IN-FLORES

  • Program IN-FLORES

Telusuri berbagai inisiatif dan program yang sedang dan akan dijalankan IN-FLORES di Pulau Flores dari konservasi satwa liar, pemberdayaan komunitas, hingga pengelolaan ekowisata berkelanjutan.

Selengkapnya
Tentang IN-FLORES

Investing in the Komodo Dragon and other globally threatened species in Flores (IN-FLORES)

Proyek Investing in the Komodo Dragon and Other Globally Threatened Species in Flores (IN-FLORES) adalah inisiatif konservasi yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Global Environment Facility (GEF), dan UNDP Indonesia. Proyek ini bertujuan untuk melindungi spesies ikonik seperti komodo (Varanus komodoensis), kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea), dan elang flores (Nisaetus floris), serta memastikan pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan di Taman Nasional Komodo dan wilayah sekitarnya. Dengan alokasi anggaran sebesar USD 46,7 juta, proyek ini mencakup berbagai aspek konservasi, termasuk penguatan tata kelola kawasan, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pengembangan ekowisata berbasis masyarakat.

Melalui tiga komponen utama penguatan kebijakan dan tata kelola, pemberdayaan masyarakat dan sektor swasta, serta pemantauan dan evaluasi keanekaragaman hayati IN-FLORES bertujuan menciptakan model konservasi yang tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Dengan pendekatan berbasis kolaborasi, proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan dalam menjaga keseimbangan antara konservasi alam dan pembangunan berkelanjutan di Flores dan Taman Nasional Komodo.

Lanskap 1

West Flores (Flores Barat)

Wilayah ini mencakup bagian barat Pulau Flores, termasuk Taman Nasional Komodo dan kawasan hutan di Kabupaten Manggarai Barat serta Manggarai. Luasnya sekitar 365.190 hektare, dan hampir seluruhnya (97%) berada di Manggarai Barat.

Ciri penting wilayah ini:

  • Taman Nasional Komodo menjadi kawasan lindung utama. Di daratan Flores bagian barat hanya ada satu cagar alam kecil (Wae Wuul, 1.484 ha).
  • Hutan lindung banyak di daerah perbukitan seperti Mbeliling, sedangkan hutan produksi berada di pesisir utara.
  • Ada 7 kawasan penting keanekaragaman hayati (KBA) dengan luas ±236.760 ha. Namun, hanya sebagian kecil KBA daratan yang masuk kawasan lindung (sekitar 3%).
  • Habitat penting bagi 265 spesies langka, termasuk Komodo, kakatua-kecil jambul-kuning, dan elang flores.
  • Luas hutan pada 2019 tercatat ±123.359 ha, dengan ±86.773 ha di antaranya hutan primer.
  • Potensi kawasan bernilai keanekaragaman hayati tinggi (HBVA) sekitar ±118.303 ha, sebagian besar di hutan negara dan lahan masyarakat.
  • Termasuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Komodo – Labuan Bajo, dengan pengembangan pariwisata di Nggorang Bowosie (±400 ha).

Peta wilayah West Flores (Flores Barat)

Spesies Komodo

Pulau Padar TN Komodo, @BTN Komodo

Lanskap 2

North Flores (Flores Utara)

Wilayah ini berada di sepanjang pesisir utara Pulau Flores, meliputi Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo, dengan luas sekitar 106.840 hektare. Sebagian besar lahan dikelola masyarakat, sedangkan pemerintah mengelola kawasan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi.

Ciri penting wilayah ini:

  • Kawasan konservasi (<10%) dan tersebar di antara Manggarai Timur dan Ngada.
  • Ada 5 KBA, termasuk KBA Pota dan Pulau Ontoloe yang merupakan habitat Komodo. Sekitar 61% KBA masuk kawasan konservasi, sisanya di lahan masyarakat dan hutan lindung.
  • Menjadi rumah bagi 231 spesies langka, termasuk 13 spesies daratan.
  • Terdapat ±35.642 ha hutan primer, sebagian besar di lahan masyarakat dan kawasan konservasi.
  • Potensi HBVA sekitar ±58.093 ha, lebih dari separuhnya di lahan masyarakat (±30.313 ha).

Peta wilayah North Flores (Flores Utara)

Stakeholders

Project Organization Structure

Figure of Project Organization Structure
Our Team

Team IN-FLORES

Drs. Tamen Sitorus, M.Sc

Project Management Unit

Maman Surahman, S. Hut, M. Si

Team

Partnerships

Bersama untuk Flores yang Lestari