku kepentingan dapat lebih memahami ancaman terhadap spesies ikonik dan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.
- Memperkuat Tata Kelola Berbasis DataKMS mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based decision making) di tingkat provinsi dan nasional melalui data terintegrasi tentang spesies, habitat, ancaman, dan upaya konservasi.
- Memfasilitasi Pembelajaran dan KolaborasiWorkshop nasional, forum ilmiah, dan kunjungan lapangan akan menjadi sarana berbagi pengalaman lintas sektor dan lintas negara.
- Mendukung Ekowisata BerkelanjutanInformasi yang terdokumentasi dapat menjadi rujukan bagi pengembangan bisnis ramah lingkungan yang selaras dengan upaya konservasi.
Rencana Implementasi KMS
- Tahap Awal (Inception Phase): Workshop inception akan digelar dalam tiga bulan pertama untuk memvalidasi rencana kerja, mengidentifikasi risiko sosial-lingkungan, serta menyepakati peran pemangku kepentingan.
- Pertengahan Proyek: Evaluasi tengah proyek (midterm review) akan mengukur capaian awal dan menyesuaikan strategi bila diperlukan.
- Akhir Proyek: Survei KAP diulang untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan dan kesadaran publik. Hasilnya akan menjadi acuan bagi kebijakan konservasi di masa mendatang.
Dampak Jangka Panjang
KMS diharapkan tidak berhenti pada dokumentasi, tetapi menjadi warisan pengetahuan berkelanjutan yang memperkuat kapasitas lokal, nasional, dan internasional dalam melindungi keanekaragaman hayati Flores. Lebih dari itu, sistem ini menjadi contoh bagaimana teknologi informasi dan manajemen pengetahuan dapat bersinergi untuk konservasi, sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar.
Sumber:
In-Flores
Ungkapkan Pendapat Anda
Kami ingin mengetahui apa yang Anda rasakan. Bagikan reaksi Anda!
Sampaikan Pendapat Anda
Kami menghargai masukan Anda untuk meningkatkan kualitas acara ini. Silakan bagikan pandangan Anda.