Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat
IN-FLORES
IN-FLORES
Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat
3 Oktober 2025
Dalam rangka memperkuat upaya konservasi rugu komodo dan spesies penting lainnya di wilayah Flores, telah dibentuk forum koordinasi para pihak di Kabupaten Manggarai Timur. Struktur kepengurusan dan tugas-tugas forum telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Manggarai TImur nomor HK/89 Tahun 2025 tentang Pembentukan Forum Konservasi Rugu (Komodo) dan Spesies Penting Lainnya di dalam dan di luar Kawasan Hutan di Kabupaten Manggarai Timur.
Untuk menyamakan persepsi dan menggalang dukungan parapihak serta memulai pelaksanaan tugas forum maka Direktorat Jenderal Konservasi SDA Kementerian Kehutanan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur menyelenggarakan Deklarasi dan Penyusunan Rencana Aksi Forum Kordinasi Parapihak (Multistakeholder Cordination Platform/MCP) .
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari pada 2 dan 3 Oktober 2025 di Aula Lawelujang kantor Bapperida Kabupaten Manggarai Timur dan secara resmi dibuka oleh Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, S.H, M.Hum.
Hadir pada kegiatan ini Kepala Balai Besar KSDA Provinsi NTT, Adhi Nurul Hadi, S.Hut. M.Sc.; Kabid KSDA Wilayah II BBKSDA NTT, Dadang Suryana, S.Hut.T., M.Sc.; Monitoring dan Reorting and Technicl Officer for Environment Unit UNDP, Mohammad Yayat Alfianto; Tim Konsultan dan Manajemen InFlores, Perangkar Daerah terkait lingkup Pemda Matim, Kepala UPTD Kesatuan Pemangku Hutan Manggarai Timur dan anggota MCP Manggarai Timur.
Dalam sambutannya, Bupati Manggarai Timur menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyadari bahwa forum konservasi ini bukan hanya kebutuhan tetapi sebuah keniscayaan dan wadah yang dibutuhkan untuk menyatukan semua kekuatan, agar upaya perlindungan rugu (komodo) dan spesies penting lainnya dalam wilayah Matim dalah berjalan sistematis, terkoordinasi dan berkelanjutan.
“Tidak ada konservasi tanpa masyarakat, rugu dan spesies penting lainnya hanya dapat bertahan jika masyarakat yang hidup berdampingan dengan mereka juga sejahtera. Karenanya saya berharaop agar forum ini juga bisa memastian pemberdayaan masyarakat lokal melalui alternative ekonomi hijau dan pariwisata berkelanjutan. Keterlibatan partisipasi aktif perempuan dan kaum muda dalam upaya konservasi juga menjadi salah satu factor utama untuk menunjang pelaksanaan program pemerintah daerah. Penting juga untuk selalu melihat kearifan lokal dalam tata kelola hutan, tanah dan satwa.” Bupati Agas juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekedar lokal, ini merupakan bagian dari kontribusi yang kita berikan dari Manggarai Timur melalui upaya konservasi untuk menjaga bumi.
“Saya juga ingin menyampaikan bahwa untuk konservasi Pemda Matim berkomitmen untuk menyediakan dukungan regulasi dan kebijakan yang kondusif, memastikan integrasi program dalam perencanaan pembangunan daerah, mendorong investasi hijau dan berkelanjutan serta menjadi jembatan antara masyarakat, swasta dan mitra internasional.”
Selanjutnya dilaksanakan acara penandatanganan Deklarasi Bersama Forum Konservasi Rugu (Komodo) dan Spesies Penting Lainnya di dalam dan di luar Kawasan Hutan di Kabupaten Manggarai Timur dan penyerahan simbolis dukungan pengembangan usaha kelompok kepada KTH simu Nai Desa Nampar Sepang dan KTH Weki Ndai kelurahan Pota Kecamatan Sambi Rampas; masing-masing senilai 50juta rupiah.
Kami menghargai masukan Anda untuk meningkatkan kualitas acara ini. Silakan bagikan pandangan Anda.
1 Komentar
Musbakin
25 November 2025, 9:51 PM
Ini baru awal, yang paling penting adalah aksi nyata dan keberlanjutan program. lanjutkan.....