Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat
IN-FLORES
IN-FLORES
Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat
Untuk memperkuat pengamanan kawasan konservasi, kegiatan SMART Patroli dan Monitoring Terpadu dilaksanakan pada 3–9 November 2024 di Taman Nasional Komodo. Kegiatan ini melibatkan berbagai mitra, termasuk Yayasan Komodo Survival Program dan BPPHLHK, dengan fokus meningkatkan pengawasan darat maupun perairan. Patroli menggunakan metode SMART (Spatial Monitoring and Reporting Tool), yang memungkinkan pengelolaan kawasan berbasis data terukur. Lokasi patroli mencakup titik-titik rawan seperti Loh Wenci, Loh Boko, dan Pulau Kalong, yang selama ini rentan terhadap aktivitas perburuan liar serta praktik ilegal lainnya. Selain pengawasan, kegiatan ini juga memberikan pelatihan bagi petugas dan masyarakat untuk mendeteksi dan melaporkan potensi ancaman. Dalam patroli laut, tim melakukan pemeriksaan terhadap kapal wisata dan nelayan untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan konservasi, termasuk kelengkapan dokumen perizinan. Sementara itu, patroli darat difokuskan pada pemantauan jalur baru, aktivitas perburuan, serta penggantian kamera jebak untuk memantau populasi fauna, khususnya komodo. Hasil kegiatan menunjukkan capaian positif: aktivitas ilegal di kawasan konservasi berhasil ditekan, kesadaran masyarakat meningkat, dan sinergi antar-pihak semakin kuat. Data hasil patroli kini menjadi rujukan penting dalam evaluasi sekaligus perencanaan kebijakan konservasi ke depan. Melalui pendekatan kolaboratif ini, pengelolaan Taman Nasional Komodo diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan, menjaga keutuhan ekosistem sekaligus mendukung keberlangsungan spesies endemik yang dilindungi.
Sebagai upaya memperkuat pengelolaan kawasan konservasi perairan, Pelatihan Selam Open Water dan Advanced Diving dilaksanakan pada 20–22 September 2024 di Taman Nasional Komodo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas teknis para pengelola kawasan dalam melakukan pemantauan ekosistem laut secara langsung di lapangan. Peserta mengikuti kombinasi teori dan praktik penyelaman, mencakup navigasi bawah air, kontrol daya apung, penggunaan peralatan selam, hingga prosedur keselamatan darurat. Selain keterampilan teknis, pelatihan juga menekankan pentingnya keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas bawah laut. Materi pelatihan memperdalam kemampuan identifikasi ekosistem laut, khususnya kondisi terumbu karang dan keanekaragaman hayati. Melalui praktik lapangan di Pulau Bidadari dan Sabolo Besar—lokasi dengan ekosistem laut yang kompleks—peserta dilatih menggunakan metode pemantauan berbasis bukti seperti transek garis dan observasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman serta keterampilan peserta. Mereka yang berhasil menyelesaikan program memperoleh sertifikasi Open Water dan Advanced Diving, yang menjadikan mereka lebih siap dalam mendukung pemantauan dan konservasi laut di kawasan TN Komodo. Dengan kapasitas baru ini, diharapkan para pengelola kawasan dapat berperan lebih aktif dalam pengawasan berbasis data, memperkuat konservasi terumbu karang, dan memastikan keberlanjutan ekosistem laut sebagai bagian penting dari pengelolaan Taman Nasional Komodo.
Menampilkan 1 dari 2 item